Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 44. tuan Sopo jangkar 5


__ADS_3

"Krakkkkkk....


Golok besar milik pemimpin antek-antek tuan Sopo jangkar itu patah patah ketika satu meter lagi menyentuh tubuh pemuda asing yang makin mengamuk itu dan anggota nya yang tersisa pun tinggal beberapa orang lagi yang masih mampu untuk berdiri sedangkan yang lain sudah di buat terkapar kesakitan di halaman rumah kakek sapto.


Sementara pemimpin orang orang kasar yang membokong Bayu tadi tangan nya pun menjadi nyeri dan susah untuk di gerakan setelah golok kebanggaan nya di bikin patah oleh pemuda asing itu.


"Mundur semua.....


Teriak pemimpin mereka itu memberi aba aba ke pada anggota nya yang tersisa, maka serempak pria kasar yang masih kuat berdiri membantu teman teman nya yang tidak mampu berdiri di hajar Bayu tadi.


Setelah itu mereka pun berlari terbirit-birit meninggalkan Bayu yang masih berdiri disana menatap kepergian mereka.


"Nak Bayu tidak apa apa?


Ucap kakek sapto yang ternyata sudah keluar dari rumah bersama anak nya yang menggandeng tangan Jaka cucu nya, wajah ibu nya itupun terlihat pucat karena mereka berurusan dengan orang paling penting di desa Karang jati tempat mereka tinggal.

__ADS_1


" Sebaiknya nak Bayu cepat meninggal kan desa ini,, tuan Sopo jangkar tidak akan tinggal diam melihat anggota nya babak belur.


Ucap kakek itu lagi setelah berada dekat dengan Bayu yang cuma tersenyum menanggapi ucapan kakek Sapto kepada nya.


Akhirnya Bayu pun di ajak duduk kembali di bale rumah kecil oleh kakek Sapto dan mulai lah kakek itu menceritakan tentang bahaya jika berurusan dengan tuan Sopo jangkar, sebenarnya kakek itu tidak takut akan mereka cuma dia punya tanggungan anak dan cucu yang masih kecil itu, setelah panjang lebar kakek itu bercerita akhirnya Bayu berjanji akan membantu kakek itu dalam menghadapi tuan Sopo jangkar ini dia tidak bisa tinggal diam dengan sepak terjang kepala desa Karang jati yang sudah keterlaluan itu.


Jadi untuk sementara Bayu akan tinggal dulu di kampung itu, dia pun punya rencana sendiri maka nya dia bersikeras kepada si kakek Sapto untuk tinggal sementara disitu, lagian dia sudah berjanji kepada Jaka Barata untuk mengajar kan satu dua jurus silat.


Sore hari nya di sebuah warung makan terlihat seorang pemuda dan seorang bocah kecil sedang makan dengan lahap nya di sana, dua orang yang ternyata adalah Bayu dan Jaka Barata rupanya sore itu mereka jalan jalan keliling desa dengan senang nya Jaka terus bercerita tentang kampung nya kepada Bayu, dan setelah puas berkeliling mereka pun makan dulu di warung itu, kepada pemilik warung Bayu pun mengenal kan diri masih saudara dari Ibu nya Jaka, jadi orang orang tidak curiga sebab semua orang tahu bahwa nyi Laras adalah seorang janda kembang di kampung itu, dan dia tidak mau menikah semenjak suaminya meninggal walaupun banyak lamaran datang kepada nya termasuk dari kepala desa Karang jati itu tuan Sopo jangkar dengan halus pun di tolak nya.


Warung yang sepi itu terdengar rame dengan canda tawa kedua orang itu sembari makan, Jaka Barata pun Sangat menikmati makanan nya entah sudah berapa kali dia nambah makan nya, soal nya dia jarang makan yang enak enak seperti itu, biasanya cuma alakadarnya di rumah dengan lauk seadanya, setelah menyelesaikan makan makan Bayu pun memesan banyak makanan lagi untuk di bungkus di bawa pulang.


"Panggil Golok iblis jemput dia kerumah nya sekarang,,,,, cepat


Teriak tuan Sopo jangkar kepada bawahan nya itu, otomatis mereka semua bergerak serempak karena ketakutan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


" Jangan semua ******!!!! dua orang aja yang kesana, selebihnya berjaga di rumah ini dan perketat penjagaan....


Akhirnya pergerakan mereka terhenti setelah mendengar bentakan dari juragan besar mereka, setelah saling pandang sesama mereka dua orang yang paling tua di antara mereka di pilih untuk menjemput Golok iblis yang berada di Desa sebelah dan kalo di tempuh dengan naik kuda memakan sekitar perjalanan selama dua jam.


Siapa kah Golok iblis ini, dia adalah salah satu kaki tangan dari tuan Sopo jangkar juga dan dia termasuk pembantu utama dari kepala desa itu yang sangat di andalkan nya, ilmu kanuragan mereka pun hampir berimbang jadi tuan Sopo jangkar agak segan juga kepada pembantu nya yang satu ini, makanya dia hanya di kasih tugas kalau seandainya anggota yang lain tidak mampu melakukan tugas itu, sehari hari nya Golok iblis ini hanya berada di tempat istri muda nya di kampung sebelah.


Setelah semua pembantu nya itu keluar, maka kembali tuan Sopo jangkar mondar-mandir di ruangan nya, dia terlihat sangat gelisah entah kenapa kali ini dengan kedatangan seorang pemuda yang ilmu nya tinggi kata para pembantu nya membuat dia tidak tenang ada firasat buruk yang akan datang di rasakan kepala desa yang sombong dan congkak itu, dia sangat berharap si Golok iblis akan membinasakan pemuda itu beserta tua bangka Sapto yang selalu menghalangi niatnya mempersunting anaknya seorang janda kembang yang membuat tuan Sopo jangkar ini susah tidur tiap harinya.


Bayu dan Jaka Barata sampai di rumah ketika hari sudah hampir gelap, kakek Sapto dan anak nya nyi Laras sudah gelisah menunggu mereka di depan rumah, melihat kemunculan mereka kedua orang itupun bernafas lega, Bayu pun menaruh makanan dan perlengkapan dapur yang di beli nya cukup banyak di kampung tadi.


"Nak Bayu nggak usah repot repot beli makanan sebanyak ini.


Kakek Sapto cukup tersentuh dengan Bayu selama ini jarang orang yang seperti pemuda ini yang mau membantu mereka, dia pun cukup senang melihat cucu nya sangat gembira dan cukup akrab dengan pemuda tanggung yang sakti itu.


"Tidak merepotkan kok kek, ini pun belum seberapa dengan kakek yang mau menerima saya disini, anggap kita saudara kek..

__ADS_1


Bayu menimpali omongan kakek Sapto tadi, nyi Laras pun membawa semua barang dan makanan yang di bawa Bayu itu ke dalam, dalam hati dia cukup deg degan ketika memandang pemuda itu, mengingat kan dia akan mendiang suaminya nya ayah dari Jaka Barata.


Bersambung....


__ADS_2