Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 64. Perhitungan lama


__ADS_3

Empat orang manusia saling berlomba lari mendaki sebuah gunung, kecepatan lari mereka cukup berimbang karena mereka berpacu saling susul menyusul seperti anak anak kecil yang lagi bermain karena tawa mengejek di antara mereka ketika berhasil melewati kawan yang berada di depan, padahal kalau di lihat secara seksama usia mereka rata rata sudah di atas enam puluh tahun karena rata rata rambut mereka telah memutih.


Tiga di antara nya adalah kakek kakek dan satu nya adalah seorang nenek, yang ilmu lari nya paling tinggi di antara mereka karena hanya dia sendiri yang tidak pernah terkejar oleh kawan nya para lelaki, siapa kah ke empat orang ini dan kemana tujuan mereka?


Ke empat orang ini adalah para dedengkot dari golongan hitam yang punya wilayah kekuasaan masing-masing, maka nya mereka tidak pernah bentrok satu sama lainnya, salah seorang dari mereka pasti kita sudah mengenal nya seorang pria tua yang selalu berpakaian hitam dengan celana gombrang yang mempunyai kekuasaan di daerah utara tanah Andalas ini.


Ya setelah kekalahan dalam perang dengan Kerajaan Indra jaya tujuh purnama yang lalu, ternyata waktu itu Datuk Harimau sati ini bisa melarikan diri dari medan perang walaupun mengalami luka yang agak serius karena dia di keroyok oleh tiga orang panglima musuh, beruntung dia masih sempat melarikan diri dengan melukai salah satu Panglima musuh.


Sekarang setelah lama bersembunyi memulihkan luka di sebuah gua tanpa satu orang pun pengikutnya lagi karena semua pengikutnya banyak yang tewas dan tertangkap pihak kerajaan, sehari yang lalu dia di datangi oleh tiga orang sahabat lama nya yang mengajak dia untuk menebus hutang lama dengan pendekar Dewa Matahari musuh bebuyutan yang dulu selalu menggagalkan semua sepakat terjang mereka, yang sekarang sudah mereka ketahui tempat persembunyian musuh mereka itu yaitu di Gunung Singgalang yang sedang mereka tuju ini.

__ADS_1


Wanita tua yang ilmu lari nya paling tinggi adalah Dewi ular seorang tokoh golongan hitam yang berdiam di sebuah pulau di pantai timur pulau Andalas ini bersama dengan pasangan nya Dewa ular yang juga ikut serta dalam rombongan ini yaitu Kakek yang paling tua di antara ke empat orang ini yang juga seperti Istri nya selalu membawa tongkat yang mirip seperti ular, kakek Dewa ular ini orang nya pendiam dan selalu bicara seperlunya dan diantara ke empat orang ini kakek Dewa ular ini lah yang paling sepuh dan ilmu nya paling tinggi, karena dia memiliki berbagai senjata rahasia yang racun nya sangat ganas, belum ular ular kecil berbisa yang selalu bersembunyi di dalam tubuh tua nya itu.


Mereka berdua ini lah yang mengetahui tempat persembunyian dari musuh bebuyutan yang mereka cari selama puluhan tahun ini, karena kemunculan seorang pendekar muda yang cukup menggemparkan ranah Andalas akhir akhir ini dan ilmu dari pemuda yang tidak lain adalah Bayu itu adalah persis dengan ilmu Pendekar Dewa Matahari musuh yang telah membikin cacat tubuh mereka suami istri dengan masing-masing kehilangan sebelah telinganya.


Dengan kemunculan Pendekar muda tersebut mereka pun kembali mempunyai keyakinan tentang keberadaan pendekar Dewa Matahari ini, dengan bantuan prajuritnya para ular maka akhirnya mereka pun mengetahui tempat persembunyian musuh mereka itu yang ternyata masih di tanah Andalas ini, dan pada akhirnya mereka pun menghubungi kawan nya yang dulu juga punya perhitungan dengan Pendekar Dewa Matahari tersebut.


Dan Kakek tua yang paling terakhir yang mata nya cuma sebelah adalah Datuk Guntur Ombilin yang berdiam dan berkuasa di daerah Selatan pulau Andalas, semua perompak dan penyamun di daerah itu tunduk semua kepada nya dan wajib membayar upeti kepada Datuk Guntur ini, dan dia sangat senang dengan kedatangan kedua suami istri sahabat nya yang mengabarkan bahwa musuh yang membikin cacat mata nya sebelah ternyata masih hidup dan menyepi di Gunung Singgalang selama ini.


Setelah mencapai puncak gunung Singgalang ini mereka pun berhenti dan pandangan mereka pun saling menatap ke semua penjuru puncak gunung yang berdiri gagah itu untuk melihat keberadaan musuh yang mereka cari selama ini, dan akhirnya tatapan mereka tertuju kepada sepasang suami-istri Dewa dan Dewi ular yang memberi kabar tentang keberadaan musuh di gunung Singgalang ini.

__ADS_1


"Sebentar saya panggil dulu ular penghuni gunung ini... Sembari berkomat kamit dengan bahasa tidak jelas Dewi ular memanggil ular yang berada disana dan tidak lama antara nya datang lah seekor ular hitam dari dalam semak semak dan langsung berhenti di depan Dewi ular, terlihat ular itu kembali setelah terlibat percakapan yang tidak di mengerti oleh yang lain kecuali sepasang suami-istri istri dari daerah timur tersebut.


"Dia berada di sisi sebelah barat, ayooo...


Maka Dewi dan Dewa ular tersebut langsung berkelebat ke arah barat gunung tersebut yang di ikuti oleh Datuk Harimau sati dan Datuk Guntur Ombilin dari belakang.


Datuk Alang langit seperti biasa di setiap pagi nya melakukan rutinitas meditasi di depan gubuk nya di sebuah batu yang menjorok di sisi jurang terjal, di usia yang hampir mendekati delapan puluh tahun itu terlihat fisik nya masih kuat dan tegap cuma rambutnya saja yang sudah memutih semua.


Entah kemana beberapa hari ini dia merasakan firasat yang tidak enak, pikiran nya pun langsung tertuju kepada cucu satu satu nya Bayu yang sudah meninggalkan gunung ini hampir dua tahun, sebersit kerinduan selalu terselubung di hati kakek perkasa ini, karena keluarga nya yang tersisa sekarang cuma cucu nya itu.

__ADS_1


Dan memang ternyata firasat nya itu, selagi bersemedi tadi dengan pendengaran nya yang cukup tajam dan bisa mendengar dari jarak beberapa kilo, Kakek ini pun mendengar beberapa langkah kaki yang bergerak cukup ringan yang menandai orang itu berilmu tinggi yang mengarah ke puncak Gunung Singgalang ini, maka Datuk Alang langit ini pun mengakhiri semedi nya dan bersiap menunggu tamu yang tidak di undang tersebut.


__ADS_2