
Setelah lurah Saketi berhasil membunuh kedua anggota jubah merah itu, dia pun menghampiri istrinya yang masih pingsan di dalam dekapan putri nya yang telah pulih dari shock yang dialami nya tadi, tetapi sebelum melangkah dia terkejut sebuah bayangan putih melesat kencang turun dari atap rumah nya ke bawah di depan dia berdiri.
Lurah tua itu sampai terloncat mundur sambil waspada dengan memegang senjata sabit yang berhulu panjang yang di dapat nya dari salah seorang pria jubah merah yang dia bunuh barusan, begitu pun juga dengan putri nya yang sangat ketakutan sambil memeluk erat ibunya yang masih pingsan.
"Pak lurah nggak usah takut, saya yang mengasih obat dan yang membisiki bapak tadi,,,, ucap Bayu lembut dan sambil tersenyum kepada lurah Saketi yang masih kurang percaya, karena usia nya orang yang mengaku menolong nya itu masih sangat muda mungkin seusia dengan putri nya itu.
"Sekarang tidak ada waktu untuk menjelaskan semua itu, baiknya ibu maupun anaknya bapak kita amankan dulu jauh dari sini,, setelah itu baru kita hadapi gerombolan itu,!
__ADS_1
gimana pak lurah? ucap Bayu mengerti dengan ketidak percayaan pak lurah itu.
Akhirnya lurah Saketi cuma bisa mengangguk mengikuti langkah bayu yang telah menggendong terlebih dahulu istri nya yang masih pingsan itu, mereka pun berjalan cepat lewat pintu belakang dan terus menyusuri kebun yang berada di belakang rumah besar lurah Saketi itu. Dengan memegang tangan putri nya lurah itu terus mengikuti langkah pemuda penolong nya itu yang langkah nya semakin cepat walaupun suasana malam itu gelap begitu pekap tapi langkah pemuda itu seperti tahu dengan jalan yang di lalui nya.
Akhirnya setelah ada sekitar dua kilo berjalan pemuda itu berhenti di sebuah gubuk yang berada di tengah sawah yang cukup aman untuk bersembunyi karena sawah itu berada paling di pojokan dan berbatasan langsung dengan hutan yang cukup lebat, dan kanan kiri nya ada bukit yang mengapit sawah itu.
Pemuda itupun menurunkan istri lurah itu di bale di depan gubuk itu, lalu memeriksa nadi nya setelah itu dia memberikan beberapa totokan di beberapa bagian tubuh istri lurah itu, lalu pemuda itu mundur dan tidak lama istri lurah itupun tersadar, lurah Saketi dan putri nya pun mendekati istrinya yang telah siuman itu mereka pun tidak bisa menahan tangis sambil berpelukan ketiga nya.
__ADS_1
Setelah bicara beberapa lama dengan Bayu akhirnya mereka pun berencana untuk pergi berdua kesana, sekarang lurah Saketi sudah yakin sepenuhnya kepada pemuda pendekar yang memperkenalkan diri nya dengan nama Bayu itu, sebelum mereka pergi Bayu pun memberikan dua pil berwarna hijau kepada lurah itu dan di suruh minum kan kepada putri dan istrinya, manfaat nya adalah untuk menambah tenaga dan menguatkan tubuh. Istri dan putri lurah itupun sangat berterimakasih kepada Bayu apalagi setelah melihat muka Bayu yang sangat gagah yang mirip putra seorang bangsawan, terlihat ketika cahaya dari api yang di nyalakan oleh Bayu itu menyinari mukanya, terlebih lagi putri dari lurah itu yang terlihat sangat malu malu dan terus menunduk.
Dari penjelasan lurah Saketi barusan Bayu mengerti duduk persoalan yang di alami oleh penduduk kampung itu, Bayu sangat marah mendengar permintaan kelompok yang bernama Serigala merah itu terhadap penduduk kampung dengan harus menyediakan tujuh orang gadis perawan untuk persembahan kepada ketua mereka. Makanya Bayu berjanji akan menumpas sampai ke akar akarnya semua gerombolan yang meresahkan penduduk kampung itu.
Dan mereka berdua pun meninggalkan gubuk itu dengan ilmu meringankan tubuh dan meninggalkan istri dan putri lurah itu di sana, terlihat Bayu agak melambat untuk mengimbangi kecepatan lari dari lurah itu yang tadi sempat tertinggal jauh oleh nya. Melihat kecepatan lari nya Bayu lurah itu sampai terlongo tidak percaya, sekarang dia mempunyai keyakinan dan kepercayaan diri untuk menghadapi gerombolan Serigala merah itu.
Ketika hampir mendekati perkampungan itu mereka pun berpisah, dan mulai menjalankan rencana mereka yaitu Bayu akan langsung kerumahnya lurah itu yang mana orang dari Serigala merah itu berkumpul dan akan berusaha menahan orang orang itu supaya jangan sampai mengganggu penduduk yang tidak berdosa, sedangkan lurah sendiri akan mengumpulkan pemuda di kampung itu untuk membantu Bayu nanti nya.
__ADS_1
Para gerombolan Serigala merah itupun mulai mengamuk di situ, terlihat beberapa orang dari mereka mulai membakar sisi rumah itu, sementara sebagian lagi masih mencari keberadaan lurah dan keluarga nya itu, pemimpin gerombolan itu sangat marah karena beberapa orang anggota nya yang disuruh mencari lurah dan keluarga nya itu belum kembali juga, diapun mulai gelisah di atas kudanya.
Bersambung.....