Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 29 Kampung yang aneh


__ADS_3

Perkampungan kecil di sebuah lembah yang di sekelilingnya masih hutan dan sawah yang masih hijau terhampar seperti anak tangga menghiasi pemandangan Bayu sore itu. Yang terlihat duduk santai di sebuah batu di atas bukit sebelah barat perkampungan yang indah dan masih alami itu. Setelah seharian berjalan sehabis menolong sepasang Harimau yang di jumpai nya tadi pagi di dalam hutan.


Sembari istirahat di sana dan menikmati pemandangan alam perbukitan di saat matahari mau tenggelam, mulutnya Bayu pun tidak berhenti mengunyah buah jambu yang di dapat nya tadi di perjalanan, entah sudah berapa biji yang telah kandas di mulutnya dan sepertinya perut nya mungkin sangat lapar karena belum di isi apapun dari pagi tadi, cuma di isi dengan air yang ketemu di perjalanan.


Akhirnya setelah puas menikmati keindahan alam di sana hampir selama satu jam dan buah jambu yang cukup banyak tadi pun telah raib ke dalam perutnya, terasa perutnya pun sudah bisa di ajak kompromi maka Bayu pun melanjutkan perjalanan untuk singgah dan berencana untuk menumpang bermalam di kampung itu, dia berharap di sana bisa mendapatkan makanan yang enak karena sudah tiga hari ini perutnya diisi dengan menu yang alakadarnya saja, dan itupun di masak dengan cara yang sederhana tanpa bumbu apapun.

__ADS_1


Diapun mulai melintasi persawahan yang terhampar di situ, udara nya begitu sejuk dan semilir angin sore menambah Damai suasana indah di situ dan Bayu pun terlihat sangat menikmati nya, dia pun berjalan dengan santai menuruni pematang demi pematang petak sawah yang seperti anak tangga dari lukisan alam itu. Diapun berkhayal sambil berjalan membayangkan di hari tua nya nanti tinggal di daerah yang damai dan tenang seperti ini memiliki seorang istri dan anak-anak yang bermain ria dan manja menghiasi masa tua nya, jauh dari hiruk pikuk kejamnya kehidupan seperti yang telah di lalui nya selama turun gunung ini.


Alangkah indah nya kehidupan ini kalo kedamaian ada di mana mana, tidak ada perang tidak ada pembantaian dan tidak ada orang jahat di muka bumi ini, maka kebahagiaan akan ada di mana-mana dan semua orang bisa menikmati nya, hasil panen dari petani akan melimpah ruah, para pedagang akan semakin lancar dan ramai masuk ke pelosok pelosok kampung karena tidak ada gangguan di perjalanannya dan otomatis negeri itu akan terkenal kemana mana karena kemakmuran kehidupan nya. Semua pikiran itupun terlintas semua dalam khayalan Bayu sembari berjalan makin mendekati ke arah perkampungan yang kelihatan sudah sunyi itu menyambut datangnya malam.


Dengan memberanikan diri Bayu pun mencoba mengetuk pintu dan menyapa pemilik beberapa rumah untuk bertanya dan kalau di izinkan dia mau menumpang tidur untuk semalam ini di situ. Jangan kan untuk membuka pintu jawaban dari pemilik rumah yang ada di dalam pun tidak ada terdengar oleh nya, padahal Bayu tahu di dalam ada orang, dia bisa merasakan keberadaan dan jumlah orang yang ada di sana lewat pendengaran nya yang tajam, diapun mendengar ketakutan tiap penghuni rumah yang dia ketuk itu.

__ADS_1


Karena tidak ada penduduk di sana yang mau membukakan pintu rumah nya, akhirnya Bayu melanjutkan langkah nya menyusuri jalanan yang sepi di perkampungan itu dan hari pun sudah mulai gelap, Bayu pun semakin penasaran dengan situasi di kampung itu yang tidak bersahabat itu dengan para pendatang. Tetapi dia cukup sadar diri dan tidak memaksa untuk tetap bermalam disana, mungkin penduduk itu punya alasan tertentu sampai berbuat demikian pikir nya.


Diapun melintasi rumah yang paling besar di kampung itu, mungkin ini rumah kepala kampung itu tetapi keadaan nya sama saja dengan rumah rumah yang lain di sana tertutup rapat dan sunyi. akhirnya dia pun meninggal kan kampung yang aneh itu dan mulai memasuki hutan di pinggiran kampung yang mulai gelap gulita itu. Dan dia berencana beristirahat di sana malam ini, sembari memantau kampung itu dari kejauhan.


Ternyata Bayu masih sangat penasaran terhadap kampung itu, dia mendapat firasat yang tidak baik tentang kampung yang sunyi tapi berpenghuni itu. Dan dia berencana akan menyelidiki nya nanti, apa memang sudah kebiasaan penduduk di sana yang seperti itu atau karena ada sesuatu yang lain, yang membuat orang orang di sana itu ketakutan,semua itu masih menggelayut di pikiran Bayu yang membuat dia tidak tenang, sembari menunggu waktu diapun melesat ke dalam hutan untuk mencari makanan untuk pengganjal perutnya nanti, tidak butuh waktu yang lama diapun telah kembali dengan menenteng seekor kelinci yang cukup gemuk untuk santapan nya malam ini. Tadinya dia berharap dan bisa membayangkan bisa menemukan makanan yang enak enak di kampung itu rupanya semuanya meleset dan tidak sesuai dengan apa yang di harap kan nya.

__ADS_1


__ADS_2