Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 65.Pertarungan di Puncak Gunung Singgalang


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi sepasang suami-istri Dewa dan Dewi ular untuk menemukan sebuah kediaman yang sangat terawat rapi dan cukup tersembunyi bagi orang biasa sangat mustahil untuk menemukan lokasi ini karena berada di balik dinding terjal sisi gunung, beruntung ke empat orang ini memiliki ilmu meringankan tubuh yang sudah mendekati kesempurnaan jadi bukan masalah bagi mereka melewati hambatan tersebut.


Ke empat Dedengkot golongan hitam berdiri berhadapan dengan musuh yang mereka cari cari selama ini yang ternyata sudah menunggu kedatangan mereka di depan Gubuk, dan setelah terlibat pembicaraan pendek maka sepasang suami-istri istri penguasa pantai timur ini langsung menyerang Datuk Alang langit dan mereka melarang Datuk Harimau sati dan Datuk Guntur Ombilin untuk sementara tidak ikut campur dulu kecuali mereka tidak mampu.


Kedua Datuk itu pun terlihat sangat kesal karena jauh jauh kesini dan bertemu dengan musuh yang mereka cari tidak di perbolehkan ikut campur, akan tetapi mereka tidak berani membantah cuma mendengus kesal sembari mundur untuk memberi ruang bagi kedua suami-istri tersebut bertarung.


Bayu yang baru keluar dari tempat rahasia tempat dia melatih ilmu dari leluhurnya, baru saja sampai di puncak bukit karang yang jauh berada di belakang nya terlihat istana Kerajaan Indra jaya yang berdiri megah, tadinya Bayu ingin kembali ke Istana untuk bertemu paman nya untuk mengabarkan tentang meninggal nya Kakek nya Raja Daru Lintang di ruangan rahasia, akan tetapi entah kenapa sebuah perasaan yang tidak enak langsung menghingapinya dan membuat badan nya lemas hingga terduduk di sana.


Pikiran Bayu pun langsung teringat akan kakek nya yang sudah cukup lama di tinggal kan nya, entah memang karena kontak batin yang kuat sehingga setelah bisa menguasai diri maka tanpa pikir panjang dia putar arah yang tadinya ingin kembali ke istana maka Bayu langsung berkelebat ke arah dia pertama datang dulu.


Dengan kekuatan sekarang yang berpuluh-puluh kali lipat yang di dapat nya dari ruangan rahasia titipan kekuatan dari leluhurnya mendiang Pendekar kilat serta dari kitab iImu pedang penakluk semesta yang tiada tara nya di bumi ini membuat Bayu berlari seperti angin tornado di tambah perasaan nya yang semakin tertuju kepada sang Kakek semakin menambah kecepatannya supaya cepat sampai di tempat Kakek nya di Gunung Singgalang.


Ternyata walaupun sudah puluhan tahun tidak bertarung, tidak membuat ilmu serta tenaga dan kelincahan Datuk Alang langit berkurang, malah sekarang pergerakan nya semakin mantap dan ringan dan serangan yang dilakukan oleh sepasang Dewa dan Dewi ular selalu mengenai tempat yang kosong tanpa mampu seujung kuku pun menyentuh nya, padahal Datuk Alang langit belum ada membalas serangan mereka dan hanya menghindari seperti mempermainkan Sepasang dedengkot dari pantai timur itu.

__ADS_1


"Ternyata selama ini kekuatan tua bangka Alang langit ini semakin meningkat,, "


Bisik Datuk Harimau sati kepada Datuk Guntur Ombilin yang berada di sebelah, yang mata nya tidak pernah berkedip menatap pertarungan tingkat tinggi di hadapan nya.


"Seperti nya kita semua harus turun tangan,, aq yakin Sepasang Dukun ular ini tak akan mampu untuk mengalahkan nya. "


Timpal Datuk Guntur Ombilin tanpa menoleh kepada Datuk Harimau sati karena perhatian tercurah penuh menyaksikan Sepasang Dewa dan Dewi ular yang sudah mulai terdesak karena Pendekar Dewa Matahari sudah berinisiatif untuk membalas.


Memang Datuk Alang langit setelah awalnya hanya banyak menghindar tanpa membalas serangan suami istri tersebut, tujuan nya adalah membaca taktik dan ilmu musuh yang sudah di kenal nya itu, cuma harus dia akui ilmu kedua suami istri itu semakin meningkat pesat, beruntung Pendekar Dewa Matahari selama ini tidak cuma ontang kaki di sini, dia masih bisa meredam kedua ilmu Dewa dan Dewi ular yang semakin di cekam dendam yang membara terhadap nya.


Dengan menggunakan jurus Kijang menyundul yang di padukan dengan Ilmu Totokan pemunah yang sudah sangat sempurna di tangan Datuk Alang langit ini, membuat pertahanan Sepasang Dukun ular itu kocar kacir dan itu pun terbukti dengan terlempar nya Dewi ular keluar arena terkena tendangan kaki kanan Datuk Alang langit di bagian perut nya.


Dewi ular tidak bisa menghindar karena kecepatan musuh yang sangat tinggi, tadi nya dia melindungi dada nya dengan tongkat ular dari serangan Totokan yang sangat di takuti nya itu, akan tetapi itu hanya pancingan rupa nya kaki kanan musuh berhasil bersarang telak di perut nya dengan kekuatan yang cukup besar, membuat dia terlempar dan muntah darah di sana.

__ADS_1


Melihat istrinya terlempar dan muntah darah membuat Dewa ular semakin marah, dia pun berteriak kepada kedua rekan nya yang hanya menonton dari tadi.


"Cepat keroyok tua bangka ini, jangan hanya menonton terus"


Ucap nya keras kepada kedua kawan nya, walaupun dia semakin terdesak oleh serangan Datuk Alang langit tapi masih sempat untuk minta bantuan.


Maka Datuk Guntur Ombilin yang bergerak duluan langsung masuk ke kancah pertarungan, sedangkan Datuk Harimau sati membantu Dewi ular yang baru bisa duduk dan menstabilkan tenaga nya, Datuk Harimau sati langsung membantu Dewi ular berdiri untuk agak menjauh dari sana karena sangat berbahaya dekat dengan arena pertarungan.


Banyak pohon yang tumbang saat Bayu melintasi hutan dengan kecepatan yang seperti angin tornado tersebut, karena terkena angin dari tubuh nya yang sangat kuat dan bertekanan itu, binatang hutan pun yang berada tidak jauh dari lintasan nya lari terbirit-birit mendengar desiran angin yang tercipta dari efek Bayu menggunakan ilmu lari tersebut.


Sudah hampir setengah harian Bayu terus berlari, anehnya tenaga nya seperti tidak berkurang malah semakin dia berlari kencang malah staminanya semakin bertambah ternyata efek ilmu baru nya itu sangat luar biasa bagi tubuh nya, dari kejauhan Bayu pun sudah melihat puncak Gunung Singgalang yang menjulang tinggi tersebut, maka semangat Bayu pun semakin bertambah supaya cepat sampai di sana karena perasaan nya semakin tidak enak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2