Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 25 Gejolak di Bantar angin 7


__ADS_3

Plakkkk,,, boommmmm....


Dua pasang telapak tangan bertemu dan saling beradu, menimbulkan suara yang sangat keras seperti sebuah ledakan dan angin dari hawa kedua pukulan yang beradu itu mengakibatkan kerusakan parah buat arena yang berada di sekitar nya, baik bagi prajurit kedua bilah pihak yang sedang bertempur tidak terlalu jauh dari lokasi itu, maupun bagi arena padang rumput tempat mereka bertempur yang di penuhi dengan debu tebal yang berterbangan kemana-mana, terlihat dua sosok manusia saling terdorong ke belakang habis terjadi ledakan tadi. Ternyata kedua manusia berbeda usia itu sedang menjajal kekuatan masing-masing dari mereka dan ternyata kekuatan mereka pun seperti nya seimbang.


Datuk Sidipono cukup kaget dengan kekuatan anak muda itu, padahal tadi dia mengerahkan separuh tenaga dalam nya, jarang orang yang ada di Kerajaan Pagar lembayung yang mampu menahan pukulan nya itu, tetapi dengan adu pukulan tadi dia sekarang mengenal ilmu dari pemuda gagah itu, dan dia cukup yakin karena ilmu dari pemuda tersebut berasal dari sesepuh aliran putih yaitu pendekar Dewa Matahari yang telah lama menghilang dari dunia persilatan. Di zaman nya dulu memang berapa kali datuk ini terlibat adu ilmu dengan pendekar dewa matahari ini, dan harus dia akui dia selalu kalah dalam beberapa kali pertandingan itu.


Tetapi sekarang dia cukup mempunyai keyakinan bahwa dia tidak akan kalah lagi dari datuk Sepuh itu, dia telah mencapai begitu banyak kemajuan dan ilmu nya semakin tinggi, semenjak terakhir kali dia di kalahkan oleh musuh bebuyutan nya itu diapun berkelana kesana kemari untuk memperdalam ilmu nya. Dan setelah beberapa tahun dia memperdalam ilmu nya dan menghilang dari dunia persilatan, diapun berencana untuk mengajak duel lagi dengan pendekar dewa matahari musuh nya itu. Tetapi sayang setelah berkeliling ke seluruh pelosok negeri ini dia tidak pernah lagi bertemu dengan musuh nya yang sangat di impikan nya. Jangan kan bertemu mendengar kabar nya saja tidak pernah, raib seperti di telan bumi, memang demikian lah Datuk alang langit atau yang terkenal dengan pendekar Dewa Matahari itu setelah kematian istri tercinta nya dan melahirkan seorang anak diapun mengundurkan diri dari dunia yang penuh dengan kekerasan itu, dan berfokus untuk merawat dan membesarkan putri satu satu nya itu yaitu ibunda dari Bayu musuh yang sedang di hadapi oleh Datuk Harimau besi ini.

__ADS_1


Akhirnya karena tidak pernah menemukan musuh bebuyutan nya itu, dia pun meluapkan kekesalan nya dengan bertarung dengan semua pendekar yang di temui di sepanjang pulau andalas ini, dan semua pendekar itu di kalahkan oleh nya. Hingga nama nya pun jadi terkenal dan sangat di takuti karena dia tidak pandang bulu dalam bertanding baik lawan dari aliran putih maupun aliran hitam semua di tantang nya. Akhirnya diapun capek sendiri dan merasa semua pencapaian dia selama ini sia sia karena tidak kunjung bertemu lawan yang sebanding seperti Pendekar dewa matahari itu. singkat cerita diapun bertemu dengan baginda raja dari Kerajaan Pagar lembayung yaitu ayahanda dari Raja Durataka yang sekarang ini. Raja inipun sangat pandai mengambil hati nya, dan menuruti semua keinginannya, hingga akhirnya Datuk Sidipono ini pun bisa di bawa ke istana dan di kasih jabatan serta pangkat disana dan diapun akhirnya menjadi bagian dari Kerajaan itu, di tambah sedari kecil putra mahkota kerajaan itu yaitu raja Durataka sangat dekat dengan nya hingga diapun mewaris kan semua Ilmu nya kepada putra mahkota itu.


Setelah terdorong beberapa langkah kebelakang dan dia pun langsung memperbaiki posisi nya, terlihat di Bibir Datuk Sidipono sebuah senyuman kepuasan, soalnya sudah lama sekali dia tidak menemukan orang yang mampu mengimbangi nya, dia terlihat sangat senang dan gembira, dengan sekali loncatan diapun kembali menyerang pemuda itu yang sepertinya juga sudah siap, puluhan jurus dan pukulan pun saling bertukar di antara keduanya, dan pertempuran mereka pun semakin cepat hingga sulit di ikuti oleh mata biasa.


"Tenyata kamu murid si tua bangka Alang langit itu,,, hehehe... ucap Datuk Sidipono dengan tertawa senang, setelah terjatuh dan langsung berdiri oleh pukulan Bayu yang berhasil bersarang di dadanya. Ternyata ilmu musuh bebuyutan nya itu semakin melesat tinggi juga, terbukti dengan pertarungan nya dengan pemuda yang di yakini murid nya itu dia sungguh kerepotan untuk menembus pertahanan nya malah dia yang mulai terdesak oleh pemuda itu.


"Kalo benar kenapa orang tua,? ucap Bayu dingin, sembari meningkatkan kewaspadaan nya melihat keris yang dikeluarkan oleh orang tua itu

__ADS_1


" Bagus, aku tidak perlu lagi keliling dunia mencari nya, cukup dengan membunuh murid nya biar dia datang menemui ku...ucap Datuk Sidipono sembari mulai menyerang Bayu dengan keris pusaka nya itu.


Bayu cukup kerepotan dengan serangan orang tua itu, berapa kali dia melompat kesana-sini untuk menghindari keris yang seperti punya mata menyerang nya, beruntung dia memiliki kecepatan gerak yang luar biasa untuk menghindar, tetapi semakin lama serangan orang tua itu semakin berbahaya dengan keris nya, hingga suatu saat tendangan orang tua itu berhasil bersarang di perut nya Bayu dan mengakibatkan dia terlempar beberapa meter ke belakang, tetapi dia masih bisa mempertahankan posisi nya untuk tidak terjatuh, terlihat senyuman mengejek dari Datuk Sidipono karena tendangan nya berhasil memukul mundur pemuda itu.


Datuk Sidipono tidak langsung menyerang Bayu ketika tendangan nya berhasil bersarang di tubuh pemuda itu, dia memberi waktu pemuda itu untuk mengambil nafas sembari tertawa senang, Bayu pun berencana untuk menyerang duluan orang tua itu, harus di akui tadi dia sedikit lengah dan terlalu percaya diri, tetapi langkah nya terhenti ketika terdengar suara seorang wanita memanggilnya sembari melemparkan pedang yang sangat indah ke arah dia berdiri, dan Bayu pun langsung menangkap pedang itu.


"Pemuda cabul,!! kamu pakai dulu pedang ku ini untuk menghadapi nya,,, ucap suara merdu seorang gadis yang sangat di kenal oleh Bayu.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2