Pendekar Kilat

Pendekar Kilat
Bab 72. Raja Iblis


__ADS_3

Aaaaaarrrggghhh.....


Jeritan panjang terdengar memecah pertarungan antara dua orang beda generasi itu, rupanya itu adalah teriakan dan suara terakhir dari Pendekar Pedang Perak yang tadi nya sudah di atas angin karena mampu membikin luka goresan memanjang di lengan Pemuda musuh nya, sewaktu tebasan terakhir yang mengarah ke kepala pemuda itu rupa nya hanya pancingan saja yang membuat pertahanan dari pemimpin Padepokan Pedang Buana itu terbuka dan pemuda itu berhasil menyarangkan pukulan nya yang langka itu yaitu Pukulan Seribu Bisa Ular yang membuat tubuh Pendekar Pedang Perak tinggal tulang belulang saja.


Haahaaahaaaaa.....


Teriakan keras dari pemuda yang ternyata adalah Manik Tembaga putra dari Burok Palingan dan Mega untari penghuni pulau angker pulau Siberut dan dia juga adalah cucu dari mendiang Dedengkot pantai timur sepasang Dewa dan Dewi ular yang baru dua hari ini meninggalkan kediaman orang tua nya dia mempunyai suatu tujuan yaitu balas dendam terhadap orang orang yang terlibat dalam pengusiran orang tua nya dulu dan juga ingin menjadi tokoh no satu di tanah Andalas ini.


Murid murid dan semua yang hadir di sana begitu terkejut dengan kematian orang tua yang sangat mereka hormati itu dengan kematian yang sangat tragis, dengan penuh emosi semua yang hadir di sana termasuk cucu dari Pendekar pedang Perak tadi tanpa pertimbangan apapun semua bergerak menyerang Pemuda itu.


Halaman luas Padepokan yang tadinya penuh dengan suasana suka ria itu, sekarang berubah menjadi neraka kematian dan ladang pembantaian terhadap murid murid Padepokan yang namanya sedang naik daun itu, jerit kematian terdengar setiap Pemuda itu mengayunkan pukulan nya, belum puluhan ular ular keci berbisa yang menjadi senjata mematikan dari Pemuda tersebut.

__ADS_1


Dalam waktu hampir dua jam pemuda tersebut berhasil menghilangkan nama besar Padepokan pedang Buana dari muka bumi ini, semua manusia di sana tidak satu pun di biarkan hidup dan yang lebih tragis nya lagi para murid wanita di sana termasuk cucu kesayangan dari Pendekar pedang Perak sendiri jadi korban keganasan nafsu setan dari pemuda itu, dan setelah puas tanpa belas kasihan dia langsung membunuh semua korban nya itu.


'RAJA IBLIS'


Itulah sebuah nama yang tertera di depan dinding bangunan utama Padepokan pedang Buana, Manik Tembaga memang sengaja menulis kan nama tersebut setelah meninggalkan bekas Padepokan pedang Buana yang tinggal hanya nama itu, sengaja dia memilih nama tersebut karena kesan nya yang angker.


Tumpukan ratusan mayat menjadi pemandangan yang menyeramkan di sana, dan yang lebih parah adalah di aula utama Padepokan itu karena mayat para wanita yang tanpa pakaian selembar pun, dan ternyata itulah efek samping dari ilmu puncak kitab racun ular yang telah di kuasai nya itu, sebenarnya sudah hampir setahun ini dia menahan semua itu karena di Pulau Siberut tempat dia di besar kan tiada seorang pun manusia yang tinggal di sana selain mereka sekeluarga, maka nya setelah dia bisa turun gunung maka nya dia melepaskan semua nafsu yang terpendam selama ini, dan belasan penghuni wanita dari Padepokan pedang Buana inilah korban pertama nya.


Dalam tempo waktu sebulan nama Manik Tembaga ini yang terkenal dengan julukan Raja Iblis semakin menjadi momok menakutkan bagi Padepokan Padepokan yang berada di daerah barat pulau Andalas ini,


karena sejauh ini sudah ada tujuh Padepokan yang telah hancur dan tiga di antaranya adalah Padepokan besar yang sudah mempunyai nama termasuk Padepokan pedang Buana.

__ADS_1


Akhirnya beberapa Padepokan yang masih baru dan berumur setahun jagung membubarkan dan memulangkan para murid murid nya, karena tidak mau mengambil resiko seperti beberapa Padepokan yang sudah binasa di tangan Raja iblis ini karena mereka tidak tahu kapan dia muncul dan datang, tahu tahu nya terdengar kabar tentang kehancuran suatu Padepokan.


Sebenarnya tujuan utama Manik Tembaga ini atau Raja iblis ini adalah ke Padepokan pedang Dewa tempat Ibunya di besar kan, dia ingin mengambil alih Padepokan tersebut, karena di sana terdapat suatu kitab pusaka tentang ilmu pedang dari leluhur ibu nya dan letak nya sangat rahasia hanya di ketahui oleh ketua atau pemimpin Padepokan tersebut, yaitu kakek nya sendiri dari pihak ibu yang sangat di benci nya yaitu Pendekar pedang Baja yang namanya sangat terkenal di daerah timur.


Selama tiga bulan ini Bayu menetap dan menemani Eyang nya di Gunung Singgalang, dia semakin tidak tega meninggalkan Eyang nya lagi semenjak Eyang nya itu di serang oleh empat Dedengkot golongan hitam yang akhirnya mati di tangan nya sendiri, setelah membangun kembali Gubuk nya yang dulu hancur dan porak-poranda saat pertarungan panjang Eyang nya, sekarang Bayu melakukan kegiatan nya sehari hari membantu Eyang nya bertani di sana dan melayani Eyang nya itu yang semakin tua.


Dan yang pasti Bayu semakin menyempurnakan ilmu nya, yang membuat Eyang nya semakin kagum dengan kemajuan cucu nya tersebut, sekarang dalam lima jurus dia tidak mampu lagi mengimbangi cucu nya itu, dia sangat bersyukur akan anugrah ilmu yang di dapat Bayu apalagi ilmu itu masih dari Buyut nya sendiri dari pihak ayah nya.


Pada suatu malam memasuki bulan ke empat Bayu berada di sana, pukulan yang sangat kuat dan berat menghampiri Bayu karena itulah malam terakhir dia bersama dengan Eyang sekaligus orang tua bagi nya itu, memang semenjak pertarungan terakhir Eyang nya dengan ke empat Dedengkot golongan hitam tiga bulan yang lalu keadaan fisik dan kesehatan Eyang nya itu mulai menurun, walaupun Bayu terus mencoba dengan ilmu nya untuk mengobati nya dan mungkin karena memang usia yang telah cukup uzur, tepat tengah malam itu Eyang nya menghembuskan nafas terakhir dengan duduk bersemedi di depan Bayu.


Memang malam itu Eyang nya telah memberi tanda kepada Bayu, dengan banyak memberi petuah panjang dan pesan kepada nya, dan meminta Bayu untuk ikhlas melepaskan Eyang nya itu, tepat tengah malam di tengah kesunyian di puncak gunung Singgalang menjadi saksi akan kematian suatu sosok yang sangat di terkenal di zaman nya dengan julukan Pendekar Dewa Matahari.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2