
"Terima kasih tuan putri,,,, ucap Bayu dengan semangat, dia cukup bahagia karena putri adipati itu perhatian kepada nya dengan meminjamkan pedang pusaka nya. Dan sekarang semangat dan tenaga nya seakan bertambah, diapun mulai memainkan pedang pusaka walet hijau itu, sekarang diapun berani untuk menyambut langsung keris pusaka dari Datuk Sidipono yang angker itu perbawa nya.
Pertarungan sengit jago beda generasi itu pun mulai lagi, kali ini tempo nya lebih cepat lagi dari sebelumnya, dan bunyi dentingan kedua pusaka yang saling beradu itupun makin sering dan menimbulkan percikan api. Tetapi perlahan dengan pasti Datuk Sidipono kelihatan nya mulai terdesak, soalnya Bayu makin mempercepat gerakan serta permainan pedang nya. Asap racun dari keris Datuk Sidipono yang tadi nya menusuk ke hidung sekarang dengan pertemuan nya dengan pedang pusaka walet milik melati yang bisa menetralisir racun menjadi hilang kegarangan nya, membuat Datuk Sidipono semakin geram dan putus asa.
Sebuah tebasan berhasil mengoyak dada Datuk Sidipono ,dan tidak cukup sampai disitu tendangan putar kaki kiri Bayu pun bersarang di perutnya dan semua itu berlangsung hampir bersamaan kejadian nya, saking cepat gerakan dari Bayu itu, mengakibatkan Datuk Sidipono terlempar cukup jauh dan jatuh terlentang sembari memegangi dadanya yang berdarah, diapun bangkit berdiri untuk memulihkan nafas dan tenaga nya.
Dengan menahan rasa sakit di perut dan perih luka di dada yang mengoyak itu, dia pun mulai berdiri tegap dengan keris menyilang di dada, seperti nya dia akan mengeluarkan ilmu pamungkas yang jarang sekali dia perlihatkan kalo tidak bertemu lawan yang tangguh. perlahan keris naga hitam itu diacungkan ke atas, gumpalan cahaya hitam yang berasap mulai keluar dari keris itu dan mengumpul di ujung keris naga hitam itu semakin membesar hingga seukuran bola kaki. Beriringan dengan teriakan Datuk itu cahaya sebesar bola hitam itupun melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Bayu yang sudah siap juga menyambut ilmu pamungkas Datuk Sidipono itu.
__ADS_1
"Pukulan Harimau iblis,,,,, teriak Datuk Sidipono,
"Pukulan menyongsong matahari,,, balas Bayu sembari memindahkan pedang yang di pinjam dari melati ke tangan kiri nya, sementara tangan kanannya mengeluarkan sinar biru yang cukup pekat membendung pukulan yang berwarna hitam dari Datuk Sidipono. Bayu pun mengalir kan hampir sembilan puluh persen tenaga dalam nya, dia tidak mau mengambil resiko.
"Buuuaarrrrrrrrrr........
Keadaan Datuk Sidipono sehabis benturan ilmu itu cukup menggenaskan, dia terlempar hampir dua puluh meter ke belakang dengan keris pusaka nya yang patah jadi empat bagian yang terlempar kesana kesini, sementara nasib Datuk Sidipono langsung meregang nyawa dengan tubuh hitam gosong semuanya, maka tamat lah riwayat dari Datuk sesat guru dari Raja Durataka itu, dan merupakan pentolan no satu dari Kerajaan Pagar lembayung yang bertempur ini.
__ADS_1
Mental pihak pasukan Kerajaan pun semakin ciut dengan kematian jagoan mereka itu, selama ini mereka semua tahu belum ada satupun pendekar yang mampu menandingi ilmu dari penasehat Kerajaan mereka itu, kondisi pasukan Kerajaan itu pun makin tercerai berai dan banyak yang mundur melarikan diri, sebagian dari mereka yang tidak sempat lari memilih menyerah dan membuang senjata mereka. teriak kemenangan menggemuruh terdengar dari pasukan Kadipaten karena jagoan no satu musuh telah binasa.
Raja Durataka yang sedang bertarung melawan adipati wira sentana pun langsung meloncat mundur, dan melihat guru yang sangat di bangga kan nya itu tewas menggenaskan oleh pendekar muda itu, diapun menjadi pucat dan terlihat kemarahan nya semakin memuncak, akhirnya dengan penuh emosi diapun menyerang adipati wira sentana dengan membabi buta, ketenangan nya pun sudah hilang dengan lincah adipati itupun menghindari setiap serangan dari raja yang sudah kehilangan percaya diri itu.
Tidak butuh lama bagi adipati wira sentana untuk mengakhiri perlawanan dari Baginda raja Durataka yang sudah hilang mentalnya itu, ditambah di lihat nya para pasukan dan beberapa panglima dan senopati yang tersisa sudah menyerah semua, arena mereka pun seperti di kurung seperti lingkaran oleh pasukan Kadipaten Bantar angin yang terus meneriakkan yel yel kemenangan mereka.
Dia semakin hilang kendali dan terlihat banyak luka goresan di tubuh nya dan seperti nya dia tidak peduli yang ada malah dia mengamuk terus.
__ADS_1
Beberapa kali adipati wira sentana menyuruh dia untuk menyerah, Adipati itu sungguh kasian melihat nya gimana pun dia itu pernah menjadi junjungannya, walaupun sifat banyak yang tidak manusiawi. Akhirnya kesabaran adipati itupun habis, dengan sedikit meloncat kesamping menghindari tebasan keris nagakaki kirinya