
Jarak Shuwan dengan pria paruh baya itu semakin dekat,dan membuat degup jantungnya semakin tak beraturan.
"Mom,dad kenalkan ini nona Shuwan dari Jun's Group.Shuwan ini mommy n daddy ku." William memperkenalkan mereka satu sama lain.
Albert mengalihkan pandangannya pada sang putra dan gadis yang dia bawa.Albert tertegun melihat gadis cantik dihadapannya.
Bukan karena terpesona,tapi wajah itu sama persis dengan wanita yang memenggal setengah lengannya dulu,hingga sampai saat ini dia harus mengenakan lengan palsu.
Dan mata coklat tajam itu,persis seperti mata Alex.Seolah-olah itu adalah mata Alex yang dipindahkan ke wajah gadis tersebut.
"Gadis ini,benar-benar perpaduan Alex dan istrinya." gumam Albert dalam hati.Albert memandang istrinya,mereka saling tatap seperti sedang berkomunikasi melalui tatapan.
Seolah mereka sedang berkata "Akhirnya kita menemukan anak ini."
Shuwan mengulurkan tangannya pada pria dan wanita paruh baya itu."Saya Shuwan,happy wedding aniversary tuan dan nyonya.Maaf saya tidak bisa memberikan apa-apa" ucap Shuwan dengan senyum manis sambil memberikan sebuah kotak kecil sebagai hadiah untuk mereka.
"Merepotkan anda,nona.Terimakasih telah hadir dipesta kecil kami,juga untuk hadiahnya." jawab Albert sambil tersenyum pada Shuwan
"Ingin rasanya aku menikam jantung pria sialan ini saat ini juga " gumam Shuwan dalam hati,namun dia harus menahannya.Jangan sampai mengacaukan rencana yang sudah disusun rapi.
Beberapa adegan dalam video itu berseliweran dalam ingatannya saat menatap bedebah itu,dan itu membuatnya semakin emosi."Pergilah Will,ajak dia menikmati pestanya." usir Albert pada sang putra.
Mereka berdua menjauh dari orang tua William,menuju taman yang ada disamping rumah tersebut.
"Kau akan menetap disini Will?" tanya Shuwan memulai obrolan."Ya.Aku akan mengurus perusahaan disini."
"Dari segi fisik,kau tampak seperti berdarah campuran,apakah aku benar?" tanya William penasaran
"Ya.Mommy ku asli negri ini,berdarah Asia,dan daddy ku dari Eropa." jawab Shuwan jujur. "Eropa?Dari negri mana?" William makin penasaran. "Dari negara E." jawab Shuwan menyebut asal negara sang daddy.
"Wow.Ternyata kita berasal dari tempat yang sama." dan banyak topik yang mereka obrolkan hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 waktu setempat
"Sepertinya aku harus pulang Will.Ini hampir tengah malam.Grandpa ku akan khawatir bila aku tak segera pulang." Shuwan pamit pada William."Baiklah,Ayo." mereka kembali ke ruangan tempat pesta berlangsung hendak berpamitan pada orang tua William.
Namun mereka berdua terkejut,tempat itu sudah kosong "Loh,pestanya sudah selesai Will?" tanya Shuwan "Ya,para tamu baru saja pulang." bukan William yang menjawab,tapi daddy nya. "Kalo begitu saya juga pamit,tuan." ucap Shuwan.
"Kenapa buru-buru pulang?duduklah dulu disini.Berbincang sebentar mungkin tak masalah nona.." Albert menahan Shuwan yang hendak pulang.
"Ya,duduklah dulu.Lagi pula kita belum sempat mengobrol karena tadi banyak tamu.Sekarang kita punya banyak waktu untuk mengobrol." Mommy William menimpali seraya menghampiri mereka
__ADS_1
"Ladeni saja nona,aku sudah membereskan beberapa orang yang mungkin telah disiapkan untuk 'menyambut'mu.Chen dan Yura juga sudah bergabung dengan ku" terdengar suara Leon dari earphone yang Shuwan pasang ditelinganya.
Shuwan masih berbincang dengan William dan keluarganya. "Nona Shuwan sangat luar biasa.Diusia yang masih sangt muda,sudah memimpin perusahaan raksasa sekelas Jun's Group." ujar Albert dengan mata serakahnya yang terus berkilat penuh ambisi.
"Aku hanya meneruskan hasil kerja keras grandpa ku tuan." ucap Shuwan jujur. "Kabarnya Jun's Group bukan hanya di negri ini?"
"Ya,memang sudah tersebar di beberapa negara Asia,ada beberapa juga yang di Eropa.Perusahaan daddy ku juga sangat besar di negara E,tapi sayang sudah dirampas oleh kakak angkatnya yang rakus dan tak tahu diri" ucap Shuwan menohok
"Anak ini mengetahuinya?" batin Albert.
"Apa maksudmu Shu?dirampas?" tanya William penasaran. "Ya daddy ku adalah pengusaha yang sangat sukses,bahkan memiliki beberapa anak cabang selain perusahaan inti nya.Daddy ku punya kakak angkat yang usianya hanya terpaut satu tahun."
"Awalnya dia membunuh grandpa dan grandma ku yang telah merawat dia sejak berusia satu tahun dan membuat daddy ku kritis.Dia dipenjara selama bberapa tahun,namun seorang ****** yang memiliki hubungan dengannya menyusup ke keluargaku dan berpura-pura menjadi pekerja dirumahku."
"Ternyata mereka tengah merencanakan hal gila yang merenggut nyawa kedua orangtua ku." Shuwan bercerita panjang lebar dengan emosi yang sangat kompleks
"Kau ingin mengambil alih kembali perusahaan itu? Aku akan membantumu semampuku" ucap William.
Shuwan tertawa mendengar ucapan William. "Tidak perlu Will,aku sudah mengambil beberapa anak cabangnya,tinggal perusahaan intinya.Walaupun perusahaan itu sekarang hanya tinggal cangkang kosong yang tak ada isinya."
Albert tercengang mendengar ucapan Shuwan."Sudah mengambil alih beberapa?" Albert ingat beberapa anak cabang perusahaannya collaps dan diakuisisi oleh perusahaan besar untuk menyelamatkannya dari kehancuran.
"Perusahaan itu sekarang hanya cangkang kosong.Bukankah yang aku katakan benar,tuan Albert? Atau aku harus memanggilmu uncle?" Shuwan melirik Albert sambil menyeringai.
Albert terpaku, "Dia tahu kondisi perusahaan inti?" batinnya bermonolog.
"Uncle?" beo William.Otaknya loading untuk beberapa saat. "Kenapa kau memanggil daddy ku uncle,Shu?" William masih belum mengerti.
"Kau belum mengerti,William?pantas saja Xander Corp hancur ditangan kalian,ternyata hanya orang-orang bodoh yang mengurusnya." dengus Shuwan tajam.
"Albert Alexander,daddy mu ini,adalah kakak angkat daddy ku Jhon Alexander.Dan dia yang telah membunuh semua keluargaku.Bahkan dengan tak tahu malunya dia masih menyandang nama besar Alexander hingga kini.Bahkan disematkan padamu juga." ucap Shuwan geram.
William tampak Shock mendengar ucapan Shuwan tentang orangtuanya."Mungkin kau salah orang Shu,yang melakukan itu pasti bukan daddy ku.Itu pasti orang lain." William menyangkalnya
Shuwan tersenyum sinis mendengarnya. "Tanyakan saja pada mommy dan daddy mu.Itu juga kalau mereka mau berkata jujur." Shuwan mencibir.
"Kau sungguh tak tahu apapun William?" william hanya menggelengkan kepalanya tanda tak tahu apapun
"Sungguh sangat pandai menyimpan rahasia" dengus Shuwan lagi.
__ADS_1
"Ha ha ha.Lalu apa yang akan kau lakukan gadis kecil?kau ingin melaporkanku ke polisi?silahkan!itupun jika kau bisa keluar dari sini hidup-hidup." ucap Albert menunjukkan wajah aslinya.
"Kau terkurung disini dan hanya seorang diri.Setelah kematianmu,aku pastikan Jun's Group akan berada dalam genggamanku." lanjut Albert penuh percaya diri.
Albert tentu sangat yakin bisa menyingkirkan gadis itu karena orang-orang suruhannya telah berada dirumah itu.Tanpa dia sadari,sebagian dari mereka telah disingkirkan oleh Leon,Chen dan Yura.
Mereka menggunakan belati dan senapan laras panjang kesayangan si sniper Leon dengan peredam suara yang sangat baik hingga tidak menimbulkan keributan saat digunakan
"Aku bisa membantumu menemui keluargamu di neraka sana,bocah." ucap Albert santai.Tiba-tiba dia bertepuk tangan,kemudian banyak pria bertubuh besar memasuki ruangan itu.
"Dad,apa yang kau lakukan?" William masih tak percaya dengan ucapan Shuwan tentang orangtuanya,namun yang sekarang terjadi dihadapannya memaksanya untuk percaya.
"Singkirkan gadis itu!" perintah Albert pada orang-orang suruhannya.Tak lama beberapa orang langsung menerjang ke arah Shuwan.
Shuwan melepas high heels nya dan memasang kuda-kuda dengan kedua tangan memegang gagang belati kesayangannya. "Guys,let's party" ucapnya sambil menerjang ke arah pria-pria berbadan besar itu.
Tiba-tiba beberapa pria yang masih berdiri diruangan itu berjatuhan disertai suara letusan senjata api yang bersahutan.
"Kau!" Albert berseru saat melihat Chen muncul diruangan itu dengan pistol ditangannya."Kau masih mengingatku bedebah?" ucap Chen mendekati Albert sambil menyelipkan pistolnya di pinggang.
Tanpa aba-aba Chen langsung menyerang Albert dengan membabi buta.Pukulan dan tendangan bertubi-tubi dia layangkan pada tubuh Albert.
Beberapa anak buahnya yang ingin membantu Albert dihadang oleh Yura dan Shuwan.
Sementara Leon tengah sibuk menembaki orang-orang yang baru berdatangan ke dalam ruangan itu.Dua pistol di kedua tangannya tak pernah berhenti menembak
William yang masih shock dengan perubahan suasana yang sangat drastis itu hanya mematung di pinggir ruangan. "Will,cepat kesini!" sang mommy menariknya agar segera keluar dari ruangan itu
Shuwan yang melihat dengan ekor matanya menyeringai."Ingin melarikan diri?tak semudah itu" dengusnya dingin.
Dia melempar satu belatinya yang telah diolesi racun pelumpuh otot pada kaki wanita itu.Syuut.Jleb belati itu menancap di betis wanita yang sedang berlari itu dan seketika menghentikan langkahnya.
Wanita itu terduduk merasakan kakinya perih dan berdenyut dengan darah yang mengalir dari lukanya. "Mommy!" William langsung menghampiri sang mommy.
"Jangan sakiti mommy ku Shu! Dia tidak bersalah." William marah atas tindakan Shuwan
"Oh ya?kau yakin mommy mu tak bersalah?Lalu siapa yang selalu memantau dan melaporkan tentang keluargaku pada Albert? Dan siapa yang membebaskan Albert bedebah itu dari penjara?" William memandang mommynya dan wanita itu hanya menunduk
"Biarkan mommy pergi Shu." pinta William. "Dia tidak boleh pergi sebelum membayar hutangnya padaku William." ucap Shuwan sambil berjongkok dihadapan wanita bernama Merry itu.
__ADS_1
Dia memegang gagang belati yang tertancap dikakinya. Sreet,bukannya mencabut,Shuwan malah menarik belati itu secara vertikal,membuat luka itu memanjang hingga hampir mencapai tumit Merry