Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
BERTEMU IBU


__ADS_3

Shuwan duduk bersandar pada pohon besar,dia merasa sangat lelah usai pertarungan tadi.


"Tubuh kecil ini sepertinya tidak terlalu kuat,baru seperti ini saja sudah membuatku sangat kelelahan.Aku harus menambah porsi latihanku." gumam gadis itu pada dirinya sendiri.


Sementara kedua pria yang sejak tadi asik menonton pertarungan itu,langsung turun dari pohon dan menaiki kuda mereka masing-masing.


"Kita mau kemana yang mulia?" tanya Yuwen pada sang majikan. "Pulang" jawab sang majikan singkat lalu langsung membuat kudanya melaju.


"Yu zi,bila ada bahaya mendekat cepat beritahu aku! Aku ingin istirahat sebentar." ucap gadis itu dengan nafas yang tak teratur.


Dia sedang menikmati buah apel dan air spiritual yang dia ambil dari ruang dimensi,untuk mengembalikan tenaganya yang sudah sangat terkuras


"Ayo kita pulang!" ajak kelinci coklat itu setelah beberapa lama mereka istirahat dan menghabiskan banyak buah apel.


"Tidak mau.Kita belum dapat hewan buruannya Yu zi.Ayo kita berburu lagi" ajaknya seraya bangkit dari duduknya.


"Gadis ini,setelah mengalami pertarungan yang hebat.bukannya memikirkan keselamatannya,malah memikirkan hewan buruan." Yu zi mambatin sambil menatap gadis itu tanpa berkedip.


*****


Di kediaman Huang Zixin


"Yang mulia pangeran,selir Xuangqi mengirimkan ini untuk anda." seorang utusan dari istana kekaisaran,lebih tepatnya dari paviliun anggrek,kediaman sang ibu,sedang berlutut dihadapan sang pangeran.


Orang itu menyerahkan sebuah gulungan yang dikirim oleh majikannya.


Yuwen mengambil gulungan itu dan menyerahkannya pada sang pangeran.


"Pergilah!Katakan pada ibu,aku akan menemuinya nanti!"


Huang Zixin mengusir utusan ibunya itu setelah dia membuka gulungan yang ternyata adalah sebuah surat.


Pria itu menghela nafas setelah mengetahui isi surat tersebut."Selalu hal itu yang menjadi topik pembicaraan." dengus pria itu dingin.


***


"Wei,kemana nona mu pergi?Sudah sangat sore tapi dia belum kembali."Li Minghao bertanya dengan nada khawatir pada gadis pelayan itu.


Li Minghao dan Li Jingmi sedang berada di kediaman Shuwan,namun tidak menemukan si pemilik rumah.Hanya ada pelayannya disana.


"Tadi nona bilang akan pergi ke hutan untuk berburu,tuan muda." jawab Wei jujur.


"Berburu ke hutan hanya seorang diri?gadis itu sungguh bernyali besar."


Minghao terus menggerutu karena khawatir bercampur kesal pada gadis itu.Dia pergi berburu tanpa mengajaknya.


"Aku pulang." Shuwan datang dengan wajah ceria sambil membawa beberapa ekor ikan ditangannya.


Li Minghao,Li Jingmi dan Wei menatapnya dengan mata mengerjap beberapa kali,lalu mereka saling pandang.

__ADS_1


Ingin rasanya mereka tertawa dengan keras,tapi takut membuat gadis itu marah dan mengamuk


"Wei bilang,kau berburu ke hutan." ucap Li Minghao ragu. "Hmm" jawab gadis itj sambil mengangguk


"Lalu?" Li Minghao bertanya lagi dengan ekspresi yang terlihat sangat bodoh.


"Aku memang berburu ke hutan dan berhasil memanah seekor rusa.Tapi patung hidup itu!"


tiba-tiba emosinya muncul kembali saat mengingat kejadian tadi


"Patung hidup?apa maksudnya?" beo Li Minghao dan Li Jingmi bersamaan.


"Oh!" Li Jingmi berwajah cerah saat mengingat sesuatu. "Kau bertemu pangeran ke empat?" tanya nya pada gadis itu.


Gadis itu mengangguk, "Bukan hanya bertemu,dia juga mengambil rusa yang aku panah.Awas saja,aku akan membalasnya!" ucap Shuwan dengan wajah kesal dan cemberut,namun itu terlihat lucu dimata kedua pria itu.


Li Minghao menatap sepupunya itu sambil bertanya dengan suara pelan,"Kenapa pangeran ke empat?" namun sepupu sialannya itu hanya mengedikkan bahu.Sok misterius sekali!


"Ayo kita ke belakang saja.Wei,bumbui ikannya lalu kita bakar di belakang!" ajak Shuwan bersemangat.Moodnya mudah sekali berubah.


"Kau mendapat ikan itu dari mana?dari pasar?"


Li Minghao masih penasaran tentang acara berburu gadis itu,juga ikannya.


"Aku dari hutan,bukan dari pasar.Tadi di hutan ada sungai yang airnya sangat jernih.Aku bermain disana dan menangkap beberapa ikan yang terlihat." jelas gadis itu


"Kalian bakarlah dulu ikannya!Aku akan membersihkan diri dulu." gadis itu beranjak menuju ke dalam rumahnya.


*****


"Yuwen cepat!" pria yang dipanggil langsung menghampiri tuannya."Berangkat sekarang yang mulia?" pria dingin itu hanya mengangguk.


Tanpa bicara,pria dingin itu langsung memasuki kereta kuda.Yuwen langsung duduk ditempat kusir dan memacu kuda yang menarik kereta.


Kereta kuda itu menyusuri jalanan yang akan membawa mereka ke istana kekaisaran.


Huang Zixin akan menemui ibunda yang kemarin memanggilnya untuk menghadap ke istana.


Walaupun pertemuan itu pasti membuatnya sakit kepala,karena yang selalu dibahas oleh ibunya ketika bertemu adalah masalah pasangan hidup.


Walaupun di medan perang dia kejam dan tak berperasaan,dia tetaplah seorang manusia yang memiliki kasih sayang dihatinya,terutama untuk sang ibu yang telah mengandung dan melahirkannya.


Lagipula dia juga merindukan wanita paruh baya itu.Selama ini dia lebih banyak menghabiskan waktunya di medan perang dan dibarak militer yang berada di perbatasan timur.


Dia hanya pulang ke ibu kota dua kali dalam setahun,kadang tidak pulang sama sekali.


Pangeran satu itu tidak pernah lama berada di ibu kota,hanya satu atau dua minggu.


Itupun waktunya dia habiskan untuk berburu atau hanya berdiam diri di istananya bersama pengawal setianya,Yuwen.

__ADS_1


Hanya dia keluarga istana yang jarang sekali berkumpul dengan anggota keluarganya yang lain.


Dia bahkan memilih membangun istananya di tempat yang sangat jauh dari istana kekaisaran.


Dia sangat malas berurusan dengan orang-orang istana yang menurutnya penuh dengan kepalsuan dan tipu muslihat.


****


Huang Zixin adalah putra kaisar yang lahir dari rahim Wang Xuangqi,putri jendral besar Wang Haocun yang menjabat saat pemerintahan kaisar terdahulu.


Jendral besar Wang Haocun mengendalikan setengah dari seluruh jumlah prajurit kekaisaran dan beberapa jendral hebat dan berbakat.


Hal itu merupakan ancaman bagi penguasa.


Karena bila jendral besar Wang Haocun memberontak,dengan jumlah pasukan dan beberapa jendral hebat yang berada dibawah sayapnya,bukan mustahil dia merebut tahta.


Dengan pemikiran seperti itu,kaisar terdahulu mengikat dan menekan kekuatan jendral besar Wang.


Kaisar menjadikan putri satu-satunya keluarga Wang sebagai selir tingat satu bagi putra mahkota saat itu,yang sekarang menjadi kaisar.


Tidak berbeda jauh nasibnya dengan permaisuri saat ini,yang hanya menjalani pernikahan politik untuk memperluas wilayah kekuasaan kekaisaran.


Permaisuri saat ini adalah seorang putri dari kekaisaran Zhao di negeri sebrang yang berbatasan dengan wilayah timur bernama Zhao Yan.


Satu-satunya wanita yang dicintai oleh kaisar saat ini adalah wanita yang diberikan gelar selir agung.Dia bernama Liu Xinxin yang merupakan teman masa kecil,putri dari perdana mentri Liu.


Kaisar tidak berlaku adil pada semua istri dan putra putrinya.Itulah yang membuat Huang Zixin malas berbaur di istana kekaisaran.


****


"Pangeran,kita sudah sampai." suara Yuwen membangunkan Huang Zixin dari lamunannya.


Setelah kereta kuda berhenti,sang pangeran segera turun dan menuju kediaman sang ibu.


Para penjaga paviliun membungkuk hormat kala sang pangeran melewati pintu paviliun tersebut.


Dia langsung pergi ke taman yang berada di belakang paviliun.


Dia melihat ibunya sedang bersantai di gazebo taman tersebut.Dia langsung menghampiri sang ibu dan memeluknya dengan erat.


"Aku pikir kau sudah melupakan ibumu ini pangeran." sang ibu sepertinya sedang merajuk pada putra kaku nya itu.


"Mana mungkin aku melupakan ibu.Kenapa ibu terlihat lebih kurus dari sebelumnya?apakah ibu sakit?" nampak sekali kekhawatiran dari nada bicaranya.


"Ibu baik-baik saja.Hanya akhir-akhir ini ibu merasa kurang enak badan." jawab ibunya jujur. "Sudah diperiksa tabib?" sang ibu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Ibu baik-baik saja.Tidak perlu cemas begitu." ucap wanita itu sambil memgang tangan sang putra.


"Di hari ulang tahun kaisar nanti,ibu ingin kau memilih istri.Nona-nona muda pasti berkumpul di acara itu.Ibu yakin mereka tidak akan menolak menjadi istrimu."

__ADS_1


"Bu,tapi mereka bukan menyukaiku.Mereka hanya menyukai status,harta,dan semua kehormatan yang aku miliki.Mereka tidak ada yang tulus" dengus pria itu


Tapi umurmu sudah dua puluh delapan tahun,dan kau belum punya satu orang pun pendamping.Setidaknya pilihlah seorang selir!" wanita itu masih keukeuh dengan keinginannya


__ADS_2