Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
SEDIKIT BERSIASAT


__ADS_3

"Tuan Li,bagaimana?Apa keluarga Li menerima lamaran ini?" tanya jendral tua Wang setelah ketiga anak muda itu keluar dari ruangan tersebut.


"Kami sekeluarga tentu sangat senang dengan lamaran ini,jendral besar.Tapi kami tidak bisa memutuskan apa-apa.Gadis itu yang akan menentukan siapa yang dia pilih."


"Dia pernah mengatakan hanya akan menikah dengan pria yang bersedia hanya memiliki satu istri dan merupakan pilihannya."


"Jendral lihat sendiri,dia bahkan menolak pangeran kedua didepan umum." tuan Li mengatakan hal yang dia tahu tentang putrinya.


"Tapi dari cerita pelayan di istana ini dan di istanaku,sepertinya mereka saling menyukai,tuan Li."


"Hanya saja pria dingin itu tidak menyadari atau tidak mau mengakui perasaannya.Benar- benar dingin dan kaku." keluh selir Xuangqi tentang putranya itu.


"Selama ini dia tak tersentuh oleh satupun wanita. Bahkan selalu menghabisi dengan kejam gadis yang berusaha merangkak ke tempat tidurnya.Tapi sikapnya pada nona Li berbeda."


"Pelayan disini mengatakan bahwa Xin'er membawa nona Li dalam keadaan terluka parah ke istana ini,bahkan ditempatkan dikamar pribadinya."


"Padahal selama ini dia tidak pernah mengizinkan satu wanitapun memasuki kamarnya.Baik itu pelayan,tabib,tamu,bahkan saudarinya sendiri,putri Huang Meilan."


"Tapi gadis itu,Xin'er sendiri yang membawanya ke kamar pribadinya.Bahkan dia duduk dalam satu kuda bersama nona Li saat berkunjung ke istanaku."


"Dari itu saja bukankah sudah membuktikan bahwa pria dingin itu menyukai nona Li?" semua orang yang berada diruangan itu mengangguk mendengar ucapan panjang lebar selir Xuangqi.


Karakter pangeran ke empat,Huang Zixin yang dingin,kejam,dan tak tersentuh wanita sudah menjadi rahasia umum dan diketahui oleh hampir semua orang.


Tidak heran bila keluarganya langsung tahu bahwa pria dingin itu menyukai nona Li hanya dari melihat sikapnya.


"Sepertinya kita harus sedikit bersiasat untuk menyatukan mereka." selir Xuangqi sepertinya memiliki rencana yang sedikit licik di kepalanya.


***


Di barak militer


Huang Zixin sedang mendengarkan laporan dari Wang Xuemin tentang kondisi di perbatasan barat.


Karena melalui perbatasan barat lah orang-orang asing itu memasuki negara Hanshui ini.


"Yang mulia,diperbatasan barat ada beberapa jendral yang bertugas.Yang dominan dan memegang kendali disana adalah Jendral Liu Feng,adik dari perdana mentri Liu."


"Perdana mentri Liu?Lagi?" gumam Huang Zixin.


"Tapi beberapa hari ini,disana tak tampak orang asing memasuki perbatasan.Itu terjadi setelah penyerangan ke kediaman Wang beberapa malam lalu." Wang Xuemin menambahkan hasil pengamatannya.


"Sepertinya untuk sementara waktu mereka tidak akan melakukan pergerakan apapun,setelah kemarin menderita kerugian yang tak sedikit."


"Orang-orang yang menyerang kediaman Wang berjumlah tiga ratus lebih,dan mereka bukan pasukan biasa."

__ADS_1


"Sepuluh orang terakhir yang aku hadapi sepertinya adalah pasukan inti mereka.Dan satu orang terakhir pasti memiliki posisi penting, mungkin tangan kanan ketua kelompok tersebut."


"Kegagalan penyerangan dan kematian mereka merupakan pukulan telak bagi kelompok itu." tumben sekali pria dingin yang biasanya irit bicara itu sekarang bicara panjang lebar.


"Xuemin,susupkan lagi sepuluh orang anggota zie shen! Satu diantaranya ambil dari tim elang dengan tugas khusus mengawasi Liu Feng!"


"Baik yang mulia." Wang Xuemin langsung meninggalkan tenda sang pangeran untuk melaksanakan tugas yang baru saja dia terima.


"Kenapa beberapa kejadian dan orang-orang yang terlibat didalamnya terhubung dengan dia?Apakah dia dalang dari semua kejadian itu?"


"Apakah ketidakpeduliannya pada tahta hanyalah topeng untuk menutupi ambisi yang sebenarnya ada dalam dirinya?" Huang Zixin masih memikirkan kejadian akhir-akhir ini.


***


Berhari-hari telah berlalu sejak keluarga Li mengunjungi keluarga Wang di istana pangeran ke empat.


Shuwan sudah lupa dengan pembicaraan mereka tentang lamaran itu.Sepertinya gadis itu tidak terlalu menganggap serius pembicaraan tersebut.


Buktinya,dia tidak pernah menyinggung ataupun memikirkan hal itu.Dia malah sibuk mencari informasi tentang kelompok mawar hitam bersama Yu zi.


Dia sengaja tidak melibatkan Li Minghao ataupun Li Jingmi,dia merasa lebih leluasa bergerak sendiri,san dia bisa meminta bantuan Yu zi saat mengalami kesulitan.


Gadis itu berencana pergi ke gunung Shuyun untuk menyelidiki markas kelompok tersebut.Dia ingin tahu siapa yang ingin melenyapkan keluarganya.


Mau beralasan berburu,pasti tidak akan diizinkan bila pergi tanpa kedua tuan muda Li itu.


"Apa alasan yang harus aku buat agar bis pergi Yu zi?Aku pusing memikirkannya." Shuwan menelungkupkan tangannya diatas meja,lalu meletakkan kepalanya diatas tangannya.


"Ternyata repot juga.Andai masih tinggal dirumah lama,aku bisa leluasa pergi kemanapun.Andai saja Wei punya kampung,aku bisa beralasan ikut dengan Wei pulang kampung."


Karena pusing memikirkan alasannya untuk pergi ke gunung Shuyun,tanpa disadari gadis itu tertidur dengan posisinya duduk dibangku dan kepalanya diatas meja.


Keluarga Li yang sudah berkumpul untuk makan malam,menunggu gadis itu sejak tadi,namun yang ditunggu tak kunjung muncul.


Wei yang melihat nonanya tak kunjung bergabung di ruang makan,berinisiatif untuk memanggilnya. "Nyonya,biar saya yang memanggil nona." pamit Wei pada nyonya Li.


"Baiklah,cepat panggil nona mu!" jawab nyonya Li


Wei memasuki paviliun mawar milik nonanya,namun tak ada tanda-tanda kehidupan disana.Wei membuka pintu kamar sang nona,ternyata dia tertidur.


"Nona,bangunlah!Semua anggota keluarga sedang menunggu nona untuk makan malam." Wei menggoyang-goyang tangan sang nona, namun tak ada respon.


"Nona,bangunlah!" kali ini Wei mengoyang- goyangkan tangan sang nona lebih kencang dan tanpa henti,hingga gadis itu bangun.


"Ada apa Wei?Apa ini sudah pagi?" tanyanya dengan mata yang masih terpejam.

__ADS_1


"Apanya yang sudah pagi?Ini waktunya makan malam.Nona ayo cepat bangun!Mereka sudah menunggumu sejak tadi." Wei memaksa sang nona segera bangun dari duduknya.


"Iya iya..aku bangun." Shuwan pun bangkit meski dengan terpaksa,padahal dia masih sangat mengantuk.


Mereka berdua berjalan menuju ruang makan. Setelah sampai disana,Shuwan langsung menempati tempat duduknya lalu makan bersama.


Selesai makan,nyonya Li menghampiri Shuwan dan mengajaknya berbincang.


"Wan'er,bagaimana tentang lamaran dari jendral besar Wang?Apa kau sudah memiliki jawaban?"


Seluruh anggota keluarga memandang ke arah gadis itu setelah mendengar pertanyaan nyonya Li,seolah mereka juga sangat menanti jawaban gadis itu.


"Bu,tapi itu lamaran dari jendral besar,bukan dari pangeran.Bagaimana kalau pangeran tidak setuju dan menolak pernikahan itu?"


"Benar juga.Tapi menurut mereka,sepertinya pangeran ke empat menyukaimu." nyonya Li tampak plin plan


"Seandainya dia menyetujui,apa kau akan menerimanya?" nyonya Li dan anggota keluarga yang lain sangat penasaran.


"Entahlah bu,aku belum memikirkannya." jawaban Shuwan membuat mereka menghela napas kasar.


Tadi saat berada dikamarnya seorang diri,dia pusing memikirkan alasan agar bisa pergi ke gunung Shuyun.


Sekarang saat berkumpul dengan keluarganya, dia pusing dengan masalah lamaran jendral besar Wang Haocun.


Sudah sangat benar tadi saat dia tertidur agar tidak pusing memikirkan sesuatu.


"Kenapa Wei harus membangunkanku dari tidur kalau hanya membuatku tambah pusing?" keluh Shuwan dalam hati.


***


Sementara di barak militer


Huang Zixin baru saja menerima surat dari penjaga gelap milir sang ibu,selir Xuangqi.Dalam suratnya,sang ibu memintanya untuk kembali ke ibu kota bersama Wang Xuemin.


"Ada apa lagi ini?Baru beberapa hari di barak sudah disuruh kembali ke ibu kota?Apa ada hal buruk terjadi pada ibu?Tapi Huanran tak memberi kabar apa-apa?" sang pangeran menebak-nebak dalam hatinya.


"Tapi kenapa harus kembali dengan Wang Xuemin?" selir Xuangqi memang tak menjelaskan apapun dalam suratnya.Hanya memintanya dan Wang Xuemin kembali ke ibu kota.


"Yang mulia,aku mendapat surat agar kembali ke ibu kota besok." Wang Xuemin memasuki tenda sang pangeran untuk memberitahukan perihal surat tersebut.


Tanpa mengatakan apapun,pria dingin itu menunjukkan surat yang dia dapat dari sang ibu. "Yang mulia juga mendapatkannya?" tanya Wang Xuemin terkejut.


***


mau apa coba mak selir nyuruh kedua bujang pulang???

__ADS_1


__ADS_2