Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
PERSIAPAN PERNIKAHAN


__ADS_3

"Yang mulia bibi selir,aku sudah menyukainya sejak pertama melihatnya.Aku juga sudah mengatakan aku ingin menikahinya." Wang Xuemin menghiba pada sang bibi.


"Lalu,apa dia menerimamu?" Wang Xemin menggelengkan kepala menjawab pertanyaan sang bibi.


"Belum menjawab atau menolak?" tanya bibi selirnya itu ingin memastikan.


"Dia bilang aku,Minghao,dan Jingmi adalah teman baiknya." jawab jendral muda itu lesu. Semua anggota keluarga tersenyum mendengar ucapannya,tak terkecuali pria dingin disebelahnya.


"Dia sudah jelas menolakmu." cibir sang pangeran pada sepupunya itu.Wang Xuemin memelotokan matanya pada sang sepupu.


"Apa nona Shu sudah menerima lamarannya?" jantung Wang Xuemin berdebar-debar saat menanyakan hal itu.


"Nona Li belum menjawab lamaran itu,karena dia mengatakan lamaran itu berasal dariku dan kakek kalian."


"Dia ingin lamarannya berasal darimu,untuk memastikan bahwa kamu menerima dan tidak keberatan dengan pernikahan ini,bukan karena paksaan dari kami." jelas selir Xuangqi menatap putranya.


"Baiklah,aku bersedia menikahinya." ucap sang pangeran tegas sambil tersenyum miring pada Wang Xuemin,


Seolah dalam senyum miringnya itu dia mengatakan "Kau kalah Wang Xuemin!"


Wang Xuemin merasakan jantungnya seperti ditusuk belati yang sangat tajam.Sangat sakit,tapi tak ada luka.


Sirna sudah semua peluangnya untuk dapat menikahi gadis pujaannya itu.


Pangeran ke empat tidak akan pernah melepaskan apapun yang dia inginkan,dan pasti dia dapatkan dengan segala kegigihannya.


"Baiklah...aku akan mengajukan lamaran untuk menjadi selir nona Shu saja." ucapan Wang Xeumin seketika membuat semua orang yang ada diruangan itu menatapnya dengan tatapan maut.


"Wang Xuemin..kau!" jendral Wang Haocun sudah menatapnya dengan sangat tajam dan napas yang memburu.


"Aku bercanda kakek,sungguh" Wang Xuemin langsung menunduk dihadapan sang kakek dengan wajah seriusnya.


"Min'er,mana ada wanita memiliki selir atau suami lebih dari satu?Bercandamu tidak lucu." selir Xuangqi menggelengkan kepala melihat tingkah keponakannya itu.


"Cepat utus seseorang ke kediaman Li.Katakan pada mereka,pangeran melamar nona Li dan pernikahan akan dilaksanakan tiga hari lagi. Lamaran ini dari pangeran." ucap selir Xuangqi tak ingin dibantah.


"Apa?Tiga hari lagi?Kenapa secepat itu bu?" tanya sang pangeran tak percaya.

__ADS_1


"Ya tiga hari lagi.Ibu sudah menyiapkan semuanya.Bahkan pakaian pengantin beserta perhiasannya sudah tersedia lengkap."


"Tinggal diantar ke kediaman Li dan sudah siap pakai." ucap selir Xuangqi sumringah.


"Kapan ibu menyiapkan semua itu?" sang pangeran terlalu terkejut dengan yang ibunya lakukan.


"Sejak ibu mendengar kau membawa seorang gadis yang sedang terluka ke istanamu ini.Ibu yakin kau menyukai gadis itu,benar?"


"Ibu?Kau?" sang pangeran tak bisa berkata apa-apa. "Apa selama ini ibu memata-matai ku?" pertanyaan itu refleks meluncur dari bibir sang pangeran.


Namun sang ibu tak memberikan jawaban apapun.Sementara Wang Xuemin sudah tak berminat membicarakan atau mendengarkan apapun diruangan itu.Dia berdiri lalu pergi dari ruangan tersebut.


Sang ibu hanya menatapnya dengan hati yang juga sakit.Dia tahu betul putranya itu sangat menyukai nona Shu dan sangat ingin menikahinya.


Tapi apa boleh buat.Gadis itu tak memiliki perasaan yang sama terhadap putranya.Dan gadis itu tidak bisa dipaksa.


Dia juga tak silau dengan segala kehormatan dan keagungan keluarga Wang.Hanya bisa pasrah menunggu gadis itu berubah pikiran.


"Ayah,aku akan kembali ke istana untuk menyiapkan barang-barang penting yang akan diantarkan ke kediaman Li." ucap sang selir kaisar pada ayahnya.


"Ya,ibu juga sudah menyiapkan barang-barang untuk pernikahan Xin'er dan Min'er.Kita harus segera mengambilnya pak tua." nyonya tua Wang tak mau ketinggalan dalam menyiapkan pernikahan sang cucu.


Dua kereta kuda keluar dari istana pangeran ke empat.Satu kereta menuju istana kekaisaran yang dinaiki oleh selir Xuangqi,dan satu lagi menuju kediaman Wang yang didalamnya ada jendral dan nyonya besar Wang.


****


Selir Xuangqi tiba di istananya pada sore hari.Dengan wajah berseri-seri,dia turun dari kereta kuda di ikuti oleh Huanran dan bibi Nuan.


Wanita paruh baya yang masih tampak muda itu tidak menuju istananya,namun pergi ke ruang kerja kaisar untuk menemui suaminya itu.


Selir Xuangqi langsung memasuki ruangan itu setelah penjaga melapor pada pemilik ruangan dan mengizinkannya masuk.Sementara Huanran dan bibi Nuan menunggu diluar.


"Salam yang mulia." kaisar menghentikan aktifitasnya dan memandang selirnya itu dengan heran.


"Kau sudah kembali?Bukankah kau bilang akan menginap beberapa hari disana?"


"Ya yang mulia,aku akan segera kembali kesana,namun ada beberapa hal yang harus aku lakukan disini."

__ADS_1


"Aku ingin meminta dekrit pernikahan untuk pangeran ke empat." sang selir langsung bicara pada intinya.


"Dekrit pernikahan pangeran ke empat?Dia akan menikah?Dengan siapa?" kaisar terkejut mendengar kabar itu.Karena putra ke empatnya itu tak pernah dekat denganseorang gadis.


"Ya yang mulia.Gadis itu adalah nona dari keluarga bangsawan Li." jawab sang selir jujur.


"Nona keluarga Li?" kaisar mengerutkan keningnya. "Setahuku keluarga bangsawan Li tidak memiliki putri?" tiba-tiba kaisar teringat malam ulang tahunnya beberapa malam lalu.


"Oh gadis itu?Yang menolak dijadikan selir pangeran kedua?" selir Xuangqi mengangguk mendengar pertanyaan suaminya.


"Pantas dia menolak pangeran kedua,ternyata pilihannya pangeran ke empat."


Kaisar mengeluarkan dekrit pernikahan pangeran ke empat dan menyerahkannya pada sang selir.


"Pernikahannya akan dilaksanakan tiga hari lagi. Hamba berharap,sebagai ayahanda pangeran,yang mulia berkenan menghadiri pernikahan itu." ucap sang selir penuh harap.


"Apa yang kau bicarakan?Dia adalah putra zen,pasti zen akan menghadiri pernikahan itu." ucap sang kaisar penuh keyakinan.Tentu saja selir Xuangqi senang mendengarnya.


"Hamba juga mohon izin untuk menetap di istana pangeran ke empat hingga hari pernikahan tiba." "Ya pergilah.Urus semuanya dengan rapi."


Sang selir mengangguk lalu berbalik dan keluar dari ruangan itu dengan menggenggam gulungan dekrit pernikahan.


Selir Xuangqi berjalan menuju istananya.Begitu memasuki kediamannya dia langsung mengeluarkan barang-barang berharga yang sudah dia siapkan untuk sang putra.


Beberapa set perhiasan,puluhan kain sutra kualitas premium,berbagai macam batu giok,bermacam-macam hanfu mewah,dan koin yang jumlahnya sangat banyak.


Semua barang sudah dimasukkan dalam kotak masing-masing dan memenuhi kamar sang selir.


"Cepat suruh pengawal memasukkan kotak-kotak ini kedalam kereta!" perintah sang selir pada Huanran.


"Tapi yang mulia selir,ini sudah gelap dan hampir malam.Kita tidak bisa pergi ke istana pangeran sekarang."


"Perjalanan kesana jauh dan sangat berbahaya pada malam hari.Besok pagi saja ya yang mulia." bujuk Huanran pada sang majikan.


"Baiklah,besok pagi saja kita pergi." sang selir akhirnya menurùt.Lagipula pakaian pengantin masih berada didalam lemari dan belum dimasukkan kedalam kotak.


Wanita itu kemudian mengambil pakaian pengantin dari dalam lemarinya,lalu dimasukkan ke dalam kotak yang sangat indah,lengkap dengan perhiasan dan mahkota phoeniknya untuk pengantin wanita.

__ADS_1


Dia tersenyum saat memegang pakaian pengantin itu. "Akhirnya putra dinginku itu menikah." ucapnya dalam hati dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajah cantiknya.



__ADS_2