Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
BERBURU


__ADS_3

"Ayo pulang! Ini sudah malam" Shuwan mengajak mereka pulang karena hari sudah malam dan acara lelang telah selesai.Dia berjalan sambil membawa pedang yang tadi dia beli di pelelangan.


"Ingin sekali aku lempar pedang ini ke ruang dimensi,tapi nanti kalau mereka menanyakan pedang ini,aku harus menjawab apa?" keluh Shuwan dalam hati.Dia merasa kerepotan membawa pedang itu.


Yu zi yang mendengar gerutuan gadis itu hanya diam.Dia tak tahu harus bagaimana menanggapi keluhan gadis itu.


Merekapun pulang,tujuan pertama mereka adalah rumah Shuwan.Tentu saja mereka harus segera mengantarkan kedua gadis itu sebelum malam semakin larut.


"Terimakasih telah mengatar kami pulang.Kalian berhati-hatilah di jalan!" kemudian gadis itu berbalik lalu berjalan menuju rumahnya.


Li Minghao,Li Jingmi dan Wang Xuemin segera meninggalkan rumah itu.


Setelah memasuki rumah itu,Shuwan langsung berjalan ke arah kamarnya. "Istirahatlah Wei! Aku juga akan segera istirahat. "Ya nona." Wei menjawab dengan cepat.Merekapun memasuki kamarnya masing-masing.


Shuwan tidak langsung tidur,dia memasuki ruang dimensi dan menemui Yu zi yang tidak keluar sejak tadi. "Yu zi,sebenarnya apa keistimewaan pedang ini?" Shuwan tak sabar dengan rasa penasarannya yang sangat tinggi.


Kelinci berbulu coklat yang sedang asik memakan wortel itu langsung mengajak Shuwan memasuki bangunan yang ada disana.


"Kita akan lihat nanti.Aku merasakan energi spiritual yang sangat tipis dan hampir tak terasa dalam pedang ini.Aku rasa ini bukan pedang biasa."


"Sudahlah.Lagipula ini tak terlalu mendesak,aku punya senjata andalanku sendiri." Shuwan kemudian berjalan-jalan di ruang dimensi.


Melihat banyak herbal telah tumbuh dengan baik,dia bersemangat untuk membuat beberapa obat dan racun.


"Yu zi,ayo kita ke hutan!" "Untuk apa ke hutan?" tanya Yu zi heran. "Aku ingin berburu.Aku merasa kehidupanku disini sangat datar dan membosankan.Ayo kita mewarnainya dengan hal-hal menyenangkan!" gadis itu tampak bersemangat


"Tuan,tapi ini malam hari bila kau keluar dari ruang dimensi.Besok pagi saja berburunya."


"Hehe,aku lupa.Kenapa disini masih siang?"


"Disini tidak ada pergantian hari ataupun pergantian musim.Matahari akan tetap bersinar hangat seperti ini sepanjang waktu." terang Yu zi


Baiklah,besok pagi kita berburu ke hutan.Aku tidur dulu." lalu gadis itu keluar dari riang dimensi dan beristirahat di kamarnya.


Pagi hari,Shuwan melakukan rutinitas paginya.Olah raga,berlstih beladiri dan berpedang.Bagaimanapun kemampuannya harus tetap diasah agar tidak tumpul.


"Nona,sarapan anda." Wei menghampiri Shuwan yang baru menyelesaikan latihannya,membawakan bubur ayam kesukaan nona nya itu lalu mereka sarapan bersama.


"Wei,aku akan ke hutan bersama Yu zi,kau tinggalah disini selama aku pergi!" selesai sarapan,Shuwan mengutarakan niatnya pada pelayannya itu.

__ADS_1


"Saya ikut nona." "Tidak perlu,kau disini saja!Aku sedang ingin menyegarkan pikiran dan perasaanku.Aku pergi sekarang ya."


"Nona,tapi anda tidak tahu hutan itu." Wei masih berusaha agar sang nona mengajaknya. "Tak perlu khawatir,ada Yu zi bersamaku." Shuwan menjawab sambil berlalu pergi.


"Memang kau ingin berburu apa?" Yu zi membuka suara."Apa saja.Tak dapat hewan buruan pun tak masalah,aku hanya ingin bersenang-senang.Pergi sendiri ke tempat baru itu menyenangkan Yu zi."


"Kau memang berbeda dengan nona-nona muda disini.Saat mereka pergi kemana pun harus selalu ditemani pelayan,kau malah asik pergi sendiri.Melakukan semua hal sendiri"


"Tempat hidup kami berbeda,Yu zi.Disana aku terbiasa sendiri.Aku malah heran saat Wei akan membantuku mandi dan berpakaian.Hal pribadi seperti itu saja orang-orang disini masih dilayani?"


"Ya,begitulah kehidupan di zaman ini" Yu zi menimpali.


Setelah berjalan beberapa waktu,mereka tiba di pinggiran hutan.Kediamannya memang tak terlalu jauh dari hutan.


"Yu zi,sepertinya makan sate kelinci enak.Ayo kita berburu kelinci." mendengar ucapan gadis itu,entah mengapa bulu coklat Yu zi tiba-tiba meremang,dia menatap horor pada gadis itu, "Apa kau bilang?" Yu zi bertanya dengan nada tajam


"Makan sate kelin.." gadis itu menghentikan ucapannya saat menyadari tatapan tajam dari si kelinci berbulu coklat itu. "Bukan kau,Yu zi.Bukan kau" gadis itu berlari sambil tertawa meninggalkan si kelinci seorang diri


Gadis itu terus berlari dan tanpa dia sadari dia telah semakin jauh ke dalam hutan. "Hei kau gadis nakal,tunggu aku!" Yu zi terus melompat-lompat mengejar gadis itu.


Entah bagaimana caranya kelinci itu telah berada di pundak Shuwan dan membuat gadis itu terkejut.


"Katanya bukan kelinci biasa,penjaga ruang dimensi yang luar biasa.Baru lari begitu saja kau sudah ngos-ngosan." cibir gadis itu tanpa perasaan.


"Ayo kita cari binatang lain saja." dia sudah tidak berminat lagi pada sate kelinci saat mengingat Yu zi adalah penjaga ruang dimensi yang bisa melakukan hal-hal luar biasa. "Jangan sampai aku yang dijadikan sate olehnya." pikir gadis itu agak ngeri


"Tuan,ada rusa disana!" Yu zi menunjuk ke sebelah kanan mereka.Shuwan melihat tempat yang ditunjuk oleh Yu zi dan melihat seekor rusa sedang asik makan rumput,hingga tak menyadari bahaya yang sedang mengintainya.


Shuwan berjalan mengendap agar rusa itu tak menyadari kedatangan mereka. "Kau bisa membidiknya?" tanya Yu zi ragu.


Gadis itu tidak menjawab,tapi ditangannya sudah ada anak panah beserta busurnya yang sudah siap dibidikkan.


"Cepat bidik!Aku sudah tak sabar ingin makan sate rusa." kelinci terlihat bersemangat. "Kau makan sate rusa?Bukankah kelinci hanya makan wortel dan sayuran daun?" Shuwan mengernyit heran pada kelinci itu


"Aku bukan kelinci biasa!Aku ini roh ruang dimensi,aku bisa makan apa saja yang aku mau." jawab Yu zi sambil mendengus.


Syut.Tanpa banyak bicara,gadis itu melepaskan anak panahnya dan menancap tepat ditubuh rusa itu.


Shuwan segera menghampiri rusa itu.Grep.Saat tangannya hendak mengambil rusa itu,tangan seseorang juga menyentuh rusa tersebut.

__ADS_1


"Kau?" Shuwan terkejut melihat orang yang hendak mengambil rusa buruannya itu.


"Lepaskan tanganmu!Rusa ini milikku.Aku yang memanahnya" ucap gadis itu ketus


"Kau pikir bidikanmu yang terbaik,hingga hanya kau yang bisa memanahnya?" dengus pria itu dingin


"Kenapa kau tidak berburu ditempat lain saja?Kenapa harus berebut denganku?" Shuwan sangat kesal pada orang itu


"Kau pikir hutan ini milikmu,hingga hanya kau yang boleh berburu disini?"


"Patung hidup ini,kenapa selalu menyebalkan?" gerutu Shuwan dalam hati.


"Bawalah!Aku sedang berbaik hati." ucap orang itu sok dermawan.


"Aku bisa mendapatkannya dengan usaha ku sendiri." jawab gadis itu sambil berlalu


Dia berjalan ke arah lain sambil cemberut. "Aku selalu sial setiap bertemu patung hidup itu.Menyebalkan!" gerutunya sepanjang jalan.


Awalnya dia sangat senang mendapatkan rusa,siapa sangka rusa itu ternyata dibidik oleh dua orang yang sama-sama mengincarnya.Terpaksa dia mencari yang lain.


Dia berjalan ke sembarang arah sambil terus mengamati daerah sekitar,siapa tahu ada binatang lain yang bisa dia buru.


Tanpa dia sadari beberapa pria telah melihatnya dan sedang berusaha menghampirinya.


"Nona cantik,sedang apa dihutan ini sendirian?Apakah anda tersesat?" tanya seorang pria dengan tatapannya yang terus memindai tubuh Shuwan dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Sangat cantik." ucapnya pelan namun teman-temannya masih bisa mendengarnya,dan mereka mengangguk setuju dengan ucapannya


"Aku sedang bermain" jawab gadis itu singkat


"Bermain?Bagaimana kalau 'bermain' dengan kami?" ucap pria itu mesum.


Shuwan hanya melirik malas pada pria itu lalu kembali berjalan.


Eit,mau kemana?katanya mau 'bermain'?ko malah pergi." pria itu mencegat Shuwan yang hendak pergi."Aku tidak mau bermain dengan kalian." jawab gadis itu acuh


"Tapi kami ingin bermain denganmu nona cantik.Bukankah begitu teman-teman?" para pria itu tertawa mendengar ucapan pria tersebut.


Pria yang sejak tadi bicara itu hendak menarik tangan Shuwan.Namun,sret...belum sempat tangannya meraih tangan gadis itu,belati yang digenggam oleh Shuwan telah menggores tangannya.

__ADS_1


__ADS_2