
Lewat dari tengah hari,kereta utusan istana pangeran ke empat tiba di depan gerbang kediaman Li.
Setelah penjaga melapor pada tuan Li,ketiga kereta itu diizinkan melewati gerbang dan memasuki halaman kediaman.
Tuan Li sekeluarga langsung pergi ke halaman untuk menyambut utusan itu.Mereka terkejut melihat tiga buah kereta memasuki halaman.
Kepala pelayan Yun dan Huanran turun dari kereta.Melihat yang datang adalah kepala pelayan istana pangeran ke empat,keluarga Li langsung menyambut mereka.
Dalam hatinya,tuan Li bertanya-tanya tentang tujuan kedatangan kepala pelayan Yun,juga Huanran yang diketahui merupakan pelayan selir Xuangqi.
"Saya datang mengantarkan dekrit pernikahan antara yang mulia pangeran ke empat dengan nona muda kediaman Li." kepala pelayan Yun langsung mengatakan tujuan kedatangannya.
Keluarga Li yang mendengar hal itu hanya bisa saling pandang.Mereka secara serentak memandang Shuwan.
"Nona Li tolong terima dekritnya!" kepala pelayan Yun heran melihat Shuwan tetap berdiri ditempatnya.
"Berlututlah untuk menerima dekrit itu." nyonya Li yang berdiri disamping gadis itu berbisik.
"Hah?" Shuwan tak mengerti maksud ucapan sang ibu.
"Berlutut untuk menerima dekrit" nyonya Li mengulangi ucapannya.Meski bingung dengan hal itu,Shuwan menuruti perintah ibunya untuk berlutut lalu mengulurkan tangannya untuk menerima dekrit itu.
"Pernikahan akan dilaksanakan lusa.Ini adalah mahar untuk pernikahan nona Li,dan ini pakaian serta perhiasan untuk dikenakan dihari pernikahan."
Kepala pelayan Yun menyerahkan kotak yang isinya pakaian pengantin dan perhiasannya.
Mereka memang telah menerima utusan dari istana pangeran ke empat yang mengabarkan bahwa pangeran memberikan lamaran dan menyetujui pernikahan itu.
"Turunkan barang-barangnya!" perintah kepala pelayan Yun pada para pengawal.Merekapun segera menurunkan barang-barang dari kedua kereta itu.
Seluruh anggota keluarga Li tercengang melihat barang-barang yang diturunkan dari kereta. Sangat banyak dan merupakan barang-barang dengan kualitas terbaik.
Setelah selesai menurunkan semua barang dari kedua kereta,kepala pelayan Yun dan rombongan langsung kembali ke istana pangeran ke empat.
Setelah kepergian utusan istana itu,Shuwan masih berdiri ditempatnya sejak tadi.
"Ayah,kenapa pernikahannya begitu cepat?Aku kira akan dilaksanakan tahun depan." ucapnya pada sang ayah dengan wajah memelas.
"Apanya yang tahun depan?Kenapa harus menunda begitu lama?" tuan Li malah dibuat heran oleh putri angkatnya itu.
Shuwan memang tidak menolak saat para orang tua membicarakan lamaran dan pernikahannya, karena dia menduga itu adalah rencana jangka panjang.
__ADS_1
Tapi yang dia pikirkan tak seperti kenyataan.Itu bukanlah rencana jangka panjang,tapi rencana yang sangat kilat.
Hanya tiga hari dari waktu pangeran memutuskan dia akan menikah.
****
Kabar pernikahan pangeran ke empat dengan nona dari keluarga Li yang akan dilaksanakan lusa telah tersebar diseluruh ibu kota.Entah siapa yang menyebarkannya.
Di istananya,pangeran kedua yang yang mendengar kabar itu,mengepalkan tangannya dengan kuat hingga urat-uratnya menonjol.
Amarahnya seketika meledak.Gadis itu secara terang-terangan menolaknya didepan umum dan tidak memberikannya wajah sedikitpun.
Tapi sekarang,gadis itu akan menikah dengan pangeran ke empat yang merupakan adiknya.
"Apakah mereka telah menjalin hubungan sebelumnya hingga tanpa berpikir lagi gadis itu langsung menolak menjadi selirku?" tanya nya pada diri sendiri.
Tiba-tiba muncul keinginan dalam hatinya untuk membuat pasangan itu menderita.Terutama sang gadis yang telah mempermalukannya.
Sebuah rencana licik melintas dikepalanya.Dia tersenyum kejam saat membayangkan rencananya itu terwujud.
"Kita akan lihat,apakah pria kejam dan dingin itu akan tetap menerima dan menikahimu ketika madumu telah dihisap oleh kumbang lain?Pria tanpa hati itu mungkin akan langsung memenggalmu." ucapnya penuh keyakinan.
Dia sangat tahu seperti apa sifat putra ke empat dari kaisar yang juga merupakan adiknya itu.
****
Ditempat lain,disebuah gubug yang sangat jauh dari pusat kota dan berada ditempat yang sangat terpencil,seorang pria yang memakai pakaian mewah sedang berbicara dengan beberapa pria berpakaian serba hitam.
"Yang mulia,mohon ampuni kami.Sudah beberapa kali kelompok kita gagal menjalankan tugas dan mereka lenyap seperti ditelan bumi. Tak ada satupun dari mereka yang kembali."
Tampak kemarahan yang sangat besar dari pria berpakaian mewah itu.Tatapan tajam dia layangkan pada pria yang baru saja berbicara.
"Kenapa bisa gagal?" tanya pria itu tajam. "Entahlah yang mulia.Penyergapan kita terhadap tuan muda Li di hutan gagal total."
"Bukan hanya kedua tuan muda Li kembali ke ibu kota dalam keadaan selamat,orang-orang kita yang diutus membunuh mereka justru tak ada yang kembali satupun."
"Begitu juga penyerangan yang dilakukan ke kediaman Li.Bukan hanya gagal menghabisi mereka,kita kehilangan dua ratus orang,bahkan dua orang terbaik kita Yun Che dan Yun Li."
"Apa yang membuat mereka gagal?Bangsawan Li bukanlah keluarga bangsawan yang memiliki pertahanan kuat,dan bukan ahli beladiri."
"Kenapa kita bisa kehilangan orang sebanyak itu?Kalian sungguh tidak layak disebut pembunuh bayaran nomor satu di negeri Hanshui ini. Mengecewakan!!" amarah pria berpakaian mewah itu memuncak.
__ADS_1
Pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat. Kelompok yang dikirim oleh adik ipar kakeknya juga gagal menyingkirkan keluarga Wang. Padahal katanya orang-orang terbaik yang dikirimkan.
"Yang mulia,lusa adalah hari pernikahan pangeran ke empat dengan putri keluarga Li. Apakah kita akan bertindak?" pria yang sejak tadi berbicara bernama Chu Kong kembali berbicara.
"Kirimkan para elit kelompok mawar hitam.Aku ingin hari pernikahan mereka berubah jadi hari kematian untuk mereka semua!" perintah pria itu dingin.
Dia tahu,pangeran ke empat yang merupakan raja perang bukanlah orang yang mudah dihadapi. Setidaknya mereka bisa menyingkirkan para target yang lain,yaitu keluarga Li dan Wang.
"Kelompok yang dikirim kakek gagal dan tak ada satupun yang kembali.Mereka pasti tidak akan gegabah mengirimkan orang lagi dalam waktu yang lama.Aku harus bergerak sendiri kali ini."
gumam pria tersebut dalam hatinya.
Rencana yang sudah disusun dengan rapi dan matang,tidak boleh gagal atau berhenti ditengah jalan.
Bila cara yang dilakukan kali ini,dengan cara mengirimkan pembunuh bayaran untuk menyingkirkan satu persatu pendukung kaisar terus gagal,maka perang terbuka tidak mustahil terjadi.
Untuk mencapai tujuannya,dia harus menghilangkan satu per satu halangan dari jalannya.Dan halangan terbesar dalam rencananya ini adalah raja perang itu sendiri.
****
"Ibu,aku akan pergi ke istana pangeran ke empat." pamit Li Minghao pada sang ibu.
Pria itu berjalan beriringan dengan sepupunya yang selalu menempel padanya seperti kembar siyam,Li Jingmi.
Nyonya Li mengerutkan kening mendengar ucapan putranya itu.
"Untuk apa kalian pergi ke istana pangeran ke empat?Mau membantu menyiapkan pernikahan?Disini juga sibuk,bantu saja kami disini." tanya nyonya Li.
"Bukan bu.Kami ingin menemui Xuemin dan menemaninya.Dia pasti sedang bersedih karena gadis impiannya akan menikah dengan sepupunya sendiri."
Nyonya Li memicingkan mata pada kedua tuan muda keluarga Li itu.Dia menatap penuh curiga pada Li Jingmi yang wajahnya berseri-seri sejak tadi.
"Kalian ingin menguatkan atau meledeknya?" tanya nyonya Li penuh curiga.
"Mana ada seperti itu.Ibu,Xuemin adalah sahabatku sejak kecil.Sekarang dia pasti sedang bersedih karena kejadian ini.Aku hanya ingin menemaninya saat dia bersedih." Li Minghao menyanggah ucapan ibunya dengan cepat.
"Bukan kau,tapi dia." tunjuk nyonya Li pada keponakannya,Li Jingmi.
"Kenapa dengan ku bibi?" tanyanya dwngan wajah polos minta ditabok.Nyonya Li memelototi keponaknnya itu yang masih saja senyum-senyum sendiri.
"Aku hanya sedang membayangkan kondisi Xuemin saat ini.Apakah dia sedang menangis atau mengamuk?Aku ingin segera melihatnya."
__ADS_1
Ucapnya cepat sambil berlari sebelum kemarahan sang bibi meledak.