Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
KELUHAN SHUWAN


__ADS_3

"Kau menantangku gadis kecil?" Huang Zixin ber bicara dengan nada muram.


"Sudah diperingatkan tidak boleh memikirkan pria lain,kau malah memikirkan dua orang pria sekaligus diwaktu bersamaan." ucap pria itu berwajah masam.


"Kenapa berwajah masam?Kau baru meminum cuka?" tanya Shuwan heran.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam,kereta pangeran ke empat akhirnya tiba di depan gerbang kediaman Li.


Penjaga gerbang yang melihat kereta milik istana pangeran ke empat dan Yuwen yang menjadi kusirnya,langsung membukakan gerbang dan mengizinkan mereka memasuki kediaman.


Karena para penjaga sangat yakin bahwa didalam kereta ada nona muda mereka bersama suaminya.


Yuwen menghentikan kereta di halaman aula kediaman Li."Yang mulia,kita telah tiba dikediaman Li."


Setelah mendengar suara Yuwen,Huang Zixin keluar dari kereta.Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Shuwan turun.Shuwan tidak menolak dan menerima uluran tangan suaminya.


Sepasang suami istri yang mengenakan hanfu warna senada berwarna biru itu berjalan berdampingan menuju aula kediaman Li.


Saat mereka melewati pintu,terlihat seluruh anggota keluarga Li telah berada diruangan tersebut.


Nyonya Li yang mekihat kedatangan putrinya langsung berdiri.Shuwan yang melihat itu langsung menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat.


"Wan'er kau baik-baik saja nak?Apa kau tidak terluka?".Sebenarnya banyak yang ingin nyonya Li tanyakan,namun dia menahannya.


Shuwan dan Huang Zixinpun menghampiri semua orang yang ada diruangan itu.Merekapun berbincang santai.


"Ibu,dimana Wei dan Yu zi?Aku akan mengajak mereka tinggal bersamaku." Shuwan merasa heran karena tidak melihat Wei memasuki ruangan itu.


"Mungkin Wei ada di dapur.Saat mendengar kau akan datang kesini,dia sangat bersemangat dan ingin memasak masakan kesukaan Wan'er.Yu zi mungkin ada dibelakang." nyonya Li menjelaskan.


"Ini sudah waktunya makan siang.Ayo makan bersama.Mungkin Wei sudah selesai memasak. Dia bersikeras ingin memasak sendiri khusus untuk nonanya." lanjut nyonya Li lagi.


Shuwan menatap suaminya untuk bertanya. Melihat tatapan sang istri padanya,Huang Zixin pun mengangguk setuju.


Dia menyadari,istri kecilnya pasti merindukan keluarganya dan semua yang berkaitan dengannya.Walaupun mereka berpisah baru tiga hari.


Setelah menghabiskan waktu bersama keluarganya selama beberapa jam,Shuwan dan suaminya berpamitan pada kekuarga Li.

__ADS_1


Karena Shuwan ingin memeriksa Wang Xuemin, mereka harus singgah dulu di kediaman Wang.


Wei dan Yu zi sekarang ikut bersama Shuwan ke istana pangeran ke empat.Tentu saja hal itu membuat Wei sangat senang.Akhirnya dia bisa bersama lagi dengan nonanya.


Untuk Yu zi,dia biasa saja.Karena dia sering berada diruang dimensi,jadi dia selalu bersama dengan gadis itu dimanapun dia berada.Dia bebas menemui gadis itu kapanpun.


Setelah berpamitan pada keluarga Li,mereka memasuki kereta. "Yuwen,kita kerumah kakek Wang." Huang Zixin mengatakan tujuan mereka pada sang kusir sebelùm memasuki kereta.


Untuk Wei,dia duduk bersama Yuwen ditempat kusir,sedangkan Yu zi ikut masuk bersama Shuwan dan Huang Zixin.


"Wan'er letakan kelinci itu disana,jangan ditaruh dipangkuanmu!" Huang Zixin melempar kelinci itu dengan kejam dari pangkuan istrinya.


"Dasar pria kejam!" teriak Yu zi dalam hati ketika tubuhnya mendarat ditempat duduk yang terletak dihadapan Shuwan dan suaminya.


Shuwan hanya melirik pria itu lalu menghela napas pasrah."Haruskah bertindak begitu kejam pada kelinci bertubuh kecil itu?" ucapnya dalam hati sambil menggelengkan kepala.


Dasar raja cuka!Sama kelinci saja dia cemburu!


Huang Zixin menepuk-nepuk paha Shuwan. Wanita itu hanya melihat kelakuan suaminya dengan tatapan kosong.


Tiba-tiba Yu zi medasa dingin dipunggungnya dan seluruh bulunya meremang saat melihat lirikan pria berjuluk dewa kematian itu.


"Dasar pria kurang ajar!Aku lebih dulu kenal dengan gadis itu daripada kau!Sekarang kau tidak membolehkan aku dekat dengannya?"


teriak Yu zi dengan marah.Namun tentu saja teriakan marahnya itu hanya ada dalam hatinya.


Bila dia berteriak langsung pada pria itu,mungkin pria kejam itu akan mengayunkan pedangnya ke leher kecil miliknya.


Huang Zixin menyelipkan jari-jari tangan kanannya ke sela-sela jari-jari lentik tangan kiri istrinya.


Tatapannya juga melembut saat menatap istrinya yang kebetulan sedang menatap kearahnya. Senyum tipis terukir dari bibir pria itu.


"Cih kenapa tatapannya begitu berbeda saat menatapku dan gadis itu?" rutuk Yu zi dalam hati.


Kelinci coklat itu masih sangat kesal karena pria itu melempar tubuhnya dengan kejam saat dia sedang tertidur dipaha Shuwan.Sepertinya itu akan menjadi dendam berkepanjangan.


Kereta telah melewati gerbang kediaman Wang. Tak lama Yuwen menghentikan laju kereta lalu dia turun.

__ADS_1


"Yang mulia kita telah tiba di kediaman Wang." tak lama keduanya turun dari kereta.Mereka langsung menuju ruangan tempat keluarga berkumpul.


Ternyata memang mereka sedang berkumpul di ruangan itu,kecuali Wang Xuemin dan ibunya. "Yang mulia." mereka langsung berdiri dan menyapa Huang Zixin dan Shuwan.


"Kakek,bagaimana kabar semuanya?" "Kami baik putri.".Setelah menikah dengan pangeran ke empat,Shuwan memang dipanggil putri.


Shuwan merasa kurang nyaman dipanggil seperti itu oleh mereka.Dia lebih senang mereka memanggilnya Wan'er.Terasa lebih akrab dan dekat.


"Kakek,aku kesini untuk memeriksa Xuemin." Shuwan langsung mengatakan tujuannya setelah berbasa-basi sesaat dengan keluarga Wang.


"Dia ada di paviliunnya.Pelayan,antar putri Zi dan pangeran ke paviliun tuan muda!" perintah kakek Wang pada seorang pelayan yang berada di ruangan tersebut.


Keduanya mengikuti pelayan yang memimpin jalan menuju paviliun Wang Xuemin.


Saat pelayan membuka pintu kamar Wang Xuemin,terlihat Wang Xuemin yang sedang duduk bersandar ditempat tidur.


"Bibi apa kabar?Xuemin bagaimana keadaanmu?" "Yang mulia pangeran,putri." sapa Wang Xuemin dan ibunya sambil menunduk hormat.


"Eh?"


"Ini lebih baik dari kemarin.Terimakasih telah menolong hamba,putri." ucap Wang Xuemin tulus.Shuwan mengibaskan tangannya."Kau seperti orang asing saja."


"Sejak aku menikah,semua orang yang ku kenal langsung berubah."


"Biasanya mereka memanggil dan memeperlakukanku dengan hangat dan penuh kasih,sekarang semua itu sudah tak ada lagi."


Shuwan mengeluh pada Wang Xuemin.


"Sekarang mereka seperti bertemu dengan orang asing saat bertemu dengan ku.Minghao dan Jingmi bahkan terlihat sangat asing saat tadi berkumpul di kediaman Li."


"Mereka seperti tidak mengenalku.Sekarang kau dan seluruh keluargamu juga begitu." Shuwan mengeluh pada Wang Xuemin.


Wang Xuemin tidak tahu harus merespon bagaimana dengan keluhan gadis pujaannya itu. Karena mereka semua terikat dengan peraturan.


Setelah Shuwan menikah dengan pangeran,yang merupakan keturunan kaisar,maka perlakuan orang-orang terhadapnya pun berubah.Menyebut namanya pun tidak boleh sembarangan.


Bahkan sekarang keluarganya harus menunduk hormat saat bertemu dengannya,sama seperti keluarga Wang memperlakukan Huang Zixin yang merupakan keluarga mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2