
Pria yang selalu menghabiskan waktunya di barak dan sangat malas berada di ibu kota itu, baru kali ini merasakan ingin tinggal di ibukota lebih lama.Ini semua karena keberadaan gadis kecil yang saat ini berada dalam pelukannya.
Huang Zixin melepaskan genggaman tangannya, lalu mengangkat dagu sang istri hingga wajahnya menengadah.Tanpa aba-aba,pria itu langsung menyesap bibir sang istri yang selalu terlihat menggoda dimatanya.
Tangan kanan pria itu menahan tengkuk sang istri sedangkan tangan kirinya telah menjelajah kebagian tubuh istrinya yang tak kalah menggoda,bukit kembar yang sangat nyaman untuk disentuh.
Bukan hanya menyentuh,pria itu bahkan sedikit meremasnya hingga suara lenguhan lolos dari bibir sang istri.Dan suara itu semakin merangsang sanng suami untuk melakukan hal lebih.
Bahkan jari-jari nakal sang pangeran telah meninggalkan bukit dan menyusup kedalam rok hanfu sang istri.Bermain-main di oase nya hingga membuat tubuh sang istri menggeliat dan menyesap bibir suaminya lebih kencang.
Satu jarinya bahkan sudah memasuki oase itu dan membuat sang istri kembali melenguh nikmat.Pria itu menarik tangannya lalu berusaha menyingkirkan pakaian sang istri.
"A Zi...ini dikereta." dengan suara yang m*nd*s*h Shuwan mencoba menghentikan aksi sang suami.Tangannya menghentikan tangan sang suami yang sedang mengupas habis pakaiannya.
"Tak masalah,perjalanan kita lama.Pasti selesai sebelum kita sampai ke istana." pria itu tak bisa dihentikan.Bahkan tangannya masih lincah mengupas pakaian sang istri.
"Jangan dilepas semua.Bagaimana kalau ada yang menyerang?" "Tak perlu khawatir! Ada Yuwen dan penjaga gelap yang akan mengurusnya." pria itu kembali menyesap bibir sang istri agar tak banyak bicara lagi.Sementara tangannya sibuk melepaskan pakaian sang istri,juga pakaiannya sendiri.
Setelah pakaian keduanya terkupas habis,Huang Zixin membaringkan sang istri lalu menekannya. Memasukan pusakanya ke tempat yang penuh kenikmatan.
Dua hari sebelum pernikahan,Huang Zixin menyuruh beberapa orang menambahkan beberapa barang dan merubah tempat duduk keretanya.
Sekarang dalam kereta itu ada kasur kecil yang empuk dan tebal,bantal dan selimut agar membuat istrinya nyaman ketika menempuh perjalanan jauh.
Ternyata tindakannya itu sangat bermanfaat ketika mereka melakukan perjalanan dan menikmati kegiatan itu dikereta.
Yuwen yang duduk dibangku kusir sesekali mendengar suara aneh dari dalam kereta.
Tiba- tiba ingatannya melayang ke sebuah malam di taman istana saat sang pangeran mencium bibir istrinya,dan mereka sempat melihatnya sebelum berbalik badan.
"Mungkin pangeran sedang melakukannya lagi." gumam Yuwen sambil menggelengkan kepala agar adegan itu hilang dari kepalanya.
Satu jam telah berlalu bila menggunakan ukuran waktu di zaman modern.Kereta yang dikemudikan Yuwen terus saja melaju melalui berbagai tempat.
__ADS_1
Namun kedua penumpangnya masih tenggelam dalam kegiatan panas mereka yang penuh kenikmatan.Huang Zixin menekan lebih kuat saat sesuatu keluar dari pusakanya.Pria itu menyusupkan kepalanya di ceruk leher sang istri.
Keringat telah membasahi tubuh keduanya, napas keduanya pun memburu.Huang Zixin beranjak dari tubuh sang istri,lalu memakai pakaiannya kembali.
Shuwan pun duduk sambil mengenakan kembali pakaiannya. "A Zi,bukankah tadi mengatakan akan singgah ke kediaman kakek Wang untuk memeriksa kondisi Xuemin?"
Raut wajah Huang Zixin yang tadinya berseri-seri langsung berubah menjadi masam ketika mendengar pertanyaan sang istri.
"Wan'er masih memikirkan Wang Xuemin?" Shuwan memutar bola matanya saat mendengar ucapan suaminya.
"Apa yang kau pikirkan?Aku hanya mengingatkanmu takutnya kau lupa." Shuwan mengatakan maksudnya.
"Kenapa kau selalu berwajah masam saat membicarakan Xuemin?" Shuwan bertanya sambil duduk dipangkuan sang suami dengan mengalungkan kedua tangannya dileher pria itu.
"Sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu ini?Aku istrimu dan telah menjadi milikmu sepenuhnya.Apa kau tidak mempercayaiku?"
"Bukan begitu.Aku hanya tidak suka Wan'er memikirkan pria lain.Wan'er hanya boleh memikirkan aku.Mengerti?"Shuwan mengangguk lalu menyandarkan kepalanya didada bidang sang suami.
"Aku ngantuk." "Tidurlah.Perjalanan masih jauh." Huang Zixin mengusap kepala istrinya dengan lembut.Tak lama mereka berdua sama-sama tertidur dengan posisi duduk dan Shuwan berada dipangkuannya.
Yuwen yang merasakan kesunyian dari dalam kereta,tak memiliki keberanian untuk membangunkan sang pangeran.
Merasakan kereta berhenti,Huang Zixin membuka matanya. "Yuwen,ada apa?" Huang Zixin yang tidak mendengar pergerakan Yuwen meningkatkan keaaspadaannya.
"Kita sudah sampai di istana yang mulia." setelah mendengar suara sang pangeran,Yuwen langsung turun dan membukakan tirai kereta.
Wajah Yuwen memerah saat melihat posisi suami istri itu yang sangat intim.Yuwen yang merasa canggung langsung menyingkir dari tirai kereta itu.
Huang Zixin kelaur dari kereta dengan menggendong Shuwan yang masih terlelap. Namun saat hampir tiba ke kamar,Shuwan membuka matanya dan merasakan tubuhnya melayang.
Shuwan mengedarkan pandangannya,dan saat melihat sang suami,dia menyadari bahwa tubuhnya tengah digendong oleh sang suami.
"Bangun?Apakah gerakanku menganggu tidur Wan'er?" Shuwan menggelengkan kepala mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1
"Turunkan aku!Aku sudah bangun dan bisa berjalan sendiri." "Tak apa,pintu kamar juga sudah terlihat.Bantu aku membukanya!"
****
Di kediaman Wang
Wang Xuemin tengah berbincang santai dengan keluarganya.Tadi siang ada utusan pangeran ke empat mengabarkan bahwa sang pangeran dan pengawalnya akan kembali ke barak besok.
Juga sekalian menanyakan tentang dirinya apakah bisa kembali ke barak atau tidak.
Tadi dia tidak ikut ke istana kekaisaran untuk berbelasungkawa atas kematian pangeran kedua,jadi dia tidak bertemu dengan pemimpin tertinggi pasukan itu.
"Apa kau akan kembali ke barak besok bersama pangeran ke empat?Apakah lukamu sudah benar-benar sembuh?" nyonya Wang sangat mengkhawatirkan sang putra.
"Ya ibu.Ini sudah hampir sembuh sepenuhnya. Obat yang diberikan Shu sangat cepat dalam menyembuhkan luka ku ini."
"Jaga ucapanmu anak nakal! Jangan panggil dia Shu lagi.Dia sekarang adalah putri Zi.Bila didengar oleh pangeran ke empat,mungkin dia akan menghukummu!" nyonga Wang sangat kesal pada sang putra.
"Mintalah izin untuk kembali ke barak beberapa hadi lagi.Tunggu sampai lukamu benar-benar sembuh.Jangan terlalu memaksakan diri." jendral Wang Xingsheng juga sangat mengkhawatirkan sang putra.
"Aku tidak apa-apa ayah.Ini memang sudah hampir sembuh." Wang Xuemin bersikeras dengan keinginaannya untuk kembali ke barak besok.
"Kau sangat keras kepala.Ingat yang dikatakan oleh putri Zi,jangan melakukan aktifitas berat karena takut lukamu terbuka lagi." sang ayah mengingatkan Wang Xuemin.
"Disini hanya putri Zi yang bisa menutupi luka dengan cara seperti itu.Bila di barak terjadi sesuatu padamu dan lukanya kembali terbuka, maka kau atau putri Zi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk menutup kembali luka itu."
"Lagipula utusan pangeran keempat tadi datang kesini bukan menyuruhmu kembali ke barak besok.Dia hanya menanyakan kondisimu." sang ayah masih berusaha menahan putranya
"Kalau kau tidak mau,biar ayah yang memintakan izin pada pangeran ke empat." Wang Xuemin hanya menggelengkan kepala menanggapi ucapan sang ayah.
"Aku sudah sembuh ayah.Bila ayah dan ibu khawatir,maka aku akan pergi menggunakan kereta agar dapat beristirahat dan tidak banyak bergerak selama dalam perjalanan."
Ucapan Wang Xuemin tentu zaja membuat kedua orang tuanya tidak puas.Namun mereka merasa hal itu lebih baik daripada sang putra pergi dengan berkuda.
__ADS_1
"Biarkan Guan Yu yang menyiapkan semua kebutuhanmu,juga biarkan dia pergi bersamamu!Selama ini kau selalu pergi sendiri dan tak mau menggunakan pengawalannya."
Wang Xuemin tidak bisa menolak perintah sang ayah karena dia juga menyadari kondisinya kini belum pulih sepenuhnya.