
Yuwen dan Huang Zixin hanya menatapnya sekilas lalu mereka saling lirik.Entah apa yang dipikirkan kedua pria itu tentang wanita yang berada dihadapan mereka.
"Sepertinya dalam kepala kecilmu ini terdapat banyak hantu." suara Huang Zixin terdengar setelah beberapa saat mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Ayo pergi,kita sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan." ucap Shuwan sambil berbalik hendak keluar dari sel itu.
"Kunci kembali!" Huang Zixin pun keluar dari sel tersebut setelah memberi perintah pada pengawal setianya itu.
Yuwenpun menyusul sang pangeran setelah mengunci kembali sel tersebut lalu meninggalkannya.
Sedangkan pria yang dirantai tersebut sudah sadar namun tubuhnya tak bisa digerakan sama sekali karena masih berada dalam pengaruh racun pelumpuh otot dosis tinggi milik Shuwan.
Dia tak akan bisa melarikan diri dari tempat itu,kecuali ada seseorang yang membawanya keluar dari penjara bawah tanah tersebut.
Shuwan yang berjalan bersama suaminya masih menggenggam token anggota kelompok mawar hitam yang didapat dari tubuh pria bernama Chu Kong itu.
"A Zi,kenapa sel dibawah sana kosong semua?Dan hanya ada satu orang yang ditahan disana." Huang Zixin sedikit terkejut dengan panggilan baru dari istrinya itu.
Senyum tipis terukir saat mendengar panggilan itu.Itu adalah panggilan intim atau panggilan sayang.
"Itu karena aku tidak pernah memenjarakan musuh.Aku selalu menghabisi mereka ditempat." jawab pria itu santai.
"Lalu kenapa membuatnya?Bukankah percuma?" Shuwan merasa suaminya melakukan hal sia-sia,membuat sesuatu tapi tidak digunakan.
"Tapi dalam beberapa hari ini,tempat itu berguna bukan?" Huang Zixin menatap Shuwan saat mengatakan hal itu,dan Shuwan tidak memungkirinya.
"Kalau aku menyusup kedalam kelompok itu, pasti langsung ketahuan karena postur tubuhku berbeda dengan mereka.Tidak mungkin mengirim Minghao atau Jingmi."
Shuwan terus memikirkan siapa yang akan dikirim untuk menyusup kedalam kelompok mawar hitam,hingga dia tidak menyadari tatapan suaminya yang terus tertuju padanya.
"Siapa yang merasuki pikiran Wan'er saat ini." suara Huang Zixin membuyarkan lamunan Shuwan.
"Tidak ada." sanggah wanita itu cepat. "Aku hanya sedang memikirkan siapa yang akan aku utus untuk menyusup kedalam kelompok mawar hitam." Huang Zixin menaikan sebelah alisnya saat mendengar ucapan sang istri.
"Untuk apa mengirim penyusup kedalam kelompok itu?" tanya sang suami.
"Tentu saja mencari tahu siapa pemimpin atau pemilik kelompok itu.Lalu mencari tahu siapa yang memerintahkan mereka menyerang kediaman Li dan hampir membunuhku." jawab Shuwan dengan amarah yang tertahan.
Dia tidak akan lupa tentang kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu.Dia tidak akan melepaskan mereka satupun yang berniat mencelakainya dan keluarganya.
__ADS_1
"Ternyata wanitaku sangat pendendam." gumam Huang Zixin lalu merangkul istri kecilnya itu sambil berjalan menuju kamar pribadinya.
"Aku punya banyak orang untuk melakukan tugas itu.Ada Murong dan Luo Feng yang sangat ahli dalam bidang itu.Wan'er hanya perlu menyebutkan satu nama." Huang Zixin mengatakan hal itu dengan ringan.
"Awalnya aku akan pergi bersama Yu zi untuk menyelidiki hal ini.Tapi setelah menemukan token ini dan penawaran dari suamiku ini, sepertinya akan ada perubahan rencana."
"Pergi bersama Yu zi untuk menyelidiki?Kapan?" Huang Zixin tampak geram dan penasaran diwaktu bersamaan saat mendengar ucapan istrinya itu.
"Saat kau kembali ke barak di perbatasan." seketika Shuwan tertegun setelah menyadari apa yang barusaja dia ucapkan.
"Kenapa aku bisa keceplosan?" rutuk Shuwan dalam hati.
Perlahan Shuwan mengangkat pandangannya untuk melihat wajah pria dihadapannya.Benar saja,kemarahan tampak jelas diwajahnya.
Matanya menatap tajam dengan rahang yang mengeras. "Bagus.Rencana mu sangat bagus. Kau harus diberi hukuman karena merencanakan hal itu dibelakangku."
Melihat kemarahan suaminya,Shuwan langsung melarikan diri.Namun dia salah memilih tempat untuk melarikan diri.
Dia malah berlari ke kamarnya dan bersembunyi disana.Shuwan merebahkan tubuhnya ditempat tidur setelah mengunci pintu kamar dari dalam.
Wanita itu sangat yakin sang suami tidak akan bisa masuk ke kamar itu.Dia memejamkan mata dan menghela napas lega karena telah lolos dari kemarahan pria itu.
Shuwan langsung membuka matanya saat merasakan tubuhnya ditimpa sesuatu yang sangat berat dan hembusan hangat diwajahnya, yang ternyata berasal dari pria yang sekarang sedang menindih tubuhnya.
"Kau?Bagaimana bisa?" Shuwan melirik pintu kamar,masih tertutup rapat dan terkunci.Lalu bagaimana pria ini bisa masuk?Wajah Shuwan penuh tanda tanya menatap pria itu.
Huang Zixin sangat menikmati raut wajah wanitanya yang penuh keheranan.Pria itu malah menyeringai sambil membisikan kalimat yang membuat Shuwan bergidik, "Waktunya menghukum mu."
"Kau mau pergi menyusup ke tempat yang berbahaya bersama Yu zi?Kelinci coklat itu?Kau terlalu menganggap dirimu tinggi nona muda Li!" Huang Zixin terlihat masih menahan amarahnya.
"Kenapa aku bisa ceroboh dan keceplosan?Jadi repotkan." gerutu Shuwan dalam hati.
"Kelompok mawar hitam tidak sederhana seperti yang terlihat dipermukaan.Bahkan tim ku belum ada yang mengetahui dimana markas utama mereka."
Pria itu tak habis pikir dengan istri kecilnya itu. Dia berencana memasuki kandang harimau seorang diri?
"Aku akui kau memang sangat hebat dalam pertarungan,tapi aku tak menyangka nyalimu sangat besar untuk menyusup ke kelompok itu. Kau lupa kau hampir mati waktu puluhan anggota mereka mengepungmu?"
"A Zi,menyingkir dari tubuhku!Kau sangat berat." Shuwan berusaha menyingkirkan pria itu dari tubuhnya,namun pria itu tak bergeming seperti patung.
__ADS_1
"Jangan mengalihkan pembicaraan!" Huang Zixin menatap tajam pada wanita yang berada dibawah tubuhnya itu.
"Minggir dulu!" Shuwan masih berusaha menyingkirkan pria itu dari tubuhnya.
"Tapi tadi malam Wan'er tidak mengeluh apapun." ucap pria itu dengan senyum menggoda pada wanitanya itu.
"Apa kita harus melakukannya lagi agar Wan'er tidak merasakan berat saat tubuhku dalam posisi ini?" Shuwan tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan suaminya itu.
Sebelum dia bereaksi,pria itu telah menyambar bibirnya dan menyingkirkan pakaiannya dari tubuh mereka.
"Inikah hukuman yang dia maksud?" Shuwan menyerah karena dia tidak bisa menyingkirkan pria itu dari tubuhnya sekeras apapun dia berusaha.
Sementara Yuwen yang kehilangan jejak mereka, sedang kebingungan mencari kedua junjungannya itu.
"Kau melihat yang mulia?" Yuwen langsung bertanya saat seorang pelayan yang melintas tak jauh darinya.
"Tadi hamba melihat yang mulia pangeran dan putri memasuki kamarnya,tuan." pelayan itu memberitahu Yuwen sambil menunduk hormat.
"Baiklah.Kau boleh pergi!" Yuwen pun bergegas ke kamar sang pangeran.Tok tok "Yang mulia." Yuwen mengetuk pintu kamar sambil memanggil sang pemilik kamar.
Huang Zixin yang telah mengupas habis pakaian istrinya mengabaikan suara pengawal setianya itu yang terus mengetuk pintu dan memanggil dirinya.
Roket hampir diluncurkan,tidak mungkin dia membatalkan peluncuran,sementara tempat tujuan telah terpampang dihadapnnya.
Wajah Huang Zixin menggelap ketika ketukan pintu dan suara Yuwen kembali terdengar. "A Zi temuilah dia.Mungkin ada hal penting yang ingin dia bicarakan."
Shuwan membelai lembut rahang tegas sang suami yang telah mengeras karena amarah itu.
"Xiao Yuwen!Aku akan mengirim mu ke perbatasan saat ini juga!" Huang Zixin menggertakan giginya dengan kuat sambil bangkit lalu mengenakan pakaiannya kembali.
"Aku akan menjadikan mu kasim bila yang akan kau bicarakan tidak penting." Huang Zixin masih menggeram marah seraya berjalan menuju pintu kamarnya.
Sementara Yuwen yang berada dibalik pintu merasakan seluruh tubuhnya meremang dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
"Ada apa ini?" Yuwen tiba-tiba merasakan krisis dihatinya.
Sementara ditempat tidur,Shuwan tersenyum dan menghela napas lega.Akhirnya dia terbebas dari terkaman srigala itu.
Kegiatan tadi malam dan pagi masih meninggalkan rasa sakit.Sekarang pria itu akan menyerangnya kembali?
__ADS_1
Shuwan saat ini sangat berterimakasih pada Yuwen,walaupun dia tahu mungkin Yuwen akan menerima amukan dari si raja perang karena menggagalkan peluncurannya.