Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
PINDAH RUMAH


__ADS_3

"Yuwen,ke restoran!" "Baik yang mulia."


Kereta kuda pangeran ke empat menepi di halaman sebuah restoran yang dilengkapi dengan penginapan dilantai dua dan tiga bangunan tersebut.


Yuwen dan sang majikan turun dari tempat duduknya masing-masing.


Seorang pelayan menghampiri kedua pria itu,lalu mencarikan tempat duduk untuk mereka.


Setelah mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan memesan makanan,mereka duduk ditempat yang sudah disediakan.


Tiba-tiba Yuwen memanggil pelayan dan berbicara dengan suara yang bisa didengar oleh semua orang yang ada disana.


"Pelayan,tuan ku ingin makan ditempat khusus,apakah ada?" ucapnya setelah seorang pelayan menghampirinya.


"Ada tuan,dilantai atas.Mari saya antar." mereka bertiga pun pergi dari ruangan tersebut menuju tangga.


Namun mereka berdua bukan menaiki tangga ke lantai atas,tapi memasuki sebuah ruang kecil dan tampak seperti gudang.


Didalam sana mereka menuruni tangga yang menuju ruang bawah tanah.


Itu adalah tempat pertemuan mereka yang berlokasi dibawah bangunan restoran tersebut,yang merupakan usaha milik Huang Zixin.


Sepuluh orang perwira zie shen telah berkumpul disana.


Mereka langsung berdiri lalu memberi hormat pada sang pangeran yang merupakan pemimpin dan pemilik pasukan zie shen.


"Salam yang mulia pangeran." ucap mereka kompak. "Duduklah!" ucapnya datar.


Mereka pun duduk kembali.


"Murong,aku ingin tujuh orang tim elang menyusup ke istana para istri dan putra-putri kaisar.Cari tahu siapa yang ingin menyingkirkan aku dan ibu!" perintahnya pada pemimpin tim elang,Murong.


"Baik yang mulia.Besok sore mereka sudah berada di istana." jawab Murong tegas.


"Yao zi,cari tahu tentang racun pengikis organ dalam dan buat penawarnya." perintahnya pada pimpinan tim ular.


"Baik yang mulia." jawab Yao zi singkat.


"Besok aku dan Yuwen kembali ke barak.Tetap pantau dan jaga keamanan ibu kota!"


"Yang mulia,ada pesanan senjata dalam jumlah besar yang masuk ke toko kita.Tapi itu bukan dari kekaisaran,sekte,ataupun perguruan."


"Dan mereka menginginkan senjata yang sangat kuat,yang dibuat dari bahan terbaik." Mudan,ketua tim pedang melapor pada sang pangeran.

__ADS_1


"Buatkan saja!" ucap sang pangeran acuh.


"Tapi yang mulia,apa ini tidak berbahaya?Bagaimana kalau mereka...."


"Pemberontak?" tanya sang pangeran cepat sebelum Mudan menyesaikan ucapannya.


Mudan mengangguk mendengar ucapan sang pangeran. "Kalau begitu buatkan dari bahan tingkat dua! Bahan tingkat satu hanya untuk senjata pasukan zie shen."


"Ya yang mulia.Selama ini kita memang hanya menjual dari bahan tingkat dua.Itu adalah yang terbaik yang kita jual." jelas Mudan lagi.


"Ada lagi yang mencurigakan?" sang pangeran bertanya sambil mengedarkan pandangannya pada seluruh bawahannya yang berada diruangan itu.


"Tim elang di perbatasan barat mengatakan banyak orang dari luar memasuki wilayah kita. Mereka menjadi pekerja kasar dan kuli,yang mulia." Murong melaporkan hasil pengamatan tim nya.


"Lalu?" sang pangeran bertanya dengan singkat.


"Postur tubuh mereka tidak seperti pekerja kasar pada umumnya yang mulia."


"Mereka lebih terlihat seperti prajurit atau....petarung." tampak kecemasan di wajah Murong saat mengatakan hal itu.


"Awasi terus pergerakan mereka! Jalin hubungan baik dengan kekaisaran Zhao,terutama yang pro terhadap permaisuri dan putra mahkota."


"Kita harus mengantisipasi bila terjadi hal buruk dikemudian hari.Sepertinya seseorang sedang melakukan pergerakkan yang tidak baik." sang pangeran selalu menganalisis dengan cepat.


"Bila ada hal yang mencurigakan,segera hubungi aku!" perintah sang pangeran. "Baik yang mulia." jawab mereka kompak.


Tak lama setelah pemimpin mereka keluar,para perwira zie shen pun kembali ke tempat mereka masing-masing,melalui jalan rahasia yang tembus ke tengah hutan.


***


Di kediaman Li


Perbaikan kediaman Li masih berlangsung.Karena pekerjanya banyak,ditambah bantuan dari kaisar juga,membuat kediaman itu cepat selesai dibeberapa bagian.


Untuk paviliun masing-masing,sudah selesai dibangun dan bisa ditempati.Nyonya Li bahkan memaksa Shuwan agar segera pindah ke kediaman Li dan menetap disana.


Terpaksa Shuwan menuruti keinginan ibu angkatnya itu.


Shuwan dibantu Li Minghao,Li Jingmi,Wei,dan Wang Xuemin sedang berada dirumah yang dia sewa untuk mengemas barang-barang miliknya dan Wei untuk dibawa ke kediaman Li.


Pemilik rumahpun ada disana dan membantu mereka berkemas. "Nona,apakah rumah ini tidak nyaman,hingga anda hanya tinggal sebentar disini?" tanya si pemilik rumah dengan sedih.


"Tidak paman.Rumah ini sangat nyaman.Aku dan Wei juga sangat betah tinggal disini.Tapi ibu menyuruhku tinggal di kediamannya." jawab Shuwan jujur.

__ADS_1


Dia memang sangat betah tinggal dirumah itu, terutama halaman belakang yang menjadi tempat favoritnya untuk beraktifitas.


Olah raga,latihan berpedang atau beladiri, berkumpul,juga makan-makan bersama temannya,sering dia lakukan di halaman itu.


Apalagi dia juga bisa melakukan kegiatan lain disana,bercocok tanam misalnya.


Tiba-tiba dia ingat pada semua tanamannya.


"Paman,di halaman depan dan belakang aku menanam beberapa sayuran dan rempah yang bisa dijadikan bumbu.Rawatlah dengan baik! Setelah ada hasilnya,gunakanlah untuk paman dan keluarga."


"Baik nona,akan saya lakukan.Kemana saya harus mengirim hasilnya nanti?" tanya pria paruh baya itu.


"Tidak perlu paman.Gunakan saja untuk paman.Lagipula itu tidak banyak.Hanya kegiatan mengisi waktu luang,bukan bertani sungguhan."


jawab Shuwan sambil tersenyum.


Setelah barang-barangnya dikemas dan dimasukkan kedalam kereta,mereka langsung pamit pada pemilik rumah.


Hari sudah sore ketika mereka tiba di kediaman Li.Mereka langsung membawa pakaian dan perabotan milik Shuwan ke paviliun mawar,paviliun yang disiapkan khusus untuknya.


Shuwan sedang membereskan pakaiannya ke dalam lemari,sedangkan Wei membereskan perabotan di dapur yang ada di paviliun tersebut.


Gadis itu sengaja meminta dibuatkan dapur di paviliunnya agar tidak perlu keluar bila tengah malam merasa lapar.


Sementara ketiga tuan muda itu hanya duduk santai sambil mengobrol dan menikmati beberapa camilan yang disajikan oleh pelayan.


"Paviliun ini sangat nyaman dan indah.Tapi sayang,hanya hari ini aku berada disini." ucap Wang Xuemin dengan nada sedih.


Besok dia kembali ke barak militer yang ada di perbatasan utara,dan tidak tahu kapan kembali lagi ke ibu kota.


"Jangan sedih Xuemin.Setidaknya kau sudah merasakan tinggal di paviliun ini,meski hanya sebentar."


Li Minghao tahu,Wang Xuemin masih betah di ibu kota dan enggan kembali ke barak dalam waktu dekat.


"Setelah malam ini,aku tidak dapat berkumpul lagi dengan kalian dalam waktu yang lama." Wang Xuemin menarik nafasnya dengan kasar.


"Dulu kau tidak pernah seperti ini saat berpisah dengan kami." cibir Li Jingmi.


"Tentu saja.Aku sedih bukan karena berpisah dengan kalian,tapi dengan nona Shu." jawab Wang Xuemin sambil menatap gadis itu.Sementara si gadis tetap bersikap acuh.


"Dia sekarang nona Li,kau tahu.Bukan nona Shu lagi." Li Jingmi mengingatkan sahabatnya itu.


"Ah...aku tahu." Wang Xuemin tiba-tiba mendapat ide.

__ADS_1


"Nona muda Li,aku akan melamarmu pada keluarga Li,dan nanti malam kita bertunangan.Bagaimana?"


Shuwan,Li Minghao,Li Jingmi dan pelayan yang ada disana menatap Qang Xuemin dengan penuh tanda tanya.


__ADS_2