
Shuwan yang telah siap tempur dengan kedua senjatanya yang dia genggam erat,langsung membuat kuda-kuda lalu menerjang mereka.
Para penyusup itu memang tangguh,namun dia lebih tangguh dari mereka.Dia telah dilatih sejak kecil.Dia tidak boleh mengecewakan para pelatihnya.
Shuwan menebas ke tubuh para penyusup itu.Banyak dari mereka yang terkena tebasan langsung terkapar di tanah,namun tak sedikit pula yang berhasil menghindari serangannya.
Kedua tangannya terus bergerak mengayunkan pedang dan katana.Menyerang,menangkis serangan,bahkan sesekali dia menggunakan kakinya untuk menendang musuh.
Setengah dari penyusup sudah terkapar,setengahnya lagi banyak yang sudah terluka oleh kedua senjata yang dia pegang.
Hanya lima orang lagi yang masih tampak bugar.
Mereka berlima menyerang Shuwan secara bersamaan untuk melumpuhkan gadis itu.Karena gadis itu,pekerjaan mereka yang seharusnya selesai malah tertunda.
"Cepat selesaikan gadis itu lalu bakar tempat ini!" salah satu dari kelima orang itu memberikan perintah.Mungkin dia pemimpin kelompok itu.
"Hiya..." trang trang trang.Suara pedang beradu terus terdengar tanpa henti.
Srak srak.Pedang Shuwan menebas leher dua orang sekaligus ketika dia mengayunkannya dengan sangat cepat.
"Dua.Tinggal tiga orang lagi.Ini harus segera diselesaikan." batin Shuwan menghitung jumlah musuh yang masih tersisa.
"Hiya!" Shuwan menyerang pria yang tadi memerintahkan mereka untuk membunuhnya.
Trang.Pria itu dengan cepat menangkis pedang Shuwan yang diarahkan ke lehernya.
Shuwan memang selalu menyerang musuh pada titik vitalnya,hal itu dilakukan agar mereka cepat selesai.
Secepat kilat gadis itu mengubah targetnya. Jleb. Dia menusukkan pedangnya pada tubuh pria yang berada disampingnya.
"Tiga". Syut syut,Shuwan melemparkan dua buah jarum beracun pada satu sasaran.Bruk.Satu orang lagi tumbang dalam hitungan detik.
"Hanya tersisa kau,bedebah!" Shuwan menyeringai menatap pria yang sudah kehilangan seluruh pasukannya itu.
Tanpa membuang waktu,kedua manusia berbeda gender itu langsung saling menyerang.
Trang trang duak.Shuwan berhasil mendaratkan tendangannya pada perut pria tersebut hingga membuatnya mundur beberapa langkah.
Saat Shuwan menyerang kembali,pria itu menangkis pedangnya lalu menendang perut gadis itu hingga terjajar ke belakang.
Tanpa membuang waktu,pria itu kembali menggerakkan tangannya untuk menusuk perut gadis itu namun berhasil ditepis.
Shuwan memutar tubuhnya hingga berada dibelakang tubuh musuhnya,lalu menebaskan katananya pada punggung pria tersebut.
__ADS_1
Sreeet.Suara daging terkoyak terdengar dengan jelas,yang menandakan kuatnya serangan yang Shuwan layangkan.
Gadis itu tersenyum melihat katana nya berhasil melukai musuh.Itu artinya pertarungan tak lama lagi akan berakhir.
Merasakan ada yang tak beres dengan tubuhnya,si pria mengekuarkan sesuatu dari saku pakaiannya.Dia menembakkan benda tersebut ke udara.
Shuwan yang melihatnya langsung berlari dan menebas tangan si pria hingga terpisah dari badannya.
Shuwan kemudian menebas leher pria tersebut hingga kepalanya menggelinding ke tanah,lalu tubuhnya ambruk.
Tapi sayang,benda yang dia tembakan ke udara tadi telah meledak di udara dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
"Shu,cepat pergi!Dia memanggil anggota kelompoknya yang lain." Li Minghao yang sejak tadi melindungi ayahnya datang menghampiri.
"Sial! Sepertinya aku takkan sanggup menghadapi mereka bila yang datang dalam jumlah banyak." gumam Shuwan pelan.
"Yu zi,buat ayah dan Minghao tak sadarkan diri lalu bawa mereka ke ruang dimensi.Rawat dan obati luka mereka! Aku lebih leluasa bergerak saat sendiri." Shuwan memberi perintah pada Yu zi yang sekarang entah berada dimana.
Namun gadis itu sangat yakin kelinci coklat itu dapat mendengar suaranya.
Tak lama Yu zi datang dan membuat kedua pria berbeda usia itu tak sadarkan diri,lalu membawa mereka masuk ke ruang dimensi.
Shuwan sendiri berlari menuju kandang kuda lalu melepaskan satu kuda untuk dia tunggangi.Dia harus segera pergi dari tempat itu sebelum kelompok yang dipanggil oleh pria tadi melalui kembang api itu datang.
"Sial! Kenapa mereka cepat sekali datang." Shuwan memacu kudanya ke sembarang arah agar bisa melarikan diri dari kelompok yang mengejarnya itu.
Saat ini dia seorang diri,jadi bisa leluasa bergerak tanpa hambatan.
Orang-orang itu masih mengejarnya tanpa lelah.Ada beberapa dari mereka yang menunggangi kuda juga,jadi ada kemungkinan mereka menangkap gadis itu.
Seseorang membidikkan anak panah pada kuda yang ditunggangi Shuwan hingga kuda itu meringkik lalu tersungkur.
Shuwan yang ikut terjatuh segera bangkit dan hendak lari,namun orang-orang berpakaian serba hitam dalam jumlah banyak telah mengepungnya.
Gadis itu kembali bersiap dengan dua senjata yang sudah berada ditangannya. "Oh Tuhan, tubuhku ini sudah sangat lelah.Semoga malam ini aku tidak mati ditangan mereka."
Shuwan mengeratkan genggamannya pada kedua gagang senjata yang dia genggam.
"Hiya!" Shuwan menerjang orang-orang yang mengepungnya dan menebaskan senjatanya pada tubuh mereka.
Trang trang trang.Suara senjata yang beradu terus menerus memekakan telinga
Hingga suara bising itu terdengar oleh telinga seseorang yang berada dalam kereta kuda.Pendengarannya memang sangat tajam.
__ADS_1
"Yang mulia,sepertinya di depan ada pertarungan,tak jauh dari sini." ucap si kusir kereta yang juga pengawal setianya.
"Teruskan!" perintah si majikan yang berada didalam kereta dengan singkat.
Si kusir mematuhi perintah tuannya dan memacu kuda agar berjalan kembali.
Semakin berjalan maju, suara pertarungan itu semakin jelas terdengar.Itu artinya jarak pertarungan itu semakin dekat dengan mereka.
Pria yang menjadi kusir dapat melihat dengan jelas pertarungan itu.Seorang gadis tengah dikepung oleh banyak orang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah dan kepala.
****
Tenaganya yang telah terkuras sejak di kediaman Li membuat tubuh gadis itu melemah,hingga dia mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan.
Wajah cantiknya telah dihiasi beberapa lebam,sudut bibirnya bahkan mengeluarkan darah.
Beberapa senjata bahkan berhasil menggores beberapa bagian tububnya.
Trang trang duak.Salah satu dari para pengepung itu berhasil menedang dada Shuwan dan membuatnya terjatuh sambil memuntahkan seteguk darah segar.
Merasakan beberapa lukanya berdenyut dan pandangannya memburam,gadis itu tahu dia terkena racun.
Dalam posisi duduk setelah terjatuh tadi,Shuwan mengambil pil penawar segala jenis racun dari ruang dimensi dan meminumnya dengan cepat.
Orang-orang berpakaian serba hitam itu kembali melancarkan serangannya pada gadis yang masih dalam posisi duduk di tanah itu.
Dengan cepat Shuwan menangkis pedang-pedang yang mengarah padanya,menggunakan pedang miliknya.
Dia bangkit lalu menyerang kembali pada para penyusup itu.
Tubuh mereka berguguran satu demi satu.Namun bukannya berkurang,jumlah mereka malah terus bertambah karena rekannya terus berdatangan.
Shuwan telah berada diambang kekalahan.Ingin rasanya dia melarikan diri ke ruang dimensi,namun dia mengingat ucapan Yu zi untuk tidak mengekspos keberadaannya.
Janagan sampai orang lain mengetahui tentang dia yang memiliki ruang dimensi tersebut.
Gadis itu sudah tak berdaya.Tubuhnya benad-benar lelah setelah membunuh puluhan orang penyusup yang menyerangnya terus menerus.
Dia terjatuh karena tendangan salah satu penyusup itu.
Dia menancapkan pedangnya ke tanah untuk dia bertumpu.Dia bahkan kesulitan untuk bangkit.
Ekor matanya melihat seseorang mengarahkan pedang ke arah lehernya,namun dia sudah tak sanggup untuk menangkisnya.Bahkan untuk menghindar pun mungkin dia tak kan mampu.
__ADS_1
Apa yang terjadi selajutnya ya?apakah Shuwan bisa selamat? Tunggu next part nya!!!