Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
KE PELELANGAN


__ADS_3

Pagi harinya Huang Zixin membuka matanya dan melihat sekeliling kamar.Tidak ada siapa-siapa di kamar itu selain dirinya."Apakah itu hanya mimpi..?" gumamnya pelan.Dia sangat yakin tadi malam dia terjaga dan melihat gadis itu tidur di kamarnya,tapi sekarang tidak ada siapapun


Yuwen mengetuk pintu kamar,kemudian dia masuk setelah pemilik kamar menyuruhnya masuk. "Yang mulia bagaimana keadaan anda..?" Yuwen membawakan sarapan untuk sang pangeran yang sudah disiapkan oleh koki istana itu. "Ini sarapan anda" Yuwen menyimpan sarapan itu dimeja


Huang Zixin ingin sekali menanyakan tentang gadis yang dia lihat tadi malam,namun harga dirinya yang sangat tinggi mencegahnya melakukan hal itu.


"Apa yang terjadi denganku Yuwen..?"


"Anda terluka sangat bertarung dengan..."


"Aku tahu itu.." belum sempat Yuwen menyelesaikan ucapannya,sang pangeran langsung memotongnya dengan cepat


"Lalu kenapa anda bertanya..?" tapi pertanyaan itu hanya tertahan di tenggorokannya tanpa mampu dia utarakan.entah apa yang akan terjadi bila pertanyaan itu dia ucapkan


"Teruskan..!!" perintahnya singkat


"Pria kaku ini benar-benar menyebalkan.." rutuk Yuwen dalam hati.


"Senjata gadis itu mengandung racun yang sangat mematikan,tabib istana ini tidak mengetahui jenis racun dan penawarnya.Jadi saya membawanya kesini untuk mengobati yang mulia.." jelas Yuwen panjang lebar


"Jadi yang aku lihat tadi malam memang dia.." gumam Huang Zixin dalam hati


"Lalu. ..?" sangat irit bicara


"Dia memberikan penawarnya,dan racunnya keluar bersama dengan darah hitam,tapi anehnya yang mulia tetap tak sadarkan diri,malah semakin parah.Saat nona Shu memeriksa,dia bilang dalam tubuh anda ada racun yang mematikan yang mengikis organ dalam yang sangat penting,seperti jantung,hati dan paru-paru,namun bekerja sangat lambat.dia bilang mungkin yang mulia menekannya.Dia bilang racun itu sudah ada sejak lama." Yuwen bicara dengan suara yang sangat pelan


"Lalu dia mengeluarkan racunnya dengan cara akupunktur.Dia bilang racunnya belum keluar semua karena punggungnya yang terluka terasa sakit saat duduk terlalu lama.Jadi dia memberikan beberapa pil untuk mendetoks racun itu." Yuwen mengambil botol kecil yang berisi beberapa pil dari dalam laci dan menyerahkannya pada sang pangeran


"Lalu dimana gadis itu..?" akhirnya meluncur juga pertanyaan itu dari mulutnya


"Dia sudah pulang saat menjelang pagi tadi.hamba sendiri yang mengantarnya.."


"Pangeran,bagaimana racun itu bisa masuk ke tubuh anda..?Anda menghabiskan waktu di barak militer di perbatasan.Apa mungkin koki disana..?" Yuwen menduga-duga


"Entahlah.." dia menjawab singkat sambil menggelengkan kepalanya,tapi pikirannya terus memikirkan hal ini


"Kau harus menyelidiki hal ini.Siapapun yang melakukan ini harus disingkirkan." perintahnya pada sang pengawal..mode devil on


***


"Nona...apa yang terjadi..?Anda tidak apa-apa..?"

__ADS_1


Wei bahagia melihat nonanya telah kembali.Sepanjang malam dia tak bisa tidur karena mengkhawatirkan gadis itu..dia takut nona nya dihukum oleh pangeran ke empat yang terkenal kejam itu


"Aku baik-baik saja Wei.Kau tidur disini sendirian..?tidak ikut ke kediaman Li..?" tanya Shuwan penasaran


"Ikut,tapi tadi minta diantar pulang pada penjaga disana.aku sudah menyiapkan sarapan untuk nona.."


"Ayo masuk..aku sangat lapar" Shuwan menarik tangan Wei membawanya ke dalam rumah


"Nona,bagaimana luka anda,apakah harus diobati lagi..?" Wei sangat mengkhawatirkan gadis itu "Tidak perlu,hanya harus menunggunya sampai kering..ayo kita sarapan..kau membuat apa untuk sarapan..??"


"Saya membuat bubur ayam kesukaan anda nona.." mereka berdua pun sarapan bersama


Siang hari Li Minghao,Li Jingmi dan Wang Xuemin mengunjungi kediaman Shuwan.Mereka sangat mengkhawatirkan gadis itu setelah tadi malam dibawa paksa oleh jendral Yuwen ke istana pangeran ke empat.


"Nona Shu..kau baik-baik saja..?" Xuemin tak bisa menahan diri saat gadis pujaannya telah terlihat di delan matanya. "Ya..aku baik.." Shuwan membawa mereka ke halaman belakang yang menjadi tempat favorit mereka saat berada disana


"Masih berminat pergi ke pelelangan..?" Xuemin membuka suara..


"Memang masih bisa..?bukankah pelelangannya kemarin..?" Shuwan balik bertanya


"Pelelangannya diadakan dua hari,kemarin dan hari ini.kita bisa pergi nanti sore kalau kau masih berminat." mereka semua mengangguk tanda setuju


"Baiklah..nanti sore kita pergi.."


***


Tiba di pelelangan mereka langsung menunjukkan token identitas masing-masing,sedangkan untuk Shuwan dan Wei yang belum memiliki identitas resmi,Li Minghao mengatakn kedua gadis itu bersamanya


Pelayan pelelangan menuntun mereka ke ruang VIP yang berada di lantai dua,yang khusus diperuntukkan bagi keluarga kerajaan dan keluarga bangsawan


Mereka memasuki ruang VIP yang memiliki kaca satu arah dibagian depan untuk melihat ke tempat lelang yang berada di lantai bawah.Sedangkan orang yang berada di luar/lantai bawah tidak bisa melihat ke dalam ruangan.Hanya ada nomor ruangan yang terlihat untuk membedakan tiap ruangannya


Saat mereka memasuki ruangan no tiga,seseorang memperhatikannya dengan intens. "Gadis itu ada disini..??Xuemin...?apa hubungan mereka..?" lalu orang tersebut memasuki ruangan nomor tujuh


Pelayan datang menyajikan beberapa minuman dan camilan,setelah itu keluar lagi.Shuwan mencicipi beberapa hidangan yang mengundang rasa penasarannya.


Seorang pembawa acara memulai acara pelelangan.Dia mengenalkan beberapa barang dengan harga awal yang tak terlalu tinggi


"Kau tidak menginginkan sesuatu..?" Li Minghao bertanya pada Shuwan.."Belum ada yang menarik.." jawab gadis itu acuh


"Aku dengar akan ada senjata peninggalan zaman kultivator ratusan tahun lalu yang akan dilelang.Mungkin saja itu memiliki kekuatan luar biasa.." Xuemin berbicara dengan semangat.

__ADS_1


"Kau menginginkannya..?" kali ini Li Jingmi yang bertanya. "Kalau aku tertarik,aku akan ikut bertarung harga.." jawab Xuemin sambil tersenyum.Sepertinya dia sangat menginginkan senjata itu.


Setelah menampilkan banyak barang yang dilelang,pembawa acara menampilkan sebuah pedang yang tampa.....rusak??


"Ini adalah pedang peninggalan zaman kultivator ratusan atau mungkin ribuan tahun lalu,yang ditemukan di sebuah goa bawah tanah.Namun pedang ini tampak memiliki banyak retakan dan berkarat.harga dimulai dengan seratus ribu koin perak.." si pembawa acara menjelaskan kondisi pedang tersebut


Shuwan,Li Jingmi,dan Li Minghao menatap Wang Xuemin bersamaan,tatapan mereka seolah berkata "Benda itu yang kau inginkan..?"


orang yang ditatap hanya tersenyum kaku sambil menggaruk kepala belakangnya "ternyata senjata yang sudah rusak.."


"Tuan..cepat ambil pedang itu..!" suara Yu zi dari dalam ruang dimensi terdengar bersemangat.


"Itu pedang rusak..katana ku lebih bagus.." jawab Shuwan dalam hati


Tapi setelah diperhatikan dengan teliti,pedang itu memang terlihat istimewa.."Pedang itu...sepertinya...?" "Cepat ambil pedang itu,sebelum diambil orang.." Yu zi mendesaknya dengan tidak sabaran


"Pedang itu bukan untukku,tapi untukmu.masalah rusak kau tenang saja,aku bisa memperbaikinya di ruang dimensi.itu bukan pedang biasa." Yu zi semakin bersemangat


"Kau tidak ikut bertarung harga..?" Shuwan menatap ke arah Wang Xeumin..bukankah pria itu mengajak mereka kesini karena menginginkan senjata peninggalan zaman kultivator..?kenapa sekarang dia diam saja saat senjata itu ditampilkan..?


"Tidak..tadi dikatakan pedang itu sudah berkarat dan memiliki banyak retakan.Aku tidak mau membeli barang yang sudah rusak.." jawab Xuemin santai.


"Aku akan menunggu benda lain saja.." lanjutnya lagi


"Kau yakin tidak ingin mengambilnya,tian muda Wang..?" tanya Shuwan sekali lagi.Yang ditanya hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Jangan menyesal jika kau melihatku menggunakan pedang itu.." gadis itu tersenyum mengejek ke arah Wang Xuimin


Walaupun tampak rusak,namun pedang itu tetap banyak peminatnya.Entah untuk digunakan atau hanya sekedar untuk dipamerkan.mungkin mereka merasa bangga bila bisa memiliki senjata peninggalan zaman kultivator yang sangat luar biasa itu


Harga tawar sudah mencapai 1.000.000 koin perak. "1.200.000" tiba-tiba Shuwan memasang harga yang membuat ketiga temannya terkejut dan memandangnya bersamaan


"Dia menginginkan pedang itu..?untuk apa..?"


Huang Zixin yang berada di ruang nomor 7 mengangkat sebelah alisnya saat mendengar Shuwan memasang harga


"1.250.000" "1.300.000" "1.350.000" beberapa orang masih berlomba mendapatkan pedang itu dengan mengajukan harga lebih tinggi dari yang diajukan orang sebelumnya


"2.000.000" Shuwan memasang harga fantastis dan membuat semua orang terdiam. "2.000.000 untuk pedang yang sudah rusak adalah harga yang terlalu tinggi." pikir orang-orang itu


"2.000.000....apakah tidak ada tawaran lagi..?" pembawa acara melihat ke orang-orang yang berada diruangan itu.

__ADS_1


" 2.000.000 satu kali" ...."2.000.000 dua kali." "2.000.000 tiga kali.." "karena tidak ada lagi yang menawar,maka pedang ini didapatkan oleh pengunjung di ruang nomor tiga.pelayan akan mengantarkannya ke ruangan anda.." pembawa acara memberitahu hasilnya


Tak lama seorang pelayan memasuki ruangan yang didiami rombongan Shuwan membawakan pedang tadi,Shuwan memberikan kantong berisi koin sesuai harga yang telah disepakati


__ADS_2