
Pangeran kedua terus-menerus memuntahkan darah hingga wajahnya memucat.
Tabib yang baru datang langsung memeriksa pangeran kedua,dan berusaha mengobatinya. Namun semua usaha tabib tak membuahkan hasil.
Pangeran kedua masih memuntahkan darah dan ada gejala lain dalam tubuhnya.Pria itu merasakan sakit diseluruh organ dalamnya.
Tubuh dan wajahnya memucat dan basah oleh keringat.Terlihat jelas diwajahnya bahwa pria itu sangat kesakitan,namun tak ada yang bisa menolongnya.
Hingga beberapa tarikan napas kemudian pria itu terkulai lemah dan tak bergerak lagi.Tabib yang berada dihadapannya langsung memeriksa kondisi sang pangeran.
Tabib yang tak dapat merasakan denyut nadi di pergelangan tangan pangeran kedua langsung berpindah memeriksa detak jantungnya,namun hasilnya sama,tak ada detak di jantung sang pangeran.
"Maaf selir Yun,yang mulia pangeran kedua telah meninggal." setelah melakukan pemeriksaan berulang,tabib memberitahukan kondisi sang pangeran pada selir yang selalu menemani sang pangeran ketika dia sakit.
"Yang mulia,bangun!" selir Yun mengguncang- guncang tubuh pangeran kedua,namun tubuh itu tak bereaksi sama sekali yang membuat selir Yun semakin histeris.
Seorang penjaga berlari ke paviliun naga tempat tinggal kaisar untuk memberikan kabar kematian pangeran kedua.
Satu penjaga lagi berlari ke paviliun milik selir Jia Li,ibunda dari pangeran kedua.
Seketika istana kekaisaran digemparkan oleh kabar kematian pangeran kedua.
Kaisar,permaisuri serta ketiga selirnya langsung mendatangi paviliun pangeran kedua.Selir Jia Li langung berlari mendekat dan memeluk tubuh putranya yang sudah tak bernyawa.
Keenam orang selir sang pangeran pun telah berkumpul di tempat pribadi sang pangeran.
Suasana istana kekaisaran telah berganti dengan serba putih,menandakan bahwa tempat tersebut sedang berkabung.
****
Di istana pangeran keempat
Pemilik istana itu masih bergelung didalam selimut,berpelukan dengan sangat erat bersama sang istri.
Tadi malam mereka berjalan-jalan menempuh jarak yang lumayan jauh ke istana pangeran kedua.Ditambah mereka juga pergi dengan berkuda, pastilah membuat mereka kelelahan.
Apalagi setelah kembali ke istana,sang pangeran sama sekali tak melepaskan istri kecilnya untuk bertempur ditempat tidur.
Jadilah mereka bangun kesiangan,ditambah mereka baru tidur menjelang pagi tadi.
Yuwen yang ingin menyampaikan kabar kematian pangeran kedua pada majikannya,hanya berdiri dengan gelisah didepan pintu kamar sang pangeran.
Mau mengetuk pintu,dia masih ingat ekspresi sang pangeran ketika sore kemarin dia mengetuk pintu,sang pangeran langsung mengatakan akan mengirimnya ke barak di perbatasan saat itu juga atau menjadikannya kasim.
__ADS_1
Tidak diketuk pintunya,dia harus segera menyampaikan kabar penting itu.Jika menunggu pangeran keluar dari kamar dengan sendirinya,itu pasti masih sangat lama.
Yuwen tahu betul,setelah menikah pola tidur sang pangeran berubah drastis.Dia yang biasanya tidur menjelang tengah malam, sekarang sering masuk kamar lebih awal.
Bangun tidurpun demikian.Dia yang biasanya bangun sangat pagi,lalu berlatih pedang atau beladiri,kini selalu bangun dan keluar kamar lebih siang.
Yuwen selalu bertanya-tanya dalam hatinya,apakah memiliki istri atau pasangan dapat merubah seseorang?
Yuwen masih berdiri didepan pintu kamar Huang Zixin,dan belum memiliki keberanian untuk mengetuknya.
Akhirnya Yuwen memutuskan untuk menunggu sang pangeran keluar dari kamar dengan sendirinya.
Waktu pembakaran satu batang dupa telah berlalu,namun pangeran ke empat belum juga menunjukan batang hidungnya.
Yuwen yang telah bosan menunggu,akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu kamar sang pangeran.
Tok tok tok "Yang mulia." namun tidak ada jawaban.Tok tok tok "Yang mulia." Yuwen mengulangi panggilannya.
Huang Zixin mengerang karena suara Yuwen mengganggunya.
"Xiao Yuwen,apa kau sudah bosan tinggal di ibu kota?" Huang Zixin menyibak selimutnya lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan hendak membuka pintu.
Shuwan yang melihat hal itu membelalakan matanya, "A Zi apa yang kamu lakukan?" Shuwan melemparkan jubah tidur pada suaminya.
"Mana ada?Dasar mesum!Memangnya kamu mau menemui Yuwen dalam keadaan seperti itu?" shuwan memalingkan wajah,tak ingin melihat tubuh suaminya yang masih polos itu.
Setelah mengenakan jubah tidur dengan rapi, Huang Zixin membuka pingu kamar dengan kesal.
"Xiao Yuwen...aku sumpahi kau segera mendapatkan istri agar tak selalu menggangguku!" geramnya saat melihat Yuwen berdiri didepan pintu kamarnya.
"Yang mulia,ada kabar duka dari istana kekaisaran. Pangeran kedua telah meninggal." Yuwen membungkuk lalu memberitahukan hal yang seharusnya diberitahukan sejak tadi.
"Oh begitu.Tunggulah sebentar! Aku dan Wan'er akan bersiap dulu." Ada senyum tertahan dibibir pria itu saat mendengar laporan pengawal setianya itu.
Sang pangeran kembali ke kamar dan menyampaikan kabar gembira itu pada sang istri. "Ayo bersiap! Kita harus segera pergi ke istana kekaisaran untuk berkabung."
Shuwan menaikan sebelah alisnya dan tersenyum dengan lembut. "Apakah dia sudah mati?"
"Ya,Yuwen baru saja memberitahu.Kita akan ke istana setelah membersihkan diri.Wan'er tidak keberatan kalau kita sarapan di kereta?"
"Ya tak masalah." jawab sang istri cepat.
Wanita itupun bergegas ke ruang pemandian. Namun dia menghentikan langkah ketika melihat suaminya mengikuti.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanyanya sambil memicingkan mata. "Membersihkan diri." jawab pria itu acuh. "Tapi aku juga mau membersihkan diri.Aku duluan."
Shuwan berlari ke ruang pemandian dan langsung mengunci pintunya sebelum suaminya menyusul masuk.
"Wan'er buka pintunya! Kita mandi bersama saja supaya cepat." pria itu menggedor pintu sambil mengungkapkan idenya pada sang istri.
"Mana ada mandi bersamamu akan cepat selesai?Yang ada malah semakin lama karena kau tak membiarkanku mandi." Shuwan menggerutu mendengar ucapan suaminya.
Dia langsung membersihkan tubuhnya dengan cepat karena suaminya sedang menunggu. Apalagi perjalanan ke istana akan mennggunakan kereta.
Maka waktu diperjalanan semakin lama dan mereka akan tiba di istana kekaisaran semakin siang.
Setelah keduanya selesai bersiap,mereka keluar dari istana lalu menaiki kereta yang telah disiapkan oleh Yuwen.
Wei telah menyiapkan makanan untuk sang nyonya dan suaminya,dan telah dimasukan ke dalam kereta.
"Kau tak perlu ikut Wei,tinggalah di istana!" Shuwan mencegah pelayannya ikut ketika melihat Wei berada didekat kereta.
"Baik putri." setelah selesai,Yuwen langsung melajukan kereta menuju istana kekaisaran.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam,kereta pangeran ke empat memasuki gerbang istana kekaisaran.
Istana kekaisaran telah dihiasi kain putih saat keduanya berjalan ke aula.Mereka berdua serta seluruh penghuni istana memakai hanfu putih sebagai lambang duka.
Jenasah pangeran kedua telah dimasukan kedalam peti dan akan dikuburkan ditempat khusus keluarga kerajaan.
Papan namanya pun telah disiapkan dan akan segera diletakan di aula leluhur.
Huang Zixin dan Shuwan menghampiri kaisar dan selir Jia Li yang tampak masih mengeluarkan air mata.Seorang ibu pasti merasakan kesedihan yang teramat dalam ketika berpisah dengan putra tercintanya.
"Yang mulia kaisar,awalnya aku dan Yuwen akan kembali ke barak besok.Apakah perlu ditunda atau dibatalkan?"
"Pergilah!Kalian sudah lama meninggalkan barak. Apakah jendral muda Wang sudah pulih?" kaisar bertanya pada putra keempatnya itu.
"Kondisi jendral muda Wang belum dipastikan, mungkin saat perjalanan pulang nanti kami akan singgah ke kediaman Wang untuk melihat kondisinya." kaisar hanya mengangguk mendengar ucapan putra keempatnya itu.
Setelah upacara pemakaman pangeran kedua selesai,para pelayat yang terdiri dari para pejabat, petinggi istana,keluarga bangsawan dan pejabat daerah langsung kembali ke tempat masing-masing.
Begitupun dengan Huang Zixin dan istrinya. Mereka berdua menghampiri kaisar untuk berpamitan.
Setelah berpamitan pada kaisar,Huang Zixin dan istrinya menghampiri selir Xuangqi untuk berpamitan.Dia juga sekalian berpamitan pada sang ibunda karena besok akan kembali ke barak.
Saat Huang Zixin dan Shuwan keluar dari pintu istana dan hendak berjalan ke kereta mereka, mereka melihat sebuah kereta kuda mewah yang tampak asing memasuki halaman istana kekaisaran.
__ADS_1