Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
BERTEMU PERAMPOK LAGI


__ADS_3

Pria yang sejak tadi berbicara itu hendak menarik tangan Shuwan.Namun,belum sempat tangannya menyentuh tangan gadis itu,sebuah belati telah mengggores tangannya


Sreet. "Kurang ajar! Berani kau melukai ku j*l*ng kecil!" pria itu berteriak saat merasakan perih ditangannya.


"Bukankah tadi kau ingin bermain denganku?" Shuwan menyeringai.Pria itu langsung menerjang ke arah Shuwan sembari menghunuskan pedangnya.


Trang trang sreet,Shuwan menggores punggung pria itu saat dia menghindari serangannya dan berputar ke belakang tubuh pria tersebut.


Bruk.Pria itu langsung ambruk.Racun yang masuk melalui luka ditangannya yang membuat pria itu ambruk dalam waktu singkat


Melihat satu temannya tumbang,pria-pria yang lain menyerang gadis itu secara serempak.Trang trang trang,suara besi beradu terdengar terus menerus


Shuwan sudah mengganti belatinya dengan katana kesayangannya.Dia semakin bersemangat melihat pria-pria itu mengepungnya,hitung-hitung peregangan otot.


Trang trang duak.Gadis itu menendang pria yang ada dihadapannya hingga terjungkal ke belakang.


Srak srak.Katana kesayangannya terus saja menelan korban.Pria-pria itu telah tergeletak dengan luka-luka ditubuhnya.


"Tidak seru,kalian hanya bisa bertahan sebentar padahal tadi kalian yang semangat sekali mengajakku bermain.Sepertinya aku harus menghilangkan racun disenjataku agar bisa bermain lebih lama." ucap gadis itu tanpa beban


Tak lama muncul dua orang pria berbadan besar.Ternyata tak jauh dari tempat Shuwan bertarung,ada bangunan sederhana yang digunakan sebagai markas oleh para perampok di hutan itu


Tanpa dia sadari,gadis itu telah masuk ke kandang harimau.Para perampok itu selalu merampok orang-orang yang melewati hutan itu.Karena hutan itu berada di jalur yang harus dilewati bila ingin pergi ke kota lain.


Para pedagang,bangsawan atau siapapun yang melewati hutan itu akan menjadi sasaran mereka.Tak jarang mereka juga merampok warga yang bermukim di desa dan di kota.


"Gadis kecil,apa yang kau lakukan?" pria berbadan besar itu terkejut melihat para bawahannya telah tergeletak tak bernyawa dengan beberapa luka di tubuh mereka.


"Aku hanya bermain dengan mereka." jawab gadis itu polos sambil mengerjapkan mata,sementara ditangannya,katana yang dia pegang telah berubah warna menjadi merah oleh darah yang masih menetes.


Kalau begitu bermainlah dengan kami! Ketua pasti senang bila kau mau bermain dengannya." ucap salah satu pria berbadan besar itu.


"Ayo ikut!" pria itu berusaha meraih tangan Shuwan,namun gadis itu malah memukul tangannya.


"Kurang ajar!" pria itu menggeram marah.Sementara satu temannya meniup sesuatu yang berbunyi nyaring.Tak butuh waktu lama,banyak pria berdatangan ke tempat mereka berada.


"Cepat tangkap gadis itu! Hati-hati terhadap pedang anehnya itu,sepertinya beracun." ucap si pria besar sambil melirik para bawahannya yang telah mati."Dia sudah membunuh orang-orang kita." lanjut pria tersebut.


"Hia!" beberapa pria menyerang gadis itu.Tentu saja sebisa mungkin mereka menghindari tebasan senjata gadis itu.

__ADS_1


Trang trang trang.Suara besi yang terus menerus beradu seolah menjadi musik pengiring dalam pertarungan mereka.


Dua orang pria yang sedang berkuda mendengar suara keributan yang sepertinya terjadi tak jauh dari tempat mereka berada.


"Yang mulia,sepertinya ada yang sedang bertarung." ucap salah satu dari kedua pria itu,sedangkan pria yang dia ajak bicara hanya menganggukkan kepalanya.


Ayo kita lihat!" lanjut pria tadi.Mereka tak lain adalah Huang Zixin yang tadi berebut rusa dengan Shuwan,dan pengawal setianya Yuwen.


Mereka mengikat kuda pada pohon lalu memanjat pohon tersebut.Dari atas pohon mereka dapat melihat dengan jelas pertarungan itu.


Seorang gadis tengah dikepung oleh beberapa pria yang dua diantaranya berbadan besar dan terlihat sangar.Sepertinya kedua pria itu pemimpin dari mereka.


"Gadis itu?" Yuwen terkejut saat melihat wajah gadis yang sedang dikepung itu."Bagaimana bisa dia dikepung oleh banyak pria?" tanya Yuwen dalam hati.


Saat dia hendak turun,suara dingin Huang Zixin menghentikannya. "Mau kemana?" tanyanya tanpa menoleh pada Yuwen.Matanya masih fokus pada pertarungan di bawah sana.


"Membantu gadis itu,yang mulia."


"Tanpa izin dariku?" tanya pria itu dingin.


"Tapi yang mulia,dia bisa.." Yuwen tak melanjutkan ucapannya saat dia melihat pria dingin itu menatapnya dengan tajam.Nyalinya ciut seketika.


Entah mengapa Yuwen sangat mengkhawatirkan gadis itu,yang sedang bertarung dengan jumlah yang sangat tak seimbang.


Sementara itu,pertarungan Shuwan dengan para perampok itu masih terjadi.Dia sempat mendapat pukulan dan sabetan senjata yang melukai kulit mulusnya


Yuwen membelalakan mata saat melihat ke tempat pertarungan.Para pria yang tadi mengepung Shuwan sudah tergeletak dan hanya tersisa dua pria bertubuh besar.


Mereka sedang bertarung dua lawan satu melawan gadis itu.


Mereka merasa senang saat berhasil menjatuhkan katana Shuwan,mereka sangat yakin dapat segera melumpuhkan gadis itu.


Namun mereka terkejut saat menatap gadis itu sedang menggenggam dua belati di kedua tangannya.


Dia menatap kedua pria besar itu dengan tatapan haus darah,lalu menerjang salah satunya dengan gesit.


Bak buk bak buk sreet.Belati Shuwan berhasil menggores lengan pria itu. "Tak lama lagi." gumamnya sambil tersenyum


Pria itu menggeram marah lalu mengayunkan pedangnya ke arah Shuwan.Gadis itu menghindar sambil memutar tubuhnya dibawah,mengayunkan kakinya ke kaki pria tersebut hingga membuatnya jatuh.

__ADS_1


Tanpa menunggu pria itu bangkit,gadis itu langsung mendekati dan hendak menyerangnya kembali.


Namun teman si pria yang melihat hal itu langsung menyerang Shuwan dari arah belakang hingga membuat gadis itu tersungkur.


Shuwan segera bangkit dan memasang kuda-kuda untuk menyerang.Tanpa membuang waktu,kedua pria itu langsung menyerang Shuwan secara bersamaan.


"Yu zi,dimana katana ku?Cepat ambilkan!" ucap gadis itu dalam hatinya.Kelinci coklat itu langsung mendekati katana Shuwan lalu memasukkannya ke ruang dimensi.


Gadis itu langsung mengambil katanya dari ruang dimensi dan seketika berada dalam genggamannya.


Dia menebas pria itu namun si pria menghindar. "Mereka lumayan tangguh.Aku harus segera menumbangkan salah satunya." gumam gadis itu dalam hati.


Shuwan memasang kuda-kuda kembali.Dia telah menentukan target yang akan dia serang.


Dia menerjang ke pria yang telah dia lukainya lengannya tadi,menebaskan katana nya terus menerus tanpa memberi kesempatan lawannya untuk menyerang balik


Trang trang sreet.Gadis itu berhasil menggores dada pria tersebut. "Akhirnya." gumamnya sambil tersenyum.


Dia merasa senang karena setelah lawannya terluka,pertarungan tak lama lagi pasti segera berakhir.Apalagi pria itu telah terkena belati sebelumnya.Racun itu pasti sudah menyebar ditubuhnya.


Semangat tempurnya meningkat setelah berhasil melukai lawannya.Dia kembali menyerang pria itu,menendang perutnya sekuat tenaga hingga membuat pria itu membungkuk merasakan sakit diperutnya.


Shuwan memutar tubuhnya lalu menebaskan katana nya ke arah leher pria itu.


sraing.pluk. Kepala itu menggelinding ke tanah,terpisah dari tubuhnya.


Yuwen yang masih menonton pertarungan Itu dari atas pohon refleks memegangi lehernya.Dia menelan ludahnya dengan susah payah.


Sementara pria yang berada disampingnya hanya menatap kejadian itu dengan datar tanpa ekspresi.


Pria berbadan besar yang lain,yang melihat temannya dipenggal langsung berusaha melarikan diri,dia tak ingin mengalami hal yang sama dengan temannya itu


Namun Shuwan yang melihatnya tidak berdiam diri.Dia tidak akan membiarkan orang yang mengganggunya lolos begitu saja.


Syut syut syut.Gadis itu melemparkan beberapa jarum beracun,disusul lemparan satu belati yang mengarah ke kepala pria itu.


Tubuh pria itu langsung tersungkur saat beberapa benda beracun menancap ditubuhnya,dan satu belati menancap ditengkuknya.


"Gadis itu adalah perwujudan iblis yang sesungguhnya." gumam Yuwen pelan dan langsung mendapat tatapan tajam dari sang tuan yang berdiri disampingnya.

__ADS_1


othor yang ikutan nonton ditempat tersembunyi malah ngos-ngosan.padahal kan yang bertarung tanpa henti Shuwan ya.bukan aku🤣🤣🤣


__ADS_2