Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
12. RUANG DIMENSI


__ADS_3

Boom duar .Mobil yang ditumpangi Shuwan dan orang-orang terdekatnya meledak setelah Wiiliam menembakkan bazooka nya ke mobil tersebut.Bertepatan ambruknya tubuh William saat tiga peluru Leon bersarang di kepalanya.


Tanpa disadari oleh siapapun,cahaya melesat ke tempat yang sangat jauh,berasal dari mobil tersebut sesaat sebelum mobil itu meledak


***


Ditempat berbeda,seorang gadis yang tak sadarkan diri mengerjapkan matanya beberapa kali karena silau oleh cahaya yang sangat terang.


Yang pertama dia lihat adalah langit biru yang sangat cerah dengan sinar matahari yang menyilaukan.


Dia melihat sekeliling tempat.Dia tertidur dihamparan rumput hijau yang lembut.Tak jauh darinya ada air terjun kecil yang dibawahnya membentuk danau kecil.


Disebelah kanannya ada bangunan kecil semacam gazebo yang terlihat nyaman.Beberapa meter dihadapannya ada lahan yang tampak seperti kebun.


Di sebelah kebun itu ada beberapa pohon buah apel,persik,dan entah pohon apa lagi.Sekitar 100 meter dari tempatnya duduk,ada sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah berlantai 1


"Dimana ini?tempat ini benar-benar asing?" gadis itu bertanya-tanya. "Kenapa aku ada disini?bukankah aku di rumah William?" gadis itu terperanjat saat mengingat kejadian sebelumnya.


Dia mendengar suara seseorang menyuruh mereka keluar dari mobil,belum sempat mereka keluar,gadis itu mendengar suara ledakan


"Grandapa?uncle Chen?Yura?dimana mereka?" ternyata gadis itu adalah Shuwan. "Grandpa, uncle Chen...aunty Yura..kalian dimana?" Shuwan berteriak sambil berjalan berkeliling ditempat asing itu,berharap menemukan orang-orang yang dia cari.


Namun tak ada siapapun di tempat itu."Apakah ada orang disini?" Shuwan kembali berteriak. "Kau sudah sadar,tuan?" dia mendengar suara seseorang berbicara,dia melihat sekeliling,tapi tak ada siapapun


"Apakah aku berhalusinasi?"gumam Shuwan dalam hati. "Kau tidak berhalusinasi,ini nyata." "Dia bahkan bisa mendengar isi hatiku?" Shuwan dibuat penasaran


"Ya.Aku bisa mendengarnya" suara itu terdengar kembali.Seperti suara seorang pria. "Siapa kau?tunjukkan dirimu!" Shuwan semakin penasaran dengan suara tersebut. "Aku disini,dibawah kakimu." jawab suara itu.


Shuwan melihat ke bawah,tak ada siapapun,hanya ada seekor kelinci berbulu lebat berwarna coklat yang sangat menggemaskan.


"Apakah mungkin?" "Ya,ini aku yang berbicara." kelinci itu mengelus kaki Shuwan.Gadis itu memicingkan matanya. "Kau serius? Barusan kau yang berbicara?" tanya Shuwan sambil mengangkat kelinci itu.

__ADS_1


"Ya,tentu saja" kelinci itu menjawab meyakinkan. "Ini pasti mimpi." tiba-tiba kelinci itu mencakar tangan Shuwan dan membuat gadis itu menjerit. "Ini bukan mimpi kan?" kelinci itu bicara tanpa rasa bersalah


"Kenapa aku disini?dimana yang lain?sebelumnya aku berada di rumah William" gadis itu masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Hei kelinci,cepat jelaskan apa yang terjadi! Kenapa aku ada disini?" Shuwan tampak frustasi saat kelinci itu tak kunjung menjawab


"Namaku Yu zi.Aku adalah penjaga ruang dimensi ini,dan sekarang kau ada diruang dimensi." jawab si kelinci coklat.


"Ruang dimensi?ruang dimensi apa?" gadis itu makin bingung.


"Cincin yang kau pakai itu,itu bukan cincin biasa.Itu adalah cincin dimensi yang didalamnya terdapat apapun yang dulu pernah kau sentuh atau kau gunakan."


"Sebagian peninggalan tuan yang terdahulu juga masih ada disini,tapi aku tak terlalu ingat tentang mereka"


"Lalu dimana grandpa dan yang lain sekarang?" gadis itu kembali ke pertanyaan awal. "Kau tidak ingat apa yang terjadi?" kelinci bernama Yu zi itu malah balik bertanya..


"Kami berada di mobil dan seseorang berteriak menyuruh kami keluar,tapi aku mendengar ledakan." jawab Shuwan tak yakin. "Ya,memang itu kejadiannya.Mobil yang kalian tumpangi meledak." "Lalu?" "Lalu apa?" Yu zi terlihat kesal


"Lalu dimana mereka sekarang?" "Menurut mu apa yang akan terjadi pada orang ketika berada dalam ledakan?" Yu zi heran dengan gadis itu "Katakan dengan jelas kelinci jelek!" Shuwan mulai kehilangan kesabarannya.


"Aku membawamu kesini sebelum mobil itu meledak." "Kau membawaku tapi tidak membawa mereka.?" Shuwan tampak emosi pada kelinci itu.


"Aku tidak berkewajiban menyelamatkan mereka.Aku hanya perlu menyelamatkanmu." jawab Yu zi acuh


"Kau adalah pemilik cincin dimensi itu,dan aku penjaga ruang dimensi nya.Tentu saja aku harus menyelamatkan mu." kelinci itu menjelaskan sebelum Shuwan bertanya lagi.


"Sudahlah.Ayo aku ajak kau berkeliling tempat ini agar tahu semua yang ada disini." Yu zi berjalan didepan Shuwan,membuat gadis itu mengikutinya dengan patuh


"Ini adalah air spiritual.Bisa mengembalikan tenaga dalam waktu singkat,menyembuhkan luka ringan,mengobati berbagai penyakit.Masih banyak manfaat lainnya." Yu zi menjelaskan tentang air terjun tersebut.Lalu dia membawa Shuwan ke tempat yang terlihat seperti kebun.


Mata Shuwan terbelalak saat sampai di tempat tersebut. itu memang kebun.Yang luar biasanya adalah ini kebun herbal dengan berbagai herbal berharga.

__ADS_1


Bahkan beberapa herbal yang sangat langka-yang hanya Shuwan ketahui dari buku- juga ada disana.Ini bahkan lebih luas dan lebih lengkap dari kebun herbal miliknya.


Di dekat kebun herbal,ada kebun sayur yang sangat lengkap,segala macam sayur ada disana.


Lalu ditempat lain banyak pohon buah yang rindang dan sedang berbuah.Pohon persik,pohon apel,mangga,dan masih banyak pohon buah lainnya.


Lalu Yu zi membawanya ke bangunan yang seperti rumah satu lantai yang tadi dia lihat dikejauhan.Mereka memasuki rumah itu.


Rumah itu sangat nyaman.Di ruang depan terdapat sofa dengan permukaan yang sangat lembut dan terlihat sangat empuk,dilengkapi meja kaca yang sangat indah.


Yu zi membawanya ke sebuah kamar yang lumayan luas.Ada tempat tidur king size dengan kasur tebal,ditutupi oleh seprai dan selimut dengan bahan halus dan lembut,yang tampak hangat bila dipakai.


Ada lemari besar disamping tempat tidur.Ketika Shuwan melihat ke arah lemari itu,dia terkejut melihat pantulan dirinya di cermin


"Yu zi,kenapa badanku mengecil?" Shuwan tampak shock melihat bayangannya di cermin. "Ini adalah tubuhku saat berusia 15 tahun." gumam Shuwan sambil meneliti seluruh tubuhnya.


"Tapi kenapa cincin ini tidak kebesaran di jariku.?" "Yu zi,kenapa tubuhku berubah?"


"Ini perbedaan waktu tuan.Kita berada ditempat yang berbeda dengan tempat tinggal mu sebelumnya.Semesta ini sangat luas dan penuh misteri."


"Ada satu tempat yang dihuni oleh para makhluk superior dengan kemampuan yang diluar nalar,mungkin itu yang disebut dewa.Ada dimensi lain yang dihuni oleh para binatang spiritual dengan kemampuan seperti manusia."


"Ada pula dimensi yang dihuni oleh manusia dengan pengetahuan dan alat-alat canggih,seperti burung besi yang bisa dimasuki oleh banyak manusia,dan masih banyak dimensi lain yang belum diketahui." jelas Yu zi panjang lebar.


"Bukan tempat tinggalku yang dulu?" otak Shuwan loading mencerna ucapan Yu zi. "Apa tidak ada orang lain yang tinggal disini?"


"Disini?kalau disini yang kau maksud ruang dimensi ini,jawabannya tidak.Hanya ada kita berdua.Tapi kalau disini yang kau maksud zaman ini,tentu banyak orang yang tinggal disini."


"Kepala ku pusing Yu zi" "Tuan,tempat ini adalah ruang dimensi,yang hanya bisa dimasuki oleh kita berdua.Tidak ada yang bisa masuk kesini kecuali anda atau aku membawanya kesini."


"Bila keluar dari ruang dimensi ini,maka itu adalah alam nyata.Tempat yang ditinggali oleh banyak orang.Untuk mengetahuinya,kita harus keluar dari sini." Yu zi menjelaskan dengan perlahan agar gadis dihadapannya itu mengerti.

__ADS_1




__ADS_2