
Rombongan pengantin pria bergerak keluar dari istana pangeran ke empat.Huang Zixin duduk dibarisan paling depan dengan gagah dan berwibawa,dengan aura mendominasi yang sangat kuat.
***
Shuwan masih berada dihalaman paviliunnya sedang bersantap ditemani Wei dan beberapa pelayan keluarga Li.Sementara para pria keluarga itu sedang menjamu tamu di aula.
Beberapa keluarga bangsawan kenalan tuan Li telah berdatangan dan berkumpul di aula.
"Nona,makanlah lebib banyak.Karena setelah ini kau tidak boleh makan lagi hingga suamimu kembali ke kamar pengantin." ucap Wei setengah menggoda sang nona.
Tiba-tiba seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa ke tempat tersebut."Nona,pengantin pria telah tiba."
Deg deg deg deg.Jantung Shuwan berdetak tak karuan.Tiba-tiba dia ingat pada Yu zi dan ucapannya tentang rasa bibir pangeran ke empat.
Wuuussss.Wajah gadis itu memerah.Nyali dan kepercayaan dirinya lenyap seketika.Dia tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengan pangeran ke empat.
Wei yang memegang tangan sang nona, merasakan tangan tersebut sedikit lembab.Wei memandang wajah nonanya yang memerah dan tampak tegang.
"Nona,apakah anda sangat gugup?" Wei memandang sang nona tanpa berkedip,namun gadis itu tak menjawab apapun.
"Tentu saja aku gugup.Aku tak tahu reaksi pangeran saat bertemu denganku nanti.Apakah dia marah atas tindakanku itu?" ucap Shuwan dalam hati.
"Tenanglah nona,tarik napas,keluarkan perlahan! Katanya semua gadis pasti gugup dihari pernikahannya." ucap Wei menghibur Shuwan.
"Gugup ku berbeda Wei.Ada hal memalukan yang pernah aku lakukan padanya." namun Shuwan tak sanggup mengucapkan hal itu pada pelayan setianya itu.
"Rasanya aku ingin melarikan diri saja dari sini." gerutu Shuwan dalam hati.Dia sama sekali tak memiliki keberanian bertemu pria itu.
Huang Zixin pun tiba dihalaman paviliun mawar untuk menjemput pengantin wanita.Wei dengan sigap langsung memasang kain merah penutup wajah dan kepala pada pengantin wanita.
Setelah pengantin wanita dijemput oleh pengantin pria,mereka menuju aula tempat para orang tua berada.
Tuan dan nyonya besar Li serta orang tua Li Jingmi duduk disisi ruangan.Sementara tuan dan nyonya Li sebagai orang tua pengantin wanita duduk ditengah ruangan.
Kedua pengantin kemudian menghadap tuan dan nyonya Li. "Ayah,ibu,aku pamit.Terimakasih telah melimpahiku dengan kasih sayang kalian yang sangat besar." ucap Shuwan tulus.
Seiring ucapan itu,tanpa dia sadari,butiran bening keluar dari matanya.Untunglah wajahnya tertutup kain merah,jadi tidak ada yang melihatnya.
"Pergilah nak.Pangeran tolong jaga putri kami. Jangan sekalipun menyakiti hatinya.Bila yang mulia sudah tak menginginkannya maka kembalikan dia pada kami." ucap tuan Li dengan parau.
Pria paruh baya itu merasakan sesak didadanya saat mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Ayah mertua jangan khawatir.Aku akan menjaga dan membahagiakannya seumur hidupku." jawab sang pangeran penuh keyakinan.
Setelah memberikan penghormatan kepada tuan dan nyonya besar Li,juga pada orang tua Li Jingmi,kedua pengantin meninggalkan ruangan aula tersebut menuju gerbang kediaman Li.
Didepan gerbang,kereta mewah bernuansa merah lengkap dengan para pengawal yang tampan dan gagah telah menunggu pasangan pengantin itu.
Didekat gerbang,Li Minghao dan Li Jingmi sedang berdiri untuk melepas kepergian adik tercinta mereka.
Saat kedua pengantin mendekati gerbang dan berada dihadapan mereka,Li Minghao menatap wajah sang adik yang telah ditutup oleh kain merah.
Dia mengalihkan pandangannya pada pangeran ke empat yang tampak sangat agung dalam balutan hanfu pengantin berwarna merah,yang membuat auranya semakin terpancar.
"Pangeran,jika kau menyakiti Wan'er,aku akan mengambilnya darimu!"
Huang Zixin yang mendengar ucapan Li Minghao hanya meliriknya sekilas tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Namun sebelum melewati gerbang,sang pangeran menghentikan langkahnya.Tanpa berbalik,pria itu berkata dengan wajah datar andalannya.
"Tuan muda Li tak perlu khawatir.Ketika aku menyakiti adikmu,sebelum berurusan denganmu, mungkin hidupku telah berakhir ditangannya."
Tiba-tiba suasana menjadi hening.Ucapan pangeran ke empat membuat semua orang membisu dan menatap pengantin wanita.
Bukan tanpa alasan sang pangeran mengatakan hal itu.Dia sudah beberapa kali melihat gadis itu membantai banyak orang dengan sangat sadis.
Bahkan Yuwen menjulukinya perwujudan iblis.
Mendengar ucapan sang pangeran,Li Minghao pun merasa lega.Adiknya itu memang tidak akan mudah ditindas oleh siapapun.Sekarang dia sudah rela melepas gadis itu.
Wei membantu nonanya memasuki kereta pengantin.Setelah itu,pengantin pria langsung melompat ke punggung kuda lalu meninggalkan kediaman Li diiringi oleh suara petasan yang telah terbakar.
Nyonya Li terus menangis dipelukan suaminya. Air matanya bahkan telah membasahai pakaian depan suaminya.
"Sudahlah,jangan menangis terus! Tiga hari lagi dia akan datang untuk menyelesaikan tradisi.Kau menangisinya seolah-olah dia tak akan pernah kembali." tuan Li menghibur sang istri dengan pipi yang telah basah oleh air matanya sendiri.
***
Rombongan pengantin telah meninggalkan ibu kota.Sebentar lagi mereka akan melewati kawasan tanpa penduduk.
Memang bukan hutan,tapi itu adalah kawasan yang sangat sepi dan sangat jarang ada orang berlalu lalang.
Entah mengapa Shuwan merasakan perasaan tak menentu dihatinya.Dia merasa gelisah dan tak tenang.
__ADS_1
Hal itupun dirasakan oleh pengantin pria.Meski dipermukaan dia tampak selalu tenang,namun mata tajamnya terus memindai ke sekeliling tempat yang sedang mereka lalui.
Dia merasa seseorang tak akan tinggal diam membiarkan pernikahannya berjalan lancar.
"Tuan,banyak mata mengintai dikegelapan." Yu zi tiba-tiba muncul dipangkuan Shuwan dan melaporkan keadaan di tempat itu.
"Ya Yu zi,aku juga merasakannya.Apakah mereka hanya mengintai atau berniat menyerang?" tanya sang gadis pada kelinci berbulu coklat itu.
"Mereka bersenjata,tentu saja mereka berniat menyerang.Mereka bahkan tidak takut pada raja perang?Sungguh bernyali besar." Yu zi mencibir orang-orang yang mengintai di kegelapan.
"Mereka hanya datang untuk mengantar nyawa." dengus gadis itu dingin.Dalam sekejap,pedang andalannya telah berada dalam genggaman gadis itu.
"Kau akan ikut menghadapi mereka?" Yu zi bertanya dengan heran melihat gadis itu telah bersiap dengan pedangnya.
"Tentu saja.Kau pikir aku akan bersembunyi didalam sini?Yang benar saja." ucap gadis itu tak senang.
"Tapi kau...." Yu zi menatap gadis itu dari ujung kepala hingga ujing kaki.
Shuwan yang melihat pandangan Yu zi tertuju padanya,langsung mengikuti arah pandang Yu zi pada tubuhnya sendiri.
Dia hanya bisa menghela napas setelah menyadari kondisinya saat ini. "Pakaian ini sangat merepotkan!" ucap gadis itu cemberut.
Bagaimana caranya bertarung dengan pakaian seperti itu?Sangat berat dan berlapis-lapis.
Ingin rasanya dia menanggalkan semua yang dia pakai saat ini agar membuat gerakannya leluasa. Terutama lapisan pakaian luar dan mahkota dikepalanya.
Syuut jleb.Sebuah anak panah melesat dengan sangat cepat dan tertancap di dinding kereta.
"Lindungi putri!" peintah Huang Zixin refleks begitu melihat serangan tertuju pada mereka.
Semua orang yang mengawal pengantin,yang merupakan anggota pasukan zie shen langsung mendekati kereta untuk melindingi pengatin wanita yang berada didalam.
Huang Zixin sengaja membawa mereka karena telah memprediksi bahwa kejadian seperti ini mungkin terjadi.
Huang Zixin menatap dingin ke tempat anak panah itu berasal.
"Apapun yang terjadi,jangan keluar dari kereta!" perintahnya yang ditujukan pada pengantin wanita yang berada didalam kereta.
Saat puluhan orang berpakaian serba hitam menyerang mereka,Yuwen,ke empat perwira zie shen dan pengawal lain langsung menghadang mereka.
Trang trang trang.Pertarungan tak dapat dihindari.Suara senjata beradu seperti menjadi musik pengiring pengantin.
__ADS_1
Srak srak.Yuwen menebas dengan ganas setiap musuh yang mendekati kereta pengantin.