
Saat Shuwan dan Wei sedang berjalan mencari pemukiman atau goa yang bisa ditinggali sementara waktu,terdengar suara keributan dari arah depan.Sepertinya itu perkelahian karena beberapa kali terdengar suara senjata beradu.
"Tunggulah disini Wei! Aku akan memeriksanya." tanpa menunggu jawaban Wei,gadis itu langsung pergi ke arah depan sambil mengendap-ngendap seperti seorang pencuri.
Dia melihat dua orang pria sedang bertarung melawan orang-orang berpakaian serba hitam dengan penutup kepala dan wajah yang jumlahnya lumayan banyak,mungkin sekitar 10 orang lebih.
Dua orang pria itu sepertinya sudah terluka,terlihat dari gerakannya yang melambat dan melemah.Tak jauh dari tempat pertarungan,beberapa mayat sudah bergelimpangan.
Sebagian mayat orang-orang berpakaian serba hitam,sebagian lagi dan jumlahnya lebih banyak adalah pria-pria yang sepertinya adalah pengawal dua pria itu.
"Tidak ingin menolong mereka?" Yu zi yang berada di gendongan Shuwan bertanya dengan suara yang sangat pelan,dia tidak ingin Wei mendengar suaranya.
"Aku tak punya urusan dengan mereka.Kenapa kau ingin aku selalu melibatkan diri dalam masalah orang-orang disini?" Shuwan menatap Yu zi dengan curiga.
"Mungkin kau bisa menjalin hubungan dengan kedua pria itu.Sepertinya mereka tuan muda dari keluarga bangsawan.Bukankah kau tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain aku dan gadis itu?" Yuzi menjelaskan alasannya
"Apakah mereka perampok juga?" tanya Shuwan penasaran. "Bukan,sepertinya mereka pembunuh bayaran."
Saat Yu zi selesai bicara,gadis itu langsung melesat ke tempat pertarungan sambil menggenggam katana beracunnya.
Sreet sreet,Shuwan langsung menebaskan katana nya pada dua orang pria berpakaian serba hitam itu.
"Gadis kecil,siapa kau? Beraninya mencampuri urusan kami.Minggir!" seorang pria menghardik Shuwan yang telah berhasil melukai dua orang diantara mereka.
"Kalian curang!beraninya keroyokan.Apalagi mereka berdua sudah terluka.Aku hanya ingin membantu mereka" ucap Shuwan santai.
"Sepertinya kau sudah bosan hidup bocah.Bunuh gadis kecil itu juga!" perintah pria tadi.Para pria itu langsung menyerang Shuwan dan pertarungan pun kembali terjadi.
Ada lima orang pria berpakaian serba hitam yang masih tersisa.Yang lainnya sudah ditumbangkan oleh Shuwan dan kedua pria itu.
"Tuan,sepertinya kedua pria itu terkena racun.Berhati-hatilah dengan senjata mereka dan cepat selesaikan.Kau harus segera menolong mereka!" suara Yu zi bergema di pendengaran Shuwan.
Shuwan mengangguk dan menyerang orang berpakaian serba hitam yang masih tersisa dengan lincah.Sreet sreet jleb.Dia menyelesaikan dua orang sekaligus..
Syuut syut syut ,dia melemparkan tiga buah jarum beracun ke tiga sasaran berbeda dan tepat mengenai tiga orang yang tersisa hingga membuat mereka ambruk dalam hitungan detik.
Racun yang ada pada katana dan jarum Shuwan sangat mematikan.Dalam hitungan detik senjatanya bisa mengantarkan seseorang menemui dewa Yama di neraka.
Setelah orang-orang berpakaian serba hitam mati tak tersisa,Shuwan segera menghampiri kedua pria itu.Satu pria sudah tak sadarkan diri,dan satu orang lagi sudah memucat dan sepertinya tak lama lagi akan menyusul temannya itu
"Siapa....kau....no..." belum selesai pria itu bertanya,dia sudah kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Shuwan bingung melihat dua orang pria tak sadarkan diri.Tanpa berfikir panjang,dia langsung menghampiri keduanya dan langsung memeriksa keadaan mereka
Setelah mengetahui jenis racun yang terdapat pada luka kedua pria itu,Shuwan hendak meminumkan penawar pada mereka,namun dia bingung karena kedua pria tersebut tak sadarkan diri. "Bagaimana cara mereka meminum penawarnya?"
"Gunakan jarum perak saja untuk detoksifikasinya!" Yu zi memberikan solusi.
"Melakukannya disini?" Aku akan mencari, mungkin disekitar sini ada goa." Yu zi bicara dengan sangat pela sambil berlari ke sembarang arah
"Wei,kemarilah! Cepat bantu aku!" Shuwan mengeluarkan jarum perak dari ruang dimensi.
Dengan teliti dan hati-hati Shuwan menancapkan beberapa jarum perak dibeberapa titik di tubuh kedua pria itu agar racunnya terkumpul si satu titik
Sekitar satu jam kemudian dia mencabut jarum-jarum tersebut.Racunnya telah berkumpul di telapak tangan kedua pria itu,terlihat dari tangannya yang menghitam.
Shuwan mengeluarkan pisau kecil lalu menyayat sedikit telapak tangan pria tersebut hingga si darah hitam keluar.Shuwan mengelap darah hitam yang terus keluar dari luka sayatan itu.
"Wei,lakukan seperti ini! Bersihkan setiap darah hitam yang keluar,lakukan sampai bersih!" "Baik nona." Wei melakukan perintah Shuwan dengan baik.
Setelah darah hitam habis,Shuwan membalut luka sayatan itu dengan kain kecil
Tak lama Yu zi datang sambil melompat-lompat. "Disana ada goa yang lumayan besar,sepertinya kita bisa bermalam disana." Yu zi berbicara di benak Shuwan.
"Bagaimana cara membawa dua pria ini?" Shuwan sangat bingung tentang hal ini.
"Pintar." Shuwan memuji Yu zi sambil mengacungkan jempolnya.
Wei tiba-tiba mengantuk dan langsung tertidur.Setelah itu Shuwan membawa mereka bertiga ke ruang dimensi,dia keluar kembali dan berjalan ke arah goa yang ditemukan Yu zi.
Setelah sampai di goa yang mereka tuju,Shuwan langsung mengeluarkan ketiga orang yang berada di ruang dimensi miliknya.Mereka dibaringkan ditempat yang berbeda.
Shuwan menyusun kayu bakar yang tadi dia ambil sewaktu berjalan menuju goa,dia membuat api unggun untuk penerangan dan penghangat di dalam goa
"Kita masak saja,aku sangat lapar.Tapi aku tidak terlalu pandai memasak.Aku bikin ikan bakar saja" Shuwan bermonolog.
Dia mengambil tiga ekor ikan yang lumayan besar dan beberapa bumbu untuk membuat ikan bakar.Setelah dibumbui,dia membakar ikan tersebut di api unggun yang dia buat tadi.
Tak lama aroma harum tercium dari ikan itu. "Um sangat harum,aku tak sabar ingin segera memakannya." Yu zi sangat bersemangat mencium aroma ikan yang sangat menggoda.
"Kau makan ikan?Bukankah kelinci makan wortal atau sayuran lain?" Shuwan tak percaya Yu zi ingin makan ikan.
"Aku ini penjaga ruang dimensi, bukan kelinci biasa.Aku bisa makan apa saja yang aku inginkan." Yu zi mendengus kesal pada Shuwan.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara seseorang "Dimana ini?" suara pria itu membuat Yu zi dan Shuwan mematung di tempat.
"Apakah pria itu mendengar percakapan mereka?" begitulah pikiran mereka berdua.
Pria itu bertanya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat. "Anda sudah sadar tuan?" "Ya nona.Terimakasih telah menolong kami" ucap pria itu tulus.
"Aku Li minghao,dan itu sepupu ku,namanya Li Jingmi.Kalau boleh tahu siapa nona ini?" tanya pria bernama Li Minghao itu sopan. "Aku Shuwan." jawab Shuwan singkat.
"Sekali lagi terimakasih nona,telah menolong kami." "Tak apa tuan Li,saya juga kebetulan lewat tadi.
"Minghao" pria satu lagi yang bernama Li Jingmi telah sadar dan memanggil sepupunya yang tidak dia lihat saat dirinya membuka mata.
"Jingmi,bagaimana keadaanmu?" pria bernama Li Minghao itu tampak mengkhawatirkan sepupunya. "Aku baik,bagaimana dengan mu?" "Aku juga baik."
"Bangunlah dan makan dulu.Setelah makan kalian harus segera meminum obat penawar racun agar racun ditubuh kalian benar-benar bersih.Tapi hanya ada ikan bakar disini."
"Apakah anda seorang tabib,nona?" Li minghao bertanya dengan antusias, "Bukan." jawab Shuwan singkat.
"Lalu yang mengobati kami?" Li Jingmi memandangi tubuhnya yang mendapatkan beberapa luka saat pertarungan tadi kini telah diobati.
"Aku hanya tau beberapa hal kecil tentang obat,bukan tabib" jawab Shuwan merendah.
Shuwan menghampiri Wei yang masih tertidur,"Wei bangunlah!" ucapnya sambil menggoyang-goyang lengan Wei.
Gadis itu membuka matanya dan melihat sang nona dihadapannya. "Bangun dan makanlah,ayo!"
Melihat sudah ada ikan bakar dihadapannya membuat Wei merasa tak enak dan malu.Dia enak-enak tidur sedangkan nona nya memasak.
"Nona kenapa tidak membangunkanku saat mau memasak ikan?" Wei cemberut pada Shuwan.
"Hanya membakar ikan,aku bisa melakukannya sendiri.Tak perlu mengganggu orang yang sedang tidur." jawab Shuwan santai
Selesai makan,Shuwan memberi satu pil untuk Li Minghao dan Li Jingmi masing-masing satu.
"Minumlah!" tanpa banyak bertanya,Minghao dan jingmi langsung meminum pil itu.Mereka tahu itu bukan racun,jadi tak perlu ragu.
"Nona Shu tinggal dimana?mungkin besok kami bisa mengantar anda pulang." "Aku tidak punya tempat tinggal." jawab Shuwan jujur. "Apa? Bagaimana bisa?" kali ini Jingmi yang bertanya.
"Aku berasal dari tempat yang sangat jauh,dan aku tak tahu jalan pulang." jawab Shuwan pelan.
"Jangan khawatir nona Shu,anda bisa ikut kami ke ibu kota.Aku akan mencarikan tempat tinggal untuk anda berdua."
__ADS_1
"Merepotkan tuan Li." Shuwan sama sekali tidak menolak tawaran Minghao,dia sangat membutuhkan tempat tinggal bukan?tidak mungkin tinggal di hutan itu selamanya.
"Tidak perlu sungkan nona Shu,anda telah menyelamatkan nyawa kami.Sudah seharusnya kami juga membantu anda"