Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
KEUSILAN YU ZI


__ADS_3

Dipinggir bak mandi besar,terlihat sang pangeran sedang bersandar dengan mata terpejam, sedangkan tubuh bagian bawahnya terendam dalam bak mandi tersebut karena dia dalam posisi duduk.


Sang paman yang melihat hal itu merasa dilema. Mau membangunkan,tapi dia ingat kemarin malam keponakannya itu mengeluh sudah beberapa malam tak bisa tidur.


Tidak dibangunkan,khawatir sang pangeran sakit karena tubuhnya telah terendam air entah sejak kapan.


Besok adalah hari pernikahannya.Tidak seru kalau pengantin pria sakit dihari pernikahannya. Jendral Wang hanya bisa berdiri didekat sang pangeran sambil memikirkan apa yang harus dilakukan.


Merasakan kehadiran seseorang diruangan itu, sang pangeran membuka matanya lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dengan sangat waspada.


Kehidupannya yang sebagian besar dihabiskan di perbatasan dan medan perang,mengharuskannya selalu waspada dalam keadaan apapun.


Hingga saat ini kewaspadaannya itu telah mendarahdaging.Bahkan saat sedang tidur di istananya sendiri kewaspadaannya tak berkurang sedikitpun.


Matanya menangkap sosok sang paman sedang berdiri tak jauh dari posisinya.Dengan wajah yang terlihat tak senang,dia bertanya pada sang paman.


"Ada hal mendesak apa hingga paman menerobos kesini?"


"Maaf pangeran,kami telah mencari pangeran sejak tadi,namun tak kunjung ketemu.Namun saat melihat ke ruangan ini,paman melihat pangeran tertidur didalam bak mandi."


"Paman ingin membangunkan pangeran karena khawatir pangeran akan sakit bila terus berendam dalam keadaan tertidur,tapi paman tidak berani."


Mendengar ucapan pamannya,pangeran segera bangkit dan meraih kain untuk mengeringkan tubuhnya.


"Paman bisa pergi lebih dulu,aku akan bersiap-siap." ucap sang pangeran sambil mengelap badannya.


Jendral Wang pun langsung berbalik dan keluar dari ruangan tersebut.


Setelah kepergian sang paman,pangeran ke empat menghela napas sambil bergumam "Berapa lama aku tertidur disini?"


Sang pangeran langsung berjalan ke kamarnya lalu berpakaian dengan rapi.Setelah itu dia bergegas menemui keluarganya yang mungkin masih mengkhawatirkannya karena tak bisa ditemui.


Pria berhanfu putih itu terlihat seperti dewa dari dunia langit,sangat gagah dan rupawan. Walaupun wajahnya selalu datar tanpa ekspresi,namun hal itu tak sedikitpun mengurangi pesonanya.


"Anak nakal! Dari mana saja kamu?Kami sudah mencarimu kemana-mana." selir Xuangqi langsung melampiaskan kekesalannya pada sang putra begitu sosoknya muncul.


"Cobalah dulu baju pengantinmu! Bila ada yang kurang,masih ada waktu untuk memperbaiki." perintah sang selir kaisar pada putranya.


"Tidak perlu bu." pria itu menjawab dengan malas.Mendengar jawaban putranya,wanita itu segera bangkit dan memakaikan baju pernikahan tersebut pada putranya.


"Sepertinya tidak ada yang kurang.Sudah pas." sang ibunda pangeran ke empat itu terlihat sangat bahagia sepanjang waktu.

__ADS_1


"Kau tidak memanggil Yuwen kembali ke ibu kota?Kau akan menikah tanpa kehadirannya?" sang ibu merasa heran karena Yuwen,yang selalu bersama dengan putranya itu tetap berada di barak.


"Aku sudah memanggilnya ibunda.Mungkin dia akan tiba sore atau malam nanti." jawab sang pangeran acuh.


"Apa kau tidak senang dengan pernikahan ini?" Huang Zixin menatap sang ibu dengan heran saat mendengar pertanyaan yang dia ucapkan.


"Kenapa ibunda bertanya seperti itu?" tanya sang pangeran bingung. "Kau terlihat tidak bahagia. Kalau kau tidak menginginkannya,kita batalkan sa...."


"Tidak bisa!" sang pangeran memotong ucapan sang ibu dengan cepat sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya.


"Pernikahannya besok,mana bisa dibatalkan?" Huang Zixin mendelik pada sang ibu.


"Tapi ibunda tidak melihat kebahagiaan di wajah mu nak.Apa kau terpaksa menerima pernikahan ini demi ibunda?"


Huang Zixin menghela napasnya dengan kasar. "Memangnya aku harus bagaimana agar terlihat bahagia dimata ibunda?Menari dan tertawa sambil melompat-lompat,begitu?"


Mereka tidak tahu saja,sejak kembali dari kediaman Li dinihari tadi,pria itu terus tersenyum sambil menyentuh bibirnya tanpa henti dengan bayangan kejadian itu terus berputar dalam ingatannya.


Dia bahkan harus bersusah payah menahan ekspresi datarnya saat ini,agar senyumnya tak terus merekah sepanjang waktu.


Apanya yang tidak bahagia dengan pernikahan ini?Tak ada yang tahu bahwa hatinya tengah menggebu-gebu dan tak sabar menanti hari esok.


Istana pangeran ke empat saat ini tampak berbeda dari biasanya.Kini istana tersebut didominasi oleh warna merah,senada dengan warna baju pengantin yang akan digunakannya besok.


Sementara di kediaman Li


Keluarga itupun sedang sibuk menyiapkan pernikahan putrinya besok.Sedangkan calon pengantin wanita masih berada didalam kamarnya.


Dia sedang menyusun beberapa rencana dalam kepalanya.Karena ingin membicarakan beberapa hal dengan Yu zi,gadis itupun memasuki ruang dimensi.


Disana apapun pembicaraannya sangat terjamin kerahasiaannya.Tidak akan terdengar oleh siapapun atau bocor kemana-mana.


"Wajahmu terus berseri-seri.Kau sangat bahagia dengan pernikan ini?" Yu zi melihat wajah yang biasanya datar itu kini lebih sering tersenyum


"Ya Yu zi,aku sudah merencanakan beberapa hal. Setelah menikah dan pangeran kembali ke barak, kita akan pergi ke gunung Shuyun untuk menyelidiki kelompok mawar hitam."


"Setelah mengetahui banyak hal tentang kelompok itu,kita akan memikirkan langkah selanjutnya.Apakah kita berdua bisa memberantas mereka atau tidak."


"Kalau kekuatan kita berdua tak mampu,kita bisa meminta bantuan pangeran.Bagaimana?" Shuwan menatap Yu zi sambil menaikturunkan alisnya,merasa idenya sangat brilian.


"Kau yakin sekali pangeran akan mengizinkanmu pergi?" Yu zi tak tahu darimana keyakinan gadis itu berasal.

__ADS_1


"Tidak perlu meminta izinnya.Bukankah tadi aku sudah bilang,kita akan pergi saat dia sudah kembali ke barak.Jadi dia tidak akan tahu." ucap gadis itu penuh percaya diri.


"Heh gadis bodoh,kau pikir akan semudah itu?Kau pikir pangeran tidak akan mengawasimu?Membiarkanmu bebas pergi kemanapun sesukamu?Tidak akan!" Yu zi menyentil dahi gadis itu.


"Kalau begitu,aku tinggal minta izin saja. Bukankah sangat mudah?" Yu zi menepuk jidatnya dan menghela napas dengan kasar.


"Bagaimana cara menjelaskan pada gadis ini, kalau ini tak kan semudah yang dia bayangkan? Pangeran tidak akan mengizinkan dia pergi ke tempat yang sangat berbahaya." keluh Yu zi dalam hati.


"Aku kira wajahmu terus berseri-seri karena mengingat kejadian itu?" Yu zi mengingat sesuatu dan ingin menggoda gadis itu.


"Kejadian apa?" Shuwan memandang Yu zi dengan sangat penasaran.


"Kejadian tadi malam.Eh bukan,dini hari tadi." ralat kelinci coklat itu.


"Dini hari tadi?Kejadian apa?" ingatan Shuwan berputar,berusaha mengingat apa yang dikatakan Yu zi.Dia mengingat semua kejadian tadi malam.


Dia diculik dan terkena senikto,kedatangan Huang Zixin,bertarung dengan para penculik.


"Oh,mungkin maksud Yu zi kejadian waktu aku berhasil membidik pria itu dengan jarum beracun. Pria itu pasti sedang menderita saat ini." gadis itu menyeringai puas,walaupun dia tidak berhasil menangkap pria itu dan tidak tahu identitasnya.


"Ya..kejadian itu memang membuatku senang. Pria itu pasti saat ini sedang menderita karena dua racunku." jawab Shuwan dengan nada puas.


"Kau mengingat kejadian yang mana?" Yu zi mengernyit heran mendengar jawaban gadis itu.


"Bukankah aku berhasil meracuni pria itu dan membuatnya menderita?Kejadian itu kan yang kau maksud?" Yu zi menggelengkan kepala mungilnya mendengar ucapan gadis itu.


"Saat perjalanan pulang." ucap Yu zi.Shuwan tampak berpikir lagi dalam waktu lama.Mencari apa yang dimaksud si kelinci coklat.


"Saat kau tiba dikamarmu dan kau menyerang pangeran ke empat." Yu zi yang sudah tak sabar, langsung mengatakannya pada gadis itu.


"Aku menyerang pangeran ke empat di kamarku?Tapi aku tidak mengingatnya.Aku juga tidak terluka." ucap Shuwan sambil meneliti seluruh tubuhnya.


"Yu zi,apa aku melukai pangeran ke empat?Apa yang nanti dia pikirkan tentang aku?Dia telah menolongku tapi aku malah menyerang dan melukainya." ucap Shuwan penuh penyesalan.


"Kau bukan menyerangnya dengan senjata. Tapi...cup cup cup." Yu zi memainkan bibirnya dihadapan gadis itu.


"Apa maksudmu cup cup cup begitu?" tanya Shuwan sambil meniru yang Yu zi lakukan.


"Aish...gadis ini.Aku berniat menggodanya agar dia malu,malah dia yang membuatku kesal. Kenapa dia lambat memahami hal itu." keluh Yu zi dalam hati.


"Aku keluar sajalah.Obrolanmu tidak jelas." ucap gadis itu sambil beranjak dari duduknya dan melangkah.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya bibir pangeran ke empat?" pertanyaan Yu zi membuat Shuwan membeku dan menghentikan langkahnya.



__ADS_2