Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
KEDATANGAN SELIR XUANGQI


__ADS_3

Keluarga Wang yang berada di dalam istana dan mendengar dari pelayan bahwa ada kereta kekaisaran datang langsung berkumpul dan segera keluar untuk menyambut.


Ketika selir Xuangqi turun dari kereta,dia melihat seluruh keluarganya sedang menyambut kedatangannya.


Kebahagiaan menyelimuti seluruh hatinya.Dia langsung berlari menghampiri mereka.


Seluruh orang yang berada disana langsung menunduk hormat seraya berseru "Salam yang mulia selir,semoga diberkahi umur panjang dan kebahagiaan."


Itu bukan hanya salam pada keluarga kekaisaran,tapi doa dari seluruh keluarga untuk dirinya.


Selir Xuangqi langsung memeluk ibunya yang sudah melewati usia setengah abad itu.


"Ibu,ayah." orang tua dan anak itu berpelukan dengan sangat erat.


"Bagaimana keadaan kalian?Apakah terluka?" kedua orang tua itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan putri mereka.


"Kakak,kakak ipar." selir Xuangqi menghampiri jendral Wang Xingsheng dan istrinya.Merekapun berpelukan dan melepas rindu.


"Ayo masuk,jangan berdiri terus disini!" jendral tua Wang mengajak mereka memasuki istana.


"Dimana bocah dingin dan kaku itu?" selir Xuangqi melihat kesana kemari mencari satu sosok,namun sosok yang dia cari tak kunjung muncul.


"Dia sudah kembali ke barak tadi.Mereka bilang banyak yang harus diurus disana."


"Ayah,siapa yang menyerang kediaman Wang?Apakah mereka tidak tahu siapa yang mereka serang?" sang selir kaisar tampak emosi saat menanyakan hal itu.


Meskipun dia wanita yang lembut,tapi dia dibesarkan oleh ayah dan kakak yang bergelut didunia militer.Sedikit banyak ketegasan dan jiwa kepemimpinan mereka mempengaruhinya.


Dia menjadi wanita yang tegas dan tak mudah ditindas oleh orang lain.Dia hanya tunduk pada keluarganya.


"Entahlah.Kedua cucuku mengatakan mereka yang akan mengurusnya.Kita tak perlu ikut campur." sang ayah menghela napas.


Meski sangat penasaran dengan identitas si penyerang dan dalang dibalik layar,selir Xuangqi hanya berharap putra dan keponakannya itu segera menghukum mereka dengan kejam.


"Ayah,aku ingin putraku segera menikah.Tapi dia selalu menolak semua gadis yang aku sebutkan. Aku bahkan sempat curiga kalau dia tidak menyukai wanita." curhat sang selir pada ayahnya.

__ADS_1


"Min'er juga sama yang mulia selir.Dia selalu menolak gadis yang akan dijodohkan dengannya.


Tapi kemarin saat berada di ibu kota,dia bilang menyukai seorang gadis dan ingin menikahinya,tapi si gadis menolak." keluh ibunda Wang Xuemin.


"Hahaha.Itu adalah karmanya,karena selalu menolak gadis yang dijodohkan dengannya. Sekarang dia yang ditolak oleh gadis yang sangat dia sukai." sang ayah malah menertawakan kesialan putranya itu.


"Siapa gadis yang berani menolak Wang Xuemin dan tidak jatuh pada pesonanya?" selir Xuangqi sangat penasaran.


"Dia adalah nona Li Shuwan,putri angkat keluarga Li." jawab ibunda Wang Xuemin.


"Putri angkat keluarga Li?Bukankah dia yang menolak dijadikan selir pangeran kedua di malam ulang tahun kaisar?"


"Tidak heran dia menolak Wang Xuemin,pangeran kedua saja dia tolak." selir Xuangqi tersenyum saat mengatakan itu.


Namun dia tertegun saat mengingat sesuatu. "Putri angkat keluarga Li?Bukankah dia yang datang bersama Xin'er ke paviliun dan mengobatiku?" gumamnya dalam hati.


"Padahal aku sangat menyukai gadis itu dan ingin menjadikannya menantu.Tapi dia malah menolak putraku yang gagah dan tampan itu." lanjut ibunda Wang Xuemin.


"Kau bilang sangat menyukainya?Apa kau pernah bertemu dengannya kakak ipar?" tanya selir Xuangqi heran.


"Tentu saja.Dia pernah datang ke kediaman Wang bersama kedua tuan muda Li.Min'er dan tuan muda Li bersahabat sejak kecil.Ketika Min'er baru pulang dari perbatasan,mereka mengunjunginya."


"Nyonya Li pernah mengatakan padaku,sebelum gadis itu dijadikan putri angkat nyonya Li, Li Minghao sangat tergila-gila dan ingin menikahinya,tapi gadis itu menolaknya."


Nyonya Wang tampak bersemangat saat membicarakan gadis itu.Tampak sekali kalau dia menyukai gadis tersebut.


Saat mereka sedang berbincang santai,terdengar samar-samar seorang pelayan berbicara pada kepala pelayan.


"Kepala pelayan Yun,saya sudah membersihkan pakaian ini.Dimana saya harus menyimpannya?Dikamar yang mulia atau dimana?"


"Entahlah.Saya juga tak tahu itu akan disimpan atau dibuang,karena sudah banyak sobekan.Tapi kita tidak boleh gegabah dengan pakaian itu." kepala pelayan Yun mengingatkan pelayan tersebut.


Selir Xuangqi mendekat pada kedua orang yang sedang berdiskusi itu.Terlihat si pelayan sedang memegang sebuah kain berwarna putih bercampur biru,namun agak bercampur dengan warna merah yang tak terlalu jelas.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?Pakaian apa?" kedua pelayan tersebut terkejut saat selir Xuangqi telah berada disamping mereka.

__ADS_1


"Yang mulia selir." sapa mereka berdua sambil menunduk hormat.


"Pakaian apa yang sedang kalian bicarakan?" sang selir kaisar mengulangi pertanyaannya.


"Ini,yang mulia...pakaian nona muda yang beberapa hari lalu dibawa oleh yang mulia pangeran" kepala pelayan Yun menjawab dengan ragu.


"Pangeran membawa seorang gadis kesini?" sang selir bertanya dengan nada tak percaya. Kedua pelayan itu mengangguk sebagai jawaban.


"Ayo cepat ikut denganku!" selir Xiangqi menarik tangan kedua pelayan itu dan membawa mereka ke ruang tempat keluarga Wang berkumpul.


"Cepat ceritakan!" ibunda pangeran ke empat itu memerintahkan kedua pelayan itu dengan binar bahagia saat telah sampai diruangan yang sedang dihuni oleh seluruh keluarga Wang.


Kedua pelayan itu saling pandang.Kenapa mereka seperti sedang disidang dihadapan seluruh keluarga karena melakukan kesalahan?


"Ceritakan apa yang mulia?" kepala pelayan Yun yang biasa dipanggil paman Yun itu memeberanikan diri bertanya.


"Ceritakan tentang yang kalian bicarakan tadi di belakang! Tentang pakaian seorang gadis yang dibawa ke istana ini oleh pangeran kalian!" titah selir Xuangqi sumringah.


Selir Xuangqi mengambil pakaian yang dipegang oleh pelayan itu dan membuka lipatannya. "Sepertinya aku pernah melihat pakaian ini?Tapi dimana?" gumamnya sambil terus mengamati pakaian itu.


Keluarga Wang terkejut mendengar ucapan sang selir kaisar,tentang pangeran yang membawa seorang gadis ke istananya.


"Malam itu....yang....yang mulia pangeran..." kepala pelayan Yu terdiam.Dia tak mampu melanjutkan ucapannya.


"Kenapa diam saja?Cepat teruskan!" selir Xuangqi sungguh tak sabar mendengar cerita tentang sang putra.


"Ha...hamba tidak berani yang mulia.Hamba takut dipenggal oleh yang mulia pangeran.Tolong jangan menyulitkan hamba." kepala pelayan Yun bersujud pada ibunda sang majikan.


"Dia tidak akan berani melakukannya.Aku yang akan membela kalian bila dia marah.Aku menjamin hidup kalian berdua.Cepat katakan!"


"Malam itu...yang mulia pangeran...membawa seorang gadis yang terluka sangat parah."


"Terluka parah?Kenapa dia terluka?Kau tahu siapa gadis itu?" pertanyaan beruntun dari sang selir membuat kepala paman Yun berdenyut nyeri,hingga pria paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau menggelengkan kepala?Kau tidak mau mengatakan siapa gadis itu?" selir Xuangqi terlibat kesal pada paman Yu.

__ADS_1


"Hamba tidak tahu siapa gadis itu yang mulia.Mungkin tabib mengetahuinya.Tabib yang memeriksa dan mengobati gadis itu."


"Kalau begitu cepat bawa tabib itu kesini!" selir Xuangqi memerintahkan pelayan memanggil tabib yang bekerja di istana putranya itu.


__ADS_2