Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
BELANJA BERSAMA IBU


__ADS_3

"Oh putri cantikku sudah datang." sambut nyonya Li bahagia saat Shuwan,Wei dan Li Minghao memasuki kediamannya.


"Putri?" beo Shuwan sambil mengerutkan kening.


"Ya.Karena kau tidak mau menikah dengan putraku yang bodoh ini,maka aku akan menjadikanmu putri angkatku.Kau tidak keberatan bukan?"


Shuwan tersenyum kaku menanggapi perkataan nyonya Li.Dia tak tahu harus berkata apa.


"Tapi nonya,bagaimana dengan tuan Li,Li Minghao,juga keluarga Li?" Shuwan ragu mengatakan hal itu.


"Kau tenang saja Wan'er,mereka pasti setuju.Kalau mereka tak setuju,biar aku pergi dan tinggal bersamamu."


Ucap nyonya Li sambil memandang suami dan putranya dengan nada mengancam.Bukankah itu suatu pemaksaan?


"Sudah biarkan saja! Lagipula kediaman Li belum memiliki seorang putri." tuan besar Li yang merupakan ayah dari tuan Li Hongli tidak keberatan dengan keinginan menantunya itu.


"Masalah putri angkat sudah selesai.Sekarang aku akan mengajak putriku membeli pakaian dan perhiasan untuk dipakai besok.Ayo putriku,kita pergi."


Nyonya Li menggenggam tangan Shuwan dan mengajaknya keluar dari kediaman Li menuju kereta yang tadi digunakan menjemput Shuwan.


"Nyonya,kita mau kemana?" "Jangan panggil nyonya!Sekarang kau adalah putriku,dan aku ibumu.Jadi kau harus memanggilku ibu.Ingat,IBU!"


Nyonya Li menekankan panggilannya pada Shuwan.Dia sangat tidak senang gadis itu masih memanggilnya nyonya.


"Ibu,kita mau kemana?" Shuwan meralat ucapannya dengan canggung,sedangkan nyonya Li terlihat sangat senang dengan panggilan barunya itu.


"Kita akan membeli pakaian dan perhiasan untuk kau kenakan besok di acara perayaan ulang tahun kaisar."


"Ibu sudah menyuruh Hao'er tadi malam untuk membelinya,tapi anak bodoh itu bilang dia lupa." nyonya Li terdengar kesal.


"Ulang tahun kaisar?" beo Shuwan, "Ya,besok adalah hari ulang tahun kaisar.Seluruh keluarga pembesar istana,pejabat ibu kota dan daerah,serta keluarga besar bangsawan selalu diundang dalam acara tersebut."


"Kau harus ikut dwngan kami besok!" ucap nyonya Li tak ingin dibantah.


"Nyonya,kita sudah sampai." kusir di luar memberitahu.


"Baiklah,ayo kita turun." Nyonya Li menggandeng tangan Shuwan dan langsung memasuki toko pakaian besar langganannya.


"Selamat datang nyonya.Ada yang bisa saya bantu?" seorang pelayan menghampiri nyonya Li dan Shuwan begitu mereka memasuki toko besar tersebut.


"Carikan pakaiaan yang bagus untuk putriku!" perintah nyonya Li tanpa sungkan.


"Baiklah,mari ikut dengan saya." pelayan itu berjalan mendekat ke tangga dan berjalan menuju lantai dua gedung tersebut diikuti oleh nyonya Li dan Shuwan


Lantai dua adalah tempat pakaian-pakaian dengan kualitas premium.

__ADS_1


"Yang ini terlihat cocok untuk anda,nona." pelayan tersebut menunjukkan satu gaun berwarna merah terang pada Shuwan.


Baru melihat sekklas saja sudah membuat mata Shuwan sakit. "Aku tidak suka warnanya." jawab gadis itu terus terang.


"Baiklah,akan saya carikan..." "Biar aku mencari sendiri.Kau dampingi saja aku!" potong Shuwan cepat.


Shuwan melihat beberapa pakaian ditoko tersebut,namun sepertinya belum ada yang membuatnya tertarik.


Shuwan terus berkeliling di toko itu,hingga pandangannya tertuju pada sebuah hanfu berwarna pink dipadukan dengan warna ungu muda yang soft membentuk sebuah gradasi yang sangat indah.


Simple tapi sangat cantik.Dia yang memang menyukai warna-warna soft langsung tertarik dan mengambil gaun tersebut.



"Kau menyukainya?" tanya nyonya Li lembut.Shuwan mengangguk sebagai jawabannya.


Saat hendak membayar gaun tersebut,matanya tak sengaja melihat hanfu berwarna biru muda dengan lipatan dibawahnya,yang bagian atasnya memperlihatkan sedikit pundaknya.



Seketika hatinya dilema.Mana yang harus dia beli?Hanfu yang berada ditangannya atau yang baru saja dia lihat?


Nyonya Li yang tak sengaja melihat tatapan Shuwan tertuju pada hanfu biru muda itu hanya tersenyum


"Kalau putriku menyukai kedua hanfu itu,maka beli saja keduanya.Kediaman Li tidak akan jatuh miskin hanya karena membeli kedua hanfu itu."


"Aku bisa membayarnya sendiri,ibu." ucapnya kikuk.Dia terlihat seperti sedang memanfaatkan kasih sayang wanita itu,bila mengambil kedua hanfu tersebut.


"Sudah,jangan sungkan.Kau ini putriku."


Setelah membayar dua hanfu itu,mereka keluar dari toko tersebut.


"Ibu tidak membeli pakaian untuk besok?" Shuwan merasa heran karena ibu angkatnya itu tidak membeli apapun untuk dirinya sendiri.


"Aku sudah membelinya bersama ayah mu minggu lalu.Ayo kita ke toko perhiasan!"


"Tidak perlu,ibu.Aku memilikinya beberapa." tolak Shuwan halus. "Kau tidak diberikan izin untuk menolak!" nyonya Li tak ingin dibantah.Terpaksa dia menuruti keinginan ibu angkatnya itu.


Dia memilih sepasang anting dan sebuah tusuk rambut dengan hiasan berwarna biru muda.


"Ada lagi yang mau kamu beli,Wan'er?"


"Tidak ibu,aku sudah selesai.Apa ibu masih ingin belanja?" Shuwan balik bertanya.


"Sudah selesai.Ayo kita pulang!" mereka berdua berjalan menuju kereta kuda,lalu pulang dengan membawa beberapa barang belanjaan.

__ADS_1


Shuwan merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari nyonya Li.


Ini adalah pertama baginya merasakan pergi berbelanja bersama sang ibu,walaupun bukan iju kandungnya.


Kematian mommynya saat dia masih kecil,membuatnya kehilangan banyak momen membahagiakan bersama sang ibu.


Dia bahkan tidak merasakan kasih sayang ibu dalam masa pertumbuhannya dari anak-anak sampai dewasa.


Melihat Shuwan yang tampak sedih,nyonya Li langsung bertanya, "Ada apa Wan'er?Kau tidak senang pergi dengan ibu?"


"Bukan.Bukan begitu ibu.Hari ini aku sangat bahagia.Sudah sangat lama,aku tidak merasakan kasih sayang ibu,sejak beliau me...." butiran bening tampak keluar dari mata tajam Shuwan.


Gadis itu tidak dapat melanjutkan ucapannya. Nyonya Li yang melihat itu langsung memeluk putri angkatnya itu dengan hangat.


"Sekarang ada ibu,nak.Aku akan melimpahimu dengan kasih sayang dan cinta.Jangan bersedih lagi." ucap nyonya Li lembut sambil mengusap punggung gadis itu.


*****


Keesokan harinya


Dua kereta kuda yang terlihat mewah,meski tak semewah milik keluarga kekaisaran,sudah menunggu di depan kediaman Li.


Terlihat tuan besar Li beserta Li Jingmi dan kedua orang tuanya masuk ke satu kereta yang bisa menampung enam orang dewasa itu.


Sedangkan tuan dan nyonya Li beserta Li Minghao dan Shuwan memasuki kereta yang lain.


Tatapan Li Minghao terpaku pada satu objek yang berada tepat dihadapannya.


Seorang gadis yang sangat cantik berhanfu biru muda,dengan tusuk rambut berwarna senada menghias kepalanya.


"Ibu,kenapa terburu-buru mengangkat Shuwan menjadi putrimu?Padahal aku sangat ingin menikahinya.Ibu sungguh kejam!" Li Minghao menghiba pada sang ibu.


"Tapi aku tidak mau menikah denganmu.Lebih baik aku jadi putri angkat ibu.Wlee!" gadis itu malah meledeknya.


"Sekarang dia adalah adikmu.Kau masih ingin menikahinya?" sang ibu malah memelototinya.


Li Minghao memang sudah jatuh cinta pada gadis itu sejak dia pertama kali melihatnya di goa,saat dia sadarkan diri dari pingsannya karena pertarungan dengan para penyerang itu


Namun gadis itu hanya menganggapnya teman.Bahan sekarang dia jadi adik angkatnya.Sungguh kejam dan menyakitkan.


Dipuja dan dicintai banyak gadis,namun selalu dingin dan tidak merespon.Sekalinya dia jatuh cinta,gadis yang dia cintai tidak meresponnya.


Dewa begitu cepat memberikan karmanya. Begitulah pikiran Li Minghao.


Matahari telah berada di ufuk barat ketika kereta kediaman Li memasuki gerbang istana kekaisaran.

__ADS_1


Mereka langsung diarahkan ke aula istana,tempat acara diadakan.


__ADS_2