Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
PENCULIKAN


__ADS_3

Didalam kamarnya,Shuwan yang belum tertidur mendengar suara langkah diatas atap kamarnya.


Namun saat dia bangkit hendak memeriksa keluar,tubuhnya tiba-tiba ambruk dan tak bisa digerakkan,namun dia tidak kehilangan kesadarannya.


"Yu zi,kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?" Shuwan bertanya dengan panik pada Yu zi dalam benaknya.Dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara untuk berbicara.


Dalam kondisinya yang tengah tergeletak dilantai, dengan tubuh tak bisa digerakkan,Shuwan melihat seseorang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah memasuki kamarnya lalu berjongkok dihadapannya.


"Sangat cantik.Tapi sayang aku tak bisa menyentuhmu sebelum tuan melakukannya." Ucapan pria itu terdengar sangat menjijikan ditelinga Shuwan.


Gadis itu melihat pria tersebut mengulurkan tangan lalu mengangkat tubuhnya.


Shuwan panik karena pria tersebut membawanya keluar dari kamarnya,lalu keluar dari kediaman Li.


Mereka membawanya melalui belakang kediaman,disana telah ada dua teman si pelaku menunggunya.


"Yu zi apa yang mereka gunakan hingga tubuhku seperti ini?Cepat beri aku penawarnya!"


"Tuan,itu adalah senikto,tidak berbau dan tidak berwarna.Melumpuhkan otot-ototmu untuk sementara hingga kau tak bisa bergerak.Tapi tidak menghilangkan kesadaranmu." jelas Yu zi dari ruang dimensi.


"Cepat berikan penawarnya.Kau memilikinya kan?" gadis sangat berharap Yu zi memiliki penawarnya.Bukankah diruang dimensi semua ada?


Yu zi muncul secepat kilat dan memasukkan penawar itu kedalam mulut Shuwan,yang tubuhnya sedang dalam posisi telungkup diatas punggung kuda.Entah mau dibawa kemana.


Pria yang membawa Shuwan tidak menyadari kehadiran Yu zi yang secepat kilat,dan hanya merasakan hembusan angin.


"Bila kau ingin tahu siapa mereka dan apa yang mereka inginkan,maka ikuti saja permainan mereka.Berpura-puralah kau dalam pengaruh senikto itu."


Apa yang dikatakan oleh Yu zi memang sama dengan apa yang gadis itu pikirkan.Dia akan mengikuti permainan mereka untuk mengetahui siapa dan apa tujuan mereka.


Shuwan memperhatikan jalan yang mereka lalui ketika membawanya.Semakin lama sepertinya mereka semakin menjauh dari ibu kota.


Sepertinya mereka membawa gadis itu ke pinggiran kota atau mungkin menuju hutan.


"Siapa sebenarnya mereka?Dan ingin membawaku kemana?" gadis itu terus bertanya- tanya dalam hatinya.


Telinganya mendengar langkah lebih dari dua ekor kuda yang berlari disekitarnya.


Tanpa orang-orang itu sadari,seseorang mengikuti mereka dari kejauhan,namun tetap berada dalam jangkauan pandangannya.


Mereka tidak menyadari,mungkin malam ini malam terakhir mereka menikmati hidup di dunia ini.Siapa yang bisa bertahan setelah hidupnya menjadi target dari dewa kematian?


Orang-orang yang membawa Shuwan berhenti didepan sebuah bangunan kumuh yang terletak dipinggiran hutan,yang dijaga oleh puluhan orang berpakaian serba hitam.

__ADS_1


Pria yang membawa Shuwan turun dari kudanya lalu membawa gadis itu diatas pundaknya seperti memanggul karung beras.


Saat memasuki bangunan itu,seseorang telah menunggu mereka didalam.


Pria yang memanggul Shuwan meletakkan tubuh gadis itu diatas sebuah meja yang berukuran besar dan panjang.


Shuwan yang telah lolos dari pengaruh senikto berkat penawar dari Yu zi,masih belum bergerak dan berpura-pura lemah.Dia ingin melihat apa yang akan orang itu lakukan padanya.


"Tuan,ini yang anda inginkan." pria yang memanggul Shuwan tadi berbicara pada seseorang yang telah menunggu kedatangan mereka diruangan itu.


"Bagus.Kalian mengerjakan tugas dengan sangat baik." pria itu berjalan mendekati Shuwan yang masih tergeletak diatas meja.


Tangannya terulur menyentuh pipi sang gadis sambil memandanginya penuh hasrat.


"Malam ini kau akan jadi milikku,dan akan kupastikan tak akan ada pria yang sudi menikahimu." ucap pria itu sambil mencengkram rahang Shuwan.


Shuwan hanya menatap pria itu dalam diam. "Sepertinya aku pernah melihat wajah itu,tapi dimana?"


Otak gadis itu berputar mencari informasi tentang pemilik wajah itu,terutama mata itu yang terus memandanginya dengan ekspresi yang berbeda-beda.


Tentu saja otak Shuwan harus bekerja keras untuk mengingatnya,karena pria tersebut saat ini menggunakan penutup wajah dan hanya mata serta keningnya yang terlihat.


Pria itu melepaskan cengkramannya dari rahang Shuwan,lalu telunjuknya dengan tahu malu menelusuri wajah cantik gadis itu.


Dia adalah pria yang sejak tadi mengikuti mereka dari jarak jauh.


Karena Shuwan masih diam,dia akan mengikuti alur yang dibuat oleh gadis itu.Namun bila pria sialan itu bertindak lebih jauh,dia tidak akan membiarkannya.


Saat pria yang berada didalam ruangan itu mengarahkan telunjuknya ke dagu bawah Shuwan dan hampir menyentuh lehernya,gadis itu menggoreskan belati yang dia ambil diam- diam dari ruang dimensi dan tiba-tiba ada dalam genggaman tangannya.


Belati itu menggores pergelangan tangan pria tersebut membuatnya kesakitan dan menjauh dari tubuh Shuwan.Gadis itu langsung turun dari meja tersebut.


Wajah gadis itu memerah menahan amarah.Dia merasa dilecehkan dan telah ternoda oleh pria sialan itu.


Tapi sepertinya ada yang salah dengan tubuh gadis itu.Dia merasakan panas ditubuhnya. "Apa yang terjadi dengan tubuhku?"


Mengabaikan perasaan aneh ditubuhnya,gadis itu langsung menyerang pria yang tadi menyentuhnya dan mengganti belatinya dengan pedang.


Namun orang-orang berpakaian serba hitam yang berdiri disana langsung menghalanginya dan melindungi pria yang mereka panggil tuan itu.


Melihat gadis itu telah bergerak dan dikepung oleh puluhan orang,seseorang yang sejak tadi mengawasi dari atas atap pun menerobos ke dalam ruangan melalui atap tersebut.


Semua orang yang berada diruangan itu terkejut melihat kedatangannya,terutama pria yang dipanggil tuan itu.

__ADS_1


"Kau?Tangkap gadis itu hidup-hidup dan bunuh pria itu!" perintahnya pada orang-orang berpakaian serba hitam itu.


Pria yang baru masuk itu tersenyum sinis mendengar perintah dari pria tersebut. "Membunuhku?Bukankah kalian tahu aku adalah dewa kematian itu sendiri?"


Trang trang srak srek jresh.Bentrokan tak terhindarkan saat orang-orang itu menyerang Shuwan dan si pria yang ternyata adalah Huang Zixin.


Namun dalam beberapa tarikan napas,tubuh mereka telah tergeletak tanpa nyawa di dalam ruangan itu.Bahkan banyak yang sudah tak memiliki kepala lagi.


Karena bangunan itu sempit,dindingnya langsung hancur akibat pertarungan itu.Bahkan sebagian orang-orang berpakaian serba hitam itu telah berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.


Sang dewa kematian yang tak pernsh membiarkan targetnya lolos langsung mengejar dan membantai mereka.


Sementara disisi lain,Shuwan masih bertarung dengan beberapa orang sambil berusaha mengendalikan tubuhnya yang terasa semakin tak beres.


Tubuhnya semakin terasa panas,dan ada gelenyar aneh yang dia rasakan.


"Yu zi,obat apa yang mereka berikan padaku?Bukankah kau sudah memberiku penawarnya?Kenapa tubuhku sangat panas?"


Gadis itu kembali mengabaikan perasaan aneh dalam tubuhnya saat matanya menangkap sosok yang tengah berusaha kabur dari tempat itu.


Saat Shuwan melangkah untuk mengejarnya, pria itu telah berhasil melompat ke atas punggung kuda dan memacunya dengan sangat cepat.


Shuwan ingin mengejarnya,namun sepertinya tubuhnya tak akan sanggup.


Sebagai hadiah perpisahan,gadis itu melempar dua buah jarum beracun yang diarahkan pada tengkuk dan bahu pria itu.


Dengan akurasi bidikannya yang telah mencapai sembilan puluh sembilan persen,kedua jarum beracun mendarat tepat dititik sasaran Shuwan.


Setelah orang-orang berpakaian serba hitam itu tak ada lagi yang hidup satupun,sang dewa kematian yang telah membantai kelompok itu langsung menghampiri Shuwan.


Namun dia melihat ada yang aneh dengan tubuh calon istrinya itu.Gadis itu sedang berusaha membuka pakaian atasnya dengan tubuh yang terus menggeliat seperti cacing kepanasan.


"Apa yang sedang kau lakukan?Cepat rapikan pakaianmu!" printah pria itu dingin.


"Tubuhku sangat panas." keluh gadis itu sambil terus berusaha membuka pakaian bagian atasnya.


Huang Zixin menepelkan punggung tangannya pada kening gadis itu."Memang sangat panas,tapi sepertinya bukan demam." gumam sang pangeran.


Shuwan merasakan kesejukan dan nyaman saat tangan sang pangeran menyentuh wajahnya. Tiba-tiba gadis itu menarik tubuh sang pangeran kedalam pelukannya.


"Pangeran,tubuhmu sangat dingin dan membuatku nyaman." bisik Shuwan terdengar sangat menggoda ditelinga sang pangeran.


"Sepertinya kau terkena ramuan cinta.Sungguh berani mereka melakukan ini pada wanitaku. Mereka pasti akan segera merasakan akibatnya." Huang Zixin mengepalkan tangannya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2