Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
13...HIDUP DITEMPAT BARU


__ADS_3

"Ayo kita ke ruangan lain" Yu zi menuntun Shuwan memasuki ruangan lain di rumah itu.Mereka memasuki ruangan yang luas dengan lemari besar berada di rumah itu.


Shuwan menghampiri satu lemari besar yang ternyata isinya adalah berbagai macam buku,dari buku resep masakan,buku cara pengobatan,resep membuat berbagai macam obat,ada juga buku tentang senjata dan buku-buku lain yang mungkin dia butuhkan nanti.


Gadis itu menghampiri lemari lainnya yang ternyata isinya adalah berbagai macam senjata,dari senjata tajam,senjata api,serta berbagai misil dan peluru yang dulu sering dia gunakan untuk berlatih.


Puas melihat-lihat ruangan yang mirip perpustakaan dan gudang senjata tersebut,Yu zi membawa gadis itu ke ruangan lain.


Ternyata dapur lengkap dengan peralatan masaknya,bahan makanan yang berada di lemari besar,bahkan berbagai macam ikan,daging dan makanan beku lainnya ada di freezer dengan ukuran besar..


"Wow.Dirumah ini semua barang ada." ucap Shuwan takjub. "Ya,dan barang-barang disini tidak akan habis meski kau gunakan setiap hari,karena itu akan mengisi kembali secara otomatis." Yu zi menjelaskan hal yang lebih menakjubkan.


"Tak akan pernah habis?wow amazing.Artinya aku tidak perlu bekerja keras mencari uang." senyum Shuwan mengembang.


"Untuk apa mencari uang?Uang mu ada di kamar tidur dalam peti besar.Kau tidak melihatnya?" tanya Yu zi heran.


Shuwan hanya menggelengkan kepalanya.Dia langsung berlari kembali ke kamar untuk melihat uang yang dikatakan Yu zi..


"Wah.Aku kaya." gadis itu melompat senang saat membuka peti besar yang ada dikamarnya.


Walaupun dia tidak mengenal benda-benda seperti logam yang ada di dalam peti,tapi ada beberapa emas disana,dia juga menebak bahwa logam-logam berwarna perak dan kuning itu mungkin alat pembayaran/uang ditempat tersebut.


"Ayo kita keluar! Aku sudah puas melihat-lihat tempat ini." senyum gadis itu terus mengembang.


Dia masih terngiang-ngiang ucapan Yu zi tadi saat mengatakan 'ini semua milikmu' dan 'tak akan pernah habis karena mengisi kembali secara otomatis setelah digunakan'.


"Aku orang paling beruntung.Terimakasih mommy telah meninggalkan cincin hebat ini untukku." gumam Shuwan dalam hati.


Mereka hendak keluar dari ruang dimensi,namun Shuwan tak melihat ada pintu atau gerbang ditempat itu. "Kita keluar lewat mana Yu z?" Shuwan tak bisa menahan diri untuk bertanya.


"Bayangkan saja tempat diluar sana!" jawab Yu zi enteng. "Aku tidak tahu tempat seperti apa diluar sana,bagaimana bisa membayangkannya?Oh.Aku ta...."


Belum selesai Shuwan bicara,dia telah berada ditempat yang berbeda.Banyak pohon rindang dengan suasana yang teduh dan adem.


Shuwan memutar pandangannya 360°,dan yang dilihatnya tetap sama. "Ini hutan?Kenapa kau membawaku ke hutan?"


"Tidak bisakah kau membawaku ke tempat menyenangkan?Padahal tadi akan membayangkan rumah besar grandpa." Shuwan tidak senang pada tindakan kelinci coklat itu.


"Tak usah merajuk! Ayo kita jalan-jalan,atau kita pergi mencari pemukiman untuk tempat tinggal mu" ucap Yu zi mengusulkan.


"Ya,itu juga bagus.Tidak mungkin kita tinggal di ruang dimensi terus." Shuwan menyetujui saran Yu zi


"Ya,kau tidak boleh mengekspos tentang keberadaan ruang dimensi.Bila diketahui oleh orang-orang serakah,mereka akan berusaha merebutnya." lanjut Yu zi

__ADS_1


Akhirnya mereka menyusuri hutan untuk mencari jalan keluar dari hutan itu dan mencari pemukiman untuk tempat tinggal Shuwan.


"Tolong....tolong..." Shuwan menghentikan langkahnya saat samar-samar mendengar suara teriakan minta tolong.


"Yu zi apa kau mendengarnya?" "Ya." Yu zi yang berada digendongan Shuwan mengangguk beberapa kali.


"Suaranya berasal dari sana" Yu zi menunjuk ke arah kanan mereka. "Ayo kita lihat" Shuwan berlari ke tempat suara itu berasal.


Mereka melihat seorang gadis sedang dikejar oleh beberapa pria yang membawa senjata.


"Tolong" gadis itu terus berlari sambil berteriak meminta tolong,tapi tak ada seorangpun yang menolongnya.


"Kau tidak ingin menolongnya?" Yu zi bertanya pada Shuwan saat melihat gadis itu hanya berdiri ditempatnya.


"Aku tak tahu apa masalahnya,siapa yang jahat dan siapa yang harus ditolong." gadis itu beralasan


"Benar juga,tapi...." Yu zi tampak berfikir. "Sepertinya mereka perampok yang sering merampok orang-orang yang melewati hu..." belum selesai Yu zi bicara,gadis itu telah berlari dan melempar tubuh coklatnya ke tanah dengan kejam.


Shuwan menarik gadis itu untuk bersembunyi,namun sangat percuma,karena para perampok itu telah melihat mereka.


"Wah wah wah. Kita mendapat barang tambahan yang lebih bagus." ucap salah satu perampok itu sambil menatap Shuwan dengan tatapan mesum.


"Mari kita bersenang-senang dulu dengan kedua gadis ini,setelah itu baru bawa mereka pada ketua." pria itu menjilati bibirnya sambil terus mendekat pada kedua gadis yang akan menjadi mangsa mereka.


Pria itu hendak menangkap tangan Shuwan,namun tangannya sendiri yang dipelintir oleh gadis incarannya itu.


Pria itu tersungkur ke tanah saat Shuwan melayangkan tendangan ke punggungnya.


"Kurang ajar.Cepat tangkap gadis itu!" pria itu bangkit lalu menyerang Shuwan bersama teman-temannya.


Shuwan terus menghindari serangan mereka sambil sesekali melayangkan pukulan dan tendangannya pada para perampok itu.


Melihat teman-temannya tergelatak tak berdaya,pria tersebut meniup sesuatu yang berbunyi nyaring.Tak lama pria berbadan besar lainnya berdatangan mendekati pria itu.


"Kau belum menangkap gadis itu?" pria berkumis tebal yang baru saja datang bertanya padanya. "Belum ketua.Gadis sialan ini menyelamatkannya dan menyerang kami."


"Lumpuhkan gadis itu lalu tangkap mereka berdua.Mereka pasti mahal kalau kita jual ke tempat hiburan,terutama gadis cantik itu.Jangan sampai melukai wajah dan tubuhnya." pria yang dipanggil ketua itu bersemangat kala ratusan ribu tael tampak didepan matanya.


Mereka kembali menyerang Shuwan..Awalnya mereka menyerang dengan tangan kosong sesuai perintah sang ketua,namun gadis kecil itu ternyata sulit dilumpuhkan.


Akhirnya mereka menyerang menggunakan senjata agar bisa dengan cepat menangkapnya.


Shuwan mulai kewalahan saat para perampok menyerangnya menggunakan pedang dan golok.

__ADS_1


Meskiipun kecepatannya dalam menyerang dan menghindari serangan sangat tinggi,tapi lawan yang dia hadapi bukan satu dua orang.Mereka berjumlah sepuluh orang lebih.


"Cepat selesaikan mereka sebelum memanggil bantuan lainnya!" suara Yu zi bergema ditelinga Shuwan.


"Ambilkan katana ku!" Shuwan bicara dalam hatinya. "Kau cukup membayangkan apa yang kau ingin ambil dari ruang dimensi." suara Yu zi terdengar memberi jawaban.


Gadis itu membayangkan katana nya dan tiba-tiba katana itu telah berada ditangannya.Para perampok merasa heran namun mereka tak punya waktu untuk memikirkan hal itu.


Shuwan menyerang mereka dengan brutal.Dia menyabetkan katana nya pada dada atau leher para pria itu hingga mempercepat mereka menghadap dewa yama.


Tubuh mereka membiru dan lukanya mengeluarkan darah hitam.Racun dalam katana gadis itu benar-benar bekerja sangat kilat.


Tersisa pria berkumis tebal yang dipanggil ketua oleh para perampok itu.Pria itu lumayan tangguh hingga butuh waktu dan tenaga ekstra untuk menumbangkannya.


Pria itu sudah melemah karena katana beracun Shuwan beberapa kali menggores tubuhnya.


Shuwan menebas leher pria itu untuk mengakhiri pertarungan.Pria itu tumbang dengan kepala yang telah terpisah dari badannya.


Shuwan mengedarkan pandangannya mencari Yu zi dan gadis tadi.Ternyata mereka sedang bersembunyi.


Melihat para perampok itu telah mati,gadis tersebut mendekat ke arah Shuwan sambil menggendong Yu zi.


"Nona,tangan anda terluka." gadis itu panik saat melihat lengan kiri penolongnya terluka."tidak apa-apa,nanti aku obati." jawab Shuwan santai.


"Kenapa mereka mengejarmu?" tanya Shuwan penasaran. "Saya tidak tahu nona.Kami adalah orang-orang desa yang akan bekerja di ibu kota."


"Tapi saat melewati hutan ini,kami diserang oleh orang-orang itu.Mereka membunuh semua rombonganku dan mengambil semua tael kami.." gadis itu becerita panjang lebar.


"Teimakasih telah menolong hamba.Mulai hari ini hamba akan menjadi pelayan nona" gadis itu berlutut dihadapan Shuwan,membuat Shuwan menjauh darinya.


"Apa yang kau lakukan?jangan berlutut didepanku!" "Lagipula aku tidak butuh pelayan.Dimana rumah orangtua mu?aku akan mengantarmu pulang"


Ucapan Shuwan malah membuat gadis itu mengeluarkan air mata. "Hamba tidak punya siapa-siapa nona.Hamba tidak punya tempat untuk pulang. "


"Aku sendiri tidak punya tempat tinggal.Aku tidak mungkin mengajakmu tinggal dihutan" keluh Shuwan. "Hamba akan tetap mengikuti nona dimanapun nona tinggal,walaupun dihutan ini."


"Jangan bicara hamba hamba terus! Aku ini bukan raja.Siapa namamu?" "Nama hamba Wei,nona" "Sudah ku bilang jangan bilang hamba! Aku pusing mendengar nya.Seperti zaman kerajaan saja." gerutu Shuwan kesal.


"Baiklah,kau boleh ikut denganku.Itu artinya kita harus mencari pemukiman agar mendapatkan tempat tinggal"


Shuwan mengeluarkan obat racikannya untuk mengobati luka ditangannya.Dia duduk disebuah batu besar dan menyingkap lengan baju nya,namun Wei dengan sigap membantunya.


Mengobati lalu membalut luka di tangan Shuwan dengan kain yang diberikan oleh sang nona baru nya.

__ADS_1


Merekapun kembali berjalan untuk mencari pemukiman


__ADS_2