
Huang Zixin meletakan tubuh Shuwan diatas tempat tidur dengan sangat hati-hati lalu mengungkungnya dibawah tubuhnya.
Netra keduanya bertemu dan mereka saling tatap.Wajah pria itu semakin mendekat dan dia langsung menyambar bibir gadis itu.
Tak tinggal diam,gadis itu membalas ciuman sang suami.Dan tindakannya membuat sesuatu dalam tubuh pria itu terbangun.
Ketika merasakan hampir kehabisan napas, mereka melepaskan tautan bibirnya dan menarik napas dengan rakus.
Namun pria itu kembali menyambar bibir istrinya,bahkan bibirnya sudah menjelajah di seluruh wajah sang istri.
Hingga ciumannya berpindah tempat dan turun ke bagian leher.Disana pria itu bukan hanya menciumnya,tapi juga m*ny*s*pnya dengan kuat hingga meninggalkan beberapa tanda berwarna merah di leher putih gadis itu.
Setelah puas mengeksplore bagian leher,kini pria itu menjelajah ke area bawah lehernya.
Karena terhalang oleh hanfu yang dikenakan gadis itu,Huang Zixin melepas hanfu bagian atas yang membalut tubuh istrinya.
Setelah menyingkirkan semua pakaian atas sang istri,ternyata masih ada kain kecil berbentuk aneh yang digunakan gadis itu untuk menutupi kedua buah d*d*nya.
Tak ingin aktifitasnya terganggu,Huang Zixin langsung melempar kain kecil itu ke sembarang arah.
Hingga dua buah bukit yang tampak indah dan masih dalam masa pertumbuhan itu terpampang dihadapannya.
Tanpa membuang waktu,pria itu langsung bermain disatu bukit.Mencium,menyesap dan meng*l*m terus dia lakukan hingga tanda merah itu tercetak semakin banyak ditubuh mulus Shuwan.
Sementara tangan nakalnya sedang asik bermain dibukit yang satunya.Tubuh Shuwan menggeliat merespon tindakan sang suami yang terus saja mengeksplore tubuh bagian atasnya.
Kini tangan nakal pria itu telah turun dari bukit yang sejak tadi dia mainkan.Sekarang jari-jari pria itu tengah bermain diperut rata sang istri.
Sementara bibirnya dengan lincah berpindah tempat ke bukit lainnya dan menjamahnya dengan liar.
Lenguhan dan erangan sering kali terdengar dari bibir gadis itu saat dia tak bisa mengendalikan diri.
Dan hal itu seperti merangsang Huang Zixin untuk melakukan hal lebih pada tubuh sang istri yang masih berada dibawah kungkungannya itu.
Karena pakaian sang istri dianggap menghalangi kegiatan eksplorasinya terhadap tubuh itu, dengan tak sabaran Huang Zixin menyingkirkan semua kain yang membalut tubuh istrinya.
__ADS_1
Hingga kini tubuh itu tampak seperti bayi yang baru lahir,tak mengenakan apapun.Shuwan yang merasa malu langsung menutupi asetnya dengan kedua tangannya.
Namun tentu saja pria itu tak mengizinkan pemandangan indah itu dihalangi oleh apapun. Dia segera menggenggam kedua tangan sang istri lalu menahannya disamping tubuhnya.
Disaat bibirnya menjelajah perut rata sang istri, jari-jari tangan kanannya telah menjelajah ke daerah palung yang sedikit dihiasi tumbuhan alami.
Shuwan berusaha menyingkirkan tangan nakal itu dari sana,namun usahanya sama sekali tak membuahkan hasil.
Geliat tubuh dan lenguhan yang keluar dari bibir merahnya itu semakin intens terdengar.
Pria itu benar-benar membuat Shuwan tak bisa mengontrol tubuh dan bibirnya,hingga lenguhan dan erangan memalukan itu sering lolos dari bibir mungilnya.
Pria itu...apakah pelajaran dari buku pemberian pangeran ketiga telah benar-benar dia kuasai?Ternyata keseriusannya mempelajari buku itu membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.
Pria itu bahkan telah mendekatkan wajahnya di daerah perut bawah istrinya.Dia yang dalam posisi menunduk langsung menjulurkan lidahnya ke s*l*ngk*ngan gadis itu.
"Euh.." lenguhan lagi-lagi keluar dari bibir mungil gadis itu disertai tubuhnya yang menggeliat saat merasakan geli dan.....nikmat? diwaktu bersamaan.
Shuwan mencengkram erat rambut panjang suaminya,namun pria itu makin menggila dibawah sana.
Bahkan Shuwan mengekplore daerah leher pria itu hingga jakunnya naik turun menahan gairah yang meluap dalam tubuhnya.
Merasa pakaiannya akan mengganggu kegiatan sang istri,Huang Zixin melepas pakaiannya tanpa menghentikan kegiatan sang istri,lalu melemparnya ke sembarang tempat.
Kini mereka berdua sama-sama seperti bayi besar tanpa dibalut sehelai benangpun.
Shuwan bermain di dada bidang suaminya. Mencium,mengecap,dan memainkan ****** sang suami dengan lidahnya hingga pria itu mengerang dan menekan kepala Shuwan ke dadanya.
Jemari lentik gadis itu bahkan tak tinggal diam. Mereka menggerayangi perut pria itu yang berotot dan membentuk kotak-kotak,yang membuat pria itu tak berhenti mengerang dan melenguh penuh nikmat.
Tak tahan dengan semua rangsangan itu,Huang Zixin perlahan membuat tubuh sang istri berbaring dan dia langsung menindihnya,dan membuat kedua paha gadis itu agak berjauhan.
Shuwan yang tubuhnya telah berbaring dengan posisi terlentang dan ditindih oleh suaminya, merasakan sesuatu yang keras memaksa memasuki tubuhnya dibawah sana.
Shuwan merasakan sakit dan perih dibawah sana saat benda keras itu terus memaksa masuk. Semakin suaminya menekan,semakin sakit yang dia rasakan.
__ADS_1
Shuwan bahkan mencengkram punggung kokoh pria itu untuk menahan rasa sakitnya.
"Apakah sangat sakit?" pria itu menatap wajah istrinya yang terlihat sangat kesakitan.Shuwan hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.
"Mau berhenti?" pria itu masih bisa menahan diri agar tak menyakiti istrinya.
"Tak apa,aku baik-baik saja.Lagipula semua gadis yang telah menikah pasti melalui hal ini." ucap Shuwan dengan wajah memerah menahan malu dan sakit diwaktu bersamaan.
Huang Zixin menyesap kembali bibir sang istri,dan saat gadis itu terbuai,dia kembali menekan gadis itu dan memaksa membobol pertahanannya.
Shuwan yang merasakan sakit di area bawahnya berusaha untuk menahannya.
Dan ketika sesuatu yang keras dan menyakitkan itu berhasil memasuki tubuhnya dan terbenam sepenuhnya, gadis itu menggigit bibir sang suami yang masih bertaut dengannya.
Gadis itu merasakan dibawah sana penuh dan sesak.Setelah Shuwan rileks,pria yang berada diatas tubuhnya perlahan menggerakan pinggulnya.
Gerakan itu tentu saja menimbulkan rasa perih dan....nikmat disaat bersamaan.Gerakan itu terjadi secara intens dan dalam waktu yang lama, hingga sesuatu seperti hendak keluar dari tubuh pria itu.
Ketika sesuatu menyembur dari tongkat saktinya,Huang Zixin merasakan sesuatu yang luar biasa.
Pria itu berguling dan tidur dalam posisi menyamping sambil memeluk tubuh sang istri yang sama-sama basah oleh keringat.
Tidur dalam balutan selimut yang sama dengan kondisi tubuh polos tanpa busana,membuat pusaka Huang Zixin kembali menegang dan kembali melakukan penyatuan dengan sang istri.
Dia bahkan beberapa kali menyerang Shuwan dan tidak membiarkannya tidur nyenyak sepanjang malam.
Menjelang pagi,gadis itu baru benar-benar bisa tidur nyenyak karena si pengganggu telah tertidur lebih dulu.
Bahkan setelah matahari menampakan dirinya beberapa lama,sepasang pengantin baru itu masih terlelap dalam bakutan selimut yang sangat lembut dan nyaman itu.
Huang Zixin perlahan membuka matanya.Mereka masih dalam posisi berpelukan dan tidur menyamping.
Bahkan dadanya menempel dengan dua bukit yang sangat menggoda milik istrinya itu. Pusakanya kembali menegang.
Merasakan gerakan kecil istrinya,pria itu kembali memejamkan mata dan berpura-pura masih tidur.
__ADS_1