
Pagi hari,keluarga Li telah berkumpul di depan kediamannya,lengkap dengan dua buah kereta kuda terparkir di dekat mereka.
Mereka tampak membawa beberapa buah-buahan dan banyak makanan untuk dijadikan buah tangan.
Hari ini mereka akan mengunjungi keluarga Wang untuk mengetahui kondisi mereka pasca penyerangan di kediamannya.
Karena putra keluarga Li dan Keluarga Wang bersahabat,hubungan kedua keluarga pun jadi semakin dekat dan baik.
Seorang gadis cantik berhanfu merah muda datang menghampiri mereka.
Li Minghao menelan ludahnya dengan susah payah.Raut wajahnya terlihat kesal.Entah mengapa,setiap melihat gadis itu tampil cantik,dia masih saja sering merasa kesal.
Terutama pada sang ibu yang terburu-buru menjadikannya putri angkat,padahal dia belum berusaha maksimal untuk meluluhkan gadis itu agar mau menikah denganya.
"Hhhhh" Li Minghao menarik napasnya dengan kasar.Dia berusaha menyingkirkan perasaan itu dari hatinya.Bagaimanapun,gadis itu sekarang adalah adiknya,yang harus dia jaga.
"Hao'er,ayo naik! Kenapa kau melamum?" sang ibu menarik tangan Li Minghao agar segera memasuki kereta,karena mereka akan segera berangkat.
"Ternyata yang pergi semua keluarga,aku kira hanya kita bertiga bu." Shuwan tidak tahu kalau mereka bertiga akan pergi ke sana.
"Ya,mereka juga mengkhawatirkan keluarga Min'er,jadi kita semua berkunjung kesana. Kemarin penjaga di kediaman Wang mengatakan bahwa jendral tua dan jendral Wang terluka oleh para penyerang itu." tuan Li menjelaskan pada sang putri.
Perjalanan mereka telah berlangsung sejak lama. Sepertinya sebentar lagi akan sampai ditempat tujuan.
Kereta keluarga Li telah sampai didepan gerbang istana pangeran ke empat.Seorang penjaga menghentikan kereta sebelum mereka melewati gerbang istana tersebut.
"Siapa kalian dan ada keperluan apa?" tanya si penjaga pada kusir kereta. "Kami dari keluarga Li datang untuk mengunjungi keluarga Wang." jawab si kusir mewakili majikannya.
"Tunggu sebentar!" penjaga itu berlari kedalam melewati gerbang istana,dia akan melapor tentang kedatangan keluarga Li.
Sementara di dalam istana,penjaga tadi langsung menemui jendral tua Wang Haocun dan melapor. "Jendral,diluar ada keluarga Li berkunjung. Apakah....."
"Keluarga Li?Dimana mereka?" pertanyaan selir Xuangqi menghentikan ucapan si penjaga. "Mereka ada diluar yang mulia selir."
"Kenapa kau menahan mereka diluar?Cepat suruh masuk!" titah sang selir kaisar dengan mata berbinar.
Ini seperti kata pepatah lama,'pucuk dicinta, ulampun tiba'.Saat mereka sedang sangat penasaran tentang gadis itu,keluarga mereka datang padanya.
Penjaga tersebut kembali ke gerbang,lalu membukakan gerbang dan mempersilahkan mereka masuk.
Kereta keluarga Li berhenti di depan istana dan para penumpangnya langsung turun.
__ADS_1
Tampak selir Xuangqi sedang berdiri di depan pintu istana,sedang tersenyum menyambut kedatangan mereka.
Seluruh anggota keluarga Li terkejut melihat selir kaisar menyambut mereka dengan senyum cerah menghiasi wajah cantiknya.
"Salam yang mulia selir." seluruh anggota keluarga Li menunduk hormat dihadapan sang selir kaisar.
"Masuklah! Ayah dan keluarga yang lain ada didalam.Mari." ucapnya sambil terus tersenyum. Pandangannya terus tertuju pada gadis cantik berhanfu merah muda yang menggandeng tangan nyonya Li.
Merekapun masuk kedalam istana tersebut. Pelayan menuntun mereka ke ruangan yang digunakan keluarga Wang untuk bersantai.
Terlihat jendral besar Wang Haocun dan jendral besar Wang Xingsheng sedang duduk disebuah sofa yang tampak sangat nyaman,ditemani istri-istri mereka sambil berbincang santai.
"Salam jendral besar,salam nyonya." sapa tuan Li pada seluruh keluarga Wang.
"Tuan besar Li dan keluarga,silahkan duduk." jendral besar Wang Haocun menyambut dengan ramah.
Walaupun tetap dalam posisi duduk karena beberapa lukanya masih basah dan terasa sakit.
"Bagaimana keadaan anda dan keluarga,jendral besar?" tuan besar Li sebagai sesepuh di keluarga Li memulai obrolan setelah mereka duduk berdekatan.
"Aku mendapatkan beberapa luka.Tubuh tua ini sudah tak segesit dulu untuk bertarung. Untunglah para wanita tak ditemukan oleh mereka."
"Apakah mereka kelompok mawar hitam juga?" tanya tuan besar Li lagi. "Sepertinya bukan. Walaupun wajah mereka tak terlihat,tapi mereka tampak asing." jawab jemdral tua Wang.
"Kenapa keluarga kita menjadi incaran para pembunuh bayaran?Apakah ada seseorang yang tidak sengaja kita singgung?" ucap tuan besar Li penuh tanya.
"Entahlah.Kedua cucuku masih menyelidiki hal ini,dan mereka belum menemukan jawabannya." jendral besar Wang pun memiliki pertanyaan yang sama dengan tuan besar Li.
Selir Xuangqi mengedipkan sebelah matanya pada sang ayah.Sang ayah yang menangkap kode itu langsung mengerti.
"Tuan besar Li,apakah nona muda ini yang sedang banyak dibicarakan orang-orang diluar sana?" tuan besar Li terkejut mendengar pertanyaan jendral tua Wang.
"Banyak dibicarakan?Tentang apa jendral?" Tuan Li tak tahan untuk segera bertanya.Hal apa yang dibicarakan oleh orang-orang tentang putrinya itu.Apakah tentang skandal?
Tentu saja anggota keluarga yang lain juga merasakan hal yang sama dengan tuan Li,terutama Shuwan.
"Tentang dia yang berkencan dengan cucuku,pangeran ke empat.Bahkan kabarnya, mereka sudah mengunjungi istana sang ibu beberapa hari lalu." ucap jendral tua Wang sambil tersenyum.
"Berkencan?Dengan pangeran ke empat?" beo mereka kompak,lalu memandang Shuwan dengan pandangan penuh tanya.
"Aku tidak pernah berkencan dengannya ayah,sungguh." Shuwan memandang sang ayah dengan takut.Dia takut tindakannya malah mencelakai keluarganya.
__ADS_1
"Itu bukanlah masalah nona,justru kami senang. Mumpung kedua keluarga bertemu,bagaimana kalau aku mengajukan lamaran pada keluarga Li untuk cucuku itu?"
Tentu saja ucapan jendral tua Wang membuat keluarga Li tercengang,terutama gadis yang menjadi topik pembicaraan saat ini.
Semua orang yang berada diruangan itu memandang Shuwan,karena jawaban gadis itu lah yang ditunggu.
Nyonya Li menatap putri angkatnya itu dengan senyum.Meskipun pangeran ke empat terkenal dingin dan kejam,namun dia tidak memiliki catatan buruk tentang wanita.Dia bersih,bahkan tak tersentuh oleh wanita.
Shuwan mengerjapkan matanya beberpa kali.Dia tidak tahu harus menjawab apa.
Gadis itu merasa heran pada dirinya sendiri. Kenapa dia merasa bingung harus menjawab apa?Biasanya jawaban 'tidak' langsung keluar dari mulutnya ketika ada pria mengatakan ingin menikahinya.
"Tapi jendral besar...ini adalah lamaran dari anda,bukan dari pangeran ke empat itu sendiri. Bagaimana kalau dia menolaknya?" Shuwan bicara dengan hati-hati.
"Tentang dia,kami tahu apa yang dia inginkan. Bagaimana dengan anda nona?" jendral tua Wang masih berusaha mendapatkan jawaban gadis itu.
"Bisakah saya menjawabnya nanti saja?" semua orang menahan napas mendengar jawaban gadis itu.
"Apa yang gadis ini pikirkan?Bila itu gadis lain,mereka tak akan berpikir lagi untuk menerima lamaran ini."
"Bahkan beberapa gadis kehilangan nyawanya karena berusaha merangkak ke atas tempat tidur sang pangeran hanya untuk mendapatkan status sebagai selir nya."
"Dia yang dilamar secara terhormat dan untuk jadi istri sah,malah meminta waktu untuk menjawabnya." selir Xuangqi tak habis pikir dengan gadis itu dan terus bergumam dalam hatinya.
Jendral Wang Haocun menatap sang putri yang menjadi ibu dari pangeran ke empat.Melihat putrinya mengangguk,jendral tua Wang tak berdaya.
Putrinya dan gadis itu sama-sama keras kepala dan sulit ditaklukkan.
"Baiklah,tak masalah.Semoga nona memberikan jawaban dalam waktu dekat." jendral tua Wang tidak memaksa gadis itu.
"Kalian anak-anak muda,bisa berkeliling disekitar istana ini bila bosan berkumpul dengan kami para orang tua ini." jendral tua Wang mengusir Li Jingmi,Li Minghao dan Shuwan dengan halus.
Tentu saja ketiga orang itu merasa senang dan langsung pergi dari ruangan tersebut.
Para orang tua keluarga Wang tersenyum misterius menatap kepergian mereka.
**
Nah loh,ada apa dengan keluarga Wang???
__ADS_1