
Shuwan yang sudah sangat lelah dan kehabisan tenaga tak bisa berbuat apa-apa ketika ekor matanya melihat seseorang mengayunkan pedang ke arah lehernya.
Sebelum pedang itu menyentuh lehernya,dia melihat sosok bayangan muncul di hadapannya lalu semuanya gelap.
***
Yuwen menangkis pedang yang nyaris memenggal gadis itu,lalu menyerang orang-orang berpakaian serba hitam itu.
Ekor mata Yuwen melihat gadis yang tadi hampir dipenggal itu tergeletak tak sadarkan diri dengan posisi terlentang hingga wajahnya terlihat jelas.
"Nona Shu!" Yuwen yang terkejut refleks berteriak ketika melihat wajah gadis itu.Penampilannya sangat kacau.
Pakaian terkoyak disana sini, rambutnya sudah tak beraturan.Bahkan wajahnya berhias lebam dan darah yang sebagian sudah mengering.
Sejak gadis itu menyelamatkan sang majikan,ketika mengeluarkan racun dari tubuh pangeran ke empat,Yuwen sudah sangat berterimakasih dan menaruh hormat pada gadis itu.
Dan sekarang kondisi gadis itu sangat mengenaskan.Bahkan tadi nyaris di penggal.Kalau saja dia terlambat bertindak...
Hati Yuwen terasa sangat sakit melihatnya,dan seketika amarahnya membuncah.
Tanpa membuang waktu,pengawal kepercayaan pangeran ke empat itu langsung menyerang sekelompok orang itu dengan membabi buta.
Sementara sang majikan yang sedang duduk manis di dalam kereta,terkejut saat mendengar Yuwen berteriak memanggil nama seseorang yang pernah bersinggungan dengannya itu.
Mungkinkah...?
Tak ingin menerka-nerka,pria dingin itu segera keluar dari keretanya dan melihat sang pengawal yang tengah mengamuk membantai orang-orang yang mendekat padanya.
Orang-orang berpakaian serba hitam itu telah bergelimpangan dengan tubuh bersimbah darah dan sudah tak bernyawa.
Melihat orang-orang berpakaian hitam itu masih berjumlah banyak,pria dingin itu segera membunuh mereka hingga tak tersisa untuk membantu sang pengawal.
Kemudian dia menghampiri sang pengawal yang baru saja menyelesaikan target terakhirnya.
Yuwen mendekati tubuh gadis itu yang tergeletak ditanah.Dia berjongkok dan mengulurkan tangannya hendak menggendong gadis itu,namun sebuah suara dingin menghentikannya.
"Aku saja."
"Eh?" Yuwen tertegun sejenak.
"Aku salah dengar atau bagaimana?"
Yuwen membelalakan matanya saat melihat pria dingin itu meraih tubuh gadis tersebut dan berlalu menuju kereta.
"Kau akan tetap disitu?" suara dinginnya berhembus saat menyadari sang pengawal tidak mengikuti langkahnya.
__ADS_1
Yuwen tersadar dan segera berlari mengejar sang majikan.Dia mengerjapkan matanya beberapa kali saat melihat pria itu menggendong tubuh Shuwan.
"Yang mulia benar-benar menggendongnya?" batin Yuwen penuh keheranan.Yuwen masih meragukan penglihatannya sendiri.
Pangerannya menyentuh makhluk yang bernama perempuan,selain ibunya.Ini adalah hal yang baru pertama terjadi selama dia menjadi pengawal pria tersebut.
Selama ini dia tidak pernah peduli pada perempuan lain selain ibunya.Walaupun mereka sekarat dan meregang nyawa dihadapannya.
"Cepat pulang ke istana!".Yuwen segera duduk ditempat kusir setelah pangerannya duduk di dalam kereta.Dia memacu kudanya dengan cepat agar segera sampai ke istana.
Setelah melewati jarak ratusan meter dan menghabiskan waktu puluhan menit,akhirnya kereta tiba di istana pangeran ke empat.
Setelah kereta berhenti,sang pangeran langsung membawa Shuwan ke dalam istananya,lebih tepatnya ke kamar pribadinya.
Lagi-lagi Yuwen tercengang dengan kelakuan junjungannya itu.Bahkan semua pelayan dan pengawal di istana itu tidak mempercayai penglihatan mereka sendiri.
"Apa aku salah melihat?" tanya seorang pelayan pada temannya. "Memangnya apa yang kau lihat?" orang yang ditanya malah bertanya balik.
"Aku melihat pangeran menggendong seorang gadis dan dibawa ke kamarnya" jawab si pelayan yang bertanya tadi. "Kalau begitu,aku juga mungkin salah lihat.Karena aku melihat hal seperti yang kau lihat."
"Cepat panggil tabib!" perintah sang pangeran berhasil menarik kembali kesadaran mereka yang sesaat hilang karena terkejut dengan perilakunya yang tak biasa itu.
Tabib yang bekerja di istana tersebut langsung memasuki kamar sang pangeran setelah Yuwen membangunkannya yang sedang tertidur lelap.
"Yang mulia.." sang tabib membungkuk hormat. "Cepat periksa dan obati dia!" tanpa melihat si tabib,Huang Zixin langsung memberi perintah.
"Apa yang kau lakukan tabib?"
"Ha...hamba a akan memeriksanya,yang mulia." tabib itu menjawab dengan tergagap.
"Tidak perlu menyentuhnya!" entah mengapa,ada ketidakrelaan dalam hati sang pangeran saat sang tabib hendak menyentuh tangan gadis itu.Padahal hanya tangannya.
Sementara si tabib sangat ingin menangis mendengar perintah tak masuk akal dari majikannya itu.
"Yang mulia,ba...bagaimana hamba memeriksanya bila tidak disentuh?" dengan rasa takut yang sangat besar,dia memeberanikan diri bertanya pada sang tuan.
"Ditubuhnya juga banyak luka,apakah hamba..?"
"Panggil tabib wanita kesini!",belum selesai si tabib bertanya,sang tuan sudah menyela ucapannya dengan cepat.
"Yang mulia,anda tidak pernah mau diobati atau dirawat oleh tabib wanita,jadi tidak ada tabib wanita yang dipekerjakan di istana ini." kali Yuwen yang berbicara,hingga si tabib menarik nafas lega karena terselamatkan.
"Kalau begitu panggil pelayan wanita!" Yuwen segera berlari ke tempat pelayan wanita beristirahat.
Ini sudah mendekati pagi,jadi tidak akan sulit membangunkan mereka karena sebentar lagi waktunya mereka bangun.
__ADS_1
"Yang mulia" seorang pelayan wanita memasuki kamar tersebut. "Cepat bersihkan tubuhnya, bersihkan pula lukanya dan obati,lalu ganti pakaiannya!"
"Pakaian?tapi yang mulia.." "Berikan saja pakaianmu!" perintah sang pangeran acuh,seolah tahu apa yang dipikirkan pelayan itu.Tidak ada pakaian wanita di istana itu selain pakaian pelayan.
"Yang mulia memakaikan pakaian pelayan pada kekasihnya?sungguh sulit ditebak" gumam pelayan itu dengan pikiran liarnya.
Ketiga pria itu keluar meninggalkan si pelayan yang sedang merawat dan mengobati tubuh Shuwan.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada nona,hingga kondisinya sangat mengenaskan seperti ini?" gumam si pelayan sambil tangannya sibuk mengoleskan obat pada luka-luka di tubuh Shuwan.
***
Malam telah berganti pagi.Yu zi telah pergi ke kediaman Li dan mengeluarkan orang-orang yang tadi malam dia sembunyikan di gudang bawah tanah.
Kini mereka telah sadar dan kembali ke kediaman.
Namun mereka sangat terkejut melihat kediaman yang telah porak poranda.Disertai puluhan mayat yang tergeletak dimana-mana.
Nyonya Li menatap orang-orang yang bersamanya satu per satu.Ada tuan dan nyonya besar Li yang merupakan mertuanya.
Ada Li Jingmi beserta ayah dan ibunya,ada beberapa pelayan dan pengawal,ada Wei juga disana.
"Dimana suami dan putra putri ku?" nyonya Li bertanya dengan suara bergetar.Karena tidak ada yang menjawabnya,dia berlari kesana kemari memeriksa setiap mayat.
Hampir semua mayat mereka periksa,tapi tak ada ketiga orang yang mereka cari.
"Suamiku...Hao'er..Wan'er..dimana kalian?" nyonya Li berteriak sambil terus berlari ke setiap tempat untuk mencari mereka.
Yu zi yang melihat kejadian itu,sangat ingin memberitahu nyonya Li tentang keberadaan orang-orang yang dia cari.
Namun,bukankah mereka pasti terkejut bila dia berbicara menggunakan bahasa manusia dalam wujud kelincinya?Bisa-bisa mereka mati terkena serangan jantung.
Yu zi terus berfikir mencari cara.Dia harus mengeluarkan Li Minghao dan ayahnya ditempat yang belum mereka datangi saat mencari tadi.
"Paviliun mereka",Yu zi langsung berlari ke paviliun orang tua Li Minghao lalu mengeluarkan ayah dan anak itu dengan asal.
Yu zi kembali ke tempat nyonya Li berada,lalu menarik-narik ujung pakaian wanita itu agar mengikutinya.
Seakan mengerti,nyonya Li mengikuti kelinci coklat yang dia ketahui merupakan peliharaan putri angkatnya itu.
Ternyata kelinci itu menuntunnya ke paviliun milik nyonya Li sendiri.Mereka melihat Li Minghao dan tuan Li tergeletak ditempat yang berbeda.
"Suamiku..Hao'er!" beberapa pengawal segera membawa tubuh kedua majikannya ke tempat yang tidak rusak sepenuhnya dan masih bisa ditinggali.
"Aku harus segera kembali ke ruang dimensi dan membantu pemulihan tuan dari dalam." lalu kelinci coklat itu kembali ke ruang dimensi, meninggalkan kediaman Li yang dalam kondisi sangat kacau.
__ADS_1
Itu urusan mereka untuk membenahinya.Tugasnya sekarang adalah membantu pemulihan Shuwan yang kondisinya sangat kacau.