
"Nona Shu,bagaimana kalau kita pergi ke alun-alun dulu sebelum kembali ke kediaman Li." Li Jingmi mengajak gadis itu mendatangi tempat yang dia sukai.
"Ayo,tak masalah.Aku sudah menemukan rumah untuk ditinggali,jadi kita leluasa pergi kemanapun sekarang." Shuwan tidak menolah ajakan Li Jingmi.
Dia juga penasaran dengan suasana dan kehidupan masyarakat di zaman ini.
Mereka berjalan santai di alun-alun sambil sesekali membeli makanan yang mereka inginkan.
Seperti di toko pakaian tadi,di alun-alun pun mereka menjadi pusat perhatian banyak orang,karena ini pertama kalinya mereka melihat tuan muda Li bersama seorang gadis.
Padahal selama ini tuan muda Li tidak pernah merespon para gadis yang terang-terangan menyukainya.
Gadis yang saat ini sedang bersamanya pastilah istimewa,mungkin begitulah pemikiran mereka. Tanpa dia sadari,dia telah mematahkan hati banyak gadis hari ini.
Mereka mengira gadis yang tampak asing itu adalah gadis pilihan tuan muda Li,padahal mereka baru saja kenal.
"Sudah malam,ayo pulang! Ibu pasti cemas" Li Minghao ingat ibunya tadi berpesan agar tidak pulang malam hari,namun ternyata mereka keasikan main.
"Ya,lagipula luka kalian masih harus diobati.Apakah tidak sakit kalian berjalan seharian?" "Sudah sangat baik." Li Minghao menjawab dengan jujur
Obat gadis itu memang luar biasa.Sangat ampuh dan cepat dalam menyembuhkan.Luka mereka bahkan sudah mengering.
Mereka segera menaiki kereta yang langsung melaju untuk kembali ke kediaman Li
"Besok ikutlah dengan kami menemui Xuemin!" ajak Li Minghao pada Shuwan."Bukankah besok aku akan pindah rumah?Mungkin banyak yang harus dikerjakan besok."
"Aku akan meminta ibu untuk mengirim beberapa orang pelayan membereskannya." Li Minghao tetap ingin mengajak gadis itu besok.
Kereta akhirnya tiba di kediaman Li.
"Kalian baru pulang?" nyonya Li langsung menghampiri mereka.
"Kalian tidak ikut menyambut kepulangan Xuemin?" tuan Li bertanya pada putra dan keponakannya.
"Tidak ayah,tadi kami mencari tempat tinggal untuk nona Shu,dan berjalan- jalan sebentar di alun-alun.Besok kami akan menemui Xuemin di kediamannya."
"Pantas saja diluar sangat berisik dengan kabar yang mengatakan tuan muda Li berjalan-jalan dengan calon istrinya " nyonya Li menghampiri mereka
"Calon istri?" beo mereka kompak.
"Nyonya,itu tidak benar.Aku bukan "
"Kalaupun kabar itu benar,aku sama sekali tak keberatan nona Shu."
Nyonya Li mengerlingkan sebelah matanya pada sang putra sambil tersenyum bahagia
Sudah lama dia menginginkan putranya itu menikah,namun putra pemilihnya itu tak kunjung memilih satu gadis pun yang akan dia nikahi.
Mungkinkah sekarang dia sudah menemukan tambatan hatinya?
Sebagai seorang ibu,dia tak keberatan bila putranya ingin menikahi gadis itu,walaupun sang gadis belum diketahui dengan jelas asal usul nya.Yang penting putranya bahagia.
"Tuan,nyonya.Aku sudah menemukan rumah yang cocok untuk kami tinggali,jadi besok kami akan pindah kesana."
__ADS_1
Lamunan indah nyonya Li tentang pernikahan putranya buyar saat mendengar ucapan gadis itu
"Padahal aku sangat berharap nona Shu tinggal disini lebih lama." nyonya Li tampak kecewa dengan kepergian Shuwan yang sangat terburu-buru.
"Kita masih bisa bertemu nyonya." Shuwan menghibur wanita paruh baya itu
"Ya,seringlah berkunjung kesini.Kau bebas datang kapanpun,pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu nak." nyonya Li terlihat sumringah,cepat sekali pergeseran mood wanita paruh baya itu.
Esok harinya mereka berempat pergi ke kediaman keluarga Wang,tempat tinggal Wang Xuemin.
Didalam kereta suasana sangat sunyi,mereka hanya saling diam tanpa bicara sepatah katapun. "Nona Shu,kenapa diam saja,apa kau sakit?" Li Minghao tampak khawatir.
"Tidak.Aku harus apa?menari?" tanya nya acuh.
"Bukan begitu maksudku." Li Minghao bingung sendiri
"Gadis ini,kadang ramah dan perhatian,kadang diam dan acuh,kadang bicaranya ketus dan tajam.Apa dia punya beberapa kepribadian?" Li Minghao hanya bisa membatin.
"Nona Shu,kau sangat pandai dalam pengobatan,apa kau berniat membuka balai pengobatan nanti?" Li Jingmi merasa kemampuan Shuwan sangat luar biasa.
"Aku tidak terlalu pandai ilmu pengobatan,aku takut malah memperparah kondisi pasien." jawab Shuwan sambil tersenyum
"Kau terlalu merendah nona.Bukankah kau sangat ahli dalam mengobati dan membunuh."
Namun kalimat itu hanya bisa Jingmi ucapkan dalam hati.Dia tidak berani mengungkapkannya, khawatir hidupnya berakhir ditangan gadis itu
"Tuan muda,kita sudah sampai di kediaman Wang." kusir didepan memberitahu.Mereka pun langsung turun dari kereta dan dibawa ke ruang pertemuan oleh penjaga.
"Silahkan masuk tuan muda Li.Tuan muda Wang ada didalam." penjaga membukakan pintu lalu merekapun memasuki ruangan.
"Salam paman Wang,bibi Wang." sapa kedua pemuda Li sambil membungkuk hormat diikuti oleh Shuwan dan Wei.
"Minghao,Jingmi,bagaimana kabar kalian?" nyonya Wang menyambut mereka dengan senyum.
"Kami baik bibi.Bagaimana kabar bibi dan paman Wang?"
"Kami juga baik." jawab nyonya dan tuan Wang bersamaan.
"Minghao,Jingmi."
"Xuemin." ketiga sahabat itu berpelukan dan melepas rindu.
"Lama sekali kau tidak pulang,apa kau begitu betah disana hingga tak ingat pulang?" Li Minghao ingat ini tahun kedua sejak Xuemin pergi ke barak militer di perbatasan utara,dan baru kembali
"Tinggal bersama dewa kematian bukanlah hal baik,dia menyiksaku dalam pelatihan neraka setiap hari."
"Bagaimana aku bisa pulang tanpa seizinnya?Aku tak bisa berbuat sesuka hati dibawah pengawasannya?" Keluh Xuemin tak berdaya.
Kedua sahabatnya terbahak melihat ekspresinya itu
"Siapa nona cantik ini?apakah dia yang menghebohkan ibu kota kemarin?" tanya Xuemin saat dia melihat dua orang gadis ikut bersama kedua sahabatnya itu.
"Menghebohkan?" beo gadis tersebut
__ADS_1
"Ya.Diluaran sana sangat ramai,katanya tuan muda Li Minghao mematahkan hati banyak gadis karena telah menemukan pendamping hidupnya."
Xuemin seperti sedang menggoda sahabatnya
"Aku bukan calon istrinya." gadis itu tiba-tiba bicara.
"Bukan?" Xuemin memandang gadis tersebut.
"Memang sangat cantik." gumamnya dalam hati
"Kau bukan calon istri Minghao?" tanyanya penasaran.Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Kekasihnya?" tanya Xuemin lagi.Gadis itu kembali menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana kalau jadi istriku saja,nona?" tanya Xuemin tanpa tahu malu.
"Xuemin,kau!" Li Minghao menggeram kesal.
"Nona ini bilang dia bukan kekasih atau calon istrimu,jadi tidak masalah kan kalau aku ingin menjadikannya istri?bukankah begitu nona...."
"Shuwan" gadis itu mengenalkan dirinya
"Bukankah begitu nona Shu?" Xuemin mengulangi ucapannya.
"Kenapa kalian malah meributkan pernikahan?Aku baru berusia lima belas tahun,masih sangat kecil untuk menikah." ucap gadis itu kesal.
Semua orang yang berada diruangan itu menatap penuh heran ke arah Shuwan.
"Nak,limabelas tahun itu adalah usia yang sangat pas untuk menikah bagi seorang gadis." nyonya Wang menghampiri gadis itu.
"Apa?" kali ini Shuwan yang menatap tak percaya pada nyonya Wang
"Menikah?di usia limabelas tahun?OMG.Aku bahkan berusia duapuluh lima tahun dan belum pernah berkencan di tempat asalku."
"Bagaimana mungkin limabelas tahun sudah memasuki usia menikah?zaman apa ini?" Shuwan membatin dalam hatinya.
"Ini adalah zaman ribuan tahun sebelum zaman kau hidup tuan." itu adalah suara Yu zi yang berada di ruang dimensi,dan hanya bisa didengar oleh gadis itu.
"Ribuan tahun?ini zaman kuno,atau zaman prasejarah?" batin Shuwan lagi. "Kau bisa menyebutnya zaman kuno" jawab Yu zi lagi
"Apakah ini zaman kultivator Yu zi?"
"Bukan.Zaman kultivator sudah berlalu ratusan, atau mungkin ribuan tahun lalu.
"Saat ini kultivator sudah tidak ada.Kalaupun ada,mungkin hanya beberapa orang saja."
"Namun beberapa orang di zaman ini ada yang memiliki kemampuan mengolah tenaga dalam dan ilmu beladiri,namun tak sehebat para kultivator di zaman kultivator dulu" terang Yu zi panjang lebar
"Nona Shu,kenapa melamun?" Shuwan yang sedang mendengarkan penjelasan Yu zi dari ruang dimensi terkejut saat nyonya Wang menepuk pundaknya pelan. "Oh.Tidak apa-apa nyonya." Shuwan tersenyum canggung
"Xuemin,kami pamit dulu ya.Nanti kesini lagi.Hari ini kami akan membantu nona Shu dirumah barunya." Li Jingmi pamitan pada sang sahabat.
"Apa aku boleh ikut?" tanya Xuemin penuh harap
"Tak masalah." jawab Shuwan saat Li Minghao dan Li Jingmi menatapnya dengan tatapan penuh tanya.,seolah meminta izinnya.
__ADS_1