
Shuwan sedang mengajari Wei beladiri saat Li Minghao,Li Jingmi dan Wang Xuemin tiba dirumahnya.
Mereka terus mengetuk pintu namun tidak ada yang membukakan,jadi mereka langsung ke halaman belakang.
"Hai nona Shu" sapa Li Jingmi dan Wang Xuemin bersamaan.Shuwan dan Wei langsung menghentikan kegiatannya ketika melihat para tamu tak diundang itu.
"Sudah petang,dan sebentar lagi malam.Kenapa malah datang kesini?" tanya Shuwan ketus.
"Aih nona Shu selalu bermulut pedas" Li Jingmi yang kadang ceplas-ceplos saat bicara langsung menampar mulutnya sendiri.
Tiba-tiba dia terbayang keganasan Shuwan saat bertarung di hutan dengan para pembunuh bayaran.
"Maaf nona Shu,bukan maksudku..." Li Jingmi sudah berkeringat dingin sat ini.
Shuwan mengibaskan tangannya ke arah Li Jingmi,yang membuat pria itu bisa bernafas lega.
"Untung dia tidak marah" ucap Li Jingmi penuh syukur dihatinya,sambil mengelap keringat dingin yang muncul di dahinya.
"Kami akan pergi ke pasar malam,mungkin kau tertarik untuk ikut." Li Minghao mengutarakan maksud kedatangannya.
"Oh.Boleh juga.Kalau begitu aku akan mandi dan bersiap dulu.Kalian tunggulah di dalam!" Shuwan berlalu memasuki rumahnya,meninggalkan mereka yang masih berada di halaman belakang.
Selesai bersiap,mereka langsung memasuki kereta kuda keluarga Wang yang dibawa oleh Xuemin.
"Apakah jaraknya jauh?" tanya Shuwan ditengah perjalanan. "Tidak terlalu jauh,sebentar lagi sampai." jawab Wang Xuemin santai.
"Apakah menyenangkan pergi ke pasar malam?" tanya Shuwan polos. "Kau belum pernah ke pasar malam Shu?" tanya Li Minghao tak percaya.Shuwan hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka berempat menatap Shuwan dengan tatapan iba. "Kehidupan seperti apa yang dia jalani?Sampai usia seperti ini belum pernah pergi ke pasar malam?" batin Li Minghao iba.
Di zaman modern,gadis itu memang belum pernah pergi ke pasar malam.Dia hanya tahu ke taman hiburan dan selalu pergi siang hari.Itupun setelah dia tinggal di ibu kota.
"Kau akan tahu sebentar lagi.Disana kita akan bersenang-senang." ucap Wang Xuemin penuh semangat.
"Kita sudah sampai,tuan muda." suara kusir di depan memberitahu mereka.Mereka pun segera turun dari kereta kuda.
"Wah...ternyata pasar malam di zaman ini ramai juga." batin Shuwan penuh kekaguman setelah pandangannya mengelilingi tempat itu.
"Kau mau apa?Membeli makanan atau bermain?" tanya Wang Xuemin penuh perhatian.
Shuwan kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat.Banyak orang berlalu lalang. Para penjual berjejer rapi menjual aneka barang.
Ada penjual makanan,minuman,aksesoris.Ada juga stand permainan seperti memanah, melempar bola dan masih banyak yang lainnya.
"Ayo kita berkeliling dulu,aku ingin melihat-lihat." ucap Shuwan akhirnya sambil menggandeng tangan Wei.Gadis pelayan itu terkejut saat sang majikan memperlakukannya seperti itu.
__ADS_1
Mereka lebih terlihat seperti teman daripada pelayan dan majikan.Dan itu membuat Wei terharu dan semakin bertekad untuk selalu mendampingi sang nona.
Shuwan terlihat sangat bahagia malam ini.Dia berlari kesana kemari membeli beberapa makanan yang dia inginkan.
Dia juga mengambil beberapa aksesoris,hiasan rambut dan beberapa pernak-pernik yang menggoda matanya.
Wang Xuemin dengan senang hati membelikan semua yang Shuwan inginkan.Pria itu sangat berharap gadis tersebut mau menjadi istrinya.
Li Minghao yang melihat perlakuan Xuemin pada Shuwan tentu sangat menyadari bahwa sahabatnya itu menyukai gadis tersebut.
Dia dan Wang Xuemin sama-sama menyukai gadis itu.Sedangkan si gadis hanya menganggap mereka teman.Sungguh menyakitkan.
"Shu,ibu bilang dia sangat ingin bertemu denganmu.Maukah besok datang ke kediaman kami?" tanya Li Minghao sambil menghampiri gadis itu.
"Ada apa?" tanya gadis itu singkat. "Ibu bilang ingin mengajakmu pergi lusa.Kalau ingin lebih jelas,temuilah ibu!",Shuwan hanya mengangguk sambil mengacungkan jempol tangannya.
Wang Xuemin yang mendengar percakapan mereka memicingkan matanya ke arah Li Minghao.
Li Minghao yang menyadari itu hanya berpura-pura tidak tahu dan mengabaikannya.
Setelah puas bermain ini itu dan menyicipi banyak jajanan,mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.
Karena terlalu asik,mereka sampai tak menyadari bahwa kini sudah hampir tengah malam.Jalanan yang mereka lalui pun sudah sangat sepi.
Syuuut.Tiba-tiba sebuah anak panah menembus tirai kereta,tepat di belakang Li Jingmi.Untunglah Shuwan segera menarik tubuhnya ke samping hingga dia tak terkena panah itu.
Tiba-tiba kereta berhenti dan kusir yang berada di luar berteriak, "Tuan muda,kita diserang."
Tanpa menunggu lama,Li Minghao,Li Jingmi,Wang Xuemin dan Shuwan langsung keluar dari kereta.
"Wei,tetap didalam.Jangan keluar tanpa perintahku!" Wei hanya mengangguk patuh pada perintah sang nona.
Walaupun kadang dia diajari bela diri oleh Shuwan,namun dia belum mampu melawan musuh yang nyata.
Shuwan berdiri disamping kereta.Dia melihat banyak orang berpakaian serba hitam lengkap dengan penutup wajah dan kepala hingga yang terlihat hanya mata mereka saja.
Mereka sedang bertarung dengan Li Minghao,Li Jingmi dan Wang Xuemin."Siapa mereka?Kenapa mereka menyerang kami?"
Trang!! Shuwan terperanjat saat mendengar suara besi beradu tepat di belakang tubuhnya.
"Jangan melamun saat ada musuh disekitarmu!"
Xuemin berkata sambil menebas dada orang yang hampir saja melukai gadis pujaannya tadi.
"Terimakasih" ucap Shuwan tulus
__ADS_1
Karena terlalu sibuk memikirkan alasan mereka menyerang,Shuwan bahkan kehilangan kewaspadaannya hingga membuatnya nyaris terluka.
Untunglah Wang Xuemin menyelamatkannya.
Awalnya Shuwan malas ikut campur.Namun karena dia juga dijadikan target,maka dia sendiri yang akan menjadi dewi kematian untuk mereka.
Dia pun langsung menerjang dan menebaskan katana nya pada orang-orang berpakaian serba hitam itu.
Trang trang trang.Suara pedang beradu terdengar dimana-mana. "Kenapa orang-orang ini sangat banyak?" Shuwan menggerutu sambil terus menyerang lawannya.
Seseorang berhasil memukul tangan gadis itu hingga katana yang dia pegang terlepas,dan dia terpaksa bertarung dengan tangan kosong.
Dwngan gesit Shuwan menghindar saat seseorang menebaskan pedang ke arahnya.Gadis itu memukul tangan orang yang menyerangnya hingga pedangnya terjatuh.
Dia menangkap tangan penyerang itu dan memelintirnya ke belakang.Matanya terpaku pada tangan kanan orang tersebut yang memiliki tato berbentuk bunga mawar berwarna hitam.
Sekilas dia pada orang-orang berpenampilan sama yang menyerang Li Minghao dan Li Jingmi di hutan waktu itu.Mungkinkah mereka dari kelompok yang sama?
Shuwan mengambil belati lalu menggoreskannya pada leher orang yang sedang dia bekuk.Seketika orang itu tumbang.
Melihat para penyerang itu masih berjumlah banyak,Shuwan melemparkan beberapa jarum beracun untuk menumbangkan mereka.
Tersisa empat orang yang masih hidup.Satu orang sedang melawan Li Minghao,satu orang melawan Li Jingmi,dan dua orang sedang melawan Wang Xuemin bersama-sama.
Li Jingmi dan Li Minghao terlihat sangat kelelahan.Kekuatan fisik mereka memang berbeda jauh dengan Wang Xuemin yang memang sudah sangat terbiasa dengan pertarungan dan latihan keras.
Shuwan melempar dua jarum beracunnya pada orang yang sedangelawan Li Jingmi.Dalam hitungan detik,orang itu mulai melemah sehingga Li Jingmi dengan mudah menyelesaikannya.
Li Minghao sudah berhasil membunuh lawannya.Tersisa satu orang lagi yang masih bertarung dengan Wang Xuemin.
Sraaak.Dengan sekali ayunan,pedang Wang Xuemin berhasil membuat kepala lawannya terpisah dari badannya.
Setelah semua musuh mati,mereka berkumpul dan segera memasuki kereta.
Karena kusir terluka,maka Li Jingmi yang menjadi kusir,ditemani oleh kusir asli yang duduk disampingnya.
"Mereka memiliki tato ditangan kanannya berbentuk bunga mawar berwarna hitam.Minghao,itu sama dengan orang-orang yang menyerangmu di hutan waktu itu." Shuwan mengatakan apa yang dia lihat tadi.
Li Minghao dan Wang Xuemin yang mendengar hal itu sangat terkejut. "Darimana kamu tahu itu?" Li Minghao tak dapat menahan rasa penasarannya.
"Aku melihatnya saat memelintir tangan salah satu orang itu.Aku juga melihatnya waktu kalian berdua diserang di hutan." Shuwan menjelaskan
"Kelompok mawar hitam." ucap Li Minghao dan Wang Xuemin bersamaan.
__ADS_1