Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
RUBAH TUA


__ADS_3

Shuwan saat ini sangat berterimakasih pada Yuwen.Namun dia tahu mungkin Yuwen akan menerima amukan dari sang raja perang karena telah menggagalkan peluncurannya.


Setidaknya dirinya terlepas dari penyiksaan sang pangeran di tempat tidur.


Deg deg deg deg..begitu melihat pangerannya membuka pintu dengan raut wajah yang dipenuhi amarah,jantung Yuwen langsung berdegup kencang.


"Sepertinya ini bukan hal baik." gumam Yuwen dalam hati.


"Ada apa?" dengan wajah muram dan suara yang sangat dingin,Huang Zixin bertanya pada pengawal setianya itu.


"Yang mulia,siapa yang harus dihubungi untuk diutus menyusup kedalam kelompok mawar hitam?Murong atau Luo Feng?"


"Hanya itu yang ingin kau tanyakan?" tanya Huang Zixin dengan geram. "Ya yang mulia." jawaban Yuwen semakin membuat wajah sang pangeran menggelap.


"Tidak bisakah kau menungguku sampai keluar dari kamar?Kembali ke perbatasan sekarang juga gantikan aku dan Xuemin untuk sementara!"


"Tapi yang mulia,ini hampir gelap." Yuwen merasa heran kenapa tiba-tiba pangeran menyuruhnya kembali ke perbatasan.


"Kau bukan anak gadis Xiao Yuwen!Tak akan ada yang menculik atau memperkosamu.Lagipula ilmu beladiri dan tenaga dalam mu sangat tinggi. Kau pasti bisa melawan bila ada yang berniat menculikmu."


"Kembali ke perbatasan sekarang juga atau aku akan menjadikanmu kasim!" perintah sang pangeran mutlak dan tak ingin dibantah.


Yuwen yang mendengar hal itu refleks memegang pusakanya,dan memandang kosong pada sang pangeran."Ada apa dengan yang mulia?" tanya Yuwen dalam hati.


"A Zi,jangan mengambil keputusan terburu-buru. Kalaupun harus kembali ke perbatasan, bukankah dia bisa pergi besok pagi?" suara lembut serta jemari lentik dan halus milik sang istri menggenggam lembut jemari Huang Zixin.


Namun emosi sang pangeran bukannya mereda, malah semakin bertambah saat melihat istrinya telah berpakaian lengkap dan keluar dari kamar.


Padahal dia berencana akan melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi setelah Yuwen pergi.


Tapi sekarang,semua itu hanya....Huang Zixin menghela napasnya dengan kasar.


Pria itu mengibaskan tangannya,menyuruh Yuwen pergi."Nanti kita bicarakan lagi." ucapnya mengusir Yuwen.


"Dua orang ini,benar-benar menguji kesabaranku." geram Huang Zixin dalam hati dan lagi-lagi hanya bisa menghela napas.


"Bantu aku membersihkan diri!" perintah Huang Zixin pada istri kecilnya itu.Dia menyeringai saat sang istri mengikutinya ke tempat pemandian. Sepertinya pria itu memiliki hantu dikepalanya.

__ADS_1


Shuwan mengikuti sang suami ke tempat pemandian tanpa menyadari sedikitpun bahwa rubah tua dihadapannya telah merencanakan sesuatu terhadapnya.


Pria itu merentangkan kedua tangannya dihadapan sang istri. "Kenapa tanganmu terus direntangkan seperti itu?" Shuwan menatap heran pada sang suami.


"Bantu aku melepaskan pakaian!" Shuwan melepaskan pakaian sang suami satu per satu meski dengan enggan.


"Apakah sebelumnya Yuwen yang selalu melakukan hal ini?" Huang Zixin menatap sang istri saat mendengar pertanyaannya.


"Melakukan apa?" tanya pria itu dengan heran. "Memakaikan dan melepaskan pakaianmu." pria itu tersenyum lalu menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan sang istri.


"Biasanya aku melakukannya sendiri." jawabnya sambil memasuki bak besar lalu duduk berendam didalamnya.


"Lalu kenapa sekarang harus dilakukan oleh orang lain?"Shuwan merasa sangat kesal setelah mendengar jawaban suaminya.


"Sekarang ada Wan'er yang jadi istriku,jadi biarkan istri memanjakanku." Shuwan terpaku mendengar ucapan pria itu.


"Memanjakannya?Apakah yang aku lakukan terlihat seperti sedang memanjakannya?" gumam gadis itu heran.


"Bantu aku menggosok badan." ucap pria itu lagi tak membiarkan wanitanya beranjak dari ruang pemandian.


"A Zi,kenapa kau menarikku?Pakaianku jadi basah." Shuwan merengut menatap pria dihadapannya.


"Tidak perlu marah,bagaimana kalau Wan'er sekalian mandi saja?Kita mandi bersama.Kemari aku bantu melepas pakaianmu."


Shuwan menyipitkan mata mendengar ucapan suaminya yang terdengar janggal. "Rubah tua ini sepertinya memiliki hantu di kepalanya."


Apa yang dipikirkan Shuwan memang benar. Rubah tua itu tidak mau rugi.Karena tadi kesenangannya tertunda,dia mencari cara lain untuk menuntaskannya.


Shuwan tak bisa berkata-kata ataupun melarikan diri ketika pria itu menyerangnya didalam bak mandi besar itu.


Shuwan menggertakan giginya menahan amarah. "Sepertinya kata membantunya mandi atau mandi bersama memiliki arti lain bagi pria ini.Aku harus menolaknya kalau dia mengatakan hal itu lagi." gumam Shuwan sambil berpakaian dikamarnya.


Tak lama pria itu memasuki kamar karena telah selesai membersihkan diri.Wajahnya kini tampak berseri-seri,sangat bertolak belakang dengan saat tadi menghadapi Yuwen.


"Bantu suami berpakaian!" ucap sang pangeran dengan senyum menawan pada sang istri.Namun entah mengapa dimata Shuwan senyum itu sangat menyebalkan.


Tanpa mwngatakan apapun,Shuwan membantu pria itu mengenakan pakaian.

__ADS_1


"Kenapa Wan'er cemberut terus?Apa yang tadi di bak mandi masih kurang?Aku bisa melakukannya lagi sampai Wan'er puas." ucapnya masih dengan senyum menggoda.


Shuwan yang mendengarnya memelototkan matanya pada sang suami."Apanya yang kurang?Ini bahkan lebih dari waktu pembakaran dua batang dupa dan dia baru melepaskanku."


"Sepertinya aku harus memiliki paviliunku sendiri. Bila terus sekamar dengannya,mungkin dia akan terus menyiksaku." Shuwan menyusun rencana untuk jangka panjang.


"Sudah selesai.Cepat temui Yuwen untuk membahas masalah penyusupan ke kelompok mawar hitam." pria itu hanya mengangguk lalu mengikuti istrinya dengan patuh keluar dari kamar.


"Panggil Yuwen ke ruang baca!" perintah sang pangeran pada seorang pelayan.Pelayan itu bergegas mencari Yuwen.


"Ayo" Huang Zixin membawa Shuwan ke ruang bacanya.Tempat itu adalah sebuah ruangan yang lumayan luas,terdapat berbagai macam buku yang tersusun rapi di rak.


Diruangan itu pula dia melakukan pekerjaannya seperti membaca laporan dari berbagai tempat usaha yang dia miliki,laporan dari barak,maupun saat dia membuat laporan untuk diserahkan pada kaisar.


Yuwen memasuki ruangan itu."Yang mulia,putri " Yuwen menyapa kedua junjungannya dengan hormat.


"Semua sudah siap yang mulia.Saya bisa berangkat sekarang." ucap Yuwen dengan yakin.


"Berangkat?Mau berangkat kemana?" Yuwen menatap kosong pada sang pangeran ketika mendengar pertanyaan yang diucapkan pria itu.


"Bukankah tadi yang mulia memerintahkan hamba kembali ke barak saat ini juga?" Yuwen merasa heran dengan junjungannya itu.


"Masih ada waktu dua hari untuk kita tinggal di ibu kota.Pergi bersamaku nanti.Sekarang kau hubungi Luo Feng dan suruh dia mengirimkan satu orang anggota pria sebelum pagi!"


"Ada apa dengan yang mulia?Tadi dia begitu marah dan menyuruhku kembali ke barak saat ini juga.Tapi sekarang perintahnya berubah lagi. Sejak kapan yang mulia jadi plin plan begitu?"


"Selama hidupku,belum pernah aku melihat orang seteguh yang mulia,dan tidak ada yang bisa menggoyahkan keputusan yang mulia kecuali yang mulia selir.Tapi sekarang yang mulia selir tidak ada disini?"


Yuwen terus bertanya-tanya tentang perubahan junjungannya itu.Dia hanya bisa menghela napas lalu menggelengkan kepalanya.


"Tapi ini lebih baik daripada aku pergi ke barak saat ini juga." ucap Yuwen bersyukur.


Yuwen langsung menghubungi Luo Feng dan mengatakan perintah sang pangeran.Dia hanya perlu menunggu beberapa saat hingga orang pilihan Luo Feng tiba di istana tersebut.


"Siapa Luo Feng?" Shuwan penasaran dengan orang yang disebut oleh suaminya. "Dia bawahanku,dia ahli dalam menyusup.Tapi bukan Luo Feng yang akan pergi karena dia sedang melakukan tugas lain."


Huang Zixin tidak pelit pada sang istri,dan mengatakan apa yang ingin diketahui oleh istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2