Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
6.PELATIHAN SESUNGGUHNYA


__ADS_3

Sudah dua tahun sejak Shuwan menjalani latihan bersama para pelatihnya yang juga merangkap sebagai pengasuhnya,yaitu Chen,Yura dan Leon.Sekarang sudah waktunya dia masuk sekolah lanjutan tingkat pertama.


Dia ingin pergi ke sekolah seperti anak-anak yang lain,tidak ingin home schooling lagi seperti yang selama ini dia lakukan.Itu berarti dia harus pindah ke rumah besar yang berada di ibu kota.


Sekolah akan dimulai minggu depan,namun mereka akan pindah ke ibu kota hari ini.Selesai mandi Shuwan menghampiri sang kakek yang sudah menunggunya sejak tadi untuk sarapan bersamaa.


Selesai sarapan,mereka mengobrol santai, "Grandpa apa kita semua akan tinggal dirumah besar?" "Tidak semua,hanya kita,Chen dan Yura.Leon akan tetap tinggal disini untuk mengawasi tempat ini." jawab sang kakek.


"Apakah pelatihanku sudah selesai?" tanyanya lagi. "Apanya yang selesai?Kau bahkan belum memulainya." jawab sang kakek sambil mendelik. Gadis itu melotot mendengar jawaban sang kakek.


"Apa maksud grandpa aku belum memulainya?aku sudah dua tahun melakukan latihan setiap hari sabtu dan minggu." "Hei gadis kecil!Itu hanya latihan perkenalan.Mereka hanya melatihmu gerakan-gerakan dasar.Kau akan memasuki pelatihan yang sesungguhnya nanti."


"Kenapa aku harus berlatih banyak hal grandpa?sebenarnya grandpa mau menjadikan aku apa?" tanya gadis itu penasaran. "Princess,kamu satu-satunya keturunan kakek,calon pewaris kerajaan bisnis kakek.Persaingan di dunia bisnis sangat keras dan kejam.Akan banyak musuh yang berusaha menjatuhkan mu,menjatuhkan atau merebut perusahaan mu."


"Bahkan keselamatanmu akan selalu terancam.Kau harus bisa menghadapi mereka dan bertahan dalam segala kondisi.Selain sekolah,kau harus rajin berlatih.Kau harus bisa melampaui kemampuan para pelatihmu!" sang kakek menjelaskan dengan panjang lebar.


Gadis itu mengangguk dengan selamat sambil senyum-senyum.Dia membayangkan bila dia sudah melampaui kemampuan para pelatihnya,dia bisa mengalahkan uncle Chen nya dan memukuli pria yang selalu menindasnya saat latihan itu.


Aiihhh,benar-benar murid yang tak berbakti.Dia malah ingin memukuli gurunya sendiri.Bila Chen mengetahui pemikiran gadis itu,mungkin dia akan muntah darah


"Kalau uncle Leon tetap disini berarti aku tidak latihan menembak lagi grandpa?" "Apa yang kau pikirkan gadis kecil?" pria itu menyentil kening sang cucu, "Disini kan ada helikopter dan Leon bisa mengoperasikannya.Saat jadwal dia melatihmu,dia tinggal pergi saja ke rumah besar." pria itu menggelengkan kepalanya. "Periapkan semua barangmu! Kita berangkat sebentar lagi."


gadis itu pun berlari ke kamarnya dan mengemas barang-barang pentingnya.


Jam 1 siang pak tua Jun,Shuwan,Chen dan Yura berangkat ke rumah besar.Setelah terbang beberapa puluh menit,helikopter yang mereka tumpangi mendarat di sebuah halipad yang berada di rooftop sebuah gedung bertingkat yang sangat besar.Merekapun turun satu per satu.


"Welcome tuan besar,nona muda.Welcome back Yura,Chen." seseorang menyambut mereka di rooftop. "Ana" Yura dan gadis yang bernama Ana itu saling memeluk dengan erat. "Lama tak bertemu Ana." "Ya Yura.Lama tak bertemu." mereka berpelukan sangat lama.Sepertinya mereka sangat merindukan satu sama lain.

__ADS_1


"Kau sudah melupakanku Ana?" tiba-tiba Chen menarik Yura dari pelukan Ana dam menyingkirkannya.Yura hanya mendengus melihat kelakuan Chen. "Bagaimana mungkin aku bisa mengingatmu,kau sudah pergi terlalu lama mr.Chen." jawab gadis itu,namun tak urung mereka berpelukan juga.


Bekerja pada orang yang sama dalam waktu yang sangat lama membuat mereka berempat seperti saudara.Mereka adalah orang-orang super hebat yang dimiliki pak tua Jun.


"Hari ini kalian bebas.Pergilah bersenang-senang dan melepas rindu!" suara seseorang menyadarkan mereka.Reuni kecil itu akhirnya berakhir. "Princess,ini Ana.Dia adalah sumber informasi yang sangat akurat bagi kakek dan perusahaan kita.Dia adalah hacker handal" pak tua Jun mengenalkan Ana pada sang cucu. "Hallo aunty Ana." sapa Shuwan ramah.


"Kenapa harus memanggilku aunty?apakah aku terlihat sudah tante-tante?Panggil kakak atau Ana saja.Aku tidak suka dipanggil tante.Aku merasa sudah tua dengan panggilan itu."


aih,satu kata saja membuat masalah besar bagi Ana.


Yura dan Chen hanya saling pandang.Ana masih saja seperti itu,merasa masih muda karena dia yang paling muda usianya,padahal hanya terpaut satu tahun lebih muda dari Yura.


Setelah pak tua Jun dan Shuwan pergi,mereka bertiga juga pergi ke tempat yang berbeda.


"Ana,apa kau yang meretas cctv di rumah tuan Alex dulu?" tanya Chen penasaran. "Yess.Of course.Why?Ana balik bertanya, "Apa kau masih menyimpan rekamannya?Aku ingin melihatnya." jawab Chen cepat sambil memandang Ana dengan tatapan memohon.


Mereka pergi ke ruang kerja Ana dan tidak keluar dalam waktu yang lama.


Diruang kerja Ana


"Kau mengenal pelakunya Chen?" Yura penasaran dengan identitas pelaku. "Selama aku mendampingi nona dikediaman tuan Alex,aku tidak pernah melihat orang itu.Malam itu pertama kali aku melihatnya.Tapi aku yakin kau pasti sudah mencari tau tentangnya kan,Ana?" tanya Chen sambil memandang ke arah Ana


"Ya.Namanya Albert Alexander,anak angkat dari tuan Abraham Alexander,ayahnya tuan Alex. Albert adalah kakak angkat tuan Alex. Sebelum nona Meilin menikah dengan tuan Alex,Albert membunuh kedua orangtua angkatnya dan membuat tuan Alex kritis di ICU selama beberapa hari.Kemudian dia dipenjara seumur hidupnya.Itulah sebabnya kau,nona Meilin dan nona Shuwan belum pernah melihatnya.Tapi dia dibebaskan dengan jaminan yang sangat besar.Kau tahu siapa penjaminnya Chen?" Ana bicara dengan panjang lebar


Chen hanya menggeleng mendengar pertanyaan Ana. "Yang menjaminnya adalah wanita yang bekerja dirumah tuan Alex.Mereka punya hubungan asmara dan memiliki seorang putra.Hingga saat ini mereka hidup dari perusahaan dan aset tuan Alex." Chen mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


"Suatu hari aku akan menagih hutang pada bedebah itu.Wanita ****** itu,apakah Merry?" "Kau mengetahuinya?" tanya Ana sambil menaikan sebelah alisnya. "Bukan mengetahui,hanya menerka.Beberapa kali aku melihatnya melakukan hal-hal mencurigakan.Dia sering keluar diam-diam dan sepertinya menemui seseorang.Aku lalai,harusnya aku menyelidiki apa yang dia lakukan." sesal Chen

__ADS_1


"Ya.Dia sengaja bekerja dirumah itu agar leluasa memantau keluarga tuan Alex,melaporkannya pada sang kekasih yang berada dipenjara,dan menyusun rencana untuk melakukan aksi mereka.Sungguh pasangan yang serasi." cibir Ana


"Aku sangat ingin menyiksanya dalam waktu yang sangat lama." geram Chen


"Sepertinya nona Shuwan akan memasuki latihan neraka.Kita harus menyiapkan semuanya dengan baik." Yura dan Ana mengangguk. Sang kakek benar-benar menyiapkannya sebagai pewaris tahta.


Sekolah telah dimulai.Shuwan sekolah diantar jemput oleh Ana dan hanya menggunakan sepeda motor.Karena hanya Ana yang tidak pernah ikut pergi bersama tuan besar Jun,dia selalu bekerja dibalik layar.Sedangkan Yura dan Chen,hampir semua kolega dan saingan bisnis pak tua Jun mengenal mereka berdua.


Identitas Shuwan sangat dirahasiakan oleh sang kakek.Itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan gadis itu sendiri,terutama dari incaran para musuh sang kakek


Tidak menutup kemungkinan Albert juga masih mencarinya.Karena bagaimanapun Merry mengetahui tentang Meilin dan Shuwan dan negara asalnya.Sangat memungkinkan Albert mencarinya hingga ke negri ini.


Rutinitas Shuwan hanya sekolah,makan,tidur dan berlatih


***


Waktu berjalan dengan sangat cepat.Gadis kecil menggemaskan itu telah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.Bahkan tinggi badannya sudah menyamai Yura dan Ana,mungkin masih bertambah lagi nanti.


Sekarang Shuwan telah memasuki senior high school.Siang hari sibuk dengan pendidikan akademiknya,dan malam hari adalah waktu berlatih bersama para mentornya.


Sekarang latihannya lebih keras dan dilakukan hampir setiap malam.Dia sering bertarung dengan Chen hingga kadang meninggalkan lebam diwajah atau tubuhnya.Chen telah menempanya hingga dia menjadi tangguh.Refleksnya sangat cepat,insting bertarungnya luar biasa.Kecepatan dan akurasi serangan nya hampir menyamai Chen.Tak jarang Chen pun menerima beberapa pukulan dan tendangan darinya saat berlatih


Dalam penggunaan senjata api kemampuannya juga meningkat pesat.Keahliannya dalam menembak dan menghindari serangan lawan sudah seperti sang guru,Leon.


Dalam menggunakan senjata tajam,Shuwan lebih tertarik pada belati kembar dan katana.Meski sekali-kali dia juga belajar memanah,itu untuk melakukan serangan jarak jauh.


Bahkan belati kembar dan katananya dibuat khusus dari baja paling berkualitas,dibuat dengan bobot yang sangat ringan dan ketajaman yang luar biasa.Bahkan katananya bisa memenggal orang dalam sekali tebasan.

__ADS_1


Untuk ilmu pengobatan yang dia dapatkan dari Yura,dia berencana memperdalam pengetahuannya tentang medis dengan kuliah di kedokteran,dan untuk pengobatan tradisional sang kakek memanggil guru khusus selain Yura untuk mengajarinya.


__ADS_2