
Huang Zixin sedang berlatih pedang dengan pengawal setianya,Yuwen di halaman belakang istananya.
Seorang pelayan menghampiri mereka lalu membungkuk hormat,"Yang mulia,nona sudah sadar."
Tanpa berkata apapun,pria dingin itu melempar pedangnya pada Yuwen,lalu pergi begitu saja.
Yuwen dengan tangkas menangkap pedang yang dilempar oleh sang pangeran.Kemudian dia berlari menyusul sang pangeran yang sedang berjalan ke arah kamarnya.
Saat kedua pria itu memasuki kamar utama yang berukuran sangat luas,pandangan pertama mereka adalah sosok seorang gadis yang sedang duduk bersandar diatas tempat tidur.
Kedua pria itu mendekat,dengan posisi Yuwen tetap berada di belakang tuannya.Pelayan yang sejak tadi menemani Shuwan segera bangkit dan membungkuk hormat pada sang pangeran.
"Kau sudah membaik,nona?" tanya sang pangeran datar. "Ya,berkat bantuan anda.Terimakasih pangeran,tuan pengawal." ucap Shuwan tulus.
"Aku berhutang padamu saat kau mengeluarkan racun dari tubuhku.Aku sudah membayarnya.Jadi kita impas." ucapnya acuh.
"Aku tidak perhitungan saat mengobati.Tapi aku tetap berterimakasih." Ucap Shuwan tulus.
"Hanya karena berhutang?Aku pikir yang mulìa menyukai nona Shu." gumam Yuwen dalam hati.
"Tapi kenapa tadi tabib tidak boleh menyentuh gadis itu?" Yuwen menggelengkan kepalanya,pusing memikirkan kelakuan sang pangeran.
"Kenapa kau sering bentrok dengan para pembunuh bayaran itu?" tanya sang pangeran penasaran.
"Mereka menyerang kediaman Li tadi malam,saat kami baru tiba dari istana.Oh..keluargaku!" Shuwan mengingat keluarga angkatnya dan hendak bangkit dari tempat tidur.
Tapi dia merasakan sakit hampir diseluruh tubuhnya.Dia meringis menahan sakit.
"Istirahatlah dulu.Yuwen,periksa kediaman Li!" "Baik yang mulia." Yuwen langsung meninggalkan ruangan tersebut menuju kediaman keluarga Li.
"Saat pertama kali bertemu Li Minghao di hutan,mereka sedang bertarung dengan kelompok itu.Saat kami pulang dari pasar malam,kami juga diserang."
"Awalnya aku mengira Li Minghao adalah target mereka.Tapi melihat kejadian tadi malam,aku yakin target mereka adalah seluruh keluarga Li." Shuwan melanjutkan pembicaraannya setelah pelayan tadi keluar.
Setelah mengetahui kehidupan di istana dari Yu zi,ketika dia mendetox racun Huang Zixin,Shuwan sangat berhati-hati terhadap orang-orang istana,walaupun mereka adalah pelayan atau penjaga.
Dia bahkan tak percaya pada tabib yang bekerja di istana Huang Zixin.
"Setelah mendetox racun mu tempo hari,aku belum pernah memeriksamu lagi,apakah racunnya sudah benar-benar bersih atau belum."
"Saat ini kau yang sedang terluka,kenapa malah mencemaskanku?" Huang Zixin mengangkat sebelah alisnya sambil memandang gadis itu.
__ADS_1
"Siapa yang mencemaskanmu?" dengus gadis itu sambil memalingkan wajah. "Dasar pria menyebalkan!" rutuknya dalam hati.
"Kau tahu siapa mereka?" Huang Zixin kembali ke topik awal pembicaraan.
"Kelompok mawar hitam." gadis itu menjawab dengan acuh.
"Kau tahu dari mana kalau mereka kelompok mawar hitam?" pria itu tampak penasaran.
"Waktu membantu Minghao di hutan,aku melihat tangan salah satu dari mereka.Ada tato bunga mawar berwarna hitam di punggung tangannya."
"Aku juga melihat tanda itu di tangan orang-orang yang menyerang kami ketika kembali dari pasar malam.Saat aku mengatakan itu pada Minghao dan Xuemin,mereka bilang itu kelompok mawar hitam."
"Kau tahu kelompok itu?" Shuwan sangat berharap mendapatkan informasi tentang kelompok itu dari pria penguasa medan perang tersebut.
"Mereka pembunuh bayaran yang sangat berbahaya,dengan bayaran yang sangat mahal.Hanya orang-orang yang sangat kaya yang bisa menyewa mereka."
"Namun sampai saat ini,belum ada yang tahu dimana letak merkas mereka.Mereka sangat pandai bersembunyi." sang pangeran mengatakan apa yang dia ketahui tentang kelompok itu.
"Bagaimana cara orang-orang yang ingin menyewa mereka bertransaksi kalau tidak tahu markasnya?" tanya Shuwan heran."Entahlah." pria itu menjawab singkat.
"Aku ingin pulang ke kediaman Li."
"Tunggulah sampai Yuwen kembali dan kita mengetahui kondisi disana."
"Pangeran,aku ingin beristirahat sebentar,sambil menunggu tuan Yuwen." sebenarnya Yuwen ingin memasuki ruang dimensi.Dia ingat tadi malam memasukkan Li Minghao dan ayahnya kesana.
"Baiklah" pria itu bangkit lalu keluar dari kamarnya.
Setelah pria itu menutup pintu kamar,Shuwan langsung memasuki ruang dimensi,dan menuju bangunan tempat tinggalnya.
"Tuan" Yu zi langsung melompat mendekati gadis itu. "Bagaimana kondisi Minghao dan ayah?" gadis itu bertanya sambil terus berjalan.
"Aku sudah mengeluarkan mereka di kediamannya.Wanita itu terus berteriak dan menangis karena tidak menemukan kalian bertiga."
"Aku takut dia jadi gila,jadi aku keluarkan saja kedua pria itu agar dia tenang.Tuan,sebaiknya kau berendam di danau,agar tenaga dan luka-luka mu segera pulih!"
Shuwan mengikuti saran Yu zi,dia langsung berendam di danau air spiritual itu.Dia harus segera pulih agar bisa menyelidiki kejadian tadi malam.
"Yu zi,apa kau tahu mengapa mereka menyerang keluarga Li? Ini bukan pertamakalinya."
"Mereka menyerang Li Minghao saat di hutan.Mereka juga menyerang kami waktu pulang dari pasar malam.Siapa yang mengincar keluarga Li?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu.Kita akan menyelidikinya bersama-sama." ucap Yu zi sambil menemani gadis itu,tapi dia hanya tiduran ditepi danau.
"Bagaimana dengan orang-orang yang tadi malam mengejarku?" Shuwan tiba-tiba penasaran dengan nasib mereka.
"Mereka sudah dihabisi oleh pangeran ke empat dan pengawalnya."
"Kenapa kau tidak menolongku tadi malam?" gadis itu menatap tajam pada kelinci coklat tersebut.Dia baru ingat bahwa kelinci itu tidak ada saat dia dalam bahaya besar.
"Aku belum bisa merubah wujudku,bagaimana caranya aku membantumu bertarung?Akan sangat aneh bila kelinci kecil sepertiku bertarung dengan banyak manusia." ucap kelinci itu enteng.
"Aku membantumu dengan terus menerus menyuntikkan energi spiritual dari danau ini ke tubuhmu,agar kau tetap kuat dan tak mudah lelah."
"Dengan kekuatan tubuh mu saja kau tidak akan sanggup menghadapi ratusan orang yang terus menyerangmu itu."
Shuwan mengangguk mendengar ucapan kelinci itu.Ya,dia juga menyadari itu.Tubuh remajanya kini tak setangguh tubuh dewasanya di zaman modern dulu.
"Bagaimana kondisi ayah dan Minghao saat kau mengeluarkan mereka?"
"Mereka baik-baik saja.Aku sudah menyembuhkan luka-luka mereka."
"Terimakasih Yu zi." ucap gadis itu tulus.
Setelah merasa tubuhnya benar-benar fit dan luka-lukanya juga sembuh walau tak sepenuhnya,gadis itu beranjak dari danau.
Dia harus segera keluar dari ruang dimensi dan kembali ke kediaman Li.
"Yu zi,coba periksa di kamar tadi! Takutnya ada pelayan atau pangeran disana.Mereka akan terkejut dan curiga bila aku tiba-tiba muncul."
Gadis itu selalu berhati-hati ketika akan masuk atau keluar dari ruang dimensi.
****
Setelah beberapa jam berlalu,Yuwen kembali ke istana pangeran ke empat untuk melapor tentang kediaman Li.
Dia langsung menemui sang majikan. "Yang mulia" Yuwen menunduk hormat.
"Kediaman Li porak poranda akibat penyerangan tadi malam.Banyak pelayan dan pengawal yang tewas,bahkan tak sedikit yang terluka,mereka mengalami luka berat dan ringan."
Tanpa menunggu tuannya bertanya,Yuwen langsung melapor.
"Bagaimana dengan keluarga Li yang lain?" Shuwan yang duduk disamping sang pangeran,bertanya dengan penuh kecemasan.
__ADS_1
"Mereka semua selamat nona.Dan nyonya ingin anda segera kembali." ucap Yuwen sopan.
"Kau memberitahu mereka aku ada disini?" "Ya,saya sudah menceritakan kejadian tadi malam,agar mereka tidak salah faham ketika mengetahui anda ada disini." Yuwen menjelaskan pada Shuwan dengan tenang.