
Tabib yang dibawa menghadap pada selir Xuangqi dan seluruh keluarga Wang itu tampak heran dan ketakutan diwaktu bersamaan.
"Tabib,apa kau tahu siapa gadis yang dibawa oleh pangeran ke istana ini beberapa malam lalu dalam keadaan terluka?" tanpa basa-basi selir Xuangqi langsung mengintrogasi tabib itu.
"Hamba tidak tahu yang mulia."
"Kenapa tidak tahu?Lalu kenapa dia terluka?" tabib hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bagaimana bisa kau tidak tahu?Katanya kau yang memeriksa dan mengobati gadis itu?" selir Xuangqi tidak puas dengan jawaban sang tabib.
"Hamba tidak memeriksa dan mengobati gadis itu,yang mulia selir.Yang mulia pangeran melarang hamba menyentuhnya saat akan memeriksanya." keluh sang tabib.
"Ternyata cucu tengikku menyukai gadis itu." jendral Wang Haocun tersenyum mendengar ucapan sang tabib.
"Kau benar-benar tidak tahu siapa gadis itu?" kali ini nyonya tua Wang yang bertanya pada sang tabib.
"Hamba tidak tahu,nyonya tua.Tapi....tuan Yuwen memanggilnya nona Shu." tabib itu tampak baru mengingat sesuatu.
"Nona Shu?Bukankah itu panggilan Min'er pada nona Shuwan,yang sekarang menjadi putri angkat keluarga Li?" nyonya Wang terkejut mendengar ucapan sang tabib.
"Benar nyonya.Tuan Yuwen memanggil gadis itu nona Shu.Sebelumnya tuan Yuwen pernah membawa nona Shu ke istana ini untuk mengobati yang mulia pangeran saat terkena racun dan hampir tak tertolong."
"Memangnya apa yang terjadi dengan pangeran?" selir Xuangqi tidak pernah mendengar kejadian itu.Tentang putranya yang hampir tewas karena racun.
"Hamba tidak tahu kejadian detilnya yang mulia.Sore itu tuan Yuwen membawa yang mulia dalam keadaan terluka dan lukanya menghitam."
"Kemungkinan senjata yang melukai pangeran beracun,dan hamba tidak mengetahui jenis racun itu dan penawarnya."
"Lalu tuan Yuwen pergi,dia bilang akan mencari penawarnya.Malam hari tuan Yuwen baru pulang dan membawa gadis itu untuk mengobati yang mulia." sang tabib menjelaskan panjang lebar.
"Apakah dia gadis yang sama yang dibawa ke paviliun anggrek waktu itu?" gumam selir Xuangqi namun masih bisa didengar oleh semua orang yang berada diruangan itu.
"Paviliun anggrek?" nyonya tua Wang bertanya dengan heran. "Ya ibu.Anak dingin itu membuat heboh paviliunku bebarapa hari lalu.Seluruh penjaga dan pelayan membicarakan kelakuannya yang tak normal hari itu."
__ADS_1
"Tak normal bagaimana?" jendral Wang Haocun ikut penasaran dengan sang cucu.Lalu selir Xuangqi pun menceritakan semua hal yang dibicarakan para pelayan padanya.
Dan hal itu membuat mereka semua berseri-seri saat mendengarnya.Akhirnya pria dingin yang usianya sudah melewati seperempat abad itu menemukan gadis yang bisa memikat hatinya.
Dari semua yang mereka dengar tentang sikap sang pangeran pada gadis itu,mereka menyimpulkan bahwa pangeran memang menyukai gadis itu.Hanya saja dia tidak menyadari atau mengakuinya.
***
Sementara ditempat lain,telinga Shuwan terus berdengung dan dia bersin beberapa kali. "Siapa yang sedang membicarakanku?" ucap gadis itu kesal.
"Wan'er..apa kau ada didalam?" suara nyonya Li terdengar di paviliun mawar milik Shuwan. "Ia bu,ada apa?" Shuwan menghampiri sang ibu yang telah memasuki kamarnya.
"Ada kabar katanya kediaamn Wang juga diserang sekelompok orang misterius.Ayo kita kesana menjenguk mereka.Mereka bahkan memberi bantuan pada keluarga kita pasca diserang beberapa waktu lalu."
"Tapi bu,ini sudah sangat sore dan hampir malam.Besok pagi saja ya?" Shuwan membujuk sang ibu.
"Baiklah.Besok pagi kita kesana.Ajak Hao'er dan Mi'er juga." putus sang ibu akhirnya.
"Apakah kediamannya juga rusak sepwrti kediaman kita bu?" "Entahlah.Ibu juga belum tahu.Ayah dan gege mu belum pulang dari sana.Semoga mereka semua selamat." doa nyonya Li tulus.
"Minghao,ibu bilang ingin menjenguk keluarga Wang.Ibu mengkhawatirkan mereka.Bukankah kau dan ayah tadi pergi ke sana?Bagaimana kondisi mereka?"
"Mereka tidak ada di kediaman.Tempat itu sudah hancur,lebih parah dari kediaman kita waktu itu.Sepertinya pertarungan disana luar biasa."
"Pekerja disana mengatakan,untuk sementara keluarga Wang tinggal di istana pangeran ke empat,selama kediaman diperbaiki." Li Minghao menjelaskan hasil kunjungannya tadi ke kediaman Wang.
"Berarti kalau ingin berkunjung,harus pergi ke istana pangeran ke empat?" Shuwan ingin memastikan kemana mereka pergi berkunjung besok.
"Ya,katakan pada ibu,besok kalian pergi ke istana pangeran ke empat bila ingin mengunjungi keluarga Wang."
"Apakah yang menyerang kediaman Wang masih kelompok mawar hitam?" Shuwan sangat penasaran tentang penyerang itu.
"Entahlah.Tidak ada yang bisa ku tanyai tentang hal ini karena Xuemin tidak ada." Li Minghao juga tak memiliki secuilpun informasi tentang hal itu.
__ADS_1
"Tapi,siapapun mereka...sepertinya penyerangan itu sudah direncanakan dengan matang.Mereka menyerang disaat Wang Xuemin dan pangeran ke empat sudah kembali ke perbatasan.Sepertinya mereka mengetahui banyak hal." Li Jingmi ikut menimpali.
"Tentu saja harus direncanakan dengan matang dan penuh perhitungan.Sebelum menyerang, bahkan mereka telah menyelidiki tentang kekuatan,kelemahan,dan kebiasaan si target yang mungkin menguntungkan bagi mereka.Begitu saja kau tidak tahu?" Shuwan mencibir pada Li Jingmi.
Bahkan dulu Shuwan dan teamnya selalu mencari informasi sedetil mungkin sebelum menyerang target.
"Dasar Li Jingmi Bodoh!" rutuk gadis itu dalam hati.
Sementara tanpa gadis itu sadari,kedua saudara angkatnya itu sedang memandanginya dengan penuh curiga dan tanda tanya besar tentang dirinya.
"Kenapa kau sangat memahami tentang hal itu? Apa kau tergabung dengan salah satu kelompok seperti itu?" tanya Li Jingmi curiga.
"Aku bukan hanya tergabung,bahkan aku adalah pemilik tim yang lebih hebat dari mereka." ucap gadis itu dalam hati.
"Apa maksudmu?Kau mencurigaiku sebagai bagian dari mereka?Kau tidak tahu perjuanganku saat kediaman Li diserang.Aku bahkan hampir menghadap dewa yama." Shuwan mendengus dingin.
"Li Jingmi.Mereka bukan kumpulan orang-orang bodoh yang melakukan penyerangan tanpa mengetahui kondisi target."
"Sebelum menyerang,mereka akan menyelidiki banyak hal yang berkaitan dengan si target. Mereka tidak ingin salah perhitungan yang dapat menimbulkan kerugian bagi mereka." Shuwan tampak kesal pada saudara angkatnya itu.
"Dan...kesalahan kelompok mawar hitam saat menyerang kediaman kita adalah,mereka tidak memperhitungkanmu,sehingga hasilnya tak sesuai harapan mereka." Li Minghao yang cerdas lebih cepat memahami hal apapun.
"Kesalahan kelompok yang menyerang kediaman Wang juga sama.Mereka hanya mengetahui pangeran ke empat dan Wang Xuemin telah kembali ke perbatasan."
"Mereka tidak memperhitungkan bahwa pangeran ke empat dan sepupunya akan kembali ke ibu kota." jawab Shuwan
"Mereka tidak terlalu memahami pangeran ke empat.Pria itu selalu melakukan hal yang dianggap mustahil oleh kebanyakan orang."
"Siapa yang akan menyangka,kedua pria itu akan kembali ke ibu kota padahal mereka baru sampai ke perbatasan sore harinya." Li Minghao juga tak menyangka tentang hal itu.
"Wang Xuemin kembali?Bukankah mereka baru berangkat pagi itu?" Shuwan terkejut mendengar kabar itu.
"Ya,dia kembali bersama pangeran ke empat pada dini hari.Sepertinya mereka mendapat kabar dari seseorang.Tak perlu heran.Orang sepertinya pasti memiliki banyak mata dan telinga." Li Minghao tak merasa heran tentang hal itu.
__ADS_1
"Istirahatlah!Bukankah besok kau akan pergi bersama ibu?" Li Minghao beranjak dari paviliun gadis itu setelah menyadari malam semakin larut.