Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
MENCARI PENAWAR RACUN


__ADS_3

"Lalu kenapa dia menyerangku?"


"Kau mengatainya bisu dan patung yang bergerak,tentu saja itu melukai harga dirinya yang agung." Xuemin menjawab dengan nada malas.


"Hanya karena itu dia berniat membunuhku?Apa dimatanya nyawa manusia tak memiliki arti?" Shuwan menggelengkan kepalanya.


"Sungguh benar tindakanku tadi melukainya dengan katana beracun.Semoga saja dia tidak selamat." gerutu Shuwan dalam hati.Sungguh jahat.


Di istana pangeran ke empat,Yuwen masih memutar otaknya dengan keras,mencari cara menyelamatkan tuannya karena tabib sudah menyerah.Tabib hanya memberikan ramuan untuk menekan racun itu agar tidak cepat menyebar.


Tiba-tiba dia teringat pada orang-orang yang bersama gadis itu tadi sore. "Wang Xuemin."Dia segera berlari dari kamar sang tuan dan memanggil penjaga gelapnya. "Jaga yang mulia!Jangan biarkan siapapun masuk! Aku akan mencari obatnya." penjaga gelap itu mengangguk dengan cepat


Yuwen langsung berlari mengambil kudanya,lalu memacunya dengan sangat cepat.Tujuannya adalah kediaman keluarga Wang.


Saat tiba dikediaman Wang,penjaga menyambutnya dan mempersilahkan dia masuk.Jendral Yuwen adalah pengawal pangeran ke empat yang merupakan cucu tuan besar Wang.Tentu saja mereka mengenal dan menghormati Yuwen.


Penjaga mengantar Yuwen ke ruangan jendral besar Wang berada.Setelah melapor,penjaga yang tadi mengantarnya mempersilahkan dia masuk.


"Jendral besar." Yuwen membungkuk hormat pada pria yang sudah lebih dulu bertaruh nyawa di medan perang itu. "Ada apa?kau datang sendiri?" "Ya,saya ingin bertemu dengan tuan muda Wang." jawab Yuwen langsung pada intinya


"Dia bilang akan pergi ke pelalangan sejak tadi.Carilah disana!"


"Sepertinya mereka tidak jadi pergi.Jendral,apa anda mengenal gadis yang bersama tuan muda?" Yuwen mencoba mencari informasi dari jendral besar Wang


"Gadis?tidak.Ada apa sebenarnya?apakah Xuemin membuat masalah dengan seorang gadis?" ayah Xuemin mulai khawatir pada sang putra.


"Tidak,bukan begitu jendral.Kalau begitu saya pamit,ada hal yang sangat mendesak harus saya kerjakan.Permisi jendral." Yuwen membungkuk hormat kemudian berlalu pergi,menyisakan tanda tanya besar dalam benak jendral besar Wang.Ada apa sebenarnya?


Sambil berjalan menuju kudanya,Yuwen mengingat dengan siapa lagi gadis itu tadi.Lalu seseorang muncul dalam ingatannya. "Tuan muda Li " gumamnya pelan


Dia segera memacu kudanya menuju kediaman keluarga Li.Saat ini dia sedang berpacu dengan waktu,lambat sedikit saja maka nyawa tuannya mungkin tak bisa diselamatkan.Dia memacu kudanya seperti orang kesetanan.


Hari sudah gelap saat Yuwen tiba di depan gerbang kediaman keluarga Li.Dia menghampiri penjaga gerbang dan langsung menanyai nya, "Apakah tuan muda Li ada di dalam?"


belum sempat penjaga menjawab pertanyaannya,terdengar suara kereta kuda mendekat dari arah belakang tubuhnya


"Itu kereta tuan muda." jawab si penjaga setelah melihat kereta yang mendekat itu milik tuan mudanya.


Tanpa menunggu penumpang kereta keluar,Yuwen langsung menghampiri kereta tersebut.


"Dimana gadis itu?" tanpa basa basi Yuwen langsung bertanya pada Li Minghao yang baru turun dari kereta.

__ADS_1


"Kau?" Li Minghao terperanjat kaget mendengar pertanyaan dengan nada tinggi itu.


"Cepat katakan dimana gadis itu!" Yuwen terlihat tak sabar saat ini.


"Jendral Yuwen,apa yang anda lakukan?" Xuemin segera turun dari kereta mendengar suara seseorang mencari seorang gadis.


"Cepat bawa aku ke tempat gadis itu!" Yuwen menempelkan pedangnya pada leher Li Minghao.Dia harus bertindak cepat saat ini.


"Cepat! Atau kepalamu.." dia menekan pedangnya agar Li Minghao segera menuruti ucapannya


"Untuk apa kau mencarinya?Dia terluka karena tuanmu itu.Tidak kah kau melihatnya tadi?Bahkan kami gagal pergi ke pelalangan karena ulah tuanmu yang melukai temanku." Li Minghao dengan santai menyingkirkan pedang yang menempel dilehernya


"Tuanmu bertaruang dengan serius seperti sedang melawan musuh yang nyata.Padahal dia hanya gadis kecil yang tidak bersalah.Kau pasti tahu luka yang ditimbulkannya seperti apa?" Li Minghao geram pada Yuwen


"Tuanku juga terluka dan sekarang dia sekarat karena racun yang terdapat pada senjata gadis itu.Tabib tidak bisa mengobatinya karena tidak ada penawarnya.Bila sampai besok pagi aku tidak mendapatkan penawarnya,maka nyawa yang mulia,tidak bisa diselamatkan." Yuwen terpaksa mengatakan kondisi junjungannya yang seharusnya dirahasiakan


"Seserius itukah? Ini bukan akal-akalan kalian untuk menjebaknya kan?" Wang Xuemin menyipitkan matanya menatap Yuwen.


"Aku tidak punya waktu untuk bermain-main.Cepat bawa aku ke tempat gadis itu,atau kalian akan dianggap bersekongkol mencelakai pangeran ke empat!" Yuwen semakin tak sabar saat melihat hari semakin gelap.


"Baiklah,ayo pergi " Li Minghao akhirnya mengikuti kemauan Yuwen.


*****


Shuwan sedang tidur dengan posisi telungkup ditempat tidurnya ditemani Wei yang duduk di atas kursi disamping tempat tidur nonanya.


Wei baru saja memejamkan mata,namun tak lama terdengar suara pintu digedor dengan keras dari luar.Gedoran itu terus berulang tanpa henti.


Karena takut suara berisik itu mengganggu tidur nona nya,Wei bangkit dan keluar dari kamar.


Suara pintu digedor masih terdengar saat dia berjalan menuju pintu tersebut. "Haisshh,kenapa tidak sabar sekali." gerutu Wei sambil membuka pintu


Terlihat Li Minghao sedang berdiri dengan seorang pria yang sepertinya.


"Tuan muda Li kenapa kembali?apa ada yang tertinggal?" Wei bingung dengan pria itu,bukankah dia baru saja pulang dari sini?


"Dimana nona mu?" bukan Li Minghao yang berbicara,tapi pria yang bersamanya.


"Nona ku sedang istirahat.Ada perlu apa anda mencarinya?" Wei merasa jengkel pada pria dihadapannya saat dia berhasil mengingat pria itu adalah orang yang bersama pria kejam yang melukai nona nya tadi


"Dia harus ikut bersamaku sekarang juga!" jawab Yuwen tegas.

__ADS_1


"Besok saja!" Wei bicara sambil bergerak hendak menutup pintu.,namun buru-buru ditahan oleh Yuwen.


"Lancang! Kau hanya seorang pelayan,tapi bersikap seolah-olah kau seorang majikan!" Yuwen sangat geram dengan tindakan Wei.


"Anda juga hanya seorang kusir,kenapa bersikap seperti seorang kaisar?Memerintah orang sesuka hati." jawab Wei tanpa takut


"Kau!" Yuwen memelototi gadis pelayan itu


"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?"


"Nona,kenapa anda bangun?" Wei berjalan menghampiri sang nona


"Kalian berisik,bagaimana mungkin aku tidak bangun."


"Nona,anda harus ikut dengan saya sekarang juga!" Yuwen tak berbasa basi saat orang yang sejak tadi dia cari kini ada dihadapannya. Shuwan tak menjawab,dia hanya menatap tajam pada Yuwen.


"Anda harus mengobati yang mulia,sekarang dia sedang sekarat karena racun yang terdapat pada senjata anda."


"Dia masih hidup?Luar biasa " ucapan gadis itu tentu saja membuat mereka yang ada disana terkejut.


"Biarkan saja pria kejam itu mati.Lagipula tadi dia hampir memenggalku." ucap Shuwan acuh


"Nona,bekerjasama lah! Obati yang mulia pangeran sekarang juga atau..."


"Atau apa?" belum selesai Yuwen dengan ucapan ya,Shuwan memotongnya dengan cepat


"Atau kau akan dihukum karena mencelakai keturunan kaisar!" ancam Yuwen


"Bukankah tuanmu itu dijuluki dewa kematian?kenapa kau begitu takut dewa kematian itu akan mati?" Ucap Shuwan sambil tersenyum sinis.


Yuwen sudah tak bisa menahan diri saat menghadapi gadis bermulut tajam itu.Dia mengayunkan pedangnya ke arah gadis itu...trang....namun dengan sigap gadis itu menangkisnya.


"Aku tidak keberatan membuatmu sekarat mendampingi tuanmu itu." ucap Shuwan dengan tajam.Meskipun punggungnya terluka,Shuwan sangat yakin tubuhnya masih mampu melakukan beberapa kali serangan pada pria dihadapannya


"Bila kau tidak mengobati pangeran dan membiarkannya mati karena racunmu,bukan hanya kau,keluarga Li dan keluarga Wang juga akan mendapat hukuman karena bersekongkol dengan mu mencelakai pangeran.Kau pasti tahu apa hukumannya." Yuwen masih berusaha menekan gadis itu dengan mengancam keluarga kedua temannya itu


"Bagaimana mungkin kau melibatkan mereka.Kau melihatnya dengan jelas pertarungan itu hanya antara aku dan dia."


"Salahkan saja pangeranmu yang lemah itu.Katanya dewa kematian,racun kecil seperti itu saja tidak bisa mengahdapinya!" mulut gadis itu benar-benar setajam belati


"Aku pastikan besok adalah hari eksekusimu nona,beserta seluruh keluarga Li dan Keluarga Wang." ini adalah upaya terakhir Yuwen untuk membawa gadis itu

__ADS_1


__ADS_2