
Matahari telah memancarkan sinarnya sejak tadi.Sebagian orang di istana pangeran ke empat telah bangun dan melakukan pekerjaan masing-
masing.
Keluarga Wang juga telah bangun dan kembali ke istana.Mereka telah dibawa keluar dari ruang rahasia tadi pagi oleh Yuwen.
Mereka langsung diarahkan ke kamar Wang Xuemin agar mereka mengetahui kondisi dari tuan muda keluarganya itu.
Mereka sangat terkejut melihat Wang Xuemin terbaring lemah ditempat tidur dengan wajah yang sangat pucat.
"Apa yang terjadi dengan Min'er?" jendral Wang Xingsheng bertanya pada Yuwen dengan nada bergetar.
"Jendral muda Wang tadi malam terluka jendral. Untunglah putri langsung memberikan pertolongan."
"Bukan hanya jendral muda Wang, tapi Huanran juga mengalami hal yang sama,yang mulia selir." Yuwen memandang selir Xuangqi saat mengatakan hal itu.
"Huanran juga terluka?Kenapa dia terluka?Apa dia terlambat pergi ke tempat persembunyian?" Yuwen bingung harus menjawab apa atas pertanyaan selir kaisar itu.
"Huanran bersembunyi saat ada penyerangan?Itu tak akan pernah terjadi.Apalagi dia salah satu orang terbaik di zie shen,makanya dia yang ditugaskan menjaga anda." namun Yuwen hanya menggumamkan kalimat itu dalam hatinya.
Selir Xuangqi memang tidak mengetahui identitas Huanran yang sebenarnya.Dia hanya tahu gadis itu pelayan putranya dan ditugaskan untuk menjaga dirinya.
"Bagaimana keadaan putra dan menantuku?Apakah mereka terluka?" Pagi ini seharusnya kedua pengantin menghadap kaisar dan dirinya untuk memberi penghormatan sebagai tradisi.
Namun karena kejadian tadi malam,wanita setengah baya itu tidak mempermasalahkan bila pasangan pengantin itu menunda atau melanggar tradisi tersebut.
"Mereka baik-baik saja yang mulia.Menjelang pagi mereka baru beristirahat karena kekacauan baru bisa diselesaikan." jawab Yuwen sopan.
Selir Xuangqi hanya mengangguk mendengar laporan pengawal pribadi putranya itu.
"Baiklah,jangan ganggu mereka,biarkan mereka beristirahat!Dimana Huanran?Aku ingin melihatnya." selir Xuangqi mengkhawatirkan pelayan yang selalu menemaninya itu.
"Ada dikamar pelayan yang mulia.Mari saya antar." Yueen hendak berjalan mengantar sang selir ke kamar Huanran,namun wanita itu mencegahnya.
"Tak perlu diantar.Kau temani Min'er saja!" selir Xuangqi keluar dari kamar keponakannya itu dan berjalan menuju kamar Huanran.
****
Sementara di kamar pengantin
__ADS_1
Silau sinar matahari yang menerobos memasuki kamar itu membuat penghuninya terusik.Bulu mata lentik itu bergetar,tanda sang pemilik akan segera membuka matanya.
Hal yang pertama dia lihat adalah langit-langit kamar yang tampak asing.
Gadis itu kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan."Sangat luas dan mewah." ucap gadis itu penuh kekaguman.
Begitu matanya melihat satu sosok berada ditempat tidurnya,tepatnya disamping tubuhnya, dia langsung berteriak karena terkejut.
"Akkhhh pangeran,kenapa anda ada disini?Apa yang anda lakukan?" tanya gadis itu sangat panik.
"Apa maksud pertanyaanmu?Ini kamarku,tentu saja aku tidur disini." ucap pria itu acuh.
"Apa?Kamarmu?Kenapa aku ada di..." pletak. Sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya dengan wajah yang tampak sangat kebingungan, Huang Zixin malah menyentil dahi gadis itu.
"Apa diusia semuda ini kau sudah pikun?Kemarin kita menikah,tentu saja kita tidur bersama disini." pria itu berbicara sambil satu tangannya menopang kepala dalam posisi tidur menyamping menghadap gadis itu.
"Menikah?Akkhh..aku lupa.Ibu bilang pagi hari aku harus menghadap ayah dan ibu mertua untuk memberi penghormatan.Sepertinya ini sudah sangat siang.Pangeran,kenapa kau tidak membangunkanku?"
Gadis itu turun dari tempat tidur dengan terburu- buru,hingga...brukk.Dia terjatuh ke lantai disamping tempat tidur karena tersandung baju pengantin yang masih dia kenakan sejak kemarin.
Shuwan langsung bangun dan melihat ke tempat tidur.Disana sang pangeran masih dalam posisi yang sama seperti tadi,tidur menyamping,namun bibirnya sedikit melengkung mambentuk senyuman tipis.
Aih..dasar Istri durhaka.Sudah menjadi suaminya tapi masih tetap dijuluki patung hidup.
Huang Zixin sangat menikmati keriuhan yang ditimbulkan oleh gadis itu.
"Berhadapan dengan puluhan pria bersenjata dia tetap dengan tenang menghadapi mereka, tapi hanya karena bangun kesiangan,dia panik sampai membuatnya terjatuh." gumam sang pangeran sambil menggelengkan kepalanya.
"Bersihkan diri dulu.Sejak kemarin kau tidak membersihkan diri.Setelah selesai kita akan menghadap ibunda dan keluarga Wang."
"Setelah itu baru pergi ke istana kekaisaran menghadap ayahanda kaisar untuk memberi penghormatan.Besok kita pergi ke kediaman Li."
sang pangeran memberitahu Shuwan.
"Dimana tempat mandinya?" Shuwan yang merasakan tubuhnya lengket dan gerah langsung mencari tempat pemandian.
"Disebelah ruangan ini." Huang Zixin menunjuk dengan pandangannya."Aku harus keluar dulu dari ruangan ini?" Huang Zixin menggelengkan kepalanya.
Lalu dia menunjuk pintu yang terletak disudut kamar itu."Lewat pintu itu."
__ADS_1
Setelah mendapat petunjuk,gadis itu langsung membuka pintu tersebut.Shuwan terkesiap melihat pemandangan dihadapannya.
"Beginikah kehidupan pangeran zaman kuno?Seprtinya ini lebih mewah dari kamar mandiku dizaman modern." gumamnya penuh kekaguman.
Shuwan segera membersihkan diri karena dia harus segera menghadap ibu mertua dan keluarganya.
Setelah selesai mandi,gadis itu langsung kembali ke kamar pangeran lalu berpakaian.Sementara sang suami langsung memasuki tempat pemandian untuk membersihkan diri.
Shuwan telah selesai merias diri ketika Huang Zixin kembali ke kamar itu setelah selesai membersihkan diri.
"Bantu aku berpakaian!" ucap pria itu tanpa beban. "Apa?Tapi aku tidak tahu tentang paakian pria.Memangnya pengeran tidak bisa memakai pakaian sendiri?"
Shuwan sangat heran dengan orang-orang di zaman ini.Mandi dan berpakaian saja harus dibantu oleh orang lain.
"Aku akan memberitahumu." ucap sang pangeran acuh.Gadis itu menghela napas kasar,lalu dengan penuh keterpaksaan dia menghampiri pria itu.
Shuwan membantu Huang Zixin mengenakan pakaian dengan wajah yang tetap menunduk, sementara jantungnya tengah dag dig dug.
Gadis itu bukan sedang grogi ataupun gugup,tapi rasa malu yang lebih mendominasi dirinya saat ini.
Malu saat mengingat ucapan Yu zi bahwa dia menyerang bibir sang pangeran saat dia dalam pengaruh ramuan cinta setelah peristiwa penculikan malam itu.
Blusshh.Tiba-tiba wajahnya memerah.Rasanya dia sangat ingin menggali lubang yang sangat dalam lalu bersembunyi disana.
"Li Shuwan,apakah wajahku begitu buruk hingga kau tak mau menatapku?" suara dingin sang pangeran membuat Shuwan membeku.
"Apakah wajahku tak setampan Wang Xuemin atau pangeran kedua?" belum sempat gadis itu bereaksi atas pertanyaan pertamanya,sang pangeran sudah menanyakan hal lainnya.
Shuwan bingung harus menjawab apa.
"Bu...bukan begitu pangeran." ucap Shuwan pelan.Sang pangeran mengangkat dagu gadis itu hingga wajahnya mendongak dan menatap pria itu.
Namun gadis itu buru-buru menundukan pandangannya.
"Lalu kenapa kau tak mau menatapku?Apa kau menbenciku?" Shuwan menggelengkan kepalanya dengan cepat menjawab pertanyaan itu.
"Pangeran,kita harus segera menghadap ibunda."
Shuwan sangat ingin segera pergi dari kamar itu. Dia merasa sangat tertekan berada dihadapan sang pangeran yang terus menatapnya dengan sangat mengintimidasi.
__ADS_1
"Baiklah,ayo keluar." Shuwan menghela napas lega saat sang pangeran berjalan keluar dari kamar tersebut.