Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
KELOMPOK KALAJENGKING HITAM


__ADS_3

Huang Zixin langsung memutar tubuhnya sambil melakukan tebasan ke leher orang tersebut.


Sraing..pluk.Sebuah kepala menggelinding ke dekat kaki salah satu penyerang itu.


Deg deg deg deg.Jantung mereka berdegup tak beraturan.Sebagian nyali mereka seperti menguap terbawa angin.


Bagaimana nyali tidak menciut?Dalam beberapa tarikan napas saja,tiga kawan mereka telah menemui ajal.Padahal mereka adalah tim elit dari kelompok tersebut.


Melihat mereka terdiam selama satu tarikan napas,membuat Huang Zixin memanfaatkan momen itu dan langsung menebas dua orang yang berada disebelah kirinya.


"Arrgggg" jeritan seseorang yang mendapat serangat dari Huang Zixin membuat kawanannya tersadar.


Mereka melihat satu lagi teman mereka telah kehilangan kepalanya,dan satu orang yang menjerit tadi telah kehilangan satu lengannya.


Tersisa lima orang yang masih sehat dan satu orang yang telah kehilangan lengannya.


"Serang bersama!" salah satu dari mereka memberikan perintah,dan mereka langsung menyerang Huang Zixin bersama-sama.


Trang trang trang.Huang Zixin menangkis beberapa pedang yang diarahkan padanya.


Sreet.Dia menebas perut lawannya secara horizontal dan membuatnya tumbang seketika dengan isi perut yang hampir keluar.


Sraaak,satu orang terkena tebasan dari pundak hingga pinggangnya membentuk garis miring yang panjang dan dalam.


Brukk.Orang yang terkena tebasan itu tak dapat mempertahankan tubuh dan nyawanya.


Trang.Satu tebasan Huang Zixin berhasil ditangkis oleh sasarannya.Namun,


duaak.Huang Zixin menendang dada orang tersebut hingga terhuyung ke belakang.


Tak menyia-nyiakan kesempatan,raja perang berjuluk dewa kematian itu menebaskan pedangnya pada dada pria tersebut sebelum dia berhasil menyetabilkan tubuhnya.


Jleb.Huang Zixin menancapkan pedangnya tepat di jantung orang yang berada dibelakang tubuhnya hingga tembus sampai ke punggung.


Dan tanpa belas kasih,dia menarik kembali pedangnya dengan cepat hingga tubuh itu langsung ambruk karena sudah tak bernyawa.


Dua orang tersisa dari komplotan itu.Mereka merasakan udara disekitar mereka semakin dingin.


Mereka melihat Huang Zixin melangkah ke arah mereka dengan memegang pedang yang telah berwarna merah dan cairan berbau anyir yang terus menetes dari pedang tersebut.


Itu adalah darah teman-temannya,dan mungkin sebentar lagi darah mereka berdua juga akan menghiasi pedang tersebut.


Huang Zixin langsung menyerang mereka berdua. Trang trang trang,ketiga pedang terus beradu tanpa henti.


Kedua orang itu berusaha dengan keras menahan serangan Huang Zixin agar tak mengenai tubuh mereka.


"Bila ada kesempatan,kita harus pergi dari sini." ucap salah satu orang itu pada temannya saat mereka menjauh dari Huang Zixin.


"Ya,kita tidak boleh mati sia-sia disini." jawab temannya penuh tekad.

__ADS_1


Huang Zixin menyeringai mendengar pembicaraan mereka.


"Ingin pergi? Orang yang telah bertemu dengan dewa kematian,hanya bisa pergi ke neraka." ucap sang dewa kematian sambil tersenyum miring menatap kedua orang itu.


Mereka yang mendengar ucapannya langsung berkeringat dingin.Sepertinya memang tidak akan ada jalan kembali untuk mereka.


Tanpa membuang waktu,dia langsung menghunuskan pedangnya pada kedua orang itu.


Trang trang trang sraaakk.Sekuat apapun mereka berusaha menangkis serangan,mereka bukanlah lawan yang seimbang bagi sang dewa kematian.


Satu kepala terpisah dari badannya.


sraing,...satu tebasan lagi mengakhiri pertarungan itu.


Baru saja Huang Zixin menghela napas lega,telinganya yang memiliki pendengaran tajam mendengar gerakan yang sangat halus dari atap bangunan yang berada di belakang tubuhnya.


Dia mengambil satu pedang yang tergeletak ditanah,lalu badannya berputar sambil melempar pedang tersebut ke atap.


Seseorang melompat dari atap itu.Sang pangeran langsung berlari mengejar orang yang sejak tadi mengawasinya itu.


Syuuutt.Huang Zixin melempar satu belati beracun dan menancap dipundak orang tersebut yang membuat gerakannya terhenti seketika.


"Hahahaha...Sungguh layak dijuluki dewa kematian." Merasa pelariannya gagal,orang yang ternyata pria tersebut berhenti dan memutar tubuhnya menghadap Huang Zixin.


"Aku tidak mendapatkan julukan itu dengan hanya berpangku tangan." jawab Huang Zixin dingin.


"Jangan-jangan mereka....?" mata Huang Zixin menyipit saat teringat pada laporan Murong beberapa hari lalu.


"Kenapa kalian menyerang kediaman Wang?" meski biasanya Huang Zixin malas bicara,namun dia harus memastikan dugaannya yang beberapa detik lalu terlintas dibenaknya.


"Kau tidak perlu tahu alasannya." pria itu langsung menyerang Huang Zixin dengan menghunuskan pedangnya.


Trang.Dengan cepat Huang Zixin menangkis serangan itu,lalu memutar tubuhnya.


Sraak.Pedangnya bersarang dipunggung pria tersebut dan meninggalkan luka yang memanjang.


Pria itu terkejut.Hanya dengan dua gerakan saja,Huang Zixin telah berhasil melukainya.


"Hiyaaa" pria itu kembali menyerang Huang Zixin.


trang trang trang.Berkali-kali pria itu berusaha melukai lawannya,namun serangannya selalu ditangkis dengan mudah.


Kalau saja pria itu bertarung dengan Li Jingmi atau Li Minghao,mungkin dia akan menang telak.


Tapi saat ini lawannya adalah raja perang,penguasa medan perang berjuluk dewa kematian.Tak kan mudah menundukkannya.


Trang trang trang srraak.Pedang Huang Zixin kembali menggores lawannya setelah beberapa kali berhasil ditangkis.


Kali ini lukanya dari bahu hingga ke pinggang membentuk selempang.

__ADS_1


Bruukk.Pria itu jatuh dengan posisi berlutut.


Sraakk,jressh.Tanpa membuang waktu,Huang Zixin langsung menebaskan pedangnya pada leher pria tersebut.


Tak perlu introgasi untuk mengetahui siapa mereka dan dalang dibalik layar.Dia punya banyak mata-mata yang tersebar dibanyak tempat.


Introgasi adalah hal sia-sia,buang-buang waktu dan tenaga.Karena mereka pasti tidak akan mengaku.Itulah pemikiran sang pangeran.


Dia memeriksa tubuh pria yang sudah tak memiliki kepala tersebut.Ada tato kalajengking hitam dipunggung tangan kirinya.


Sang pangeran kemudian membuka penutup wajah mereka satu-persatu.


Memang ada beberapa perbedaan dengan penduduk negeri Hansui ini dari fitur wajah mereka.


Ini semakin memperkuat dugaannya,bahwa para penyerang itu ada kaitannya dengan laporan Murong beberapa hari lalu.


"Pasti ada orang yang mengaturnya.Dan orang itu pasti memiliki kekuasaan atau posisi kuat." sang pangeran selalu menganalisis sesuatu dengan cepat.


Wang Xuemin dan beberapa orang tim pedang dari pasukan Zie zhen yang tidak terluka datang menghampiri sang pangeran.


"Yang mulia." ucap mereka kompak. "Bagaimana dengan orang-orang kita yang terluka?" sang pangeran langsung bangkit dari posisinya yang sedang meneliti wajah para penyerang itu.


"Hamba sudah memanggil tim ular yang mulia,dan mereka sedang ditangani."


"Panggilkan Murong secepatnya!Ada tugas khusus untuknya." titah sang pangeran.


"Baik yang mulia." seseorang menjawabnya dengan cepat.


"Yang mulia,aku merasa ada yang aneh dengan mereka." Wang Xuemin yang juga merupakan anggota pasukan Zie shen,mengamati beberapa mayat ditempat itu.


Huang Zixin memandang Wang Xuemin meminta penjelasan.


"Mereka sepertinya agak berbeda dengan penduduk disini." Wang Xuemin langsung mengatakan pemikirannya.


"Mereka bukan penduduk negeri Hansui. Sepertinya ini berkaitan dengan kegiatan di perbatasan barat akhir-akhir ini.Cari tahu siapa pemimpin barak perbatasan barat!"


"Baik yang mulia." Wang Xuemin segera meninggalkan sang pangeran yang masih berdiri di halaman kediaman Wang yang sudah hancur.


"Salam yang mulia." Murong datang dalam sekejap.Entah bagaimana cara kerja pasukan Zie shen itu.Semuanya serba cepat.


"Periksa mereka!" Murong langsung melakukan perintah sang pangeran dengan memeriksa mayat-mayat itu.


"Yang mulia,mereka adalah orang-orang yang minggu lalu memasuki negara Hansui melalui perbatasan barat." Murong mengenali beberapa wajah itu.


"Kau yakin?" "Ya yang mulia.Hamba sendiri yang melihat mereka." jawab Murong tegas.


"Lihat tanda ditangannya! Cari tahu siapa mereka dan orang Hansui yang berhubungan dengan mereka!"


__ADS_1


__ADS_2