
"Apakah yang akan pergi kesana bisa diandalkan?" "Tak perlu diragukan.Semua orangku bisa diandalkan." ucap Huang Zixin penuh keyakinan.
"Kemana dia akan pergi?Bukankah kau pernah mengatakan bahwa tidak ada yang mengetahui markas mereka?" Shuwan menopang dagunya dengan tangannya yang berada diatas meja.
"Mereka memiliki cara untuk melakukannya. Wan'er tak perlu khawatir." Huang Zixin selalu memiliki keyakinan pada kemampuan orang- orang yang berada dibawah sayapnya.
"Kalau aku mengatakan aku tahu tempat markas mereka berada,apakah aku boleh ikut pergi kesana?" Shuwan mencoba bernegosiasi dengan sang suami.
Huang Zixin menyipitkan mata mendengar ucapan sang suami."Apakah Wan'er pernah pergi kesana?" Shuwan menggelengkan kepala menjawab pertanyaan suaminya.
"Tidak.Aku hanya pernah mendengarnya,itupun belum dipastikan kebenarannya.Makanya aku berencana pergi bersama Yu zi untuk memastikan kebenarannya."
"Tanpa seizinku,Wan'er tidak boleh pergi kemanapun!" Huang Zixin mempertegas ucapannya.Shuwan hanya menanggapinya dengan acuh.
"Apa kau pikir kau bisa mencegahku?Bahkan bila aku ingin pergi saat ini juga,kau tak akan bisa berbuat apa-apa suamiku." ucap Shuwan dalam hati.
Namun dia tidak ingin sesuatu yang merepotkan terjadi bila pergi sekarang.Jadi pura-pura patuh saja dulu.Hanya menunggu beberapa hari hingga dia kembali ke barak.
Tak lama seseorang memasuki ruang baca sang pangeran dengan cara menyelinap,lalu langsung berlutut dihadapan Huang Zixin.
"Yang mulia,apa tugas yang harus hamba kerjakan?" tanpa berbasa-basi,pria yang baru masuk itu langsung menanyakan tugasnya.
"Aku ingin kau menyusup kedalam kelompok mawar hitam.Selidiki siapa pemimpin mereka, dan yang memerintahkan penyerangan pada keluarga Li!" Huang Zixin langsung memberitahu tugas pria tersebut.
"Siapa namamu?" Shuwan menatap wajah pria itu beberapa saat."Hamba Xunfeng putri." jawab pria itu dengan hormat.
"Pakailah ini ditangan kirimu!Itu akan memudahkamu menyusup kesana." Shuwan memberikan sesuatu pada pria itu,dan ketika ditempelkan ke tangan,disana tercetak bunga mawar hitam seperti tato kelompok itu.
"Itu sama seperti tato ditangan mereka.Tidak akan hilang meski sengaja dibersihkan,tapi hanya bertahan selama sepuluh hari."
"Itu artinya kamu hanya memiliki waktu sepuluh hari berada disana untuk mengumpulkan informasi,dikurangi waktu yang kau gunakan diperjalanan."
"Bila tato palsu itu hilang,mungkin kau akan ketahuan oleh mereka.Jangan lupa bawa ini!" Shuwan memberikan benda bulat yang merupakan token identitas kelompok mawar hitam.
"Pergilah ke hutan Fuyuan di gunung Shuyun!Disanalah tempat markas utama mereka berada dari kabar yang aku dengar." penjelasan Shuwan membuat kedua pria itu terkejut.
__ADS_1
"Dari mana Wan'er tahu letak markas mereka?" Huang Zixin sangat penasaran dengan istrinya itu.Dia menyebutkan sebuah tempat dengan sangat spesifik,dan dia mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan.
Pria itu semakin merasa gadis yang dia nikahi tidak sederhana seperti yang terlihat dipermukaan.
"Dia bukan hanya ahli beladiri,pengobatan dan racun.Dia juga terlihat seperti....memiliki jaringan informasi yang sangat terpercaya." gumam Huang Zixin dalam hati menganalisis sang istri.
"Aku punya cara sendiri untuk mengetahuinya.A Zi tak perlu khawatir,aku tidak pergi kemana- mana untuk mengetahui hal itu."
"Ingatlah Xunfeng,waktumu tidak banyak.Jangan sampai ketahuan.Bila kau mendapatkan informasi yang aku inginkan dalam waktu singkat,maka segera kembali!" Shuwan menatap pria bernama Xunfeng itu sekilas.
"Baik putri Zi,akan hamba lakukan." Shuwan mengangguk puas mendengar jawaban Xunfeng.
"Pergilah!" Huang Zixin menyuruh pria bernama Xunfeng itu pergi setelah Shuwan memberikan pakaian dan penutup wajah serba hitam untuk digunakan Xunfeng menyusup nanti.
Pria itu langsung pergi dari ruangan tersebut dengan cara menyelinap seperti saat dia masuk.
"Kau tidak akan pergi karena pria itu melarangmu pergi,tuan?" suara Yu zi bergema dalam benak Shuwan.
"Tentu saja pergi,tapi setelah dia beberapa hari berada di barak.Kita atur lagi rencananya nanti." ucap Shuwan penuh keyakinan.
Andai Huang Zixin bisa mendengar percakapan mereka,mungkin dia akan muntah darah mendengarnya.
"Yang mulia." tiba-tiba Murong memasuki ruangan itu.Huang Zixin melirik ke arah Murong sekilas.
"Wan'er,istirahatlah lebih dulu.Aku mungkin akan berada disini hingga larut malam." Shuwan hanya mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut.
"Yang mulia,pria yang betarung dan melukai jendral Wang dan Huanran adalah salah satu petinggi dan elit dalam kelompok mawar hitam. Dia bernama Chu Kong."
"Bahkan kelompok tersebut sedang mencari keberadaan pria itu atas perintah pemimpin tertinggi mereka."
"Namun hamba belum bisa mendapatkan informasi tentang pemimpin tertinggi kelompok itu.Dia sangat pandai menyembunyikan diri dan sangat jarang berkumpul dengan kelompoknya."
Huang Zixin mengangguk mendengar laporan Murong. "Bagaimana kondisi perbatasan barat?" perbatasan barat adalah tempat yang paling diawasi oleh Huang Zixin saat ini.
Hal itu terjadi pasca banyaknya warga asing yang memasuki perbatasan yang kemudian menyebar dibeberapa tempat.
__ADS_1
"Kondisi di perbatasan barat masih kondusif yang mulia.Tidak ada yang mencurigakan.Jendral Liu Feng juga terpantau aman,tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan."
Murong memberikan laporan hasil pengamatan beberapa orang mata-mata Zie shen yang dia utus.
"Tetap pantau pergerakan mereka!Mereka diam saat ini mungkin saja sedang merencanakan hal besar yang dapat mengejutkan kita." "Baik yang mulia."
"Bagaimana perbatasan timur?Sudah lama aku,Yuwen dan Xuemin meninggalkan barak." Huang Zixin tampak mengkhawatirkan kondisi di beberapa perbatasan.
"Disana aman terkendali yang mulia.Jendral Zhue dan Yuanzhi mengatur barak dan prajurit dengan baik."
"Baiklah.Kau boleh pergi." Murong membungkuk hormat lalu pergi dari ruangan tersebut.
Yuwen yang hendak kembali ke ruangan sang pangeran melihat pemilik ruangan telah keluar dari ruangan tersebut,jadi dia langsung mengikuti langkah junjungannya itu.
Mereka berdua berjalan ke arah gudang,lalu masuk kedalam gudang tersebut.
Yuwen membuka mulutnya hendak menanyakan sesuatu,namun dia tak jadi mengatakannya.Dia hanya mengikuti junjungannya dengan patuh.
Kedua pria itu memasuki penjara bawah tanah, menyusuri lorong sempit dan gelap hingga mencapai ujung lorong dan berhenti didepan satu-satunya sel yang memiliki penghuni.
"Murong mengatakan bahwa pria itu merupakan salah satu elit dan petinggi kelompok mawar hitam.Bahkan saat ini pemimpin tertinggi mereka sedang mencari keberadaannya."
"Sepertinya dia orang yang sangat penting dalam kelompok itu." Huang Zixin menatap lekat pada pria yang sedang dirantai itu.
"Pantas saja gabungan jendral muda Wang dan Huanran masih kewalahan menghadapinya."
"Bila putri tidak melemparkan jarum beracun padanya, mungkin hamba dan Mudan juga akan membutuhkan waktu untuk melumpuhkannya." Yuwen mengatakan hal itu dengan nada pahit.
Pria yang masih berada dalam pengaruh racun pelumpuh itu memang sangat tangguh.
Bahkan dia bisa melukai Wang Xuemin dan Huanran dengan parah,sedangkan dia hanya mendapatkan sedikit luka,padahal itu pertarungan dua lawan satu.
"Apakah dia akan dibiarkan tetap hidup,yang mulia?Sepertinya dia akan sangat merepotkan bila sampai lepas." Yuwen sangat berharap pria itu segera di eksekusi.
"Setelah memastikan Wan'er tidak membutuhkan apa-apa lagi darinya,penggal dan gantung kepalanya di alun-alun ibu kota!"
__ADS_1
"Mungkin itu bisa memancing pemimpin tertinggi mereka keluar dari persembunyiannya.Untuk saat ini biarkan saja dulu." Yuwen hanya mengangguk mendengar ucapan sang pangeran.
"Berjagalah di istana!Aku akan berjalan-jalan sebentar dengan Wan'er." ucap Huang Zixin sambil berbalik lalu keluar dari penjara bawah tanah tersebut.