
"Sepertinya kau terkena ramuan cinta.Sungguh berani mereka melakukan hal ini pada wanitaku." Huang Zixin mengepalkan tangannya dengan erat.
"Bertahanlah! Kita akan segera kembali ke kediaman." pria itu menggendong tubuh Shuwan ala bridal style lalu membawanya menaiki punggung Heima.
"Yu zi,apa itu ramuan cinta?" Shuwan bertanya pada Yu zi melalui benaknya.Dia merasa sangat nyaman berada dalam pelukan pria itu.
"Ramuan cinta adalah ramuan yang membangkitkan gairah." jawab Yuzi singkat.
"Cepat berikan penawarnya! Tubuhku sangat panas dan...kenapa tubuh pria ini sangat membuatku nyaman?"
"Tuan,ramuan cinta tidak ada penawarnya.Satu- satunya cara menghilangkan efek ramuan itu hanya..." Yu zi menjeda ucapannya.
"Hanya apa?Kenapa kau diam saja?"
"Hanya dengan cara....berhubungan badan." jawab kelinci coklat itu pelan.
"Tidak mungkin aku melakukan itu.Apa tidak ada cara lain?" Shuwan menggertakan giginya menahan efek ramuan cinta yang semakin besar.
Sambil terus menahan diri agar tidak melakukan hal yang iya iya pada pria yang sedang memeluknya sambil mengendalikan kuda itu,Shuwan berusaha menjaga kesadarannya dengan cara terus berkomunikasi dengan Yu zi.
Heima telah membawa mereka ke belakang kediaman Li,tempat tadi Huang Zixin menyelinap sebelum Shuwan dibawa oleh para penculik itu.
Dengan ilmu beladiri dan tenaga dalam yang dia olah,pria itu langsung melompat ke atas dinding pembatas kediaman.
Huang Zixin langsung membawa Shuwan ke kamarnya dan membaringkannya ditempat tidur.
Namun saat pria itu hendak berdiri,gadis itu menarik tangannya dengan kuat hingga pria itu terjatuh dan menimpa tubuhnya.
Huang Zixin terkejut saat bibirnya menempel pada benda halus dan lembut.Saat dia berusaha bangkit,gadis yang berada dalam pengaruh ramuan cinta itu menahan tengkuknya dengan kuat.
Pria itu membelalakkan matanya saat bibirnya terasa lembab.Tak lama gadis itu m*ny*s*p bibirnya dengan rakus.
Deg deg deg deg.Pria itu merasakan jantungnya berdegup tak beraturan.
Sesaat dia menikmati hal yang dilakukan gadis itu padanya.Tapi itu hanya sesaat. Pengendaliannya yang tinggi mengembalikan kesadarannya dalam waktu singkat.
Dia tidak boleh terlena dengan apa yang gadis itu lakukan.Sang pangeran berusaha melepaskan diri,namun semakin dia berusaha,semakin kuat gadis itu menahannya.
Terpaksa sang pangeran membuat gadis itu kehilangan kesadarannya agar bisa melepaskan diri.
Setelah Shuwan kehilangan kesadarannya,pria itu bangkit dari atas tubuh gadis itu.
"Maaf aku melakukan ini.Bila dibiarkan aku takut tidak bisa mengendalikan diri,dan kau hanya akan bisa menyesal saat esok telah terlepas dari efek ramuan itu.Mungkin kau juga akan membenciku bila sampai kebablasan."
Huang Zixin menggertakkan giginya.Gadis nakal itu telah membangunkan sesuatu dalam dirinya dan membuatnya merasa sakit kepala.
Pria itu segera keluar dari kediaman Li dan langsung memacu kudanya dengan sangat cepat menuju istananya.
__ADS_1
Setelah kepergian sang pangeran,Yu zi keluar dari ruang dimensi.Dia berusaha mengembalikan kesadaran gadis itu.
Setelah Shuwan sadar,Yu zi membawanya ke ruang dimensi lalu menyuruhnya berendam didanau air spiritual untuk menghilangkan efek ramuan cinta yang masih ada dalam tubuhnya.
Yaaa walaupun tadi sudah sedikit tersalurkan ketika gadis itu memaksa sang pangeran.
Shuwan berendam dalam danau air spiritual hingga hari menjelang siang,hingga efek ramuan cinta itu benar-benar hilang dari tubuhnya.
****
Di istana pangeran ke empat
Matahari pagi telah menyebarkan kehangatannya di seluruh negri,tak terkecuali istana pangeran ke empat.
Pemilik istana itu sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang besar dan nyaman.
Dia sangat ingin tidur,namun setiap memejamkan mata,kejadian tadi -saat Shuwan m*ny*s*p bibirnya dengan rakus- terus berputar dalam pandangannya.
Tanpa melakukan apapun,gadis itu telah membuat sang pangeran tak bisa tidur selama beberapa malam.Apalagi dengan kejadian tadi, makin tak bisa tidurlah pangeran satu ini.
Sesuatu dalam tubuhnya berdenyut setiap kejadian itu melintas dalam ingatannya.Dia bahkan terus menyentuh bibirnya yang terasa membengkak karena sesapan gadis itu.
Sang pangeran menggelengkan kepalanya berulang-ulang untuk mengusir ingatan itu dari pikirannya.
Akhirnya pria itu bangkit lalu menuju tempat pemandian khusus untuknya,yang berbentuk bak besar lengkap dengan wewangian yang dapat membuat pikiran dan tubuh menjadi relaks.
Bila biasanya para pangeran mandi ditemani dan dilayani para pelayan wanita,pangeran satu ini kebalikannya.Dia tidak pernah mengizinkan siapapun berada dalam ruangan itu saat dia sedang mandi.Walaupun itu Yuwen.
Sampai-sampai seluruh anggota keluarganya mencarinya ke seluruh penjuru istana.
****
Sementara di istana pangeran kedua
Pria itu tengah dikelilingi oleh tiga orang tabib yang sedang berusaha untuk mengobatinya.
Pria itu terus menggertakkan giginya menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.
Seluruh tulangnya terasa sangat sakit seperti patah.seluruh kulitnya terasa sakit seperti ditusuk ribuan jarum tak kasat mata.Entah racun apa yang dioleskan gadis itu pada jarumnya.
Ditambah racun pelumpuh otot yang didapat dari belati yang menggores tangannya,membuat tubuhnya tak bisa digerakkan.
Shuwan memiliki ratusan jarum beracun yang telah diolesi beberapa macam racun yang jenis dan efeknya berbeda-beda.
Ada yang telah diolesi racun yang sangat mematikan dan bekerja sangat cepat,biasanya digunakan dalam pertarungan untuk membunuh musuh.
Adapula yang diolesi racun yang menimbulkan rasa sakit dalam waktu lama.Biasanya dia gunakan untuk membuat musuhnya menderita.
__ADS_1
Shuwan sengaja tidak menembakkan jarum racun yang mematikan pada pria yang menculiknya,karena gadis itu ingin menyiksa si pelaku yang sudah berani menculik dan berusaha menodainya.
para tabib yang bekerja di istana itu tak ada yang bisa mengobatinya.Jangankan mengobati, mereka bahkan tak tahu racun jenis apa yang menyerang pangeran kedua itu.
Sepertinya pangeran kedua akan mengalami penderitaan itu selama beberapa hari,atau mungkin dalam batas waktu yang tidak diketahui sampai racun itu dinetralkan oleh penawarnya.
Rencananya untuk menghancurkan hidup Shuwan dan kebahagiaan Huang Zixin,sirna begitu saja.
Bahkan sekarang dirinya sendiri yang menderita dalam tekanan dua racun ganas namun tak mematikan milik gadis itu.
***
Selir Xuangqi masih mencari sang putra yang belum diketahui keberadaannya.Hampir semua tempat di istana itu telah didatangi,namun sosok yang dicari belum juga ditemukan.
"Yang mulia selir,mungkin yang mulia pangeran ada ditempat pemandian.Hanya tempat itu yang belum kita datangi." kepala pelayan Yun memberitahu.
"Biar aku yang melihatnya." jendral Wang Xingsheng menawarkan diri seraya berjalan menuju tempat yang disebutkan oleh kepala pelayan Yun.
"Tapi jendral..." ucapan kepala pelayan seketika menghentikan langkah sang jendral. "Ada apa?" tanya sang jendral heran.
"Yang mulia pangeran...tidak pernah mengizinkan siapapun memasuki ruangan itu saat beliau sedang mandi,termasuk tuan Yuwen juga." ucap kepala pelayan Yun dengan nada takut.
"Aku hanya ingin memastikan dia ada atau tidak disana.Dimana tempatnya?" jendral Wang beratnya pada kepala pelayan Yun.
"Di sebelah kamar tidur yang mulia,jendral." beritahu kepala pelayan Yun ragu.Sang jendral pun pergi menuju tempat yang dimaksud.
Ketika tiba didepan pintu tempat pemandian pangeran,jendral Wang bertanya pada penjaga yang berdiri didekat pintu.
"Apakah pangeran ada didalam?"
"Ada jendral." jawab si penjaga singkat.
"Aku ingin menemuinya." ucap sang jendral sambil berjalan mendekati pintu.
Namun penjaga yang berjumlah dua orang itu menyilangkan tombak untuk menghalngi langkah sang jendral memasuki ruangan itu.
"Maaf jendral,tapi yang mulia tidak pernah mengizinkan siapapun memasuki ruangan ini saat yang mulia ada didalam." ucap salah satu penjaga itu dengan sedikit takut.
"Lalu bagaimana caranya aku mengetahui pangeran ada didalam atau tidak?Kalian tidak mengizinkan aku masuk."
"Ya sudah,kau saja yang periksa,pangeran ada didalam atau tidak." kedua penjaga itu hanya saling pandang saat mendengar perintah sang jendral.Mereka seperti sedang saling dorong siapa yang harus pergi.
Melihat kedua penjaga hanya saling pandang, jendral Wang menerobos masuk ke ruangan itu yang kebetulan pintunya tidak dikunci.
Dipinggir bak mandi besar yang dilengkapi dengan taburan kelopak bunga dan wewangian yang menenangkan,terlihat sang pangeran sedang bersandar dengan mata terpejam.
Sementara tubuh bagian bawahnya terendam dalam bak mandi tersebut karena dia dalam posisi duduk.
__ADS_1
mau nemenin Huang Zixin berendam dulu ya...siapa tau suruh nyabunin..🤣🤣🤣