
"Ayo,mungkin ibunda sedang menunggu kita"
"Kenapa kediaman ibunda sangat jauh dari kediaman ayahanda kaisar?Kenapa tidak tinggal ditempat yang sama?Apa itu peraturan mutlak kekaisaran?"
Shuwan mulai bisa mengobrol dengan Huang Zixin .Mungkin rasa malunya karena mencium pangeran sudah hilang,mungkin dia sudah lupa dengan kejadian itu.
"Entahlah,aku juga tidak terlalu mengerti." jawab Huang Zixin acuh. "Tapi keluarga Li tidak seperti itu.Ayah dan ibu tinggal di paviliun yang sama, begitu juga orang tua Jingmi." lanjut Shuwan.
"Di istanamu juga ada beberapa paviliun.Apa aku akan tinggal disalah satu paviliun itu?" Huang Zixin mengernyitkan kening mendengar ucapan istrinya.
"Istriku baru tiba kemarin dan langsung dikurung dikamar pengantin hingga malam hari.Siang juga belum sempat melakukan apapun karena langsung menyapa kaisar di istana kekaisaran. Darimana mengetahui tentang beberapa paviliun?"
"Waktu mengunjungi keluarga Wang di istanamu pasca penyerangan,kakek jendral menyuruh aku,Minghao dan Jingmi berkeliling istana." jawab Shuwan jujur.
"Jadi,apa aku boleh memilih paviliun manapun untuk aku tinggali?" gadis itu kembali ke pertanyaan semula.
"Kamarku sangat luas,tempat tidurnya pun besar dan nyaman,apakah istriku tidak betah tinggal di kamar itu?" Huang Zixin menghentikan langkahnya dan menatap wajah cantik istrinya.
"Apa aku begitu buruk hingga istriku tak mau tinggal bersamaku dan memilih tempat lain?" "Bukan begitu." sanggah Shuwan cepat.
"Hingga saat ini kau bahkan tak mau menatap wajahku." ucap Huang Zixin dengan nada pahit. Dia berjalan perlahan meninggalkan Shuwan.
"Apa dia merajuk?" gadis itu membatin.
Paviliun selir Xuangqi telah terlihat.Hanya beberapa langkah lagi mereka akan sampai di gerbang paviliun anggrek.
Penjaga gerbang langsung menunduk hormat begitu Huang Zixin melewati gerbang paviliun anggrek,diikuti oleh istrinya yang tertinggal beberapa langkah dibelakang.
Wanita pemilik paviliun itu sedang berada di gazebo taman belakang.Seorang pelayan telah memberitahukan hal itu pada Huang Zixin dan Shuwan.Jadi kedua orang itu langsung pergi ke tempat ibundanya berada.
"Ibunda." Huang Zixin menyapa wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini dengan hormat.
"Kenapa lama sekali?Apa kalian tersesat dan kesulitan menemukan paviliunku?" selir Xuangqi cemberut menatap putra dan menantunya yang baru datang itu.
"Haissh.Ibu dan anak sama-sama merajuk." gumam Shuwan dalam hati.
"Ibunda,tadi kami pergi ke istana pangeran kedua terlebih dahulu,jadi datang kesini agak terlambat. Maaf membuat ibunda menunggu." ucap Shuwan sambil menunduk.
Selir Xuangqi mengerutkan kening ketika melihat wajah masam putranya.Biasanya pria itu berwajah datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
Saat ini ada sedikit emosi dari raut wajahnya.Selir Xuangqi menatap Shuwan seolah bertanya "Ada apa dengannya?"
Namun gadis itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Itulah hebatnya wanita,bisa berkomunikasi tanpa menggunakan suara dan bahasa.Bahkan hanya dengan saling tatap mereka bisa mengungkapkan banyak hal.
****
Ditempat lain yang sangat jauh dari istana, disebuah gubuk yang terletak dihutan,seorang pria terlihat sangat gelisah.Dia seperti sedang menunggu kabar atau kedatangan seseorang.
Namun setelah menunggu begitu lama, penantiannya tak membuahkan hasil.Tak ada kabar ataupun orang yang datang menemuinya.
"Cepat cari informasi di ibu kota! Terutama tentang pernikahan raja perang." perintah pria itu pada seseorang yang sejak tadi berada disamping kirinya.
"Baik yang mulia." pria itupun langsung pergi.
"Kenapa Chu Kong belum kembali?Apa yang terjadi padanya?"
Chu Kong adalah salah satu bawahan terbaiknya. Dia juga salah satu petinggi di kelompok mawar hitam.
Pria yang sedang menantikan kedatangan Chu Kong itu adalah pemimpin tertinggi sekaligus pemilik kelompok mawar hitam.
Hanya ada beberapa orang yang mengetahui tentang dia dan statusnya dalam kelompok tersebut.
Mereka yang mengetahuinya adalah orang-orang yang bergabung saat kelompok tersebut pertamakali dibentuk,dan sekarang kebanyakan dari mereka telah menjadi petinggi dalam kelompok tersebut.
Dan hanya para petinggi kelompok itu yang bisa bertemu atau berbicara langsung dengannya.
Pria itu tampak sedang berpikir dengan apa yang telah dia lakukan. "Apakah mereka gagal dan hanya pergi untuk menyerahkan nyawa saat mereka menyerang ke istana pangeran ke empat?"
"Tapi disana hanya ada sang pangeran dan pengawal setianya yang pandai bertarung, ditambah keluarga Wang.Sisanya hanya prajurit biasa."
"Mana mungkin mereka berdua bisa mengatasi serangan besar-besaran itu?Apalagi Chu Kong juga turun tangan."
Tanpa dia ketahui,di istana pangeran ke empat bukan hanya pangeran dan pengawalnya yang membantai kelompok mawar hitam yang menyerang tadi malam.
Murong,Mudan,Yao Zi,Wang Xuemin berada disana.Mereka setara dengan Yuwen dalam hal kekuatan dan kemampuan tempur.
Jangan lupakan gadis yang bahkan dijuluki iblis kecil oleh Yuwen dalam hal pembantaian.
__ADS_1
Bahkan dia sudah mendapatkan julukan baru dari Yuwen yang diberikan saat pertarungan di malam pernikahan mereka,yaitu pasangan iblis pencabut nyawa.
Julukan itu bukan sembarangan Yuwen sematkan.Julukan itu menggambarkan betapa mengerikannya gadis itu dalam hal penghilangan nyawa.
Dia adalah jalur ekspress dalam hal pemindahan manusia dari alam fana menuju alam baka kekuasaan dewa Yama.
****
Sore hari,pria yang diperintahkan mencari informasi di ibu kota oleh pemimpin tertinggi kelompok mawar hitam itu kembali ke tempat mereka berkumpul.
"Yang mulia." sapanya sambil menunduk. "Bagaimana?" tanya pria itu singkat.
"Pernikahan raja perang telah berjalan dengan lancar.Malam hari tamu undangan baru beranjak dari istana sang raja dan tidak ada kabar apa-apa lagi."
"Hingga tadi siang mereka berdua diantar oleh pengawal setianya,berangkat ke istana kekaisaran untuk menyapa kaisar dan keluarga istana." lapor orang tersebut.
"Tidak ada kabar tentang penyerangan?Mereka berhasil meredam serangan sebesar itu?Apakah istana itu dihuni oleh orang-orang tangguh?Hanya mereka berdua apakah benar-benar bisa meredam serangan itu?"
Kepalanya terasa berdenyut nyeri memikirkan hal itu.Chu Kong yang ditunggupun tak kunjung muncul.
"Aku pergi dulu.Bila ada kabar terbaru segera beritahu aku!" perintah pria itu pada dua orang kepercayaannya selain Chu Kong.
"Cari informasi tentang Chu Kong secepat mungkin!" setelah mengucapkan itu,pria itu beranjak lalu keluar dari gubuk tersebut dan langsung memacu kudanya dengan kecepatan tinggi.
"Sepertinya aku terlalu menganggap remeh pangeran ke empat.Dia tidak sederhana sebatas raja perang yang dijuluki dewa kematian."
****
Karena hari telah sore,Huang Zixin dan Shuwan berpamitan pada ibundanya untuk kembali ke istana mereka.
Pria itu memasang wajah masam terus-menerus. Sepertinya dia masih merajuk pada sang istri.
Saat mendekat ke kereta,mereka melihat putri Meilan sedang berada didekat kereta mereka, lebih tepatnya didekat Yuwen.
Entah sejak kapan gadis itu menjadi akrab dengan pengawal yang sikap dan sifatnya sebelas duabelas dengan tuannya.Sama-sama dingin dan tanpa belas kasih,apalagi terhadap musuh.
"Apakah Huang Zixin membentuk grup yang merupakan kumpulan orang-orang dingin dan kejam?"
"Bahkan pengawal yang mengawal rombongan pengantin kemarin,semua berwajah datar dan dingin seperti patung" gerutu Shuwan dalam hati.
__ADS_1