Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
MENGOBATI SELIR XUANGQI


__ADS_3

"Dalam tubuh ibumu ada racun.Racun yang sama dengan yang aku keluarkan dari tubuhmu waktu itu." ucap Shuwan tanpa basa-basi.


Mendengar ucapan gadis itu,Huang Zixin mengepalkan tangannya dengan erat. "Beraninya mereka meracuni ibuku." geramnya dalam hati.


Dia bertekad akan segera menemukan pelakunya dan menyeretnya ke neraka.Siapapun pelakunya,dia tak akan pandang bulu.


"Kau bisa mengobatinya?" gadis itu mengeluarkan kantung kecil dari lengan bajunya,yang sebenarnya dia ambil dari ruang dimensi.


"Minumkan pil ini sekarang juga." dia memberikan satu pil pada Huang Zixin agar segera diberikan pada sang ibu.


Tanpa menunggu lama,Huang Zixin langsung mendudukkan ibunya dan memasukkan pil itu ke dalam mulutnya.


"Ibu telanlah pilnya." bisik pria itu di telinga sang ibu,namun wanita itu tak meresponnya.


"Kunci pintunya!Aku akan melakukan akupunktur untuk mengeluarkan racunnya.Sepertinya ibumu sudah tak mampu menelan obat apapun."


Tanpa bertanya,pria itu langsung berjalan ke arah pintu dan menguncinya.


"Kenapa langsung parah seperti ini?Apakah racunnya sudah lama berada dalam tubuh ibu?"


Huang Zixin heran dengan hal ini.


"Racunnya belum lama,mungkin baru tadi malam.Tubuhmu dan ibumu berbeda.Kau mengolah tenaga dalam dan menekan racun itu,sedangkan ibumu tidak." Shuwan menjelaskan


"Ķenapa harus tertutup dan mengunci pintu?" pria itu bertanya dengan heran.


"Begitu saja kau tak mengerti?" Shuwan lebih heran dengan pertanyaan pria itu.


"Tak usah banyak tanya.Cepat ambilkan lilin,mangkuk,kain untuk lap dan air bersih!" pria itu langsung mencari benda-benda yang disebutkan Shuwan.


Bila Yuwen atau siapapun melihat hal itu,mungkin mereka akan muntah darah.Pria arogan dan selalu mendominasi itu melakukan perintah seorang gadis tanpa berpikir atau membantah.


Setelah Huang Zixin memberikan barang-barang yang dia minta,gadis itu langsung melakukan akupunktur untuk mendetox racun seperti yang dia lakukan pada Huang Zixin waktu itu.


"Apakah prosesnya lama?" pria itu bertanya sambil terus memperhatikan yang dilakukan gadis itu.


"Sekitar dua batang dupa." jawab gadis itu singkat tanpa mengalihkan fokusnya.


"Apakah seperti ini saat kau mengeluarkan racun dari tubuhku?" pria itu penasaran. "Ya." jawab gadis itu sambil mengangguk.


Melihat Shuwan terus fokus pada ibundanya, Huang Zixin tak lagi mengganggunya dengan berbagai pertanyaan.


Dia menyadari bahwa yang dilakukan Shuwan mungkin membutuhkan fokus dan konsentrasi,jadi dia hanya memperhatikannya dari samping.


Gadis itu mengelap darah hitam yang keluar dari kulit selir Xuangqi yang ditusuk oleh jarum perak. Dia terus melakukan hal itu hingga darah hitam tak lagi keluar.

__ADS_1


Gadis itu menarik nafas lega sambil mengelap keringat yang menempel di dahinya. "Akhirnya selesai juga." ucapnya dalam hati.


"Apakah sudah selesai?" Huang Zixin melihat gadis itu sedang membereskan jarum perak yang tadi dia gunakan untuk melakukan akupunktur.


"Ya.Mungkin sebentar lagi ibumu sadar.Suruh pelayan membersihkan tubuh dan mengganti pakaian ibumu!"


Tanpa menjawab,pria itu bangkit dan berjalan keluar kamar.


Tak lama setelah pria itu masuk kembali,wanita yang dipanggil bibi Nuan oleh Huang Zixin tadi memasuki kamar sambil membawa baskom berisi air hangat untuk membersihkan tubuh sang majikan.


Huang Zixin membawa Shuwan duduk dibangku yang terletak agak jauh dari tempat tidur.Dia membiarkan bibi Nuan mengurus ibunya.


"Apakah sudah selesai bibi?" pria itu bertanya saat melihat bibi Nuan membereskan baskom dan lap. "Sudah pangeran." "Bibi tunggulah di luar.Aku akan menemani ibu!"


Wanita paruh baya itu mengangguk lalu segera keluar dari kamar tersebut membawa baskom dan pakaian kotor sang majikan.


Sang pangeran duduk ditempat tidur,disamping tubuh sang ibu yang masih tak sadarkan diri.


Dipandanginya wajah wanita itu dengan penuh kasih.


Kelopak mata wanita itu bergerak perlahan,menandakan bahwa pemiliknya sebentar lagi akan membuka matanya.


Begitu mata itu terbuka,yang dia lihat pertama kali adalah wajah sang putra yang sangat tampan dan berwibawa,sedang memandanginya dengan intens.


"Ibu tidak apa-apa.Hanya sedikit tak enak badan." "Apanya yang tidak apa-apa?Ibu hampir kehi..." pria itu langsung menghentikan ucapannya.


"Ini ada beberapa pil untuk memulihkan beberapa organ dalam yang sempat terkikis.Butuh beberapa hari atau mungkin beberapa minggu untuk memulihkannya."


Suara perempuan yang berbicara itu berhasil mengalihkan pandangan selir Xuangqi.


"Siapa nona muda ini?Cantik sekali.Apa dia calon menantu ibu?"


"Bu...bukan!" sanggah Shuwan cepat sambil menggerak-gerakkan tangannya.Huang Zixin yang mendengar pertanyaan sang ibu hanya bisa menarik nafas.


"Bu...." pria itu tak tahu harus berkata apa.


"Kau tidak mau pada putraku,nona?Dia memang terkenal dingin dan kejam,tapi sebenarnya dia sangat perhatian dan penyayang." sang ibu mempromosikan putranya yang tak kunjung laku itu.


Shuwan hanya tersenyum canggung menghadapi wanita paruh baya itu.


"Kau sudah menikah nona?" ibu dari pangeran ke empat itu bertanya kembali. "Belum" jawab Shuwan singkat.


"Sudah memiliki calon suami?" tanya wanita itu lagi.Shuwan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kalian sama-sama lajang,kenapa tidak menikah saja?".

__ADS_1


Kepala Shuwan selalu pusing setiap orang-orang membicarakan tentang pernikahannya di usianya yang baru lima belas tahun itu.


"Oh aku ingat!Bukankah kau putri angkat keluarga Li yang kemarin hadir di pesta ulang tahun kaisar?Yang ingin dijadikan selir oleh pangeran kedua?"


Wanita paruh baya itu mengingat wajah cantik Shuwan setelah memandanginya selama beberapa tarikan nafas.


Gadis itu hanya mengangguk.


"Apakah aku boleh melamarmu pada keluarga Li untuk putraku?" gadis itu tersentak mendengar pertanyaan selir Xuangqi.


"Tidak yang mulia selir!Saya tidak mau menikah dengan pria yang beristri banyak." sanggah gadis itu cepat.


"Tapi putraku tidak memiliki istri lain.Dia juga tidak memiliki selir atau gundik.Bahkan aku sempat curiga padanya,jangan-jangan dia tidak menyukai perempuan."


Wanita paruh baya itu belum menyerah merayu Shuwan.


"Bu,aku membawanya kesini untuk mengobati ibu.Jangan berpikir yang macam-macam!" pria itu akhirnya bicara setelah sejak tadi terdiam.


"Lusa aku kembali ke barak.Ibu berhati-hatilah disini.Jangan terlalu percaya pada orang-orang istana!" nasihat pria itu pada sang ibu.


"Ya.Usahakan jangan ada yang tahu tentang aku yang mengobati yang mulia,juga tentang obat ini.Minumlah sebelum tidur malam.Jangan sembarangan meminum obat dari siapapun."


Selir Xuangqi bingung dengan ucapan kedua orang itu."Sebenarnya ada apa ini?Kenapa kalian bicara seperti ini?"


"Bu,seseorang meracunimu,beruntung nona Shuwan sudah mengeluarkan racun itu.Kemungkinan pelakunya ada di paviliun ini.Berhati-hatilah,walaupun dengan orang terdekat ibu."


Huang Zixin menjelaskan panjang lebar pada sang ibu.Terlihat keterkejutan di wajah sang ibu saat mendengar ucapan sang putra.


Orang-orang istana sangat sulit ditebak.Entah mana yang kawan atau lawan.Kesetiaan para pelayan atau penjaga bahkan bisa diperjualbelikan.


"Simpan ini dengan baik yang mulia!" Shuwan memberikan sebuah botol kecil berisi beberapa pil penyembuhan yang dia racik dari herbal-herbal terbaik diruang dimensi.


"Aku harus segera kembali ke kediaman Li." Shuwan mengatakan itu sambil menatap Huang Zixin.


"Baiklah.Ayo.Ibu aku pergi dulu." pria itu memeluk sang ibu lalu keluar bersama gadis itu.


Tak lama bibi Nuan masuk ke kamar itu. "Yang mulia,apakah sudah membaik?" "Ya bibi.Aku merasa tubuhku lebih baik.


"Apakah nona cantik itu calon istri pangeran?" tanyanya pada sang majikan. "Entahlah bibi.Semoga saja." ucap selir Xuangqi penuh harap.


NOTE


kebanyakan dupa akan menyala selama 20-30 menit,tergantung pada ukuran dan ketebalannya.Biasanya satu batang dupa digunakan untuk menyatakan waktu 30 menit.


Sumber by google

__ADS_1


__ADS_2