Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
MENGOBATI WANG XUEMIN DAN HUANRAN


__ADS_3

Huang Zixin langsung menyelamatkan sang adik dan membawanya menjauh,sementara penyusup itu langsung ditangani oleh Yuwen dan Mudan.


Namun saat Yuwen dan Mudan bertarung dengan penyusup itu,Shuwan langsung melempar dua buah jarum beracun pelumpuh otot ke arah tengkuk dan punggung penyusup itu.


Tubuhnya langsung ambruk dan kehilangan kesadarannya.


Yuwen dan Mudan hanya menatap kosong pada tubuh si penyusup yang tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri.


"Kalian lambat." ucap Shuwan membuat kedua orang itu semakin tertegun."Amankan dia,aku ingin melakukan sesuatu nanti padanya!" ucap Shuwan lagi.


"Cepat bawa Xuemin dan Huanran ke tempat bersih dan aman.Mereka harus segera ditangani!" Shuwan memerintahkan Yuwen dan Mudan dengan tergesa.


Pertarungan telah selesai.Penyerangan itu telah berhasil diredam oleh orang-orang Huang Zixin dan tentu saja kontribusi terbesar didapatkan dari sepasang pengantin itu.


Bawahan Huang Zixin yang lain sibuk membereskan bekas kekacauan.


Yuwen dan Mudan membawa Wang Xuemin dan Huanran ke ruangan tempat pelayan beristirahat,karena hanya ditempat itu tidak bergelimpangan mayat dan darah yang berceceran.


Setelah tubuh mereka dibaringkan ditempat tidur, Shuwan langsung menghampiri tubuh Huanran dan membalut lukanya untuk sementara.


Shuwan sudah memegang sebuah kotak yang berisi peralatan medis yang sangat lengkap dan beberapa macam obat yang sering dibutuhkan.


Dia mengambil kotak itu dari ruang dimensi saat sedang berjalan menuju ruangan tempat pelayan beristirahat dan semua orang tidak memperhatikannya.


Dia memberikan pertolongan pada dada Huanran yang sempat mengalami sesak akibat tendangan yang sangat kuat dari penyusup itu.


Setelah Huanran bernapas dengan normal lagi,Shuwan menjahit luka diperut gadis itu dengan sangat telaten.


Tentu saja sebelum melakukan itu,dia telah lebih dulu membalut luka Wang Xuemin dan menghentikan pendarahannya.


Setelah selesai dengan luka Huanran,Shuwan kembali merawat luka Wang Xuemin.


Srak.Dia merobek baju Wang Xuemin dibagian perut agar tak menghalanginya saat melakukan pengobatan.


Namun sebuah tangan yang besar dan kokok langsung mencengkram tangan Shuwan dan menghentikan kegiatannya.


"Apa yang kau lakukan?" suara yang sangat dingin dan tatapan yang sangat tajam pria itu layangkan pada gadis yang telah dia nikahi itu.


"Tentu saja mengobatinya?Apalagi?Dia harus segera diobati agar pendarahannya segera berhenti,atau dia akan kehilangan nyawanya.Jadi jangan menghambat kerjaku!"


Shuwan mengibaskan tangan sang pria lalu kembali menghampiri tubuh Wang Xuemin.


Yuwen dan Mudan saling pandang dengan tubuh yang telah merinding.Mereka tidak dapat membayangkan entah apa yang akan dilakukan oleh sang pangeran pada gadis itu.

__ADS_1


Selama ini tak ada satupun orang yang berani membantah ucapan sang raja perang berjuluk dewa kematian itu.


Jangankan membantah perintahnya,menatap wajahnya saja tak ada yang berani melakukannya.Tapi gadis kecil itu?


Dia bukan hanya membantah ucapan sang pangeran,dia bahkan memelototi pria itu sambil mengibaskan cengkraman tangannya.


Sungguh gadis kecil bernyali besar.


Yuwen dan Mudan menghirup udara yang sangat dingin,menanti dengan was-was apa yang akan terjadi selanjutnya.


Namun diluar dugaan,pria dingin itu tak melakuman apapun dan hanya menatap sang gadis dengan sorot mata setajam elang.


Dengan cekatan,Shuwan langsung mengeluarkan cairan khusus untuk membersihkan luka serta kapas,dan dia langsung membersihkan luka Wang Xuemin.


Kemudian gadis itu mengeluarkan anastesi spray yang langsung dia semprotkan di daerah sekitar luka.


meskipun saat ini Wang Xuemin tak sadarkan diri,Shuwan tak ingin ceroboh.Tak ada yang menjamin kalau Wang Xuemin tak akan sadar ketika dia menjahit luka pria itu,dan tentu dia akan merasa kesakitan.


Setelah menunggu beberapa menit agar anastesinya bekerja,gadis itu langsung menjahit luka diperut Wang Xuemin.


Ketiga pria itu hanya terdiam menatap apa yang Shuwan lakukan.Selain benda-benda yang digunakan gadis itu terlihat aneh dan asing,cara pengobatannya juga sangat berbeda dengan yang biasa mereka lihat.


Namun mereka tak berani berkomentar atau menanyakan hal itu.


Sementara para prajurit yang terluka sedang diobati oleh beberapa tabib yang bekerja di istana tersebut.


Setelah lukanya tertutup rapi oleh jahitan,Mudan segera mengganti pakaian Wang Xuemin dengan pakaian yang bersih.


Begitu juga dengan Huanran.Gadis itu telah dirawat dan dibersihkan oleh seorang pelayan yang dibawa oleh Yuwen dari tempat persembunyian rahasia untuk merawat Huanran.


Setelah keduanya rapi dan bersih,mereka dibiarkan beristirahat.


Huang Zixin masih berwajah dingin dan tak mengucapkan sepatah katapun.Dia sangat tidak suka gadis yang telah menjadi istrinya itu mencemaskan dan merawat Wang Xuemin dengan telaten.


Bagaimana bila pria itu sadar dan mengetahui tindakan istrinya itu?Raja perang sepertinya terlalu banyak berpikir.


Bukankah Wang Xuemin itu sepupunya?Apa yang salah dengan menyelamatkan sepupunya?


Shuwan menghampiri Hiang Zixin yang sedang duduk disebuah kursi mewah,dikedua sisinya Yuwen dan Mudan berdiri dengan tegap seperti patung.


"Mereka seperti tiga patung yang diletakkan berdekatan" ucap Shuwan dalam hati.


"Tuan Yuwen,dimana pria tadi?" ketiga pria itu terkesiap mendengar pertanyaan yang diucapkan gadis itu.

__ADS_1


Huang Zixin yang sedang bersandar di sandaran kursi pun langsung melayangkan tatapan tajamnya.


"Pria mana lagi yang dia tanyakan?" geram sang pangeran dalam hati.


"Pria?Pria yang mana putri?" Yuwen malah balik bertanya.


"Yang tadi bertarung dengan Xuemin.Aku sengaja tidak membunuhnya karena membutuhkan informasi darinya." jawab gadis itu santai.


Yuwen menatap sang pangeran.Setelah melihat sang pangeran menganggukkan kepalanya, Yuwen memberitahu gadis itu.


"Dia ada di penjara bawah tanah,putri."


"Dimana penjaranya?Antar aku kesana!"


"Besok siang saja,sekarang istirahat!" bukan Yuwen yang menjawab,tapi Huang Zixin.


"Istirahat dimana?Kamarnya berantakan." gadis itu bicara sambil cemberut.Tentu saja dia sangat ingin istirahat.Tubuhnya sudah sangat lelah dan ingin segera direbahkan.


Tapi mengingat pertarungan tadi dan kondisi kamar pengantinnya itu,dia jadi bingung memikirkan dimana dia harus beristirahat.


Hampir seluruh tempat di istana itu berubah jadi medan perang dan kamar mayat.


Tanpa mengatakan apapun,Huang Zixin langsung bangkit dari duduknya,menghampiri gadis itu dan menggenggam tangannya,lalu berjalan membawanya ke kamar pribadi sang pangeran yang tadi sempat menjadi medan perang dan kuburan massal untuk sesaat.


Shuwan tercengang melihat kamar itu telah rapi dan bersih seperti semula.Tidak ada noda ataupun bau amis darah yang tertinggal dikamar itu.


Tempat tidur pun rapi dan bersih seperti semula,seolah tidak pernah terjadi apa-apa disana sebelumnya.


"Bagaimana cara orang-orang disini bekerja?Aku hanya mengobati Xuemin dan gadis itu,tapi mereka telah membereskan semua bekas kekacauan.Luar biasa."


Shuwan berdecak kagum pada para bawahan pangeran ke empat yang sekarang berstatus suaminya itu.


Shuwan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur besar dan mewah itu.Matanya terasa berat begitu kepala dan tubuhnya menempel pada tempat tidur empuk dan nyaman itu.


Huang Zixin yang baru selesai membersihkan diri dan berganti pakaian,merasa heran karena kamarnya begitu hening seperti tak berpenghuni.


Saat dia melihat ke tempat tidur,ternyata gadis itu telah tertidur pulas dengan posisi terlentang dan sembarangan.Dengan pakaian pengantin masih membalut tubuhnya.


Pria itu menggelengkan kepalanya dan mendekati tempat tidur. "Langsung tertidur pulas?Bahkan tanpa membersihkan diri atau berganti pakaian."


Dia mengangkat tubuh gadis itu dan membenarkan posisi tidurnya.Dipandanginya wajah cantik gadis yang sedang tertidur pulas itu.


Tiba-tiba kejadian gadis itu menarik dirinya hingga bibir mereka bertabrakan,dan gadis itu menyesapnya dengan ganas melintas dikepalanya.

__ADS_1


Wajahnya terasa panas dan memerah.Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali agar bayangan adegan itu hilang dari kepalanya.


"Lebih baik segera tidur dan beristirahat.Ini adalah malam pernikahan yang sangat melelahkan." gumamnya dan langsung memejamkan mata.


__ADS_2