Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
7. MENGURUS PERUSAHAAN


__ADS_3

Sebentar lagi Shuwan akan menyelesaikan kuliah kedokterannya.Meskipun sang kakek telah menyatakan dia sebagai pewaris kerajaan bisnisnya,namun Shuwan memilih kuliah di kedokteran,dia bilang bisa belajar bisnis dari sang kakek langsung yang merupakan pebisnis handal.


Sang kakek hanya bisa menuruti keinginan cucu kesayangannya itu,dengan syarat dia tidak boleh menekuni profesi sesuai pendidikannya.Tetap harus mengelola perusahaannya.


Pak tua Jun sudah sering membawa Shuwan ke perusahaan,mengikuti rapat pemegang saham,menemui kolega,dan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan lain untuk memperluas bisnisnya.


Sebagai pewaris tunggal dan calon penerus,sudah waktunya Shuwan terjun langsung diperusahaan.


Hari ini dia akan menemui seorang pemimpin sebuah perusahaan yang berpusat di negara E di Eropa sana.Kabarnya mereka membuka perusahaan cabang di negri ini dan mengajukan kerjasama pada perusahaan sang kakek.


Pertemuan akan diadakan disebuah restoran mewah di ibu kota.Shuwan akan pergi bersama Liana,sekretarisnya.


Shuwan dan Liana sudah sampai di lobi restoran tempat pertemuan tersebut akan diadakan.Seorang pelayan menghampiri mereka "Nona muda Jun,tempat anda di lantai dua,ruang VIP no 3.Mari saya antar" ucap pelayan tersebut dengan ramah.Shuwan hanya mengangguk dan mengikuti langkah pelayan itu menuju ruangan yang dia sebutkan tadi.


Restoran ini memang sering digunakan untuk melakukan pertemuan oleh beberapa pengusaha yang akan menjalin kerjasama bisnis.Selain tempat dan menunya yang mewah dengan harga yang tak murah,juga terdapat fasilitas yang memanjakan pengunjung.Diruang VIP disediakan tempat khusus untuk meeting dengan desain dan suasana yang sangat nyaman.


Tak lama setelah mereka masuk,ada dua orang yang memasuki ruangan itu,satu pria dan satu wanita.Mereka menghampiri Shuwan dan Liana. "Jun's Group?" tanya pria bertampang bule itu. "Ya,kami dari Jun's Group." jawab Shuwan singkat. "Perkenalkan saya William dari Xander Corp."


"Saya Shuwan,dan ini Liana,sekretaris saya.Silakan duduk Tuan William." pembicaraan berjalan lancar,namun "Maaf tuan William,saya belum bisa memutuskan sekarang.Saya harus mempelajari proposal kerjasama yang anda ajukan." "Tak masalah nona,kami bisa menunggu.Ini kartu nama saya,hubungi saya bila anda sudah mengambil keputusan." jawab pria bernama William itu dengan senyum menawannya.


"Ya pasti.Terimakasih untuk hari ini.Kami pamit tuan,masih ada beberapa hal yang harus saya urus." pamit Shuwan dengan ramah diiringi senyum manis yang membuat William terpesona.

__ADS_1


"Ya silahkan nona,kami juga akan segera kembali" merekapun keluar dari restoran bersama-sama.


Setelah memasuki mobilnya,Shuwan langsung mengirim pesan pada seseorang "Ana,cari tau tentang Xander Corp!"


Diruang kerjanya yang berada di rumah besar tuan Jun,Ana langsung melakukan tugas yang diberikan oleh nona nya.Begitu data Xander Corp muncul,Ana terpaku didepan laptopnya.


"Chen.Tuan besar!" Ana berlari sambil berteriak memanggil Chen dan tuannya. "Ada apa Ana?Kau berlari sambil berteriak seperti baru saja melihat hantu." Chen yang mendengar teriakan Ana langsung menghampirinya. "Dimana tuan besar?" "Ada apa Ana?" Chen mengulangi pertanyannya karena Ana tak kunjung menjawab.


"Tuan besar ada diruangannya." mendengar jawaban Chen,Ana langsung berlari ke tempat tersebut.Begitu sampai diruangan sang tuan,Ana langsung menghampiri pria tua itu. "Tuan besar,lihat ini!" Ana langsung menyodorkan laptopnya ke hadapan pria tua itu. "Ada apa Ana?" dia bertanya sambil menatap layar laptop yang disodorkan oleh Ana


"Tadi nona menyuruhku mencari tahu tentang Xander Corp,bukankah itu perusahaan mendiang tuan Alex?apakah perampok perusahaan itu yang sedang melakukan pertemuan dengan nona?" terlihat kecemasan diwajah Ana.


Pak tua Jun hanya tersenyum menanggapinya. "Sepertinya keputusanku mengumumkan Shuwan Alexander sebagai pemimpin baru Jun's Group telah membuat pencarian mereka berhasil.Setelah mengetahui identitas cucuku,bukankah mereka akan datang dengan sendirinya?Mereka telah menemukan apa yang mereka cari dan mereka takutkan selama ini."


"Siapa yang diutus menemui cucuku?" "William Alexander tuan besar.Putra dari Albert Alexander" jawab Ana cepat."Bedebah serakah itu masih memakai nama Alexander?Bahkan untuk putranya?Sungguh tak tahu malu." pria tua itu mencibir.


"Apakah nona muda sudah tahu tentang kejadian itu tuan?" kali ini Chen yang bertanya. "Belum.Tunggu sebentar lagi.Aku ingin melihat tanggapannya tentang proposal kerjasama dari Xander Corp itu." jawab sang tuan besar


Malam ini pak tua Jun,Shuwan,Chen,Ana dan Yura sedang bersantai sambil menonton televisi. "Bagaimana pertemuan dengan Xander Corp,apakah berjalan lancar?" tanya pak tua Jun memulai obrolan. "Ya,pertemuannya lancar grandpa,tapi aku belum memberi keputusan.Aku harus mempelajari dulu proposal yang mereka ajukan." pak tua Jun menganggukan kepalanya mendengar ucapan sang cucu. "Bagus.Jangan terburu-buru mengambil keputusan.Pertimbangkan dulu dengan baik,jangan sampai dirugikan."nasihat sang kakek


"Istirahatlah,kau pasti lelah! Kakek akan beristirahat lebih dulu,dan kalian,jangan tidur terlalu malam!" "Baik tuan besar." jawab mereka kompak.Pria tua itu mencium dan mengusap kepala cucu sematawayangnya dengan penuh cinta,namun ada gurat kesedihan dimata tuanya.Kemudian dia berlalu meninggalkan ruangan itu menuju kamar tidurnya.

__ADS_1


"Uncle Chen,sepertinya sudah lama kita tidak berlatih" ucap Shuwan memandang Chen sambil mengelingkan sebelah matanya. "Heh,anak nakal ini menantang gurunya.Dengan senang hati aku akan melayanimu.Jangan mengeluh bila nanti wajah cantikmu itu dihiasi beberapa lebam!" ucap Chen sambil menyeringai.


"Oke.Jangan menghukumku bila nanti uncle terluka parah ya!" balas Shuwan meledek pada sang guru. "Heh,kesombongan anak ini telah mengalahkan tingginya Burj Khalifa." ucap Chen dramatis


Pak tua Jun yang baru saja melewati pintu ruangan itu hanya menghela nafas saat mendengar percakapan tersebut. "Anak nakal itu,aku suruh dia istirahat malah mengajak berlatih." gumam nya sambil menggelengkan kepala


Chen dan Shuwan langsung melenggang menuju tempat latihan untuk menguras keringat mereka,Yura dan Ana yang tidak mau melewatkan tontonan seru itu pun segera menyusul mereka ke ruang latihan.


Sementara ditempat lain,seorang pria tengah mondar mandir sambil sesekali menatap layar ponselnya yang sedari tadi terus dia genggam. "Kenapa nona Shuwan belum juga menghubungiku? Apakah dia tidak berminat pada kerjasama yang ku ajukan?Kenapa tadi dia tidak memberiku kartu nama?Hais,kenapa aku ini?" gerutu pria itu


"Gadis itu sangat mempesona.Bahkan senyum manis yang menghias wajah cantiknya selalu terbayang dimataku.Semoga dia menerima kerjasama ini hingga aku memiliki banyak kesempatan bertemu dengannya." pria itu masih memikirkan gadis yang tadi siang bertemu dengannya


***


"Pagi grandpa,muach" gadis itu menghampiri sang kakek dan mencium pipi pria tua itu. "Grandpa tetap awet muda meski sudah berusia 70 tahun,seperti baru berusia 50 tahun." ucap gadis itu sambil tersenyum "Ada apa ini,pagi-pagi sudah merayuku?kau menginginkan sesuatu?" tanya sang kakek curiga. "Mana ada?" jawab gadis itu singkat.Aku mengatakan yang sebenarnya.Grandpa memang awet muda" lanjutnya


"Aku ingin membeli lamborghini,boleh?" tanya Shuwan cengengesan."Sudah kuduga,rayuan mu itu pasti menyimpan tujuan." jawab sang kakek. "Pikirkan itu nanti.Bagaimana,kau sudah pelajari proposal kerjasama dari Xander Corp itu?" "Sudah.Sepertinya cukup menguntungkan, bagaimana kalo kita terima?" Shuwan balik bertanya pada sang kakek.


"Kenapa kau malah bertanya padaku?Kau bos nya sekarang.Semua keputusan kau yang tentukan." jawab sang kakek. "Aish,grandpa menyebalkan.Aku kan minta pendapat grandpa." ucap gadis itu cemberut. "Terimalah kalau menurutmu itu menguntungkan." jawab sang kakek akhirnya.


Lalu gadis itu mengotak-atik ponselnya, "Hallo tuan William,saya Shuwan dari Jun's Group." "Oh,ya nona Shuwan,ada apa?" sahut william dengan nada bersemangat, "Saya terima tawaran kerja sama dengan perusahaan anda." "Benarkah? Kalau begitu bagaimana jika nanti siang kita bertemu untuk membicarakan kelanjutan kerjasama kita?"

__ADS_1


"Baiklah,beritahu saja tempatnya nanti.Selamat pagi." ucap Shuwan menutup telponnya.


__ADS_2