
"Aku pastikan besok adalah hari eksekusi mu beserta keluarga Li dan juga keluarga Wang." itu adalah usaha terakhir Yuwen menekan gadis itu agar mau mengobati tuannya.
"Berikan ini pada tuanmu! Maka dia pasti selamat dari racunku itu." Shuwan memberikan dua butir pil pada Yuwen.Namun pria tersebut tetap berdiri di hadapan Shuwan
"Anda tetap harus ikut dengan saya,nona!"
"Apalagi?aku sudah memberimu penawarnya."
"Siapa yang tahu ini penawarnya atau bukan?saya hanya memastikan keselamatan pangeran,juga untuk mencegah anda melarikan diri." Shuwan memutar matanya mendengar ucapan Yuwen
"Baiklah aku akan ikut denganmu,tapi jangan ganggu mereka!" akhirnya gadis itu mengalah daripada orang-orang yang tidak bersalah dihukum karena perbuatannya
"Tak perlu ikut,Wei! Tuan muda Li aku titip Wei padamu,aku akan menjemputnya setelah pulang dari sana." Shuwan langsung mengatakan itu saat Wei hendak mengikutinya
"Tapi nona,saya " Wei tak terima dilarang ikut oleh nona nya.
"Jangan khawatir! Aku pasti pulang dan menjemputmu ke kediaman keluarga Li." Shuwan meyakinkan pelayannya itu
Yuwen membawa Shuwan ke istana tuannya.Sesampainya disana,Yuwen langsung membawa gadis itu ke kamar sang pangeran.
Di dalam kamar,tabib yang tadi memeriksanya terus mengawasi pria yang terbaring tak berdaya di tempat tidur.Sesekali dia mengelap keringat yang keluar dari tubuh sang pangeran
"Bagaimana keadaan yang mulia?" tanya Yuwen sambil mendekat pada tubuh sang tuan.Tabib hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Obat yang saya berikan sepertinya tidak terlalu bekerja.Yang mulia semakin melemah" terang si tabib parau
"Kenapa kau tidak langsung memberikan pil itu padanya?Malah asik berbincang" ucapan menohok gadis itu menyadarkan Yuwen,dia langsung memasukkan pil itu ke dalam mulut sang pangeran. "Telanlah yang mulia! Ini adalah penawar racunnya."
Meskipun pria dingin itu sekarat karena racun,namun dia masih memiliki sedikit kesadaran,jadi masih bisa mendengar yang Yuwen ucapkan.
"Kau yakin memberikan penawar yang benar..?" Yuwen bertanya dengan nada curiga pada Shuwan saat melihat tak ada perubahan pada tuannya setelah diberikan obat penawar.
"Tunggulah beberapa saat lagi!" jawab Shuwan santai
Setelah beberapa lama,Huang Zixin terbatuk,Yuwen langsung menghampirinya.
Pria itu terus terbatuk hingga dia memuntahkan seteguk darah berwarna hitam yang sangat pekat
"Dia selamat?Pria ini benar-benar hebat.Dia bisa selamat dari racunku yang biasanya membunuh orang dalam hitungan detik" gumam Shuwan dalam hati
"Racunnya sudah keluar,jadi,aku akan pulang." gadis itu berbalik dan hendak keluar dari kamar tersebut,namun ditahan oleh Yuwen.
"Tidak semudah itu nona! Pangeran terluka,jadi kau juga harus mengobati lukanya!"
__ADS_1
"Tadi kau hanya memintaku memberikan penawar racun,tuan.Lagipula yang terluka bukan hanya dia" Shuwan berkata dengan tajam.
"Bukankah dia tabib?lalu apa gunanya dia disini kalau kau menyuruhku mengobatinya?" Shuwan menunjuk pria paruh baya yang berada dikamar itu
"Lengan kiri pangeran terkena jarum beracunmu nona,jadi kau masih harus mengobatinya!" Yuwen merasa kesal pada gadis itu yang selalu mendebatnya.Gadis itu tak punya rasa takut sedikitpun,padahal dia adalah pengawal pangeran ke empat yang sangat ditakuti,selain pangeran itu sendiri
"Yang tadi kuberikan adalah penawar segala racun,jadi semua racun dari senjataku sudah keluar." gadis hendak berbalik namun pedang Yuwen langsung menempel di lehernya.
Trang...secepat kilat Shuwan menyingkirkan pedang tersebut dengan katana nya "Kau hanya bisa mengancam,dasar pengecut! Kau pikir aku takut dengan pedangmu?Senjataku lebih mematikan dari senjata siapapun.Kau bahkan memohon untuk nyawa pangeranmu itu."
Gadis itu telah memasang kuda-kuda dengan katana yang terhunus,siap menyerang Yuwen yang terpaku mendengar ucapannya. "Yang dia katakan memang benar." dalam hati Yuwen mengakuinya.
"Aaaarrgghhh" tiba-tiba terdengar teriakan tertahan dari pria yang sedang terbaring itu.
"Jendral Yuwen! Yang mulia!" Yuwen langsung berlari ke samping tempat tidur besar itu.
"Yang mulia,kenapa begini?"
"Aku sudah mengeluarkan racunku dari tubuhnya.Kenapa dia seperti itu?" Shuwan memperhatikan Huang Zixin dengan seksama
"Sepertinya dalam tubuhnya ada racun lain yang juga mematikan,dan racunnya sekarang bereaksi.Periksalah!" suara Yu zi yang berada di ruang dimensi bergema dipikirannya
"Racun lain?" beo Shuwan dalam hati
"Sudah ada sejak lama?Apakah dia sengaja diracuni?atau terkena senjata beracun?"
"Tuan,dia adalah seorang pangeran.Kehidupan di istana lebih keras dan lebih berbahaya daripada medan perang sesungguhnya.
"Bahkan bila dia tidak berminat pada tahta,orang-orang yang mengincar tahta dan kekuasaan pasti menganggapnya saingan atau ancaman yang harus disingkirkan." Yu zi menjelaskan dengan sabar pada gadis itu
"Kehidupan istana sungguh mengerikan. Untunglah kau tidak membuatku jadi penghuni istana di dunia ini." gadis itu merasa lega Yu zi membuatnya menjalani kehidupan yang bebas.
Gadis itu menatap Huang Zixin yang masih terbaring dengan tubuhnya yang terus bergetar dan wajahnya semakin memucat
Sebagai seorang 'korban' kekejaman Huang Zixin,hatinya masih diliputi dendam yang sangat besar dan dia sangat menginginkan kematian pria itu.
Namun sebagai seorang dokter,hatinya tergerak untuk mengobati orang yang sedang sekarat dihadapannya itu
Gadis itu masih terdiam menyaksikan peristiwa dihadapannya,
"Tabib,jangan diam saja! Cepat lakukan sesuatu!" bentakan Yuwen menyadarkan gadis itu lalu dia segera mendekat ke tempat tidur dan memeriksa pergelangan Huang Zixin
__ADS_1
Dia memeriksanya dengan teliti.Memang ada racun mematikan dalam tubuh pria itu. "Tuan,minta tabib mencari obat." tanpa menoleh,gadis itu bicara pada Yuwen
Setelah mendengar penjelasan Yu zi tadi,bukankah sebaiknya dia berhati-hati pada orang-orang di istana? Yuwen yang mendengar ucapannya langsung meminta tabib yang ada di ruangan itu mencari obat untuk tuannya
"Apakah pria ini bisa dipercaya,Yu zi?" gadis itu merujuk pada Yuwen. "Ya.Dia yang paling setia pada pangeran ke empat." Yu zi memang tahu banyak hal di dunia ini..
"Tuanmu memiliki racun lain dalam tubuhnya."
"Racun lain?Apa maksud anda nona?" Yuwen terkejut dengan ucapan gadis itu
"Ini adalah racun pengikis organ dalam,yang cara kerjanya merusak organ dalam yang sangat penting seperti jantung,paru-paru dan hati."
Yuwen yang mendengar penjelasan gadis itu merasa heran.Kapan racun berbahaya itu masuk ke tubuh tuannya?
Shuwan melihat raut wajah Yuwen yang terlihat bingung,dia bisa menebak apa yang dipikirkan pria itu
"Berhati-hatilah dengan orang di istana,mungkin tidak semua orang yang ada disini loyal pada tuan mu." gadis itu seolah memberikan clue pada Yuwen atas apa yang dipikirkannya
"Ambilkan lilin,mangkuk,kain dan air bersih!" Yuwen langsung mengambilkan benda-benda yang diminta gadis itu.Entah mengapa dia sedikitpun tidak curiga pada gadis itu
Shuwan menyalakan lilin,memanaskan jarum perak yang dia ambil dari ruang dimensi lalu menusuk titik akupunktur di lengan,dada dan bagian lain di tubuh Huang Zixin.Yuwen yang melihatnya mengernyit ngilu
Shuwan membiarkan jarumnya tertancap sekitar satu jam bila menggunakan waktu di zaman modern.
Setelah satu jam,Shuwan melihat warna gelap pada kulit Huang Zixin disekitar jarum perak ditancapkan
Darah hitam keluar dari tempat jarum ditancapkan.Gadis itu mengelapnya dengan telaten menggunakan kain basah,dan terus melakukannya sampai darah hitam itu habis. kemudian dia mencabut jarum-jarum itu.
Keringat terlihat membasahi wajah gadis itu.Akupunktur ini lumayan menguras tenaganya.
"Uruslah tuanmu! Aku ingin istirahat." tanpa menunggu jawaban Yuwen,gadis itu langsung menelungkupkan tubuhnya di sofa panjang yang ada dikamar tersebut
Punggungnya terasa sangat pegal karena duduk terlalu lama.
Yuwen yang telah selesai mengganti pakaian tuannya melirik gadis itu, "Langsung tertidur pulas?" Yuwen tidak ingin mengganggu istirahat gadis itu.Dia duduk untuk berjaga
Sudah lewat tengah malam saat perutnya merasa sangat lapar.Dia segera pergi ke dapur mencari makanan.
Pelayan sudah tidur jadi tidak bisa membuatkan makanan.hanya bisa mencari yang sudah matang.
Saat Yuwen keluar dari kamar,Huang Zixin membuka matanya.Dia mengedarkan pandangan dan matanya menangkap sosok seseorang yang sedang tidur menelungkup di atas sofa.
__ADS_1
"Gadis itu?Kenapa dia ada disini?Apa aku bermimpi?" Huang Zixin mempertajam penglihatannya.Dia tidak salah lihat
Dia hendak bangkit untuk memastikan penglihatannya,namun saat melihat gadis itu bergerak,dia mengurungkan niatnya dan kembali berbaring dan tidur kembali