Permaisuri Dewa Kematian

Permaisuri Dewa Kematian
KEGELISAHAN HUANG ZIXIN


__ADS_3

"Aku hanya sedang membayangkan kondisi Xuemin saat ini.Apakah dia sedang menangis atau mengamuk?Aku ingin segera melihatnya." ucapnya cepat sebelum kemarahan sang bibi meledak.


"Dasar anak kurang ajar!Bukannya bersimpati kau malah menertawakannya.Xuemin juga sama seperti putra ku dan kau."


Nyonya Li mendekati Li Jingmi dan ingin memukulnya,namun pria itu langsung berlari menjauh.


Nyonya Li tahu tentang Wang Xuemin yang sangat menyukai Shuwan dan ingin menikahinya. Xuemin bahkan beberapa kali mengatakan hal itu padanya.


Pria itu bahkan memintanya membujuk Shuwan agar mau menerima lamarannya.Tapi mau bagaimana lagi,gadis itu tak bisa dibujuk,dan hanya ingin menikah dengan pria pilihannya.


Nyonya Li tahu saat ini Wang Xuemin pasti sedih. Apalagi ini pertamakalinya dia menyukai seorang gadis,sama seperti putranya,Li Minghao.


Dan mirisnya mereka menyukai gadis yang sama, yang hanya menganggap mereka sebagai teman baik.


Nyonya Li menatap putranya yang masih berdiri dihadapannya menunggu izinnya.


"Pergilah Hao'er,hibur Min'er.Dia pasti sangat sedih." Tak ada yang tahu apa yang saat ini sedang dirasakan oleh nyonya Li.


Disatu sisi dia bahagia putrinya akan menikah dengan pangeran ke empat yang tidak memiliki catatan buruk tentang wanita.


Tapi disisi lain,dia juga merasa sedih karena putranya,juga sang sahabat sama-sama sedang merasa sedih karena gadis pujaan mereka akan menikah dengan pria lain.


Persahabatan Wang Xuemin dengan kedua tuan muda Li membuat dia sering berkunjung ke kediaman Li,begitu juga sebaliknya.


Hingga kasih sayang pun perlahan hadir untuk pria itu.


***


Di istana pangeran ke empat


Wang Xuemin tengah berdiri dikamar yang ditempatinya selama keluarga Wang tinggal disana.


Dia tak mau keluar dan berkumpul dengan keluarganya,sejak dekrit pernikahan pangeran ke empat dengan Li Shuwan dikeluarkan,dan berita pernikahan mereka tersebar.


Dia merasakan sesak didadanya. "Gadis itu selalu menolak saat aku mengajaknya menikah,tapi dia langsung menerima lamaran Huang Zixin.Apakah dia sama saja dengan gadis lain yang gila kehormatan dan harta?"


Namun dia segera menepis pikiran buruknya terhadap gadis itu.Dia tidak mungkin seperti itu.

__ADS_1


"Apakah sejak pertama bertemu,mereka telah saling menyukai?" Wang Xuemin bertanya-tanya dalam hatinya.


Pikirannya kembali ke suatu waktu,saat mereka akan pergi ke pelelangan.Saat keretanya tak sengaja hampir bertabrakan dengan kereta milik Huang Zixin yang dikendarai oleh Yuwen.


Ketika Shuwan bertarung dengan Huang Zixin dan mereka sama-sama terluka.Bahkan Yuwen mengatakan bahwa sang pangeran hampir kehilangannya nyawanya karena gadis itu.


Dan malam itu Yuwen membawa Shuwan ke istana pangeran ke empat untuk mengobati sang pangeran.


"Apakah karena kejadian itu mereka jadi saling menyukai?Kalau begitu,aku juga rela dilukai oleh gadis itu bila bisa membuatnya menyukaiku." tiba-tiba pikiran konyol itu melintas dikepala Wang Xuemin.


Tok tok tok.Suara pintu yang diketuk dari luar membuyarkan lamunan Wang Xuemin.


"Tuan muda,diluar ada tuan muda Li ingin bertemu." suara seseorang berbicara dari balik pintu.


Tanpa membuang waktu,Wang Xuemin langsung membuka pintu kamarnya dan keluar dari sana. "Dimana mereka?"tanyanya pada pelayan yang masih berdiri di dekat pintu kamar.


"Mereka ada ditaman belakang tuan muda." Wang Xuemin langsung menuju taman belakang setelah pelayan memberitahu dimana lokasi sahabatnya itu berada.


Wang Xuemin berjalan ke taman belakang,mengabaikan orang-orang yang dilewatinya,yang sedang sibuk menyiapkan pernikahan sepupunya itu.


Hatinya kembali merasa sakit melihat semua hiasan serba merah itu.


"Minghao,Jingmi." kedua pria itu menoleh saat mendengar seseorang memanggil mereka.


"Xuemin." kedua pria itu langsung bangkit lalu berlari memeluk sahabatnya itu,yang penampilannya tampak kacau.


Rambutnya berantakan seperti tak diurus.Wajahnya murung tak seperti biasanya.


"Kau baik-baik saja?" Li Minghao melepas pelukannya dan memandang sahabatnya itu.


"Kenapa kau berantakan sekali?Kalau penampilanmu seperti ini terus,aku yakin tidak akan ada gadis yang menyukaimu." Li Jingmi tampak menggoda sahabatnya itu.


"Ya,harusnya kau terlihat lebih tampan dari biasanya.Siapa tahu adikku akan berubah pikiran bila melihatmu lebih tampan." Li Minghao menimpali.


"Kalau kau tidak bisa mendapatkan adikku, harusnya kau bisa mendapatkan gadis yang lebih cantik dari dia.Buat dia menyesal karena menolakmu."


"Kalau kau sekacau ini,dia pasti akan bersyukur karena tidak memilihmu." Li Jingmi mengatakan itu sambil tertawa.

__ADS_1


Bukannya menghibur,mereka malah membuat jengkel.Tapi itulah sahabat.Jarang ada kata-kata baik diantara mereka.


"Aku salut dengan mu Minghao.Kau masih bisa tampak bahagia dan ceria.Aku tahu hatimu pasti sakit juga kan?Kau bahkan lebih dulu menyukainya daripada aku." Wang Xuemin menyerang balik Li Minghao.


"Memang ia.Dan aku masih sering merasa kesal pada ibu,karena dia terburu-buru menjadikan Shuwan putri angkatnya.Padahal aku belum berusaha maksimal untuk meluluhkan hatinya." keluh Li Minghao


"Sudahlah.Cari saja nona muda yang lebih cantik dari dia.Ada ribuan nona muda di negeri ini." Li Jingmi berbicara dengan santai.


Tanpa sengaja obrolan mereka terdengar oleh pemilik istana tersebut yang kebetulan hendak ke taman itu.


"Jadi mereka berdua menyukai gadisku?Ternyata calon istriku disukai banyak pria." gumam pria tersebut dengan senyum tipis yang sangat jarang hadir dari wajahnya.


****


Hari telah berganti malam.Kedua tuan muda Li bahkan telah kembali ke kediaman mereka sejak sore tadi.


Pangeran ke empat yang sedang berada dikamarnya merasa gelisah dan was-was dihatinya."Kenapa perasaanku seperti ini?"


Pria itu berusaha untuk tidur,namun matanya tak mau terpejam.Rasa kantuk tak kunjung datang menghampirinya.Perasaan gelisah dan khawatir yang tak mendasar terus menghiasi hatinya.


Pria itu segera bangkit lalu melihat keluarganya satu persatu.Mereka telah tertidur dikamar masing-masing,kecuali Wang Xuemin yang masih duduk di bangku taman belakang.


Entah mengapa hati sang pangeran belum merasa tenang walaupun telah melihat seluruh keluarganya yang tengah beristirahat.


Tiba-tiba dia teringat pada gadis yang dua hari lagi akan menikah dengannya.Dia menuju tempat Heima lalu melepas tali pengikatnya.


Mungkin sekitar jam sepuluh malam bila di zaman modern,sang pangeran memacu Heima dengan kencang keluar dari istananya.


Dia berniat menyelinap ke dalam kediaman Li untuk melihat dan memastikan kondisi gadis itu.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih,pria itu mendekati pembatas bagian belakang kediaman Li.Dia tidak mungkin bertamu melalui gerbang depan ditengah malam seperti itu.


Sang pangeran mengikat Heima disebuah pohon lalu dia melompat keatas pembatas dinding kediaman.


Setelah berada diatas dinding pembatas,pria itu mengedarkan pandangannya ke seluruh kediaman Li mencari paviliun gadis itu.


Namun yang dia lihat adalah tiga orang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah sedang mengendap-endap diatas atap sebuah bangunan.

__ADS_1


"Pembunuh lagi?Kenapa gadis itu selalu berurusan dengan mereka?" gumam sang pangeran.


Dia berpikir mungkin bangunan itu paviliun sang gadis.


__ADS_2